26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Son Lomri by Son Lomri
August 27, 2025
in Khas
Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

KETIKA di dapur gas bocor lalu keluar api, lalu membakar wajan, lalu api membumbung tinggi, waspadalah itu gejala kebakaran.

Jangan ngumpet. Ada seribu seratus cara untuk menghadapi kondisi semacam itu. Selain salah satu caranya menelpon Pemadam Kebakaran (Damkar), adalah menghadapinya sendiri, dengan tenang.

Begitulah kira-kira pelajaran penting dari Sosialisasi dan Edukasi melalui Pelatihan dan Simulasi Kebakaran Awal di areal Buleleng Digital Expo (BDE), di sekitar panggung Buleleng Paten, di depan Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu, 20 Agustus 2025.

Acara itu diinisasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng melalui Bidang Pencegahan, sebagai salah satu rangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2025.

“Sosialisasi ini cukup penting, yah, karena hari sial tidak ada di kalender,” kata Hadi Saputra, Kabid Pencegahan Damkar Buleleng.

Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman pada masyarakat, pentingnya di rumah tersimpan alat proteksi kebakaran mandiri, misalnya, apar (alat pemadam api ringan).

“Kemudian juga melatih masyarakat basic dasar seperti apa menangani problem di dapur, seperti gas bocor wajan terbakar, atau lainnya agar tidak terjadi kebakaran yang hebat, itu bisa ditangani sendiri. Mandiri.” lanjutnya.

Petugas Damkar Buleleng mempraktikkan cara memadamkan api ketika wajan terbakar | Foto: tatkala.co/Son

Menangani gas bocor atau wajan terbakar memang sangatlah penting. Karena itu ilmu dasar hidup bagi siapa saja yang sering memasak mie instan di dapur, atau bagi siapa saja yang sudah berumah tangga atau yang sedang menyicil rumah bagi pengantin baru itu, pentinglah ilmu ini dipelajari-dipraktikkan. Simak.

Di lapangan BDE, saat praktik itu, sebuah wajan besar dengan api menyala-nyala, seperti sebuah pertunjukan debus.

Gede Sukayasa dibantu dua temannya: Yoga Pratama dan Ketut Yudiastra (sama-sama anggota Damkar Buleleng) memberikan tutor atau cara menghadapi kondisi genting seperti tadi tanpa ribet. Tanpa ritual apapun. Yang penting niat dan yakin.

“Bapak ibu kalau menemukan kondisi seperti ini (wajan dilalap api), harap tenang. Jangan cemas. Jangan khawatir,” kata Gede Sukayasa, mentor alias pemateri di acara sosialisasi itu.

Wajan besar yang dilalap api di depannya, terbayang jika terjadi di dalam dapur, melihatnya—tentu bikin kaget jantung mau copot.

Tapi itu karena berada di lapangan terbuka, para penonton pun hanya kaget setengah saja. Tapi mereka tampak mengernyitkan jidat melihat api membumbung ke atas tinggi-tinggi. Ngeri.

Aditya Putra sedang mencoba memadamkan api di tabung bocor, di dampingi petugas profesional dari Damkar Buleleng | Foto Son

Di sela Gede Sukayasa memberikan teori, Yoga Pratama dan Gede Yudiastra mempraktikkannya secara langsung sesuai instruksi.

Pertama, kata Gede Sukayasa, lepas terlebih dahulu karburator tabungnya, agar aliran api terputus. Jauhkan tabung dengan wajan. Kemudian segera ambil handuk basah.

Lalu tutup wajan yang dilalap api itu dengan handuk basah, dengan cara tidak memberi celah lubang secuil pun pada wajan. Terus ditepuk-tepuk secara merata setelah tertutup itu.

“Harus kedap udara ketika menutup. Agar api bisa padam,” jelas Gede Sukayasa, di sela dua temannya yang mempraktikannya secara profesional di hadapan pengunjung.

Selepas itu, cek asap di sela-sela handuk itu. Kalau ada asap, tandanya api sudah padam, selamatlah Anda. Selamat keluarga.

Tapi bagaimana jika tabungnya yang bocor terus menyemburkan api di liang tabung itu? Nah, ini bagian yang paling mengerikan. Simak.

Membayangkan kembali kondisi semacam ini terjadi di dalam dapur dan jauh dari pintu keluar. Dengan api sudah menggila menyembur-nyembur di liang tabung, hati siapa tidak menggigil?

Menepis rasa penasaran semacam itu, segera Gede Sukayasa memberikan trik dan tips mudahnya, untuk menghadapi kisah sulit di balik kompor itu, agar tidak terjadi sebuah drama: satu dapur dilalap api hingga ke ruang tamu.

Pertama, jangan cemas. Ya, lagi-lagi jangan cemas, apalagi berperilaku congkak, sombong, dan takabur. Lebih dianjurkan ambil napas keluarkan dari pantat (kalau mau). Tetaplah tenang alias stay cool.

“Bisa gunakan jari telunjuk atau jari jempol ibu-bapak, terus tempel di bolong tabung itu,” kata Gede Sukayasa dengan mantap, dengan hakkul yakkin.

“Ada yang mau coba?” tantang Gede Sukayasa, agar praktik berjalan seimbang dan semua orang kebagian ilmunya secara langsung, secara pengalaman.

Tanpa basa-basi, Andre Raharja, seorang siswa SMK TI Global itu, lantang keras berteriak, “Saya!” sembari mengacungkan tangan kanannya.

“Oke. Silahkan maju,” kata Gede Sukayasa merasa senang ada yang berani.

Petugas Damkar Buleleng mempraktikkan cara memadamkan api ketika wajan terbakar | Foto: tatkala.co/Son

Didampingi Gede Pratama dan Ketut Yudiastra, Andre Raharja atau biasa disapa Andre itu, siap-sedia melakukan praktik.

Andre praktik bagian masalah api melalap wajan. Di depannya, api betul-betul membumbung menyala tinggi-tinggi. Kalap. Dia kaget ketika api itu dinyalakan oleh Gede Pratama secara tiba-tiba. Agak keder Andre segera mundur satu langkah.

“Silakan ambil handuk itu, terus basahkan ke air terlebih dahulu,” kata Gede Sukayasa memberi intruksi pada Andre.

Lantas Andre menurut. Membawa handuk lalu dibasahi, segera ia hampiri wajan dengan api masih berkobar. Tubuh Andre tampak defensif.

“Tetap tenang dan hati-hati,” kata Gede Sukayasa.

Andre Raharja didampingi petugas Damkar sebelum akan memadamkan api di wajan | Foto: Son

Andre pun penuh hati-hati menutup wajan itu dengan handuk basahnya. Perlahan api padam, tapi nyaris mau nyembur api di bagian pinggiran handuk karena masih ada celah lobang seuprit.

Tapi itu segera diatasi oleh Andre atas bantuan dua mentor di sampingnya. Segera Andre menepuk-nepuk handuk itu setelah rapat tertutup, dan api pun betul-betul padam.

Terdengar tepuk tangan. Andre tersenyum ke arah teman-temannya, merasa diri selamat dan berhasil dari ujian memadamkan api tidak lebih dari sepuluh menit.

“Agak takut sedikit,” kata Andre. “Tadi apinya nyaris mau keluar, karena tidak kedap udara saat menutup,” lanjutnya.

Selepas Andre praktik, kini saatnya Aditya Putra, temannya Andre, juga ikut serta mau nyoba.

“Biar merasakan juga,” kata Aditya Putra sebelum maju.

Berbeda dengan Andre, Aditya Putra praktik di bagian masalah tabung bocor. Seperti tadi, didampingi dua mentor profesional; Yoga Pratama dan Ketut Yudiastra, Aditya Putra tampaknya sangat siap dan tidak terlalu takut sedikitpun pada yang namanya api.

Ketika dihadapkan tabung bocor dengan api keluar begitu cepat. Agaknya, Aditya juga merasakan sedikit takut yang semula berani. Sambil menarik kaki ke belakang, ia tutup lobang itu dengan telunjuk, tapi gagal. Setelah percobaan yang kedua, barulah berhasil.

“Saya nyoba memadamkan api dengan telunjuk. Ternyata susah juga. Nyaris gagal tadi, karena ragu-ragu saat menutup. Haha.” kata Aditya Putra, siswa SMK TI Global.

Melihat praktik mereka begitu mudah, ingin sekali segera mempraktikannya di dapur masing-masing.

Tapi ada satu pepatah kuno jika kejadian itu terjadi sungguhan suatu hari di rumah kita, dan kita lupa cara menghadapinya, ada satu cara untuk selamat; yaitu kabur.

Lalu telepon Damkar. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengbulfestBulfest 2025pemadam kebakaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lebih Dekat dengan Wiguna Mahayasa: Tidak Ada Jalan Buntu bagi Semangat

Next Post

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co