24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

38 Tahun Desa Pakisan Jadi Sarang Atlet Sepak Takraw Buleleng

Kardian Narayana by Kardian Narayana
September 1, 2025
in Khas
38 Tahun Desa Pakisan Jadi Sarang Atlet Sepak Takraw Buleleng

Ni Kadek Keisi Kusuma dan Luh Purnama Asih saat bertanding di Porprov Bali 2025 | Foto: Humas KONI Buleleng

INI untuk kedua kalinya, saya menjadi panitia Kontingen Buleleng Pekan Olahraga Provinsi Bali (Porprov Bali). Sebelumnya di Porprov XV Bali tahun 2023, dan saat ini Porprov XVI Bali 2025. Menjadi panitia kontingen, merupakan salah satu tugas menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng Masa Bakti 2021-2025. Di tahun ini, saya ditugaskan untuk mendampingi kontingen cabang olahraga (cabor) sepak takraw, selam kolam, yong moo do dan taekwondo.

Sepak takraw adalah cabor yang pertama saya dampingi. Jadwal pertandingannya dimulai 7 hari lebih awal dari jadwal Porprov XVI Bali. Jadwal Porprov 9-17 September 2025, sementara pertandingan sepak takraw dilaksanakan di Lapangan Bulutangkis Praja, Dalung-Badung, 31 Agustus-6 September 2025.

Di sinilah perkenalan pertama saya dengan tim sepak takraw Buleleng. Maklum saja, di kepengurusan KONI Buleleng saya tidak di Bidang Bimpres. Jadi sangat jarang terhubung dengan pengurus cabor.

Foto bersama kontingen takraw Buleleng | Foto: Humas KONI Buleleng

Pertanyaan basa-basi pun muncul hingga akhirnya ada kesempatan berbincang yang lebih dalam. Siapa yang menyangka, jika tim sepak takraw Buleleng, dipenuhi oleh warga Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan. Dari total anggota tim (atlet, pelatih dan official) 25 orang, 90% warga Desa Pakisan. Jika di kesenian Bali, itu disebut sebunan (satu sarang).

Sebunan adalah kelompok seni yang berasal dari satu banjar atau satu desa dan biasanya berkembang secara turun-temurun. Jadi, untuk olahraga, atlet-atlet sepak takraw Buleleng bisa disebut sebagai atlet sebunan dari Desa Pakisan.

Riwayat Sepak Takraw di Desa Pakisan 

Sepak takraw masuk Desa Pakisan, sekitar tahun 1987. Pertama kali diperkenalkan oleh seorang guru Pendidikan Moral Pancasila (PMP) asal Kelurahan Banjar Paketan bernama Made Wijana. Made Wijana, saat itu bertugas di SD N 1 Pakisan. Dia saat itu tinggal di mess sekolah, dan mulai mengajarkan sepak takraw kepada anak didiknya.

“Saya salah satu murid beliau, dulu jadi atlet sampai sekarang jadi pengurus,” kata I Gede Sudarmika, pelatih sepak takraw Buleleng.

I Gede Sudarmika, pelatih sepak takraw Buleleng, berdiri untuk memberi arahan kepada atlet sepak takraw Buleleng sebelum bertanding | Foto: Humas KONI Buleleng

Awalnya sepak takraw ini berkembang di SD-SD Desa Pakisan. Lalu, ke SMP dan masyarakat umum. Selain berkembang di Desa Pakisan, sepak takraw ini pun berkembang sampai ke Desa Bila. Hal ini dikarenakan Made Wijaya pindah tugas ke Desa Bila.

Desa Pakisan benar-benar menjadi sebun atlet sepak takraw Buleleng. Jika dikumpulkan lebih dari seratus orang mahir bermain sepak takraw dan sebagian besar mantan atlet. Proses pembibitannya pun dilakukan sejak dini, dari SD-SMP.

Saat ini, SD N 4 Pakisan secara khusus mempunyai ekstrakulikurer sepak takraw. Anak-anak yang lain berlatih bersama di GOR Desa Pakisan. Nah, untuk jenjang SMP, ada di SMP N 4 Kubutambahan, yang juga terletak di Desa Pakisan.

Sedangkan untuk SMA-SMK tersebar di Kecamatan Kubutambahan, Sawan dan Buleleng. Dengan banyaknya warga Desa Pakisan yang mahir bermain sepak takraw, sekedar menggelar turnamen fun game, pesertanya bisa lebih dari sepuluh regu (1 regu 5 orang, 3 inti 2 cadangan).

“Bahkan bisa diklasifikasikan pertandingannya, untuk umum, dewasa, remaja dan pemula,” kata I Gede Sudarmika saat ditemui di Hotel Abhi, Mengwitani.

Tim takraw Buleleng bertandi di ajang Porprov Bali 2025 | Foto: Humas KONI Buleleng

Dengan banyaknya jumlah pemain sepak takraw dari Desa Pakisan, pertandingan hari pertama sepak takraw, Minggu, 31 Agustus, di Lapangan Bulutangkis Praja, Dalung-Badung, menjadi ajang temu kangen warga perantau Desa Pakisan di Bali selatan, sekaligus menjadi suporter kontingen Buleleng.

“Itu yang tadi jadi suporter, semuanya mantan atlet,” kata I Gede Sudarmika sambil tersenyum.

Atlet-atlet Muda Desa Pakisan

Pertandingan hari pertama, tim beregu putra menyumbangkan satu medeli perunggu, setelah kalah oleh Badung 1:2 di semifinal. Sedangkan tim double putri masih harus melanjutkan pertandingan pada Senin, 1 September, bertemu dengan Denpasar untuk memastikan bisa lolos ke semi final.

Kontingen sepak takraw Buleleng kali ini, lebih banyak menurunkan atlet muda. Di tim putra yang berjumlah 12 orang, 50%-nya atlet muda, sisanya atlet senior. Sedangkan, di tim putri dari 8 orang atlet, 70% atlet muda. Atlet muda Buleleng ini rata-rata berusia 15-20 tahun, dan baru pertama kali mengikuti ajang Porprov Bali.

Ni Kadek Keisi Kusuma (16), salah satu atlet putri Buleleng yang baru pertama kali mengikuti Porprov. Sekarang ia masih kelas 10 di SMK Negeri 1 Singaraja. Walau baru pertama kali mengikuti Porpov, tampilannya sangat gils saat bertanding.

Apalagi gaya selebrasinya saat berhasil mencetak point, seakan-akan menari di lapangan sepak takraw. Pelatihnya terkadang geleng-geleng kepala melihat tingkah Keisi di dalam lapangan. Tampilanya pun cukup charming dan mudah bergaul.

Ni Kadek Keisi Kusuma (handuk merah di kepala) dan Luh Purnama Asih (paling kanan) sedang latihan sebelum bertanding di Porprov Bali 2025 | Foto: Humas KONI Buleleng

Di hari pertama Keisi turun di nomor tim double putri, berpasangan dengan Luh Purnama Asih yang juga baru kelas 10. Duet atlet putri muda Buleleng, yang sering kali membuat lawan kewalahan mengahadapinya.

Di sela-sela, istirahat setelah pertandingan saya bertanya ke Keisi dan Purnama.  “Kalian satu banjar ya?”

“Semua ini (kontingen sepak takraw Buleleng) dari satu desa, Desa Pakisan, he…he…he…,” jawab Keisi sambil menoleh ke saya dengan jari tangan tetap asik scroll sosmed.

Pertanyaan saya pun tak berlanjut, dan kembali fokus menonton pertandingan. Pertandingan tim putri lebih panjang dibandingkan tim putra. Nomor tim double putri dilakukan dengan sistem setengah kompetisi, diikuti oleh Badung, Buleleng, Denpasar, Gianyar dan Jembrana. Pertandingan nomor tim double putri berlangsung dari pagi hingga jam 8 malam.

Berpasangan Sejak Lahir, Ha ha ha

Seperti biasa, menunggu  sesi petandingan tiga pasang tim double Putri, melakukan pemanasan di luar gedung, tepat di halaman depan. Beberapa atlet putra Buleleng yang telah selesai bertanding duduk juga di undakan lantai termasuk saya.

Karena tahu sebagian besar atlet dari Desa Pakisan, saya kembali meleparkan pertanyan ke atlet yang sedang duduk dan atlet yang sedang pemanasan.

“Kalian ini sudah saling kenal dari SD dong ya?”

“Dari sejak baru dilahirkan kami sudah dipasangkan jadi atlet takraw, bahkan dari dalam kandungan,” sambar Keisi. Cetukannya sontak membuat semua atlet tertawa.

Jawaban Keisi itu seolah-olah menebalkan kesimpulan bahwa warga Desa Pakisan memang terlahir untuk menjadi atlet sepak takraw, satu jenis olahraga yang popular di kawasan Asia Tenggara yang berawal dari permaianan tradisional dan kini menjadi olah raga prestasi.

Made Tresna Wijaya (baju merah, tengah) | Foto: Humas KONI Buleleng

Dulu sepak takraw menggunakan bola rotan kini bola fiber yang dianyam. Dimainkan dengan kaki, kepala, atau dada. Olah raga ini masuk ke Buleleng sejak tahun 1986 dan terus bertahan selama 38 tahun di Desa Pakisan.

Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Buleleng, Made Tresna Wijaya, juga menjadi saksi sejarah berkembangnya takwaw di Bali.

“Saya dan beberapa orang di Bali, generasi pertama pengembangan olah raga ini. Sudah puluhan tahun saya di takraw. Takraw di Bali sedang krisis. Porprov sekarang, hanya diikuti oleh 6 kabupaten. Tabanan, Klungkung dan Karangasem absen. Olahraga lama tapi belum bisa berkembang baik. Di Buleleng hanya di Desa Pakisan sekitarnya, ya Kubutambahan yang lain tidak ada,” demikian kata Tresna Wijaya. [T]  

Reporter/Penulis: Kardian Narayana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PakisanKONI BulelengolahragaPorprov Balisepak takraw
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

Next Post

Enak dan Banyak Pilihan — Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Enak dan Banyak Pilihan — Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Enak dan Banyak Pilihan -- Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co