31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

TAKSU JAGARAGA — Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

tatkala by tatkala
September 15, 2025
in Esai
TAKSU JAGARAGA — Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

JAGARAGA ialah sebuah kata kiasan yang berarti “menjaga diri sendiri.” Menjaga diri sendiri berarti menanam benih-benih pengetahuan terhadap diri sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh sastrawan besar Bali, Ida Pedanda Made Sidemen, “tusing ngelah karang sawah, karang awake tandurin.” Tidak memiliki tanah sawah, tubuh sendirilah yang ditanami dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Kecuali itu, istilah Jagaraga berarti juga nama lain dari Desa Singapadu sekarang. Dahulu kala bertahta seorang raja di Puri Sangsi yang terletak di Banjar Apuan sekarang. Setelah lama menikah, permaisuri tidak jua melahirkan seorang keterunan yang kelak mewarisi tahta kerajaan. Raja Puri Sangsi yang bernama I Dewa Kaleran Sakti menghadap Raja Sukawati untuk meminta nasehat dan doa agar diperkenankan untuk memiliki seorang putra sebagai penerus tahta kerajaannya. Raja Sukawati yang bergelar I Dewa Agung Anom Sirikan (1710-1745) memberikan salah seorang istrinya yang sedang hamil untuk diperistri oleh I Dewa Kaleran Sakti.

Istri raja itu tak berapa lama melahirkan seorang putra yang diberi nama Tjokorda Api. Berselang beberapa bulan kemudian, permaisuri I Dewa Kaleran Sakti juga akhirnya melahirkan seorang putra yang telah lama diidamkan. Akhirnya di Puri Sangsi terdapat dua orang pangeran yaitu Pengeran Tjokoda Api dan Pangeran I Dewa Kaleran Putra. Raja Puri Sangsi mengambil kebijaksanaan untuk tidak terjadinya “matahari kembar” di Puri Sangsi, maka beliau memindahkan Tjokorda Api ke Alas Jagaraga, sebuah hutan di sebelah barat Puri Sangsi. Di sanalah dibangun sebuah Puri baru yang dinamakan Puri Jagaraga atau Singapadu. Dewasa ini baik Puri Sangsi maupun Puri Jagaraga menjadi satu wilayah yang dikenal dengan nama Desa Singapadu.

Desa Singapadu kini terdiri dari beberapa banjar dinas dan tempekan (pengembangannya) yaitu Banjar Sengguan dan Bungsu, Banjar Kebon dan Kebon Kangin, Banjar Mukti dan Seraya, Banjar Seseh dan Seseh Kaja, Banjar Apuan dan Selat. Desa Singapadu berbatasan dengan Desa Batubulan di sebelah Selatan, Desa Celuk di sebelah Timur, Desa Singapadu Tengah di sebelah Utara, dan Desa Sedang di sebelah Barat. Desa Singapadu memiliki luas sekitar 6500 hektar dan penduduk sekitar 7000 orang. Di Desa Singapadu kini bersemai sejumlah seniman besar, baik seniman seni rupa, seni pertunjukan, seni sastra, dan media.

Di bidang seni rupa Ida Tjokorda Api telah menurunkan pewarisnya seperti Tjokorda Oka Tublen dan Tjokorda Raka Tisnu, maestro seni Barong dan Rangda yang menjadi protipe seni patopengan yang ada sekarang. Di bidang seni pertunjukan maestro I Wayan Geria, I Made Kredek dan Tjokorda Oka Tublen juga berkolaborasi menciptakan dramatari Barong Kuntiseraya yang menjadi ikon seni pertunjukan wisata kontemporer. Generasi muda banyak yang meniti kariernya mulai dari pendidikan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Konservatori Karawitan Indonesia (KOKAR) Bali, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menjadikan mereka seniman mahir dan memiliki karisma yang tak lekang oleh perubahan zaman. Mereka memiliki taksu, atau karisma, dalam setiap karya yang diciptakan.

Taksu adalah kekuatan gaib yang memberi kecerdasan, keindahan dan mukjizat. Sebuah karya seni yang memiliki taksu adalah karya seni yang hidup dan berjiwa. “Igel ne mataksu pesan” artinya tariannya hidup dan amat berjiwa. “Togogne mataksu gati,” patungnya amat memiliki karisma. Sebelum menari dia bersembahyang di sanggah taksu. Seseorang yang dianggap katakson bilamana ia dimasuki jiwa yang memberi kekuatan gaib (Warna, 1990:687).

Taksu berasal dari kata “caksu” dalam bahasa Sanskerta yang berarti mata atau penglihatan. Di dalam Kakawin Ramayana disebutkan (stri) caksunyadres na panahnyatitiksna; Di dalam Kakawin Sutasoma diungkap mengenai candra dinakara mahom tulya ning caksu makweh (Zoetmulder, 1982: 291-292).

Sebagai sebuah nilai dalam kebudayaan Bali, taksu terdapat hampir pada semua bidang kehidupan. Khususnya bidang-bidang kehidupan yang membutuhkan keterampilan dan keahlian secara vokasional. Pendeta, penari, koreografer, pelukis, pengarang, pencipta, komposer, kriawan, dan balian, bilamana hasil karya mereka mempunyai karisma dan diterima masyarakat, biasanya mereka dinyatakan memiliki taksu. Bahkan seorang ahli penghubung roh halus dengan manusia, yang bisa memberi petunjuk tentang pengobatan, dan masalah-masalah kehidupan disebut balian taksu.

Pada umumnya taksu lebih sering dikaitkan dengan karya-karya yang memiliki unsur sundaram (keindahan) dan tentu pilar itu tak dapat dipisahkan dari dua pilar lain dalam falsafah kehidupan orang Bali, yaitu siwam (kesucian), dan satyam (kebenaran). Trilogi itu menjadi siwam, satyam, dan sundaram.

Dalam konteks ketiga pilar di atas, agar tercapai kehidupan yang lebih sempurna, dan terwujudnya tujuan utama kehidupan spiritual, maka orang Bali senantiasa mengarahkan bahtra kehidupannya sesuai dengan trilogi di atas, tidak hanya suci dan benar, tetapi juga indah.

Dalam kaitannya dengan Hindu Dharma dan kebudayaan Bali, kesenian memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segenap manifestasiNya, sebagai pendakian spiritual, dan memelihara keseimbangan hidup.

Ketiga fungsi di atas menyebabkan adanya keuntungan timbal balik antara seni dan sistem kepercayaan masyarakat Bali. Seni memperkuat sistem kepercayaan dengan estetika dan ekspresi spiritualitas yang kuat, sementara sistem kepercayaan memberi seni kesucian (keagungan) dan kedudukan yang penting dalam masyarakat.

Dalam gelar seni yang dilaksanakan oleh seniman Singapadu di Anak Agung Rai Art Museum (ARMA) Ubud terdapat sebanyak 78 orang seniman dari berbagai bidang seni dan aliran pemikiran seperti patung, kria, lukisan, dan media, mereka menampilkan sebanyak 90 karya inovasi masing-masing, merupakan representasi dari gagasan, bentuk dan penampilan yang sangat unik.

Di antara para seniman yang karya-karyanya ikut dipamerkan antara lain I Wayan Pugeg, Tjokorda Raka Tisnu, I Ketut Kodi, I Made Supartha, I Wayan Jana, I Made Ardika, I Ketut Sugantika Lekung, I Wayan Sukarya, I Made Salin, I Kadek Erik Saputra, dan Tjokorda Alit Artawan.

Selain menggelar pameran seni rupa, seniman Desa Singapadu juga akan menggelar sebuah Seminar Seni yang akan membahas tidak saja mengenai perkembangan seni rupa di desa tersebut juga mengenai seni pertunjukan yang nyata memliki tradisi sangat panjang di Desa Singapadu. Para panelist terdiri diri dari Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, MA., Prof. Dr. Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., Dr. N.L.N. Suasthi Widjaja Bandem, SST., M.Hum., Dr. I Ketut Kodi, SSP., M.Si., Dr. Ni Made Wiratini, SST., MA., I Wayan Sutirtha, S.Sn., M.Sn., I Wayan Darya, S.Sn., I Made Budiartha, S.Sn., M.Si., dan seniman lainnya yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional dan internasional.

Pameran ini dipimpin oleh Tjokorda Alit Artawan, seniman junior serba bisa yang kini menempuh program S-3 dalam bidang seni rupa di ISI Bali. Selamat menebar “Taksu Jagaraga”. [T]

Singapadu, 10 September 2025
Prof. Dr. I Made Bandem, MA.

BACA JUGA:

Asosiasi Seniman Singapadu Gelar Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud
Tags: Prof Made BandemSingapadu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Asosiasi Seniman Singapadu Gelar Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Next Post

Idealisme Lebih Keren dari Kenyamanan: Bersama Bung Karno Mencintai Ibu Pertiwi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails
Next Post
Idealisme Lebih Keren dari Kenyamanan: Bersama Bung Karno Mencintai Ibu Pertiwi

Idealisme Lebih Keren dari Kenyamanan: Bersama Bung Karno Mencintai Ibu Pertiwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co