26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjaga Rasa, Menjaga Bangsa | Dari Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di Ubud Food Festival 2025

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 4, 2025
in Panggung
Menjaga Rasa, Menjaga Bangsa | Dari Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di Ubud Food Festival 2025

Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

MATAHARI menggantung tenang di langit Ubud ketika jarum jam perlahan menyentuh angka 12.30. Hari itu, Minggu, 1 Juni 2025, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud, Gianyar mulai dipenuhi orang-orang yang datang bukan hanya mencari rasa, tetapi juga cerita di balik pangan lokal. Di luar, cuaca terasa menyengat, namun di dalam Rumah Kayu, suasana terasa teduh—bukan karena suhu, melainkan oleh percakapan hangat yang mengalir.

Rumah Kayu terisi perlahan, penonton datang dari berbagai latar belakang: anak muda pencinta kuliner, wisatawan asing yang penasaran, hingga warga lokal yang sehari-hari akrab dengan pasar dan dapur. Saat diskusi dimulai, tak banyak yang sibuk dengan gawai. Sebagian besar menyimak dengan saksama, mencatat poin penting, atau sekadar mengangguk pelan saat pembicara menyampaikan hal-hal yang mengena.

Dalam semarak hari terakhir Ubud Food Festival 2025, sebuah diskusi ringan digelar: pembahasan buku “Ragam Resep Pangan Lokal”. Karya kolaboratif antara Badan Pangan Nasional dan Yayasan Gastronomi NUSA Indonesia—yang dikurasi oleh Chef Ragil Imam Wibowo. Buku tersebut tak hanya menyuguhkan kumpulan resep, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya keberagaman pangan lokal, serta kandungan nutrisi dan gizinya yang kaya.

Dari kiri ke kanan, Meilati Batubara, Chef Ragil Imam Wibowo, Wimas Astari | Foto: tatkala.co/Dede

Diskusi tersebut menghadirkan dua sosok berdedikasi: Meilati Batubara, akrab disapa Mei—pengusaha sekaligus peneliti kuliner yang telah lama memperjuangkan ketahanan dan keadilan pangan, serta Chef Ragil Imam Wibowo—maestro kuliner yang dikenal karena perannya dalam melestarikan dan memodernisasi masakan Nusantara. Acara dipandu oleh Wimas Astari, pembuat kue tradisional dengan pembawaan hangat dan bersahaja.

Wimas membuka diskusi dengan ringkas, lalu disambung oleh Mei, yang berbicara dengan nada tenang dan tegas. “Buku ini bukan cuma soal resep masak,” ujarnya. “Ini tentang kembali ke akar—mengenal kembali pangan lokal yang selama ini terlupakan.” Ia menambahkan, “Kita terlalu fokus pada nasi sebagai sumber karbohidrat utama, padahal Indonesia kaya akan alternatif seperti jagung, singkong, ubi, dan sorgum. Bahan-bahan ini tak hanya berpotensi menggantikan nasi, tapi juga punya nilai gizi dan cerita budaya yang tak kalah kaya.”

Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

Meilati Batubara bukan nama asing dalam lanskap gastronomi Indonesia. Sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Gastronomi NUSA Indonesia dan Co-Founder NUSA Indonesian Gastronomy, ia adalah motor penggerak di balik berbagai riset dan inisiatif pelestarian pangan lokal. Ia memimpin program Pusaka Rasa Nusantara, mendirikan Sokola Rasa sebagai wadah pendidikan kuliner, serta memperkenalkan produk-produk artisanal lewat Toko Rasanusa. Visi besarnya sederhana namun dalam, membangun sistem pangan yang adil, sehat, dan berakar pada budaya lokal.

Sementara itu, Chef Ragil membawa energi dan kejujuran dengan gaya bicaranya yang akrab dan penuh humor. “Jadi, orang Indonesia kalau nggak ada beras, nggak mati juga,” katanya, disambut tawa ringan penonton. “Karbohidrat kita beragam, ada jagung, singkong, sagu, talas—semuanya enak dan bisa jadi bintang di meja makan.” Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan petani. “Kalau pangan yang kita konsumsi beragam, kita tidak hanya mensejahterakan petani padi, tapi juga petani jagung, singkong, dan bahan lokal lain yang menopang keberlanjutan pangan kita. Kalau petani sejahtera, ketahanan pangan kita pun ikut kuat.”

Chef Ragil Imam Wibowo adalah salah satu tokoh kuliner yang berpengaruh di Indonesia. Ia meraih berbagai penghargaan, bukan hanya karena kepiawaiannya dalam mengolah rasa, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap keberlanjutan. Ia dikenal sebagai pejuang pangan lokal yang bekerja langsung dengan petani dan komunitas akar rumput. Kini, ia menjabat sebagai Ketua Komite Kuliner Indonesia—sebuah wadah lintas sektor yang memperkuat ekosistem gastronomi nasional lewat kebijakan dan inovasi.

Di sela diskusi, Chef Ragil mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pola makan masyarakat urban yang makin bergeser. “Padahal kita punya potensi untuk sehat lewat makanan lokal. Sayangnya, banyak yang tumbuh dengan jajan sembarangan di luar, yang banyak mengandung MSG,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan B2SA—Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman—yang menjadi semangat utama dalam buku “Ragam Resep Pangan Lokal”.

Penonton melihat buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

Penonton diskusi buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di UFF 2025 | Foto: tatkala.co/Dede

Diskusi mengalir lancar berkat panduan Wimas Astari, yang tak hanya seorang moderator, tetapi juga pelaku kuliner. Ia adalah pembuat kue tradisional Indonesia dengan resep turun-temurun keluarganya. Kue buatannya tak hanya sedap, tapi juga sarat cerita. Dengan suara lembut dan bahasa yang bersahaja, Wimas menjaga ritme acara tetap intim, mengajak penonton menyimak lebih dari sekadar kata-kata—melainkan kisah dan nilai.

Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 13.30—satu jam telah berlalu. Diskusi pun ditutup, dan kursi-kursi mulai kosong satu per satu. Siang itu bukan sekadar diskusi buku, melainkan ajakan untuk kembali merenungkan apa yang kita makan dan dari mana makanan itu berasal.

Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” bukan hanya catatan resep, tetapi juga catatan sejarah dan harapan. Di dalamnya tersimpan kisah tentang siapa kita, dan potensi besar yang bisa kita gali dari tanah sendiri. Karena, seperti yang ditekankan Meilati Batubara dan Chef Ragil: dengan menjaga rasa, kita sedang menjaga bangsa. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Senyum Rikha dan Cendol Nangka Pertama: Cerita Manis di Ubud Food Festival 2025
Terong Saus Kenari: Jejak Rasa Banda Neira di Ubud Food Festival 2025
Pindang Ayam Gunung: Aroma Rumah dari Pangandaran yang Menguar di Ubud Food Festival 2025
Perayaan Penuh Kelezatan di Ubud Food Festival 2025
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
Tags: BukukulinerUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Next Post

The Voices After Cak!:  Keriuhan di Balik-balik Tubuh yang Diguncang

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
The Voices After Cak!:  Keriuhan di Balik-balik Tubuh yang Diguncang

The Voices After Cak!:  Keriuhan di Balik-balik Tubuh yang Diguncang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co