30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Asosiasi Seniman Singapadu Gelar Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 15, 2025
in Pameran
Asosiasi Seniman Singapadu Gelar Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Pameran "Taksu Jagaraga" di ARMA Ubud

KALAU melihat pameran seni rupa baik dalam sebuah museum atau gallery, biasanya dihadiri dan lebih banyak disaksikan oleh para perupa, baik itu seniman lukis ataupun patung. Tetapi, berbeda dengan pembukaan pameran bertajuk “Taksu Jagaraga” yang beralangsung di Agung Rai Museum of Art (ARMA) Ubud, Minggu 14 September 2025. Pengunjung yang hadir dari berbagai kalangan seniman, baik itu dari seni rupa, seni pertunjukan, seni desain, fotografi dan lainnya.

Pameran yang digelar Asosiasi Seniman Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar – Bali itu dibuka oleh Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana dan digadiri oleh para tokoh dan budayawan Singapadu, diantaranya Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Dr. I Wayan Dibia, dan Prof. Dr. Komang Sudirga. Pembukaan pameran dinmeriahkan dengan berkolaborasi dengan Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia Denpasar dan Sekaa Barong Cilik Singapadu. Pameran akan berlangsung hingga 3 Oktober 2025.

Pembukaan Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

“Pameran ini sebuah peristiwa yang akan menjadi salah satu catatan penting bagi perjalanan kesenian Desa Singapadu khususnya Asosiasi Seniman Singapadu, mengingat dalam kebersamaan kita diberi kesempatan memamerkan karya di salah satu museum terbaik ARMA di Ubud sebagai salah satu barometer perkembangan kesenian di Bali, Indonesia bahkan Dunia,” kata Ketua Asosiasi Seniman Singapadu, Cokorda Alit Artawan.

Pameran yang juga sebuah gelar seni itu menampilkan sebanyak 126 karya seni rupa meliputi topeng, lukisan, patung, tatah kulit, desain, dan fotografi. Pameran ini didukung sebanyak 91 seniman, maestro hingga seniman muda. Menarik dari pendukung pameran ini, menyajikan karya inovasi masing-masing seniman, dan merupakan representasi dari gagasan, bentuk dan penampilan yang sangat unik.

Pembukaan Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Para seniman yang karya-karyanya ikut dipamerkan itu, antara lain I Wayan Pugeg, Tjokorda Raka Tisnu, I Ketut Kodi, I Made Supartha, I Wayan Jana, I Made Ardika, I Ketut Sugantika Lekung, I Wayan Sukarya, I Made Salin, I Kadek Erik Saputra, dan Tjokorda Alit Artawan.

Diramaikan dengan workshop

Pameran seni rupa itu tak hanya memajang karya seni yang menarik, tetapi juga diikuti dengan Seminar Seni yang akan membahas mengenai perkembangan seni rupa di Desa Singapadu, dan mengenai seni pertunjukan yang nyata memiliki tradisi sangat panjang di Desa Singapadu.

Dalam seminar itu akan manghadirkan para panelist terdiri diri dari Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, MA., Prof. Dr. Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., Dr. N.L.N. Suasthi Widjaja Bandem, SST., M.Hum., Dr. I Ketut Kodi, SSP., M.Si., Dr. Ni Made Wiratini, SST., MA., I Wayan Sutirtha, S.Sn., M.Sn., I Wayan Darya, S.Sn., I Made Budiartha, S.Sn., M.Si., dan seniman lainnya yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional dan internasional.

“Serangkaian dengan pameran “Taksu Jagaraga” itu juga dimeriahkan dengan Parade Barong dan Rangda yang melibatkan para seniman yang ahli dibidangnya. Sebut saja, Tuyik, penari Rangda dari Kota Denpasar, Mangku Dalem Serongga, Gianyar dan salah saru negerasi penerus penari rangda asal Singapadu. Sementara untuk parade Bapang Barong menghadirkan salah satunya penari asal Singapadu, yaitu Nano,” bebernya.

Pembukaan Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Cokorda Alit Artawan menjelaskan, Taksu Jagaraga sebagai tema dalam pameran kali ini dimaknai dengan kesiagaan (jaga) diri (raga) para seniman Desa Singapadu dalam menggeluti dan menjalankan profesi seni masing-masing yang senantiasa responsif, kreatif dan kontemplatif terhadap dinamika kehidupan seni dan budaya baik yang terjadi di sekitarnya maupun terjadi pada masyarakat luas.

Seniman Singapadu telah membangun identitasnya dari masa lalu sampai kini yang memiliki nilai tinggi dan berpengaruh bagi perkembangan seni rupa dan seni pertunjukan di Singapadu, Gianyar, Bali bahkan mengglobal. “Bagaimana seniman muda Singapadu melanjutkan dengan gagasan-gagasan baru sesuai dengan nuansa zaman sehingga tercipta karya kreatif kekinian yang mampu menguatkan identitas seni dan budaya Singapadu,” papar seniman junior serba bisa yang kini menempuh program S-3 dalam bidang seni rupa di ISI Bali.

Prof. Dibia dalam tulisan “Memaknai Pameran Seniman Desa Singapadu” terkait dengan pameran itu menyebutkan, pameran merupakan ajang istimewa bagi para seniman rupa, termasuk perajin, untuk mempertunjukkan eksistensi diri. Melalui pameran para seniman mempertontonkan hasil karya yang berhasil mereka ciptakan kepada publik pencinta seni. Tidak jarang, melalui pameran seniman juga bisa menawarkan konsep berkarya atau teknik baru dalam berolah cipta seni.

Lalu, terkait “Tema Jagaraga” mengandung makna yang sangat dalam. Penyatuan dua kata yang terangkai dalam tema ini, yaitu jaga yang dapat diartikan dengan menjaga atau bersiaga, dan raga yang berarti diri, yakni seniman itu sendiri, seolah-olah mengingatkan para seniman Desa Singapadu agar dalam menggeluti dan menjalankan profesi masing-masing untuk senantiasa reaktif, kreatif, dan progresif dalam merespon, membaca dan menyikapi dinamika kehidupan seni dan budaya yang terjadi di sekitar mereka, di lingkungan daerah, maupun yang terjadi di kalangan masyarakat luas.

Hanya dengan cara seperti ini para seniman Desa Singapadu akan mampu melakukan kreativitas tiada henti untuk melahirkan karya-karya baru yang bukan saja sesuai dengan tuntutan zaman, namun lebih penting lagi yang menampilkan identitas diri yang kuat. Kehadiran karya-karya seni yang mengintegrasikan ketiga hal ini akan menjadi pembeda karya seniman Desa Singapadu dengan karya-kraya para seniman dari daerah lainnya.

Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Karya-karya seni dari para maestro Desa Singapadu ditampilkan, seperti almarhum Cokorda Oka Tublen, I Wayan Pugeg, I Ketut Muja, dan Cokorda Raka Tisnu merupakan bukti nyata dari kuatnya kehidupan seni di Desa Singapadu, sehingga menjadikan pameran ini sebuah untaian Sejarah seni.

Topeng-topeng Cokorda Oka Tublen, salah seorang pembuat topeng ternama di Bali, membuka kembali lembaran sejarah Bebarongan di Desa Singapadu yang diawali oleh dua tokoh leluhur Puri Saren Kangin Singapadu, yaitu Dewa Agung Api dan Dewa Agung Geni. Cokorda Raka Tisnu adalah penerus Cokorda Oka Tublen yang menjadi pelanjut budaya Barong di Puri Saren Kangin Singapadu.

Kehadiran karya-karya Cokorda Oka Tublen dan Cokorda Raka Tisnu menjadi salah satu bukti nyata dari kelangsungan alih generasi di keluarga seniman yang ada di desa ini. Hadirnya patung-patung modern karya I Wayan Pugeg dan I Ketut Muja juga menunjukkan perkembangan seni patung di desa ini.

Sedangkan Prof. Bandem dalam tulisan “Taksu Jagaraga” mengatakan, Jagaraga sebuah kata kiasan yang berarti “menjaga diri sendiri.” Menjaga diri sendiri berarti menanam benih-benih pengetahuan terhadap diri sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh sastrawan besar Bali, Ida Pedanda Made Sidemen, “tusing ngelah karang sawah, karang awake tandurin.” Tidak memiliki tanah sawah, tubuh sendirilah yang ditanami dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Pada umumnya taksu lebih sering dikaitkan dengan karya-karya yang memiliki unsur sundaram (keindahan) dan tentu pilar itu tak dapat dipisahkan dari dua pilar lain dalam falsafah kehidupan orang Bali, yaitu siwam (kesucian), dan satyam (kebenaran). Trilogi itu menjadi siwam, satyam, dan sundaram. Dalam konteks ketiga pilar di atas, agar tercapai kehidupan yang lebih sempurna, dan terwujudnya tujuan utama kehidupan spiritual, maka orang Bali senantiasa mengarahkan bahtra kehidupannya sesuai dengan trilogi di atas, tidak hanya suci dan benar, tetapi juga indah

Desa Singapadu memiliki luas sekitar 6500 hektar dan penduduk sekitar 7000 orang. Di Desa Singapadu kini bersemai sejumlah seniman besar, baik seniman seni rupa, seni pertunjukan, seni sastra, dan media. Di bidang seni rupa Ida Tjokorda Api telah menurunkan pewarisnya seperti Tjokorda Oka Tublen dan Tjokorda Raka Tisnu, maestro seni Barong dan Rangda yang menjadi protipe seni patopengan yang ada sekarang. Di bidang seni pertunjukan maestro I Wayan Geria, I Made Kredek dan Tjokorda Oka Tublen juga berkolaborasi menciptakan dramatari Barong Kuntiseraya yang menjadi ikon seni pertunjukan wisata kontemporer.

Foto bersama Prof Kun Adnyana, Prof Bandem, Prof Dibia, dan tokoh lain bersama seniman Asosiasi Seniman Singapadu

Generasi muda banyak yang meniti kariernya mulai dari pendidikan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Konservatori Karawitan Indonesia (KOKAR) Bali, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menjadikan mereka seniman mahir dan memiliki karisma yang tak lekang oleh perubahan zaman. Mereka memiliki taksu, atau karisma, dalam setiap karya yang diciptakan. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa SingapaduPameran Seni RupaSeni RupaSingapadu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saat Pintar Menjadi Topeng, Bodoh Jadi Keberanian

Next Post

TAKSU JAGARAGA — Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
0
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

Read moreDetails

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails
Next Post
TAKSU JAGARAGA — Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

TAKSU JAGARAGA -- Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co