23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Son Lomri by Son Lomri
September 20, 2025
in Khas
Resmikan Transformasi Institut Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin: “Kampus Seindah ini Kenapa Tidak Menjadi Universitas?”

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA. di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Saya bertanya ke Pak Dirjen, Kampus yang sebesar ini, sebagus ini, setampan dan secantik mahasiswanya ini kok kenapa tidak menjadi universitas?”

Begitu kalimat yang keluar dari bibir Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA., ketika meresmikan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan di kampus setempat, Sabtu siang, 20 Seprtember 2025.

Pak Dirjen yang dimaksud adalah Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. yang saat acara peresmian itu juga datang mendampingi Menag Nasaruddin Umar. Prof Duija yang mendengar pertanyaan Pak Menteri itu hanya senyum-senyum saja, sementara civitas akademika IAHN Mpu Kuturan yang juga mendengarkan kata Menag Nasaruddin Umar bertepuk tangan dengan sangat riuh.

Menag Nasaruddin Umar mengakui ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya sejak ia masuk dan melihat kampus  IAHN Mpu Kuturan. Berkaitan dengan kemungkinan kampus itu menjadi universitas, lebih lanjut Nasaruddin menganalogikan jika Sekolah Tinggi diibaratkan seperti kolam. Sedangkan Institut diibaratkan seperti danau, dan sebuah Universitas dianalogikan adalah seperti Samudra.

Agama, khususnya Agama Hindu tidak bisa diwadahi oleh empang, tidak bisa diwadahi oleh danau dan seharusnya diwadahi oleh samudera. Dengan demikian, universalitas nilai-nilai dalam Agama Hindu sudah semestinya diwadahi oleh universitas. Bukan sekolah tinggi, bukan institut.

Nasaruddin berharap kedepan, kedatangannya ke kampus Mpu Kuturan berikutnya untuk resmikan universitas.

Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar, MA.

“Biarkanlah samudera yang mewadahi lautan itu. Semoga tidak lama lagi akan menjadi universitas, tetapi tentu ada prosesnya. Saya berharap pak Rektor IAHN Mpu Kuturan dan sivitas bisa segera bertransformasi menjadi Universitas,” kata Nasaruddin.

Berkaitan dengan nama Mpu Kuturan, Menag Nasaruddin menyebut sosok Mpu Kuturan bukanlah orang sembarangan. Mpu Kuturan telah mendedikasikan sepanjang hidupnya untuk keluhuran umat manusia.

“Maka dari itu, perguruan tinggi ini mewarisi suasana kebatinan suasana psikologis Mpu Kuturan. Saya berbangga di hari Tumpek Landep ini berada di kampus yang megah dan indah,” ujar Nasaruddin..

Di sisi lain, Menag Nasaruddin juga berharap kelak Institut Mpu Kuturan mampu melahirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi yang terpenting mampu mengamalkan ilmunya agar bermanfaat bagi banyak pihak.

“Cendekiawan memiliki makna yang lebih luas dibandingkan ilmuwan. Ia bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan kebijaksanaan, etika, dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Prof. Suwindia, Prof. Nasaruddin, dan Prof. Duija

Ia menambahkan, dalam konteks masyarakat, cendekiawan Hindu diharapkan dapat menjadi penuntun arah peradaban umat beragama. Mereka tidak hanya menghasilkan penemuan, tetapi juga berperan menjaga nilai dan kearifan yang mampu menyeimbangkan sains dengan agama.

“Lembaga pendidikan umum biasanya fokus pada bidang keilmuan semata, sedangkan perguruan tinggi keagamaan, termasuk IAHN, memiliki ciri khas perpaduan antara ilmu dengan ajaran agama serta kekuatan lain di luar nalar manusia,” kata Nasaruddin.

Disambut Tari Goak

Menag Nasaruddin  datang ke kampus IAIN Mpu Kuturan didampingi oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., berserta rombongan. Ribuan sivitas akademika telah menanti rombongan sejak pagi. Bahkan, sejak turun dari mobil menuju lokasi acara, Menag disuguhkan hiburan Tarian Goak sebagai penyambutan.

Rektor IAHN Mpu Kuturan Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A mengatakan Perpres 61/2025 tentang transformasi sekolah tinggi meuju institut, menjadi cemeti bagi Institut Mpu Kuturan dan seluruh civitas untuk terus berkarya.

Kedatangan Menag Nasaruddin di kampus IAHN Mpu Kuturan

“Sehingga dapat dirasakan dan berdampak dalam menjaga marwah kementerian agama, yang selalu dapat berkontribusi, mendekatkan antara teori agama dengan prakteknya di masyarakat, menjaga persatuan, toleransi umat beragama, karena sejatinya Indonesia sangatlah heterogen dan kaya akan adat dan budayanya,” kata Gede Suwindia.

Peresmian peningkatan status dilakukan dengan menancapkan sebelas Kayonan Wayang sebagai simbol arah penjuru yang melambangkan ruang tempat bertumbuh bersama, di tengah perbedaan namun menuju satu tujuan yang sama, yaitu kesadaran dan kebenaran.

Sebelas kayonan ini juga mewakili ajaran luhur Mpu Kuturan tentang sebelas pohon kehidupan: Pohon Ketuhanan, Pohon Kemanusiaan, Pohon Persatuan, Pohon Kebersamaan, Pohon Keberagaman, Pohon Keadilan, Pohon Kehidupan, Pohon Kemakmuran, Pohon Kecerdasan, Pohon Keberlimpahan, dan Pohon Semesta Raya.

Kesebelas pohon sebagai landasan, pengingat, sekaligus doa agar IAHN Mpu Kuturan senantiasa tumbuh kokoh, memberi manfaat, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dengan penuh kesadaran.

Tari Goak menyambut kedatangan Menag Nasaruddin

Selain transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut juga dibarengi dengan perubahan makna logo. Logo Institut Mpu Kuturan terinspirasi dari Meru, simbol suci yang tidak hanya bermakna bangunan berjenjang, tetapi juga perjalanan ilmu pengetahuan.

Seperti Meru yang bertingkat, proses belajar di kampus ini dimulai dari dasar hingga puncak kebijaksanaan, menyatukan pengetahuan, emosi, dan spiritualitas. Inilah makna Meru sebagai simbol kampus: menuntun setiap insan menuju kesadaran dan kebijaksanaan tertinggi.

Seperti diketahui Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lembaga ini pada awalnya berdiri sebagai Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan, yang diresmikan pada 22 Maret 2016 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2016.

Setelah hampir sembilan tahun berkiprah, sebuah babak baru tercatat dalam sejarah. Terhitung sejak 26 Mei 2025, STAHN Mpu Kuturan secara resmi naik status menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

Sejak berdirinya pada tahun 2016, lembaga ini telah berkembang pesat. Saat ini, Institut Mpu Kuturan telah memiliki 13 Program Studi Sarjana (S1), 1 Program Pendidikan Profesi Guru,  3 Program Magister (S2), dan 1 Program Doktor (S3). [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: IAHN Mpu KuturanIMK Balikampus hinduSTAH Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Next Post

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Air, Banjir, dan Pariwisata Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co