8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

TAKSU JAGARAGA — Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

tatkala by tatkala
September 15, 2025
in Esai
TAKSU JAGARAGA — Pengantar Prof. I Made Bandem untuk Pameran Asosiasi Seniman Singapadu

Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

JAGARAGA ialah sebuah kata kiasan yang berarti “menjaga diri sendiri.” Menjaga diri sendiri berarti menanam benih-benih pengetahuan terhadap diri sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh sastrawan besar Bali, Ida Pedanda Made Sidemen, “tusing ngelah karang sawah, karang awake tandurin.” Tidak memiliki tanah sawah, tubuh sendirilah yang ditanami dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Kecuali itu, istilah Jagaraga berarti juga nama lain dari Desa Singapadu sekarang. Dahulu kala bertahta seorang raja di Puri Sangsi yang terletak di Banjar Apuan sekarang. Setelah lama menikah, permaisuri tidak jua melahirkan seorang keterunan yang kelak mewarisi tahta kerajaan. Raja Puri Sangsi yang bernama I Dewa Kaleran Sakti menghadap Raja Sukawati untuk meminta nasehat dan doa agar diperkenankan untuk memiliki seorang putra sebagai penerus tahta kerajaannya. Raja Sukawati yang bergelar I Dewa Agung Anom Sirikan (1710-1745) memberikan salah seorang istrinya yang sedang hamil untuk diperistri oleh I Dewa Kaleran Sakti.

Istri raja itu tak berapa lama melahirkan seorang putra yang diberi nama Tjokorda Api. Berselang beberapa bulan kemudian, permaisuri I Dewa Kaleran Sakti juga akhirnya melahirkan seorang putra yang telah lama diidamkan. Akhirnya di Puri Sangsi terdapat dua orang pangeran yaitu Pengeran Tjokoda Api dan Pangeran I Dewa Kaleran Putra. Raja Puri Sangsi mengambil kebijaksanaan untuk tidak terjadinya “matahari kembar” di Puri Sangsi, maka beliau memindahkan Tjokorda Api ke Alas Jagaraga, sebuah hutan di sebelah barat Puri Sangsi. Di sanalah dibangun sebuah Puri baru yang dinamakan Puri Jagaraga atau Singapadu. Dewasa ini baik Puri Sangsi maupun Puri Jagaraga menjadi satu wilayah yang dikenal dengan nama Desa Singapadu.

Desa Singapadu kini terdiri dari beberapa banjar dinas dan tempekan (pengembangannya) yaitu Banjar Sengguan dan Bungsu, Banjar Kebon dan Kebon Kangin, Banjar Mukti dan Seraya, Banjar Seseh dan Seseh Kaja, Banjar Apuan dan Selat. Desa Singapadu berbatasan dengan Desa Batubulan di sebelah Selatan, Desa Celuk di sebelah Timur, Desa Singapadu Tengah di sebelah Utara, dan Desa Sedang di sebelah Barat. Desa Singapadu memiliki luas sekitar 6500 hektar dan penduduk sekitar 7000 orang. Di Desa Singapadu kini bersemai sejumlah seniman besar, baik seniman seni rupa, seni pertunjukan, seni sastra, dan media.

Di bidang seni rupa Ida Tjokorda Api telah menurunkan pewarisnya seperti Tjokorda Oka Tublen dan Tjokorda Raka Tisnu, maestro seni Barong dan Rangda yang menjadi protipe seni patopengan yang ada sekarang. Di bidang seni pertunjukan maestro I Wayan Geria, I Made Kredek dan Tjokorda Oka Tublen juga berkolaborasi menciptakan dramatari Barong Kuntiseraya yang menjadi ikon seni pertunjukan wisata kontemporer. Generasi muda banyak yang meniti kariernya mulai dari pendidikan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Konservatori Karawitan Indonesia (KOKAR) Bali, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menjadikan mereka seniman mahir dan memiliki karisma yang tak lekang oleh perubahan zaman. Mereka memiliki taksu, atau karisma, dalam setiap karya yang diciptakan.

Taksu adalah kekuatan gaib yang memberi kecerdasan, keindahan dan mukjizat. Sebuah karya seni yang memiliki taksu adalah karya seni yang hidup dan berjiwa. “Igel ne mataksu pesan” artinya tariannya hidup dan amat berjiwa. “Togogne mataksu gati,” patungnya amat memiliki karisma. Sebelum menari dia bersembahyang di sanggah taksu. Seseorang yang dianggap katakson bilamana ia dimasuki jiwa yang memberi kekuatan gaib (Warna, 1990:687).

Taksu berasal dari kata “caksu” dalam bahasa Sanskerta yang berarti mata atau penglihatan. Di dalam Kakawin Ramayana disebutkan (stri) caksunyadres na panahnyatitiksna; Di dalam Kakawin Sutasoma diungkap mengenai candra dinakara mahom tulya ning caksu makweh (Zoetmulder, 1982: 291-292).

Sebagai sebuah nilai dalam kebudayaan Bali, taksu terdapat hampir pada semua bidang kehidupan. Khususnya bidang-bidang kehidupan yang membutuhkan keterampilan dan keahlian secara vokasional. Pendeta, penari, koreografer, pelukis, pengarang, pencipta, komposer, kriawan, dan balian, bilamana hasil karya mereka mempunyai karisma dan diterima masyarakat, biasanya mereka dinyatakan memiliki taksu. Bahkan seorang ahli penghubung roh halus dengan manusia, yang bisa memberi petunjuk tentang pengobatan, dan masalah-masalah kehidupan disebut balian taksu.

Pada umumnya taksu lebih sering dikaitkan dengan karya-karya yang memiliki unsur sundaram (keindahan) dan tentu pilar itu tak dapat dipisahkan dari dua pilar lain dalam falsafah kehidupan orang Bali, yaitu siwam (kesucian), dan satyam (kebenaran). Trilogi itu menjadi siwam, satyam, dan sundaram.

Dalam konteks ketiga pilar di atas, agar tercapai kehidupan yang lebih sempurna, dan terwujudnya tujuan utama kehidupan spiritual, maka orang Bali senantiasa mengarahkan bahtra kehidupannya sesuai dengan trilogi di atas, tidak hanya suci dan benar, tetapi juga indah.

Dalam kaitannya dengan Hindu Dharma dan kebudayaan Bali, kesenian memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segenap manifestasiNya, sebagai pendakian spiritual, dan memelihara keseimbangan hidup.

Ketiga fungsi di atas menyebabkan adanya keuntungan timbal balik antara seni dan sistem kepercayaan masyarakat Bali. Seni memperkuat sistem kepercayaan dengan estetika dan ekspresi spiritualitas yang kuat, sementara sistem kepercayaan memberi seni kesucian (keagungan) dan kedudukan yang penting dalam masyarakat.

Dalam gelar seni yang dilaksanakan oleh seniman Singapadu di Anak Agung Rai Art Museum (ARMA) Ubud terdapat sebanyak 78 orang seniman dari berbagai bidang seni dan aliran pemikiran seperti patung, kria, lukisan, dan media, mereka menampilkan sebanyak 90 karya inovasi masing-masing, merupakan representasi dari gagasan, bentuk dan penampilan yang sangat unik.

Di antara para seniman yang karya-karyanya ikut dipamerkan antara lain I Wayan Pugeg, Tjokorda Raka Tisnu, I Ketut Kodi, I Made Supartha, I Wayan Jana, I Made Ardika, I Ketut Sugantika Lekung, I Wayan Sukarya, I Made Salin, I Kadek Erik Saputra, dan Tjokorda Alit Artawan.

Selain menggelar pameran seni rupa, seniman Desa Singapadu juga akan menggelar sebuah Seminar Seni yang akan membahas tidak saja mengenai perkembangan seni rupa di desa tersebut juga mengenai seni pertunjukan yang nyata memliki tradisi sangat panjang di Desa Singapadu. Para panelist terdiri diri dari Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, MA., Prof. Dr. Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., Dr. N.L.N. Suasthi Widjaja Bandem, SST., M.Hum., Dr. I Ketut Kodi, SSP., M.Si., Dr. Ni Made Wiratini, SST., MA., I Wayan Sutirtha, S.Sn., M.Sn., I Wayan Darya, S.Sn., I Made Budiartha, S.Sn., M.Si., dan seniman lainnya yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional dan internasional.

Pameran ini dipimpin oleh Tjokorda Alit Artawan, seniman junior serba bisa yang kini menempuh program S-3 dalam bidang seni rupa di ISI Bali. Selamat menebar “Taksu Jagaraga”. [T]

Singapadu, 10 September 2025
Prof. Dr. I Made Bandem, MA.

BACA JUGA:

Asosiasi Seniman Singapadu Gelar Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud
Tags: Prof Made BandemSingapadu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Asosiasi Seniman Singapadu Gelar Pameran “Taksu Jagaraga” di ARMA Ubud

Next Post

Idealisme Lebih Keren dari Kenyamanan: Bersama Bung Karno Mencintai Ibu Pertiwi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails
Next Post
Idealisme Lebih Keren dari Kenyamanan: Bersama Bung Karno Mencintai Ibu Pertiwi

Idealisme Lebih Keren dari Kenyamanan: Bersama Bung Karno Mencintai Ibu Pertiwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co