13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy by Emi Suy
June 27, 2025
in Esai
Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy (penulis) dan anak | Foto: Dok. penulis

AKU sempat ingin memberi kejutan kecil pagi ini–sebuah prank yang sederhana:

“Rapormu, nanti biar kakak aja yang ambil, ya.”

Tapi jauh di dalam hatiku, aku tahu, ada sesuatu yang tak bisa kubiarkan berlalu — lewat begitu saja. Ini bukan sekadar hari pembagian rapor. Ini adalah hari di mana seorang ibu harus hadir, memeluk waktu yang tak akan terulang, dan menyaksikan tumbuhnya anaknya dalam ruang-ruang yang ia titipkan pada doa dan harapan.

Aku datang bukan hanya ingin tahu angka-angka di selembar kertas bernama rapor. Aku datang karena aku ingin bertemu dengan bapak guru wali kelasmu, guru yang selama satu tahun ini bukan hanya mengajar, tetapi juga menuntun, menjaga hatimu, dan dengan caranya sendiri menenun kasih sayang ke dalam ruang belajar. Aku mohon maaf bila selama duduk di bangku kelas 8 ada kesalahan dari anakku, dan menyampaikan rasa terima kasih yang tak akan cukup dibayar oleh ucapan–atas didikan, perhatian, dan cinta yang mungkin tak terlihat tapi nyata terasa.

Aku menitikkan air mata. Bukan karena nilai-nilaimu yang bagus. Bukan karena rangking pertama yang kau raih. Tapi karena aku menyaksikan sesuatu yang lebih penting dari semua itu: kau tumbuh.

Kau, anakku yang dulu pemalu dan senyap, kini mulai membuka diri. Kau ikut OSIS. Kau ikut ekskul tari Saman. Kau bahkan mewakili sekolah di olimpiade matematika. Dan pagi ini, aku melihat dengan mataku sendiri–kau menyapa teman-temanmu, sambil tersenyum, melambaikan tangan dari lantai atas, bercengkerama dengan ceria di lapangan. Anak introvertku kini belajar menjalin ruang dengan sekitarnya.

Aku tercenung. Di tangga sekolah, aku bukan hanya melihat murid yang naik kelas, tapi anak yang belajar menjadi manusia.

Bagi banyak orang tua, mungkin prestasi akademik adalah segalanya. Tapi bagiku, yang utama justru akhlak, etika, dan sikapmu pada guru dan teman-temanmu. Bagaimana kamu mengucap salam, bagaimana kamu menghargai teman sebangkumu, bagaimana kamu belajar berkata maaf dan terima kasih, itulah rapor yang sesungguhnya dalam hidup ini.

Hari ini, aku ingin kau tahu: aku tidak datang sendirian. Aku membawa kakakmu, Vanessya, ke sekolah. Bukan hanya untuk ambil rapor bersama, tapi agar kau tahu: kamu tidak sendiri dalam perjalanan ini. Ada kami, yang mencintaimu. Ada keluarga, yang memberi tepuk tangan paling tulus bahkan sebelum orang lain tahu kamu menang.

Selamat naik ke kelas 9, Valen. Jalanmu masih panjang. Apa yang kau capai hari ini bukan puncak, tapi bekal untuk langkah selanjutnya. Belajarlah bukan hanya demi nilai, tapi demi memahami dunia dan memahami dirimu sendiri.

Dan ibu… akan tetap di sini. Mendoakanmu, menunggumu di tangga-tangga kehidupan, dan bersujud syukur pada Tuhan setiap kali melihatmu tumbuh.

Karena bagi ibu, anak yang tumbuh dalam cinta dan akhlak baik… adalah nilai tertinggi dari hidup ini.

Alhamdulillah.

Sujud yang Tak Tertampakkan

Tak ada yang benar-benar sederhana bagi seorang ibu. Bahkan ketika hanya berjalan dari ruang guru ke ruang kelas, ada air mata yang menahan diri untuk tak tumpah, ada doa yang diam-diam dikirim dari balik senyum, dan ada harapan yang menggigil di sudut dada.

Mengambil rapor anak bukanlah rutinitas administratif–ia adalah ziarah batin ke masa kecil yang terus menjauh, ke waktu-waktu yang tak akan pernah bisa diulang, ke kesunyian yang hanya bisa dipahami oleh hati yang mencintai dalam diam.

Hari ini, aku pulang membawa lebih dari selembar kertas nilai. Aku pulang membawa cerita tentang tumbuh, tentang perubahan kecil yang nyaris tak terlihat, dan tentang cinta yang tak pernah meminta kembali.

Sebab sejatinya, rapor terbaik anak adalah saat kita, orang tuanya, belajar menjadi lebih hadir, lebih sabar, dan lebih tahu kapan harus diam dan cukup bersyukur.

Di ujung langkah ini, aku tidak hanya mengucap:

“Selamat naik kelas, Nak.”

Tapi juga:

“Terima kasih, Tuhan… karena hari ini aku melihat anakku–bukan hanya naik kelas, tapi naik satu tangga kedewasaan.”

Dan itu cukup membuatku sujud–bukan di lantai sekolah, tapi di ruang paling sunyi dalam hatiku yang seorang ibu.

Antara Dasar dan Ajar

Kita sering tergoda melihat hasil, terburu pada angka, terpesona pada ranking dan piagam penghargaan. Tapi pelan-pelan aku belajar: pendidikan bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling kokoh ketika sendiri.

Karena sekolah boleh mengajar, tapi rumah yang harus menanam. Guru boleh menuntun, tapi dasar hidup dibentuk dari nilai-nilai yang diajarkan di rumah: kejujuran, tanggung jawab, hormat pada sesama, sopan santun, dan keberanian untuk tetap baik meski tak disorot.

Suatu hari, para pengajar akan pergi. Dan yang tersisa hanyalah pondasi. Jika pondasi itu baik, anak akan tahu ke mana berpulang, tahu mana benar mana keliru, bahkan tanpa disuruh.

Tapi jika pondasi itu lemah, maka ketika pengajar pergi, anak akan kehilangan arah.

Maka hari ini, aku bersyukur bukan hanya karena anakku bisa menjawab soal matematika atau fisika, tapi karena ia juga belajar menyapa orang yang lebih tua, merapikan kursi sebelum pulang, dan tidak meninggalkan teman yang sedang terjatuh.

Karena pendidikan bukan hanya soal otak. Tapi juga hati.

Dan aku, sebagai orang tua, ingin terus menjaga agar dasar itu tetap kuat. Sebab anak yang tumbuh dengan dasar baik, meski kadang tersesat, akan selalu tahu jalan pulang.

Tangga yang Tak Pernah Selesai

Akan selalu ada tangga-tangga baru yang harus kita lewati bersama anak-anak kita. Tangga dari TK ke SD, dari SMP ke SMA, dari bangku sekolah ke dunia yang tak punya kurikulum tetap. Tapi setiap anak naik satu anak tangga, sejatinya kita juga ikut tumbuh: sebagai orang tua, sebagai manusia yang belajar mencintai tanpa ingin mengendalikan.

Aku tahu, kelak aku tak bisa selalu hadir di setiap anak tangga berikutnya. Akan ada saatnya aku hanya bisa menatap dari jauh—dalam diam, dalam doa, dalam harapan agar dasar yang kutanam cukup kuat untuk menuntunnya sendiri.

Tapi hari ini, aku ingin diam sebentar di tangga ini. Mengabadikan momen ini dalam ingatan dan syukur. Karena di sinilah aku belajar, bahwa mendampingi anak tumbuh bukan tentang menuntun terus-menerus, tapi tentang tahu kapan harus melepas dan tetap mencintai dari kejauhan.

Dan di sinilah aku percaya, bahwa cinta yang benar… adalah yang rela berdiri di tangga terbawah, agar anak-anak bisa naik lebih tinggi. [T]

Cengkareng, 26 Juni 2025

Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

BACA tulisan-tulisan lain dari penulis EMI SUY

Sukacinta Desember: Kasih Natal, Kasih Ibu, Kasih Musik & Puisi Melebihi Segala Bencana Alam dan Kemanusiaan
Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]
Dua Bandit Kecil dan Seorang Ibu yang Dihujani Banyak Masalah | Cerpen Sonhaji Abdullah

Tags: anak-anakibuibu dan anakPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima

Next Post

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy – [Bagian 1]

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy - [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co