26 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Son Lomri by Son Lomri
September 30, 2025
in Khas
Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Workshop tari Bali di Festival ke Uma V tahun 2025

SUDAH menjadi akar, tarian melekat pada hidup orang Bali. Tarian tidak bisa dipisahkan dari orang Bali, yang membuat mereka memiliki lekuk tubuh yang puitik. Sejak kecil tubuh itu sudah dibentuk bahkan.

Tubuh terbentuk melalui ritual maupun pementasan saat hiburan rakyat, atau pesta kesenian. Atau saat menyambut tamu kehormatan di acara-acara tertentu. Tarian sudah menjadi satu perjamuan yang penting bagi masyarakat Bali.

Yang kemudian kebiasaan menari itulah menghasilkan gerakan tak terduga di luar pementasan. Misalnya, ketika berjalan atau saat memasak. Atau saat apa saja tubuhnya bergerak, terasa indah dilihat, baik perempuan maupun laki-laki Bali.

Apakah mereka, orang-orang Bali itu, memikirkan blokingan, atau memang itu terjadi begitu saja—sebagaimana bentuk tubuhnya demikian—sudah terpola indah?

“Lekuk tubuh orang Bali dan laku hidupnya, memang sudah begitu. Sebab ia dilatih menari sejak kecil,” kata Nyoman Budarsana, di sela memandu acara workshop latihan dasar tari untuk anak-anak.

Workshop latihan tari dasar untuk anak-anak itu merupakan bagian dari serial acara Festival ke Uma V, di Subak Sidangrapuh, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, Minggu, 28 September 2025.

Dekpa sedang melatih peserta | Foto: tatkala.co/ Son

Para peserta, yang seluruhnya adalah anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar, diajarkan beberapa gerak dasar tarian oleh Nyoman Budarsana dan Ni Kadek Dwipayani

Mulai dari langkah kaki dan jinjit, cara menarik dada, gerak tangan, pinggul, dan naik-rendah tubuh. Yang antara laki-laki dan perempuan, diajarkan masing-masing cara dan bentuknya yang khas.

Peserta perempuan, misalnya, diajarkan teknik ngaed, piles kanan piles kiri, ngumbang, dan nyregseg. Sementara laki-laki, diajarkan teknik ngaed, piles kanan piles kiri, malpal dan nayog.

“Kalau tari Bali memang sudah ada pakemnya. Yang tadi itu adalah dasar-dasar gerakan tariannya,” kata Ni Kadek Dwipayani atau biasa dipanggil Dekpa, penari kontemporer, di sela melatih anak-anak.

Ketika itu, melatih beberapa gerak dasar tadi kepada anak-anak.

Pada tarian Bali, Dekpa menjelaskan ngagem menjadi titik pembeda yang mana bakal membentuk pada lekuk tubuh si penari, hal ini juga berlaku pada berbagai jenis dasar tarian.

Ngagem pada perempuan cenderung lebih halus atau mengutamakan keanggunan—agar terciptanya keindahan ketika bergerak, ya, ekspresi ada pada wajah atau mata selain lekuk tubuh yang khas, dan gerakan yang agak tertutup.

Sementara pada laki-laki, lebih pada gerakan yang tegas, kokoh atau mencitrakan gerakan yang dramatis, juga melalui ekspresi wajah selain lekuk tubuh dan gerakannya yang lebih terbuka.

Tarian Bali, Melatih Otak Bekerja Multitasking

Pada tarian Bali, nyaris semua anggota tubuh itu bergerak. Mulai dari kepala, bagian torso, hingga kaki dan kedipan mata. Yang membuat otak bekerja sepenuhnya.

Nyoman Budarsana sedang melatih anak-anak tarian dasar | Foto: tatkala.co/ Son

Berlatih dasar tari sejak kecil, menghasilkan daya ingat dan fokus yang tinggi pada otak ketika sudah ekspert menguasainya. Hal itu juga—selain membentuk gerak-lekuk tubuh pada si penari nantinya, juga cara berpikir mereka, yang bisa membagi banyak pekerjaan dengan daya-fokus di atas rata-rata.

“Saat menari. Otak ini memikirkan, otak ini menyebarkan ke semua unsur yang ada di tubuh. Tangan gimana geraknya, kaki gimana geraknya, perut gimana, juga mata gimana, dan ekspresi wajah gimana. Itu bekerja, dipikirkan. Bahkan, bisa otomatis berjalan begitu saja di luar pementasan karena sudah terbiasa,”  kata Nyoman Budarsana menjelaskan pentingnya gerak dasar dikuasai.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan, bagaimana laku-hidup orang Bali, dalam aktivitasnya, cenderung teatrikal. Karena sudah berdasar gerakannya. Ya, sebagaimana mereka sejak kecil sudah terbentuk.

Masyarakat Bali, memang sejak kecil berurusan dengan tarian. Karena tarian itu terlibat pada urusan ritual agama. Di Pura, terdapat satu istilah ngayah.

Dan para penari perempuan Bali biasanya menarikan tarian untuk Dewa, atau dalam kata lain bersifat spiritual. Dan yang laki-laki melakukan tetabuhan sebagai pengiringnya.

“Yang jelas tarian itu bagian dari persembahan. Selain untuk Dewa, juga untuk diri sendiri,” kata Ni Made Sri Astuti, penari tradisi senior, atau istrinya Nyoman Budarsana.

Ketika menari untuk persembahan spiritual, bayangan tentang kebesaran Tuhan, mengalir pada tarian bebas yang dilakukan di Pura. Tubuh bergerak begitu saja—dengan lentur, mengalir mengikuti alunan musik tetabuhan.

Tarian itu membuat si penarinya, pergi ke dalam diri sendiri atas perenungannya selain persembahan untuk Tuhan. Begitulah kira-kira cerita Ni Made Sri Astuti ketika dirinya ngayah.

Seolah tubuh mengeluarkan hasil rekamannya atas apa yang diserap melalui ingatan, atau sentuhan pada sesuatu. Ya, tubuh selalu responsif atas apa yang diterimanya.

Menyoal pertunjukan seni daerah selain tari lepas, Bali memiliki Arja, Gambuh, dan Drama Gong. Betul-betul kesenian mengalir di pulau ini—selain di nadi orang-orangnya. Loplop. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: festivalFestival ke Umaorang balitari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Einstein dan Tagore: Pertemuan Sains dan Spiritualitas

Next Post

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co