23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tafsir Terminologi: Dari Marxisme Klasik hingga Marxisme Kontemporer

Farouq Syahrul Huda by Farouq Syahrul Huda
September 23, 2025
in Esai
Tafsir Terminologi: Dari Marxisme Klasik hingga Marxisme Kontemporer

Ilustrasi: Canva

Ideologi dan idealisme terus tumbuh dalam sejarah dan dalam pengalaman hidup manusia bagi mereka yang memiliki kesadaran akan majunya ilmu pengetahuan melalui kontradiksi, negasi, perdebatan, persaingan, dan konflik. Khususnya yaitu ideologi yang munculnya bukan karena secara mendadak, bukan karena kompetisi intelektual dan juga bukan karena fenomena egoisme yang vertikal maupun horizontal. Begitu pula Marxisme, ia muncul atas keadaan ilmiah dan kondisi kehidupan manusia yang saling campur aduk mengembangkan kepentingan dan kemaslahatan hajat hidup manusia. Karl Marx adalah seorang agitator, propagandis revolusioner, penggerak, penggagas, serta pencipta dari sekian penemuan marwah yang muncul dari pemikirannya. Marxisme adalah identitas ideologi bagi kaum Marxis, kaum Marxis berpedoman pada gagasan dan ide-ide mutlak Marx melalui Marxisme. Meskipun pada kenyataannya Marx tidak mencetuskan diksi tersebut.

Marx hanya memberi langkah, premis-premis, dan ramuan khusus untuk terciptanya sebuah revolusi sosial yang saat itu prinsip dasar dari sebuah Marxisme adalah revolusi atas nama perjuangan kelas khususnya perjuangan buruh yang idealis. Inilah yang menjadi langkah awal terorganisirnya Marxisme gaya klasik dengan menyesuaikan kondisi dan keadaan pada abad ke-19. Marx terilhami dari gaya filsafat Hegel yang membuat gagasan dan peta pemikirannya yang kelak tumbuh pada beberapa negara Dunia Ketiga seperti Kuba, Vietnam, Tiongkok, dan beberapa negara yang menjadi sekutu pada negara-negara Blok Timur yang dinahkodai Uni Soviet. Saya mendapati hal unik ketika mendalami Marxisme dalam konteks pemikiran filsafat Marx. Marx terinspirasi dari paradigma filsafat Hegel tetapi di sisi lain Marx mengubah cara pandangnya terhadap asumsi filsafat Hegel yang menurutnya adalah sebuah kesalahan.

Marx dan Hegel melihat dunia dengan perspektif yang berbeda. Dalam analisis yang  saya dapatkan, Hegel berpendapat bahwa adanya proyeksi dan adanya sebuah “ada” di dunia ini terpancar dari ide-ide manusia sebagai subjek yang menciptakan asal muasal dari mereka dan bagaimana mereka ada di dunia ini, dunia adalah objek bagi manusia. Hal itu pun ditolak oleh Marx secara akademis. Marx mengatakan dan berpendapat lain bahwa justru dunialah yang memunculkan ide-ide tersebut dan manusia menerimanya sebagai sebuah realitas dan entitas yang mungkin harus ditafsirkan dengan sedemikian rupa. Hegel mengutarakan asumsi tentang ide sebagai sebuah perjalanan panjang tentang “Terminologi Bahasa” yang berpotensi menimbulkan paradoks di antara sesama manusia, sehingga menemukan titik ujung yang kemudian disebut Hegel sebagai “Ide Absolut”.

Berbeda dengan Marx yang melihat dunia dan sejarah sebagai sebuah sebab-akibat yang ditimbulkan dari rasionalitas yang nyata tentang manusia. Maka berangkat dari asumsi itulah Marx disebut sebagai seorang Materialis. Inilah yang selanjutnya mendasari dari pemikiran Marxisme Klasik yang secara tak sengaja Marx menciptakan sebuah landasan teori yang di kemudian hari dipakai oleh para Marxis di seluruh dunia dengan konsep dan cara yang berbeda. Saya sedikit memahami bagaimana arah dan peta gerakan Marxisme berjalan dari tahun ke tahun sehingga masih eksis hingga sekarang walaupun sudah terdistorsi dari berbagai ancaman-ancaman dan kebijakan-kebijakan politik yang mempropagandakan stigma negatif yang berlebihan baik secara bukti sejarah maupun penyelewengan arsip ilmiah dan kajian tentang Marxisme.

Marx melihat sejarah sebagai sebuah perjuangan kelas, baik itu kelas Borjuis maupun kelas Proletariat dengan kepentingannya masing-masing. Marx mengkaji dari segi ekonomi dan ketimpangan sosial dari akibat sistem Kapitalisme yang tercipta dari hierarki kelas. Faktor utama inilah yang mendorong Marx dan Engels membentuk sebuah kitab utama kaum kiri bernama “Manifesto Komunis” pada tahun 1848. Selanjutnya Marx lebih detail menganalisis kapitalisme dalam bentuk buku berjilid “Das Kapital” dengan jumlah total tiga jilid volume. Bersandarkan pada fenomena sosial-ekonomi masyarakat yang hari-harinya hanya dihabiskan untuk bekerja dan di sisi lain ada beberapa minoritas masyarakat yang mengambil keuntungan lebih dari pekerjaan itu. Dasar konsep kelas itulah yang menjadi struktur pemikiran Marxisme. Kaum Proletar pada akhirnya teralienasi oleh kehidupan mereka sendiri dalam belenggu kapitalisme, begitu pula kaum Borjuis yang terasingkan sebagai manusia yang memiliki kewajiban positif secara sosial dan menghilangkan apa yang disebut sebagai penindasan.

Saya begitu memahami apa yang dimaksudkan dari retorika Marx, kesimpulan mendasar dari apa yang diutarakan adalah bahwa manusia memiliki “progres wajib” bernama kebebasan dan itu harus dicapai dengan gerakan materialis yang bernama Revolusi Sosial. Sehingga sosialisme dapat tercapai setelah revolusi, tetapi bagi saya tujuan Marx terlalu ambisius di tengah-tengah masyarakat yang pluralis dalam konteks beragama dan berbudaya begitu pula munculnya masyarakat hedonis yang membuat sulit akan timbulnya kesadaran kelas. Teori Marx sangat sulit dicapai untuk para revolusionis awam di zaman modern ini. Para filosof dan sosiolog barat pada akhir abad ke-19 beranggapan bahwa Marxisme telah usang dan mereka menemukan sebuah kegagalan dalam jantung Marxisme. Ramalan Marx tentang kehidupan setelah revolusi sangat sulit untuk dibuktikan dan justru kapitalisme tumbuh berkembang menjelma menjadi imperialisme.

Menurut Vladimir Lenin, Imperialisme adalah bentuk paling mutakhir dari kapitalisme. Karena doktrin tentang akumulasi kapital dan investasi modal telah masuk kemudian berhasil menyihir di beberapa negara di dunia melalui birokrasi pemerintahan dengan kepalsuan-kepalsuan yang dibungkus menggunakan ilusi kesejahteraan secara masif dan dogmatis. Kapitalisme dengan sangat cepat berkembang dan mengakar di belahan dunia, ini yang membuat Marxisme jatuh mundur ke belakang dalam beberapa tahun karena tidak sanggup mengikuti pola perkembangan zaman di mana kebiasaan hidup manusia mulai berubah-ubah, dan teknologi menemukan jalan baru untuk hinggap di tempat dengan mayoritas negara yang sudah mulai memasuki fase industri modern. Francis Fukuyama dalam bukunya “The End of History and The Last Man” yang terbit pada tahun 1992 mengatakan bahwa kapitalisme akan menandai sebuah akhir dari sejarah manusia dalam bentuk Demokrasi Liberal, di mana semua kebutuhan manusia akan terpenuhi, manusia menemukan kemewahan dalam bentuk penghargaan diri, pengakuan atas pencapaian kapital dan menempatkan kondisi hidupnya pada kapasitas yang ia miliki.

Walaupun terdengar seperti memaksa, tetapi bagi saya bukan hal yang mustahil melihat perkembangan zaman yang menjerumus pada sistem mutakhir dari kapitalisme, dan gerakan Marxis seperti mati total dan bahkan nyaris tak terlihat serta hanya tumbuh pada pemikiran dan teori pada tiap diri manusia yang mendalami Marxisme dari bilik buku-buku ataupun jurnal ilmiah tentang Marxisme. Apa yang saya lihat adalah Marxisme bisa tumbuh dan berkembang melalui celah-celah zaman dan menyesuaikan diri dalam nilai-nilai moral yang eksplisit pada tiap diri manusia di mana awal perkembangan Marxisme berada pada titik awal klasikisme zaman dan Marx kala itu menganalisis kehidupan manusia dengan cara yang cukup sederhana dan ia berhasil membuat suatu pakem khusus dalam metode-metode yang ia buat.

Marxisme di era pramodern pun cukup menghasilkan stigma buruk dan telah jauh dari prinsip dasar Marxisme ketika Joseph Stalin memimpin Uni Soviet setelah Lenin meninggal. Apa yang diharapkan Lenin jauh dari kata sempurna ketika Leon Trotsky gagal mengemban amanah untuk melanjutkan visi mulia dari apa yang kelak disebut Marxisme-Leninisme. Perseteruan Trotsky dan Stalin pun kian memanas hingga berujung terbunuhnya Trotsky yang menolak pandangan politik kepemimpinan ala Stalin. Marx mungkin sudah memperkirakan ini bahwa pada ajaran Marxisme di masa mendatang akan terjadi konflik internal dalam kubu Marxis yang tidak dapat dihindari. Karena manusia secara politik memiliki kepentingan-kepentingan ambisius dalam menjaga kebijakan idealismenya. Marxisme pun tumbuh dalam makna dan tafsir-tafsir yang berbeda dari tahun ke tahun.

Elaborasi yang dijalankan para filosof Marxis dan sosiolog Marxis pada akhirnya menemukan metodologi baru untuk menyempurnakan Marxisme dan menyembuhkan cacat serius dalam Marxisme yang hanya secara spesifik memfokuskan pada ide-ide materialisme dan menambahkan perspektif yang lebih luas dalam melihat dunia dan sejarah manusia. Di Indonesia, Marxisme sudah lenyap secara politik dan yang tersisa hanyalah gagasan dan wacana pada diri tiap akademisi, publik, ataupun mahasiswa yang mempelajari Marxisme. Kepentingan para kapitalis di Indonesia pada akhirnya membentuk konstitusi baru melalui amandemen praktis dan legitimasi secara gradual melalui undang-undang yang telah dibuat. Rata-rata mereka yang berkuasa tidak sempat meluangkan waktu untuk membuka wacana pemikiran melalui aktivitas membaca buku, sehingga mereka minim mengetahui tentang informasi faktual apalagi hanya perkara sejarah yang banyak beredar di beberapa buku. Dan mereka yang tak membaca buku tidak pantas duduk di kursi kekuasaan.

Akhir kata dari saya adalah bahwa Marxisme sudah cukup besar dalam perjalanan akhir dari sebuah terminologi, retorika, metodologi, kitab sejarah, dan dokumen serta arsip pustaka bagi realitas kehidupan berideologi. Marxisme hanya terpilah saja menjadi beberapa bagian ketika ia masuk ke dalam dimensi kehidupan manusia dan secara naluriah menjadi pokok pikiran para filsuf dan akademisi yang mendalami ajaran Marxisme. Mereka yang menentang konsep ini adalah justru mereka mendalami dengan hasil yang tidak memuaskan dan mengubah sebagian arah gerak Marxisme ke dalam bentuk dan pola yang mereka inginkan. Marx hanyalah manusia biasa yang terjun dalam eksistensi politik ekonomi yang menjerat kehidupan manusia dan terpaksa manusia harus menjadi bagian dari eksistensi itu sendiri.

Marx bahkan menghabiskan waktunya dalam pengasingan dan terlempar dari strata sosial hingga membuatnya menjadi seorang nomaden yang mengantarkannya pada istirahat terakhirnya di London, Inggris. Konsep Marx pasti berpotensi salah dalam teorinya karena dalam ilmu kajian ilmiah bahwa ia disebut “ilmiah” jika memang berpotensi salah atau tidak akurat. Revolusi sosial hanya berhasil dalam beberapa kurun waktu tertentu di berbagai negara, ia tidak menyeluruh secara total karena hegemoni kapitalisme memiliki tempat di setiap zaman dan bercokol pada periode era yang cukup dinamis serta modernisasi membuat kapitalisme tidak menjadi ideologi yang stagnan karena efek dominonya. Saya yakin Marx dalam lubuk hatinya yang paling dalam pasti memperkirakan ini. Seperti yang dikatakan Rupert Woodfin seorang dosen filsafat asal Inggris, Woodfin mengatakan “Selama kapitalisme hidup di dunia, maka Marxisme tak akan pernah berhenti meskipun hanya sekadar untuk dipelajari.” [T]

Penulis: Farouq Syahrul Huda
Editor: Adnyana Ole

Tags: filsafatilmu pengetahuanKarl MarxmarxismePendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Pianist Berlangsung Meriah di Antida Soundgarden

Next Post

65 Tahun UUPA: Masih Ada Ketimpangan Penguasaan Tanah

Farouq Syahrul Huda

Farouq Syahrul Huda

Biasa dipanggil Syahrul. Asal Klaten, Jawa Tengah. Alumnus Fakultas Syariah UIN Surakarta, akun medsos hanya X/twitter yaitu @FarouqSh.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

65 Tahun UUPA: Masih Ada Ketimpangan Penguasaan Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co