6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laki-Laki dan Air Mata

Kim Al Ghozali AM by Kim Al Ghozali AM
July 9, 2025
in Esai
Laki-Laki dan Air Mata

Ilustrasi tatkala.co by Canva

LAKI-LAKI tidak bercerita, tapi tiba-tiba pergi mancing ke tengah samudera. Laki-laki tidak bercerita, tapi diam-diam mengendalikan badai, banjir, petir, tsunami… atau tanpa ada yang tahu ia sembunyi-sembunyi menyusun playlist lagu galau-supersad-mewek-termenye-menye lalu diputar di tengah malam sunyi sepi senyap.

Intinya, laki-laki tidak becerita. Harus ada peralihan agar membuat ia tidak bercerita. Ia adalah superhero, atau ahli mitigasi terhadap apa pun yang terjadi tanpa harus bercerita. Meski di balik pengalihan itu ada sakit atau derita yang sedang coba ia tahan. Karena sejak kecil laki-laki memang dilatih menyembunyikan perasaan, alih-alih mengungkapkannya. Laki-laki tidak diajari cara menangis. Yang diajarkan hanya cara menanggulangi sebab-sebabnya, meski itu hanya sebentuk solusi semu.

Di dunia yang membesarkan anak laki-laki dengan kata-kata seperti “jangan cengeng”, “laki-laki itu kuat”, dan “malu kalau nangis”, tidak heran jika banyak laki-laki tumbuh dengan tubuh lengkap tapi perasaan yang pincang. Sejak kecil, pelajaran pertama tentang menjadi laki-laki sering kali bukan soal integritas atau kebaikan hati, melainkan tentang menahan tangis di depan orang lain. Bahkan di depan diri sendiri. Air mata seolah diberi jenis kelamin, dan maskulinitas menjadi semacam kontrak sosial yang melarang kelembutan.

Laki-laki yang menangis dianggap kalah sebelum bertanding. Ia disebut gagal menjadi laki-laki, seakan-akan kejantanan hanya bisa diukur dari seberapa lama ia bisa menahan luka di dalam dadanya tanpa boleh bersedu apalagi teriak. Dalam keluarga, di sekolah, di ruang publik, ada sensor tak kasat mata yang membatasi laki-laki dari ekspresi emosi yang “basah di wajah”. Mereka boleh kasar, keras, marah, tapi tak boleh menangis. Karena air yang mengalir dari mata tak cocok dengan tekstur wajah laki-laki.

Meski kita tahu tangis adalah bagian alami dari manusia yang hidup, sama seperti tertawa atau lapar. Tapi dalam sistem yang dibangun oleh patriarki, laki-laki diberi satu jenis tugas emosional: tahan. Bukan atasi, bukan pahami, bukan sembuhkan. Hanya tahan. Sampai akhirnya tubuhnya meledak dalam bentuk yang lebih tragis, dan kadang tak bisa disusun kembali.

Menurut laporan WHO tahun 2019, dari lebih dari 700 ribu kasus kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia, hampir 70 persennya adalah laki-laki. Artinya, tiga dari empat manusia yang mengakhiri hidupnya adalah mereka yang secara sosial disebut “kuat”. Angka global menunjukkan tingkat bunuh diri pada laki-laki adalah 12,6 per 100.000, sementara pada perempuan hanya 5,4. Bahkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, perbandingannya bisa mencapai empat banding satu. Laki-laki lebih sering mati karena bunuh diri, meskipun perempuan lebih sering melakukan percobaan bunuh diri.

Angka ini tentu bukan sekadar statistik. Angka ini nyawa, tubuh-tubuh manusia yang sudah terlalu lama memikul beban menjadi “normal”, menjadi stabil, menjadi kepala rumah tangga yang tak boleh ragu, menjadi tulang punggung yang tak boleh patah, menjadi yang terdepan dalam keluarga. Mereka tidak terbiasa berkata “aku lelah”, karena tidak ada ruang untuk itu. Mereka tidak tahu harus ke mana saat perasaan menggerogoti dari dalam, karena meminta bantuan pun dianggap kelemahan.

Laki-laki belajar untuk menyembunyikan luka. Dan dalam banyak kasus, luka yang tak pernah diobati itu berubah menjadi kematian.

Di balik angka itu ada kisah-kisah yang tidak pernah ditulis sebagai curahan hati. Ada lelaki muda yang gagal di perkuliahan tapi tidak bisa bercerita karena takut disebut tidak tangguh. Ada ayah yang tak sanggup lagi membayar kebutuhan rumah, tapi tidak tahu kepada siapa harus minta tolong. Ada remaja yang dihantui ekspektasi sebagai calon pemimpin, calon suami, calon apa pun (selain dirinya sendiri). Mereka menanggung tekanan dengan diam, karena tidak punya bahasa untuk menceritakannya. Atau mungkin, mereka pernah mencoba bercerita, tapi disambut dengan kalimat, “Laki-laki kok gitu aja nyerah?”

Kematian laki-laki tidak selalu datang dari luar. Ia sering muncul dari dalam, dari kesunyian yang dipelihara terlalu lama, dari beban yang tidak bisa dibagi karena malu, dari konstruksi sosial yang menyuruh mereka jadi keras padahal dunia makin lunak. Tapi sulit untuk bicara tentang luka ketika sejak kecil sudah diminta belajar menyimpan rasa sakit. Sulit untuk menangis ketika tangis adalah aib. Sulit untuk minta tolong ketika minta tolong berarti mengakui kekalahan.

Konstruksi maskulinitas dalam sistem patriarkal tidak hanya merugikan perempuan, seperti yang sudah banyak dibahas dan disepakati. Tapi sistem ini juga menghancurkan laki-laki pelan-pelan. Ia memberi ilusi kekuasaan, tapi di dalamnya ada penjara emosi. Laki-laki diberi akses lebih luas untuk bicara, tapi tidak untuk merasa. Mereka diajarkan berpikir logis, tapi tak diajari mengerti perasaannya sendiri.

Dan ketika sistem ini menciptakan laki-laki yang kehilangan koneksi dengan batinnya sendiri, yang tidak tahu cara berkata “aku sedih”, “aku kesepian”, maka itu bukan maskulinitas yang sehat, itu semacam jebakan.

Jadi, lelaki tidak bercerita itu bukan prestasi, bukan pula tanda ketangguhan. Itu sering kali cuma bentuk lain dari ketakutan. Ya, takut dibilang lemah, takut tidak dianggap laki-laki sejati, takut kecewa sama dirinya sendiri. Padahal, andai dari kecil laki-laki diajari ngomong lebih leluasa tentang perasaannya sendiri, diajari bilang “aku sedih”, mungkin dadanya lebih terbuka karena berkurangnya luka. Mungkin, mereka tidak akan memilih diam sebagai satu-satunya cara bertahan hidup. [T]

Penulis: Kim Al Ghozali
Editor: Adnyana Ole

BACA ARTIKEL LAIN DARI KIM AL GHOZALI

Budaya Kolektif dalam Duka
Ucapan Terima Kasih sebagai Cerminan Peradaban dan Kehalusan Budi 
Pasar Tradisional dengan Segala Kebaikannya
Ilusi Waktu dan Realitas Kemiskinan
Guyon dan Relasi Kuasa dalam Pergaulan: Antara Keakraban dan Penghinaan
Bertemu Kawan Lama: Menemukan Orang Baru
Tags: laki-lakirefleksirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyimak “Senglad” di Malam yang Terlewat — Catatan Lepas atas Undangan I Wayan Diana Putra

Next Post

Tukik-Tukik yang Disayangi Lelaki Tua Cakra Wijaya di Pantai Umeanyar, Buleleng

Kim Al Ghozali AM

Kim Al Ghozali AM

Penulis puisi, prosa, dan esai. Ia memulai proses kreatifnya di Denpasar, dan kini mukim di Surabaya.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Tukik-Tukik yang Disayangi Lelaki Tua Cakra Wijaya di Pantai Umeanyar, Buleleng

Tukik-Tukik yang Disayangi Lelaki Tua Cakra Wijaya di Pantai Umeanyar, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co