23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 27, 2026
in Pendidikan
Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis

Dr. Mikke Susanto, MA. | Foto : Megasepa Duade Bekagema

MUSEUM Pasifika Bali terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memastikan kelestarian koleksi sekaligus memperluas akses publik. Pada 15–16 Agustus 2025, museum yang terletak di kawasan Nusa Dua ini menggelar seminar dan lokakarya internasional bertajuk “Cultural Heritage Digitization and Preservation: Adapt and Thrive in Cultural Digitization Environments”.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Shanghai Jiao Tong University (Tiongkok) dan RMIT University (Australia & Vietnam), serta bermitra dengan Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta. Seminar menghadirkan pakar internasional di bidang digitalisasi museum, etika kecerdasan buatan, serta pelestarian warisan budaya, dengan peserta dari kalangan akademisi, profesional museum, seniman, hingga mahasiswa.

Para pembicara: Michal Teague (RMIT Vietnam), Susanne Erhards (Restorator lukisan Raden Saleh), Dr. Emma Duester (Shanghai Jiao Tong University), dan Mr. Ondris Pui (RMIT University) | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Pembicara yang hadir antara lain Dr. Emma Duester (Shanghai Jiao Tong University) – meneliti persinggungan antara seni, teknologi digital, dan ekosistem budaya kontemporer di Asia. Ia menekankan bahwa museum di Asia Tenggara masih sangat terbatas dalam menyediakan koleksi digital yang dapat diakses publik. Menurutnya, upaya digitalisasi di Kamboja, Indonesia, Laos, dan Vietnam adalah langkah strategis agar warisan budaya dapat hadir di ruang daring dan menjangkau generasi muda serta audiens global.

Mrs. Michal Teague (RMIT Vietnam)  menghadirkan perspektif kebijakan dan tata kelola digitalisasi dalam konteks Asia Tenggara. Ia menyoroti bagaimana keragaman budaya kawasan ini membutuhkan pendekatan khusus dalam mendigitalisasi koleksi, agar tidak terjadi homogenisasi nilai budaya.

Dr. Tammy Wong Hulbert (RMIT Australia) membahas keterhubungan antara seni, komunitas, dan teknologi digital. Baginya, museum perlu hadir sebagai ruang dialog yang inklusif, di mana masyarakat merasa memiliki dan ikut merawat warisan budaya, bukan sekadar menjadi penonton pasif dari pameran digital.

Mr. Ondris Pui (RMIT University)  memberikan pengalaman teknis praktis, terutama pemanfaatan teknologi pemindaian 3D melalui fotogrametri dan LiDAR. Peserta diperkenalkan cara sederhana men digitalisasi objek hanya dengan ponsel, lalu mengkonversinya ke format digital yang dapat digunakan untuk seni, arsitektur, maupun dokumentasi budaya.

Kehadiran empat narasumber ini memperlihatkan spektrum pandangan yang lengkap: mulai dari teori, kebijakan, praktik komunitas, hingga keterampilan teknis, yang semuanya penting dalam menjawab tantangan digitalisasi museum dan warisan budaya.

Dalam sesi pembukaannya, Dr. Emma Duester menyoroti urgensi akses publik terhadap koleksi digital.

“Digitalisasi adalah langkah penting agar warisan budaya dapat lebih mudah diakses secara online, sekaligus cara efektif untuk menjangkau audiens baru, khususnya generasi muda dan audiens internasional,” jelasnya.

Mr. Ondris Pui (RMIT University) | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Lokakarya yang berlangsung dua hari ini pun dirancang dengan spektrum berlapis. Dari eksplorasi teknis seperti pemindaian 3D bersama Ondris Pui, hingga lokakarya digital storytelling dan kurator pameran virtual, peserta diajak memahami bagaimana teknologi digital bisa mendukung strategi pelestarian sekaligus memperluas pengalaman audiens.

Isu etika menjadi sorotan penting. Mikke Susanto, staf pengajar ISI Yogyakarta sekaligus keynote speaker, menekankan bahwa teknologi digital membawa tantangan baru bagi dunia museum.

“Ketika pengunjung memotret, merekam video, atau menganimasi karya di museum, muncul pertanyaan besar: siapa pemilik file digital itu? Apakah museum, seniman, atau individu yang merekam?” ujarnya.

Menurutnya, etika digitalisasi harus mencakup perspektif individu, institusi, hingga komunitas global. Indonesia perlu belajar dari Tiongkok, Vietnam, dan Australia dalam menyusun regulasi hak cipta agar praktik duplikasi, replikasi, dan distribusi karya seni di masa depan tidak menimbulkan konflik hukum.

Dr. Emma Duester (Shanghai Jiao Tong University) | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Selain sesi teknis, seminar juga menghadirkan Susanne Erhards, ahli restorasi asal Jerman yang pernah menangani karya Raden Saleh. Ia berbagi pengalaman mengenai tantangan konservasi karya klasik di tengah perubahan iklim dan perkembangan teknologi.

Peserta juga mengikuti tur koleksi Museum Pasifika yang dipandu Megasepa Duade Bekagema, pakar digital marketing museum. Dengan pendekatan naratif, ia menguraikan kisah di balik karya-karya penting, mulai dari lukisan Raden Saleh hingga cerita persahabatan Presiden Sukarno dengan Basuki Abdullah.

Dalam sambutannya, Laksmi, Direktur Museum Pasifika, menegaskan bahwa digitalisasi adalah medium penting untuk menghidupkan kembali kesadaran tentang keberagaman warisan Asia-Pasifik.

Pandangan ini diperkuat oleh I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, penggagas Arsip Bali 1928. Menurutnya, dunia digital kini digerakkan oleh “data, dominasi, dan disrupsi”, sehingga digitalisasi budaya di Bali harus lebih dari sekadar memindahkan bentuk visual. Ia menekankan perlunya menjaga roh pengetahuan, nilai, dan praktik budaya yang hidup.

I Gede Made Surya Darma (penulis) memberi pendapat | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Sementara itu, I Gede Made Surya Darma—penulis, perupa, sekaligus founder Lepud Art Management—menekankan pentingnya pendekatan kritis dalam membaca transformasi budaya digital. Baginya, museum adalah arena pertarungan narasi, tempat tradisi, modernitas, dan teknolog membentuk wajah baru identitas kultural.

Lebih dari dua dekade hadir sebagai rumah bagi koleksi seni Asia-Pasifik terbesar di kawasan, Museum Pasifika kini menegaskan perannya bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya, melainkan juga sebagai laboratorium digitalisasi warisan budaya dunia.

Marlowe Bandem (paling kanan) bersama peserta lokakarya | Foto: Dok. pribadi

Kehadiran akademisi, kurator, praktisi teknologi, seniman, dan komunitas budaya dalam seminar internasional ini memperlihatkan satu hal penting: teknologi digital bukanlah ancaman. Ia adalah medium baru untuk memperluas jangkauan budaya, membuka akses yang lebih inklusif bagi generasi muda, serta menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara publik dengan nilai-nilai warisan budaya. [T]

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum
Tags: digitaldigitalisasiMuseummuseum pasifika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Merdeka 80 Tahun, Terjebak Penjajah Baru

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
0
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

Read moreDetails

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

Read moreDetails

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
0
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

Read moreDetails

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

Read moreDetails

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

by tatkala
October 3, 2026
0
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

Read moreDetails

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
0
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

Read moreDetails

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

Read moreDetails

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
0
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

Read moreDetails

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
0
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

Read moreDetails

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Merdeka 80 Tahun, Terjebak Penjajah Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co