12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Sampai Masyarakat Batur “Rarud” Akibat Arus Modal

tatkala by tatkala
October 5, 2025
in Khas
Jangan Sampai Masyarakat Batur “Rarud” Akibat Arus Modal

“Bincang Pustaka” serangkaian Dies Natalis ke-62 Kamis 2 Oktober 2025 di Aula Indraprasta Gedung Rektorat UNHI

UNIVERSITAS Hindu Indonesia mengadakan “Bincang Pustaka” serangkaian Dies Natalis ke-62 Kamis 2 Oktober 2025 di Aula Indraprasta Gedung Rektorat UNHI. Pustaka yang dibahas sangat menarik yakni Buku Bunga Rampai berjudul Seabad Relokasi Batur. Setidaknya 26 penulis terlibat dalam buku ini.

Mereka mengkaji peradaban Batur dari berbagai sudut pandang.  Bincang Pustaka ini juga menghadirkan tiga pembicara yakni Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. H selaku Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Guru Besar Bidang Sastra Jawa Kuno Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si, dan IK. Eriadi Ariana (Jero Penyarikan Duuran Batur). Hadir juga Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si memberikan Opening Speech. Bincang Pustaka dipandu moderator Komang Agus Triadi Kiswara, Spd.H, M.Pd.

Pertanyaannya, apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan dalam buku Seabad Relokasi Batur ini? Apakah buku ini hanya sekadar peringatan terhadap peristiwa kelam di masa lalu akibat bencana alam?

I.K Eriadi Ariana (Jro Penyarikan Duuran Batur) menyampaikan bahwa buku ini ditulis sebagai bentuk peringatan terhadap peristiwa yang terjadi seabad lalu yakni tahun 1926 yang dikenal dengan “Rarud Batur”. Peristiwa erupsi Gunung Batur ini mengharuskan masyarakat Batur berpindah mencari lokasi baru karena lava pijar yang keluar dari perut Gunung Batur kala itu berhasil menenggelamkan seluruh peradaban Desa Batur Let.

“Buku ini berupaya menjejak peristiwa tersebut sembari merefleksikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Rarud Batur,” papar Eriadi Ariana yang juga penulis buku Ekologisme Batur.

Ia menambahkan, peristiwa Rarud Batur juga memberikan informasi perihal upaya penyelamatan benda-benda pusaka yang sakral dari Pura Batur. Tim evakuasi saat itu berhasil menyelamatkan tinggalan seperti arca perwujudan, pusaka, pustaka, termasuk rangka Jero Agung (Bale Pesamuhan) Pura Ulun Danu Batur. Benda-benda yang disakralkan ini ditempatkan di Desa Bayunggede.

“Meskipun benda-benda sakral berhasil diselamatkan, namun saat itu tidak semua warga Batur bersedia direlokasi. Banyak dari mereka ingin bertahan di desa lama, alasan ini mungkin terkait dengan keyakinan bahwa desanya adalah kawasan suci. Meski demikian akhirnya pada tahun 1928 Desa Batur resmi direlokasi ke Kalanganyar,” jelasnya.

Eriadi juga memaparkan sisi lain dari peristiwa Rarud Batur yakni peran jejaring persaudaraan lintas desa yang solid yang sering disebut Batun Sendi Bhatari Sakti Batur. Batur memiliki aliansi antardesa yang bernama Batun Sendi, aliansi ini diikat dengan situs, ritus, serta pranata adat yang kompleks. Mereka adalah komunitas “ring satu” yang menyokong setiap denyut peradaban Batur. Anggota Batun Sendi Batur terdiri dari Desa Bayunggede, Buahan, Selulung, Sekardadi, Bonyoh dan Sribatu.

“Desa-desa Batun Sendi ini adalah tenaga pertama yang membantu evakuasi, termasuk evakuasi benda-benda sakral. Kekerabatan Batur dengan Batun Sendinya terjalin apik sampai sekarang. Semoga melalui buku ini, kesadaran kolektif ini tetap terjaga dengan baik,” bebernya.

Dilanjutkan oleh Eriadi, peristiwa Rarud Batur memberikan dua pesan penting yakni kebertahanan dan keberlanjutan. Selama ini kita masih mempertahankan warisan nilai masa lalu di Batur, namun juga mesti memastikan keberlanjutan di tengah berbagai tantangan yang terjadi.

Apalagi, lanjutnya, Batur saat ini seperti “benteng terbuka” yang membuka ruang bagi mereka-mereka yang berinvestasi. Akibatnya investasi yang nyaris tak terkendali, akhirnya lambat laun wajah Batur semakin berubah. “Ini tantangan Kami ke depan, semoga Kami kuat menghadapi perubahan yang terjadi di Batur,” paparnya.

Narasumber yang lain yakni Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. H lebih menekankan peran buku Seabad Relokasi Batur sebagai sebuah dokumentasi sejarah yang membangun kesadaran generasi selanjutnya perihal peristiwa yang pernah terjadi di Batur. Selain itu, kata Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil. H, bencana erupsi Gunung Batur memberikan dampak baik secara kebudayaan, adat, ritual, dan bentuk kehidupan tradisional yang berjalan di Batur.

“Buku ini memberikan informasi penting perihal peristiwa yang terjadi di masa lalu, sehingga generasi sekarang dan mendatang bisa memahami berbagai perubahan, tantangan dan bagaimana cara masyarakat Batur bertahan memperkuat identitas budaya, dan kesadaran lingkungan di Batur,”paparnya.

Sementara Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si juga turut memberikan apresiasi yang tinggi dari lahirnya buku Seabad Relokasi Batur karena buku ini mengungkap berbagai aspek dari kesejarahan, filosofi, sosial, budaya, sampai pada aspek ekonomi dari peradaban Batur.

Namun Prof Suka Yasa memberikan catatan penting bahwa kajian perihal Teologi Batur juga penting disajikan dalam buku tersebut, karena selama ini teologi umat Hindu di pegunungan belum digarap secara lengkap.

Ia juga menyoroti pandangan mekanis dunia modern yang menganggap alam mati sehingga bisa dieksploitasi. Padahal, bagi masyarakat Batur, Gunung dan Danau Batur adalah ibu peradaban. Jika alam diperlakukan sebagai komoditas, maka seolah Dewi Danu dianggap “telah mati”.

“Sekarang di Batur banyak sekali tempat nongkrong dan coffee shop yang menutupi wajah Gunung Batur. Ini menunjukkan kekuatan modal bisa mengubah wajah peradaban Batur ke depan. Mari kita jaga peradaban Batur ini, jangan sampai alamnya hancur,” jelasnya.

Di tengah diskusi, seorang peserta Bincang Pustaka juga menyampaikan kecemasan yang sama perihal keberlanjutan perabadan Batur ke depan. Salah satunya adalah Dosen FIASB UNHI I Gusti Agung Paramita yang mengkhawatirkan akan terjadinya “Rarud Kedua” di Batur. Jika Rarud Pertama terjadi akibat bencana alam, Rarud Kedua bisa saja terjadi akibat “bencana modal” yang tidak terkendali masuk ke jantung peradaban Batur.

“Saya melihat kelahiran buku ini tidak hanya sebagai pangeling-eling terhadap peristiwa masa lalu yang dikenal dengan Rarud Batur, tetapi juga tercium aroma kecemasan melihat masa depan. Kian berubahnya lanskap Batur saat ini menunjukkan bahwa Batur tidak baik-baik saja. Arus modal kian kuat masuk ke Batur, bahkan bisa dikatakan tanpa kendali.

Selain itu, perubahan cara berpikir masyarakat Batur juga bisa menjadi penyebab transformasi di Batur. Oleh sebab itu, diperlukan wacana kritis dari akademisi perihal yang terjadi di Batur, tidak sekadar mengangkat sistem nilai luhur saja. Batur mesti menjadi medan studi para akademisi UNHI. Kampus harus berperan aktif menjaga peradaban Batur, jangan sampai masyarakat Batur terasing bahkan “rarud” karena derasnya ekspansi modal,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Rilis/Ado
Editor: Adnyana Ole

Tags: BaturDanau BaturDesa BaturGunung BaturUnhiUniversitas Hindu Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lima Juta Rupiah Untuk Masa Depan Bangsa

Next Post

Mengakrabi Bali via Jalanan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Mengakrabi Bali via Jalanan

Mengakrabi Bali via Jalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co