24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy by Emi Suy
June 27, 2025
in Esai
Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy (penulis) dan anak | Foto: Dok. penulis

AKU sempat ingin memberi kejutan kecil pagi ini–sebuah prank yang sederhana:

“Rapormu, nanti biar kakak aja yang ambil, ya.”

Tapi jauh di dalam hatiku, aku tahu, ada sesuatu yang tak bisa kubiarkan berlalu — lewat begitu saja. Ini bukan sekadar hari pembagian rapor. Ini adalah hari di mana seorang ibu harus hadir, memeluk waktu yang tak akan terulang, dan menyaksikan tumbuhnya anaknya dalam ruang-ruang yang ia titipkan pada doa dan harapan.

Aku datang bukan hanya ingin tahu angka-angka di selembar kertas bernama rapor. Aku datang karena aku ingin bertemu dengan bapak guru wali kelasmu, guru yang selama satu tahun ini bukan hanya mengajar, tetapi juga menuntun, menjaga hatimu, dan dengan caranya sendiri menenun kasih sayang ke dalam ruang belajar. Aku mohon maaf bila selama duduk di bangku kelas 8 ada kesalahan dari anakku, dan menyampaikan rasa terima kasih yang tak akan cukup dibayar oleh ucapan–atas didikan, perhatian, dan cinta yang mungkin tak terlihat tapi nyata terasa.

Aku menitikkan air mata. Bukan karena nilai-nilaimu yang bagus. Bukan karena rangking pertama yang kau raih. Tapi karena aku menyaksikan sesuatu yang lebih penting dari semua itu: kau tumbuh.

Kau, anakku yang dulu pemalu dan senyap, kini mulai membuka diri. Kau ikut OSIS. Kau ikut ekskul tari Saman. Kau bahkan mewakili sekolah di olimpiade matematika. Dan pagi ini, aku melihat dengan mataku sendiri–kau menyapa teman-temanmu, sambil tersenyum, melambaikan tangan dari lantai atas, bercengkerama dengan ceria di lapangan. Anak introvertku kini belajar menjalin ruang dengan sekitarnya.

Aku tercenung. Di tangga sekolah, aku bukan hanya melihat murid yang naik kelas, tapi anak yang belajar menjadi manusia.

Bagi banyak orang tua, mungkin prestasi akademik adalah segalanya. Tapi bagiku, yang utama justru akhlak, etika, dan sikapmu pada guru dan teman-temanmu. Bagaimana kamu mengucap salam, bagaimana kamu menghargai teman sebangkumu, bagaimana kamu belajar berkata maaf dan terima kasih, itulah rapor yang sesungguhnya dalam hidup ini.

Hari ini, aku ingin kau tahu: aku tidak datang sendirian. Aku membawa kakakmu, Vanessya, ke sekolah. Bukan hanya untuk ambil rapor bersama, tapi agar kau tahu: kamu tidak sendiri dalam perjalanan ini. Ada kami, yang mencintaimu. Ada keluarga, yang memberi tepuk tangan paling tulus bahkan sebelum orang lain tahu kamu menang.

Selamat naik ke kelas 9, Valen. Jalanmu masih panjang. Apa yang kau capai hari ini bukan puncak, tapi bekal untuk langkah selanjutnya. Belajarlah bukan hanya demi nilai, tapi demi memahami dunia dan memahami dirimu sendiri.

Dan ibu… akan tetap di sini. Mendoakanmu, menunggumu di tangga-tangga kehidupan, dan bersujud syukur pada Tuhan setiap kali melihatmu tumbuh.

Karena bagi ibu, anak yang tumbuh dalam cinta dan akhlak baik… adalah nilai tertinggi dari hidup ini.

Alhamdulillah.

Sujud yang Tak Tertampakkan

Tak ada yang benar-benar sederhana bagi seorang ibu. Bahkan ketika hanya berjalan dari ruang guru ke ruang kelas, ada air mata yang menahan diri untuk tak tumpah, ada doa yang diam-diam dikirim dari balik senyum, dan ada harapan yang menggigil di sudut dada.

Mengambil rapor anak bukanlah rutinitas administratif–ia adalah ziarah batin ke masa kecil yang terus menjauh, ke waktu-waktu yang tak akan pernah bisa diulang, ke kesunyian yang hanya bisa dipahami oleh hati yang mencintai dalam diam.

Hari ini, aku pulang membawa lebih dari selembar kertas nilai. Aku pulang membawa cerita tentang tumbuh, tentang perubahan kecil yang nyaris tak terlihat, dan tentang cinta yang tak pernah meminta kembali.

Sebab sejatinya, rapor terbaik anak adalah saat kita, orang tuanya, belajar menjadi lebih hadir, lebih sabar, dan lebih tahu kapan harus diam dan cukup bersyukur.

Di ujung langkah ini, aku tidak hanya mengucap:

“Selamat naik kelas, Nak.”

Tapi juga:

“Terima kasih, Tuhan… karena hari ini aku melihat anakku–bukan hanya naik kelas, tapi naik satu tangga kedewasaan.”

Dan itu cukup membuatku sujud–bukan di lantai sekolah, tapi di ruang paling sunyi dalam hatiku yang seorang ibu.

Antara Dasar dan Ajar

Kita sering tergoda melihat hasil, terburu pada angka, terpesona pada ranking dan piagam penghargaan. Tapi pelan-pelan aku belajar: pendidikan bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling kokoh ketika sendiri.

Karena sekolah boleh mengajar, tapi rumah yang harus menanam. Guru boleh menuntun, tapi dasar hidup dibentuk dari nilai-nilai yang diajarkan di rumah: kejujuran, tanggung jawab, hormat pada sesama, sopan santun, dan keberanian untuk tetap baik meski tak disorot.

Suatu hari, para pengajar akan pergi. Dan yang tersisa hanyalah pondasi. Jika pondasi itu baik, anak akan tahu ke mana berpulang, tahu mana benar mana keliru, bahkan tanpa disuruh.

Tapi jika pondasi itu lemah, maka ketika pengajar pergi, anak akan kehilangan arah.

Maka hari ini, aku bersyukur bukan hanya karena anakku bisa menjawab soal matematika atau fisika, tapi karena ia juga belajar menyapa orang yang lebih tua, merapikan kursi sebelum pulang, dan tidak meninggalkan teman yang sedang terjatuh.

Karena pendidikan bukan hanya soal otak. Tapi juga hati.

Dan aku, sebagai orang tua, ingin terus menjaga agar dasar itu tetap kuat. Sebab anak yang tumbuh dengan dasar baik, meski kadang tersesat, akan selalu tahu jalan pulang.

Tangga yang Tak Pernah Selesai

Akan selalu ada tangga-tangga baru yang harus kita lewati bersama anak-anak kita. Tangga dari TK ke SD, dari SMP ke SMA, dari bangku sekolah ke dunia yang tak punya kurikulum tetap. Tapi setiap anak naik satu anak tangga, sejatinya kita juga ikut tumbuh: sebagai orang tua, sebagai manusia yang belajar mencintai tanpa ingin mengendalikan.

Aku tahu, kelak aku tak bisa selalu hadir di setiap anak tangga berikutnya. Akan ada saatnya aku hanya bisa menatap dari jauh—dalam diam, dalam doa, dalam harapan agar dasar yang kutanam cukup kuat untuk menuntunnya sendiri.

Tapi hari ini, aku ingin diam sebentar di tangga ini. Mengabadikan momen ini dalam ingatan dan syukur. Karena di sinilah aku belajar, bahwa mendampingi anak tumbuh bukan tentang menuntun terus-menerus, tapi tentang tahu kapan harus melepas dan tetap mencintai dari kejauhan.

Dan di sinilah aku percaya, bahwa cinta yang benar… adalah yang rela berdiri di tangga terbawah, agar anak-anak bisa naik lebih tinggi. [T]

Cengkareng, 26 Juni 2025

Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

BACA tulisan-tulisan lain dari penulis EMI SUY

Sukacinta Desember: Kasih Natal, Kasih Ibu, Kasih Musik & Puisi Melebihi Segala Bencana Alam dan Kemanusiaan
Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]
Dua Bandit Kecil dan Seorang Ibu yang Dihujani Banyak Masalah | Cerpen Sonhaji Abdullah

Tags: anak-anakibuibu dan anakPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima

Next Post

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy – [Bagian 1]

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy - [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co