2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

28 Karya dalam “Garis, Warna dan Ruang”: Pameran Solo Perdana Tien Hong di Santrian Art Gallery

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 20, 2025
in Pameran
28 Karya dalam “Garis, Warna dan Ruang”: Pameran Solo Perdana Tien Hong di Santrian Art Gallery

Tien Hong pada Pameran Solo Perdana di Santrian Art Gallery

MENYAKSIKAN pameran tunggal, dari perupa Tien Hong di Santrian Art Gallery, Sanur, seakan kita diajak bersiap-siap merasakan kejutan, kenangan atau pengalaman-pengalaman indah di masa lalu. Sebab, pameran yang menampilkan karya seni di atas kanvas itu, lebih menekankan pada imajinasi, kemampuan pikiran untuk membentuk atau menciptakan gambaran, ide juga konsep mental yang tidak selalu ada dalam kenyataan.

Pameran bertajuk “Garis, Warna dan Ruang” itu telah dibuka oleh seniman kenamaan Bali, Made Djirna didampingi Made ‘Dolar’ Astawa mewakili Santrian Art Gallery ditandai pengguntingan pita, Jumat 19 September 2025. Pameran itu, sedikitnya memajang 28 karya dengan berbagai ukuran menghisasi gallery yang masih menjadi bagian dari Griya Santrian Beach Resort & Spa, Sanur. Pameran akan berlangsung hingga 30 Oktober 2025.

Upacara pembukaan pameran ini berlangsung akrab. Perupa atau pecinta seni hadir seakan memberi semangat pada Tien Hong yang berhasil menggelar pameran tunggal pertama. Acara yang berlangsung di halaman gallery itu menjadi sebuah ajang untuk bertemu membagi pengalaman dan sekedar melepas kangen. Sebab, orang-orang yang hadir lebih banyak ngobrol, sambal menikmati minuman dan camilan. Setelah pameran dibuka, suasana semakin akrab, karena diisi dengan acara makan nasi jinggo bersama.

Pameran Solo Perdana Tien Hong di Santrian Art Gallery

Karya seni itu dipajang di areal dalam gallery dan beberapa di bagian luar dengan dilengkapi lampu spot kecil yang terang. Para seniman utamanya perupa dan pecinta seni lukis, tentu tidak akan canggung menikmati setiap garis dan warna dalam setiap karya itu. Namun, bagi mereka yang tak begitu faham membaca karya seni abstrak, mungkin hanya sekedar lewat saja. Walau demikian, mereka tetap akrab setiap membicarakan karya seni itu.

Karya seni rupa di atas kanvas dengan berbagai ukuran itu, tidak merepresentasikan objek atau subjek dari dunia nyata. Karena itu, jika ingin menikmati karya seni itu lebih menekankan pada kemampuan pikiran akan menciptakan gambaran. “Gagasan mengadakan pameran solo ini berkat dorongan teman-temannya. Sebelumnya, saya sudah pernah beberapa kali mengikuti pameran berkelompok, baik di Bali maupun luar Bali,” kata Tien Hong asal Kintamani ini bahagia.

Seluruh karya lukis yang dipamerkan itu oleh Tien Hong yang alumnus Instiut Seni Indonesia (ISI) Bali tahun 2005 itu seakan menuntut para pengunjung memiliki kemampuan pikiran untuk membentuk atau menciptakan gambaran, ide, atau konsep mental yang tidak selalu ada dalam kenyataan. Pengunjung tidak akan melihat bunga, manusia, binatang, tanah longsor, kritik social, sampah atau pesan lainnya. Hal itu, karena Tien Hong menggarap dari elemen-elemen penting dalam seni rupa itu, yakni garis.

Pameran Solo Perdana Tien Hong di Santrian Art Gallery

Pameran solo kali pertama ini, berkat dorongan teman-temannya, saudara dan para seniornya. Sebelumnya, ia sudah pernah beberapa kali mengikuti pameran berkelompok, baik di Bali maupun luar Bali. “Karya ini murni menyusun warna agar kelihatan harmonis dan hasilnya bisa membuat orang nyaman, tenang dan senang melihatnya. Karya ini ada yang baru, ada pula dari periode sebelumnya, yakni karya tahun 2003 dan 2004. Jadi, tidak ada maksud khusus dari tema tersebut,” sebut Tien Hong.

Kurator, I Made Susanta Dwitanaya mengatakan, pameran Garis, Warna dan Ruang ini menjadi moment special bagi Tien Hong karena menjadi pameran tunggal pertama dari sekian lama melukis. Sejak awal, lukisan Tien Hong sudah abstrak. Terutama pada masa kuliah. Maklum, pada masa kuliah, Tien Hong tertarik pada mata kuliah Nirmana, kuliah dasar dalam bidang seni dan desain yang mengajarkan mahasiswa untuk mengolah dan menyusun unsur-unsur visual dasar berdasarkan prinsip-prinsip keseimbangan dan harmoni.

Tien Hong juga sangat dekat dengan alam, pohon, binatang, manusia. Ia bahkan sering mengirim foto ketika berada di hutan, di sungai dan kegiatan lain yang berhubungan dengan alam. Itu membuktikan, ia begitu dekat dengan alam, tetapi tak melahirkan kehidupan dalam karyanya. “Tien Hong lebih banyak menyerap perasaan-perasaan dalam karyanya, lalu menterjemahkan dalam seni. Apa yang dia cari dan didapat dari alam, adalah harmonisasi dan keseimbangan di tengah rutinitas dan keseharian hidup yang terkadang membawa kejenuhan,” sebutnya.

Pameran Solo Perdana Tien Hong di Santrian Art Gallery

Kembali ke alam, menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk menemukan ruang jeda itu. Tien Hong memilih berjalan di antara rimbun pepohonan, di sela-sela lebat dedaunan, atau mendaki terjal perbukitan, atau menuruni curam lembah, ketika kejenuhan dan ritme kerja di studio melanda.

Ketika kembali ke studio, yang ia bawa adalah nuansa, ritme, dan gairah artistik tak kasatmata yang memantiknya melukis kembali. “Tetapi ia tidak datang untuk menghafal bentuk dedaunan, atau mengabadikan lengkung horizon di kanvasnya atau menyalin panorama alam ke dalam bidang kanvas. Baginya, alam adalah ruang untuk bernapas, bukan ruang untuk mencatat, layaknya seorang naturalis,” imbuhnya.

Made Djirna, saat membuka pameran itu dengan mudah membaca karya lukis dalam pameran itu. Hari ini, saat pameran tunggal “Garis, Warna dan Ruang” dibuka menjadi hari-hari yang ditunggu oleh Tien Hong. Ia dan Tien Hong memiliki pengalaman yang sejalan, yakni suka blusukan di kebun, sungai, sawah dan di tempat-tempat sepi. Namun, paling tenang ketika Tien Hong membawakan madu. Perjalanan itu sangat luar biasa.

“Itu karena Tien Hong mampu memanajeman situasi di desa dan memanfaatkan apa yang ada disekitarnya, lalu bias juga berjalan ke kota menghimpun seniman, membuat karya dan berpameran. Tien Hong itu berproses panjang, hingga mampu melahirkan karya, bahkan mewujudkan dengan pameran tunggal pertama,” katanya.

Pameran tunggal ini paling penting dalam perjalananya. Tien Hong menampilkan karya yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya, yang membuatnya menjadi luar biasa. “Perjalanannya dari desa ke kota, maka hari itu adalah hidupnya. Mudah-mudahan pemeran ini sebagai tonggak untuk lebih terhubung, terpikir dan jalan lebih mikmat dalam hidup. Pameran ini akan memberi inspirasi dan pandangan baru ke depannya,” paparnya.

Made ‘Dolar’ Astawa menyambut pameran tunggal Tien Hong dengan tema Garis, Warna, dan Ruang itu dengan senang. Sebab, pameran ini bukan sekadar memperlihatkan karya-karya abstrak yang indah dipandang, tetapi juga mengajak kita masuk ke dalam ruang batin senimannya. Itu, sebuah perjalanan dan eksplorasi artistik yang lahir dari perjumpaan intim dengan alam dan kemudian diolah menjadi seni abstrak yang berkonsep pada harmoni atas elemen dasar seni lukis atau nirmana yakni; garis, warna, dan ruang.

Pameran Solo Perdana Tien Hong di Santrian Art Gallery

Sebagai galeri yang sejak lama berkomitmen menghadirkan karya-karya mutakhir para seniman atau pelaku seni rupa Bali, dipercaya bahwa karya Tien Hong menawarkan lebih dari sekadar estetika visual. “Kami menyambut Tien Hong atas dedikasi dan eksplorasi artistiknya sebagai perupa untuk mempersembahkan karya-karyanya di Santrian Art Gallery Sanur ke hadapan publik seni rupa,” ucap Dolar serius.

Tien Hong menghadirkan kesegaran, energi, dan konsepsi tentang harmoni yang relevan dengan kehidupan kita hari ini, dimana setiap orang membutuhkan ruang jeda dan ketenangan secara batiniah. “Semoga pameran ini tidak hanya menjadi perayaan seni, tetapi juga pengalaman kontemplatif bagi setiap pengunjung, serta memperkaya khazanah seni abstrak Bali,” harapnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: lukisanPameran Seni RupaSantrian Art GallerySeni RupaTien Hong
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Video Musik “Manusia” dari BSAR, Suarakan Keserakahan Manusia

Next Post

Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Cerpen Joseviolis Diciptakan Debra H. Yatim Tahun 1990, Kini Lahir dalam Format Sastra Grafis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co