2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy by Emi Suy
June 27, 2025
in Esai
Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy (penulis) dan anak | Foto: Dok. penulis

AKU sempat ingin memberi kejutan kecil pagi ini–sebuah prank yang sederhana:

“Rapormu, nanti biar kakak aja yang ambil, ya.”

Tapi jauh di dalam hatiku, aku tahu, ada sesuatu yang tak bisa kubiarkan berlalu — lewat begitu saja. Ini bukan sekadar hari pembagian rapor. Ini adalah hari di mana seorang ibu harus hadir, memeluk waktu yang tak akan terulang, dan menyaksikan tumbuhnya anaknya dalam ruang-ruang yang ia titipkan pada doa dan harapan.

Aku datang bukan hanya ingin tahu angka-angka di selembar kertas bernama rapor. Aku datang karena aku ingin bertemu dengan bapak guru wali kelasmu, guru yang selama satu tahun ini bukan hanya mengajar, tetapi juga menuntun, menjaga hatimu, dan dengan caranya sendiri menenun kasih sayang ke dalam ruang belajar. Aku mohon maaf bila selama duduk di bangku kelas 8 ada kesalahan dari anakku, dan menyampaikan rasa terima kasih yang tak akan cukup dibayar oleh ucapan–atas didikan, perhatian, dan cinta yang mungkin tak terlihat tapi nyata terasa.

Aku menitikkan air mata. Bukan karena nilai-nilaimu yang bagus. Bukan karena rangking pertama yang kau raih. Tapi karena aku menyaksikan sesuatu yang lebih penting dari semua itu: kau tumbuh.

Kau, anakku yang dulu pemalu dan senyap, kini mulai membuka diri. Kau ikut OSIS. Kau ikut ekskul tari Saman. Kau bahkan mewakili sekolah di olimpiade matematika. Dan pagi ini, aku melihat dengan mataku sendiri–kau menyapa teman-temanmu, sambil tersenyum, melambaikan tangan dari lantai atas, bercengkerama dengan ceria di lapangan. Anak introvertku kini belajar menjalin ruang dengan sekitarnya.

Aku tercenung. Di tangga sekolah, aku bukan hanya melihat murid yang naik kelas, tapi anak yang belajar menjadi manusia.

Bagi banyak orang tua, mungkin prestasi akademik adalah segalanya. Tapi bagiku, yang utama justru akhlak, etika, dan sikapmu pada guru dan teman-temanmu. Bagaimana kamu mengucap salam, bagaimana kamu menghargai teman sebangkumu, bagaimana kamu belajar berkata maaf dan terima kasih, itulah rapor yang sesungguhnya dalam hidup ini.

Hari ini, aku ingin kau tahu: aku tidak datang sendirian. Aku membawa kakakmu, Vanessya, ke sekolah. Bukan hanya untuk ambil rapor bersama, tapi agar kau tahu: kamu tidak sendiri dalam perjalanan ini. Ada kami, yang mencintaimu. Ada keluarga, yang memberi tepuk tangan paling tulus bahkan sebelum orang lain tahu kamu menang.

Selamat naik ke kelas 9, Valen. Jalanmu masih panjang. Apa yang kau capai hari ini bukan puncak, tapi bekal untuk langkah selanjutnya. Belajarlah bukan hanya demi nilai, tapi demi memahami dunia dan memahami dirimu sendiri.

Dan ibu… akan tetap di sini. Mendoakanmu, menunggumu di tangga-tangga kehidupan, dan bersujud syukur pada Tuhan setiap kali melihatmu tumbuh.

Karena bagi ibu, anak yang tumbuh dalam cinta dan akhlak baik… adalah nilai tertinggi dari hidup ini.

Alhamdulillah.

Sujud yang Tak Tertampakkan

Tak ada yang benar-benar sederhana bagi seorang ibu. Bahkan ketika hanya berjalan dari ruang guru ke ruang kelas, ada air mata yang menahan diri untuk tak tumpah, ada doa yang diam-diam dikirim dari balik senyum, dan ada harapan yang menggigil di sudut dada.

Mengambil rapor anak bukanlah rutinitas administratif–ia adalah ziarah batin ke masa kecil yang terus menjauh, ke waktu-waktu yang tak akan pernah bisa diulang, ke kesunyian yang hanya bisa dipahami oleh hati yang mencintai dalam diam.

Hari ini, aku pulang membawa lebih dari selembar kertas nilai. Aku pulang membawa cerita tentang tumbuh, tentang perubahan kecil yang nyaris tak terlihat, dan tentang cinta yang tak pernah meminta kembali.

Sebab sejatinya, rapor terbaik anak adalah saat kita, orang tuanya, belajar menjadi lebih hadir, lebih sabar, dan lebih tahu kapan harus diam dan cukup bersyukur.

Di ujung langkah ini, aku tidak hanya mengucap:

“Selamat naik kelas, Nak.”

Tapi juga:

“Terima kasih, Tuhan… karena hari ini aku melihat anakku–bukan hanya naik kelas, tapi naik satu tangga kedewasaan.”

Dan itu cukup membuatku sujud–bukan di lantai sekolah, tapi di ruang paling sunyi dalam hatiku yang seorang ibu.

Antara Dasar dan Ajar

Kita sering tergoda melihat hasil, terburu pada angka, terpesona pada ranking dan piagam penghargaan. Tapi pelan-pelan aku belajar: pendidikan bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling kokoh ketika sendiri.

Karena sekolah boleh mengajar, tapi rumah yang harus menanam. Guru boleh menuntun, tapi dasar hidup dibentuk dari nilai-nilai yang diajarkan di rumah: kejujuran, tanggung jawab, hormat pada sesama, sopan santun, dan keberanian untuk tetap baik meski tak disorot.

Suatu hari, para pengajar akan pergi. Dan yang tersisa hanyalah pondasi. Jika pondasi itu baik, anak akan tahu ke mana berpulang, tahu mana benar mana keliru, bahkan tanpa disuruh.

Tapi jika pondasi itu lemah, maka ketika pengajar pergi, anak akan kehilangan arah.

Maka hari ini, aku bersyukur bukan hanya karena anakku bisa menjawab soal matematika atau fisika, tapi karena ia juga belajar menyapa orang yang lebih tua, merapikan kursi sebelum pulang, dan tidak meninggalkan teman yang sedang terjatuh.

Karena pendidikan bukan hanya soal otak. Tapi juga hati.

Dan aku, sebagai orang tua, ingin terus menjaga agar dasar itu tetap kuat. Sebab anak yang tumbuh dengan dasar baik, meski kadang tersesat, akan selalu tahu jalan pulang.

Tangga yang Tak Pernah Selesai

Akan selalu ada tangga-tangga baru yang harus kita lewati bersama anak-anak kita. Tangga dari TK ke SD, dari SMP ke SMA, dari bangku sekolah ke dunia yang tak punya kurikulum tetap. Tapi setiap anak naik satu anak tangga, sejatinya kita juga ikut tumbuh: sebagai orang tua, sebagai manusia yang belajar mencintai tanpa ingin mengendalikan.

Aku tahu, kelak aku tak bisa selalu hadir di setiap anak tangga berikutnya. Akan ada saatnya aku hanya bisa menatap dari jauh—dalam diam, dalam doa, dalam harapan agar dasar yang kutanam cukup kuat untuk menuntunnya sendiri.

Tapi hari ini, aku ingin diam sebentar di tangga ini. Mengabadikan momen ini dalam ingatan dan syukur. Karena di sinilah aku belajar, bahwa mendampingi anak tumbuh bukan tentang menuntun terus-menerus, tapi tentang tahu kapan harus melepas dan tetap mencintai dari kejauhan.

Dan di sinilah aku percaya, bahwa cinta yang benar… adalah yang rela berdiri di tangga terbawah, agar anak-anak bisa naik lebih tinggi. [T]

Cengkareng, 26 Juni 2025

Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

BACA tulisan-tulisan lain dari penulis EMI SUY

Sukacinta Desember: Kasih Natal, Kasih Ibu, Kasih Musik & Puisi Melebihi Segala Bencana Alam dan Kemanusiaan
Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]
Dua Bandit Kecil dan Seorang Ibu yang Dihujani Banyak Masalah | Cerpen Sonhaji Abdullah

Tags: anak-anakibuibu dan anakPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima

Next Post

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy – [Bagian 1]

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy - [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co