3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sisya Natya Jnani : Tari Maskot SMA Negeri 2 Kuta Selatan    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 10, 2025
in Khas
Sisya Natya Jnani : Tari Maskot SMA Negeri 2 Kuta Selatan    

Tari “Sisya Natya Jnani”

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (TOSKA)  yang berdiri 3 September 2019 kini telah memiliki tari maskot yang diberi nama  “Sisya Natya Jnani”. Tari ini dipentaskan perdana pada Jumat, 6 September 2024, saat puncak HUT V sekolah.

Sebenarnya, HUT V Toska jatuh pada Selasa, 3 September 2024. Namun karena bertepatan dengan World Water Forum (WWF), sekolah-sekolah di seputar Nusa Dua belajar secara daring dan perayaan HUT pun diundur.

Pentas perdana Tari “Sisya Natya Jnani” diawali dengan prosesi malukat di Pura Taman Mumbul pada Kamis, 5 September 2024 dipimpin Jro Mangku Made Gabriliyawan. Mereka yang melukat adalah para penari bersama pembina, pencipta, dan Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, sebagai inisiator.

Tujuh penari perdana yang pentas pada HUT V Toska adalah Kadek Wiwin Arista Gayatri, Ni Putu Ary Agustini, Ni Luh Triska Septiana, Ni Kadek Putri Anggreni, Ni Putu Ayu Ratnadi, Putu Putri Duenov Wulansari, dan Ni Putu Diah Ayu Permata. Dari pembina tari hadir Dewa Ayu Candra Kirana, ikut malukat I Komang Adi Pranata (Pencipta) dan I Nyoman Tingkat (Kepala Sekolah).

Tari “Sisya Natya Jnani”  | Foto: Nyoman Tingkat

Tari “Sisya Natya Jnani”   ditarikan oleh tujuh penari cantik yang menggambarkan daya tarik  ilmu pengetahuan seperti Dewi Saraswati. Oleh karena cantik dan menarik, terkandung maksud para siswa yang menempuh pendidikan di sini senantiasa riang gembira dan suntuk belajar sekaligus memuja Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan.

Secara etimologis, Tari “Sisya Natya Jnani” terdiri atas tiga kata : sisya artinya siswa, natya artinya tari, dan jnani berarti terpelajar. Dengan demikian tari “Sisya Natya Jnani” diartikan sebagai tari siswa terpelajar. Tari kebesaran SMA Negeri 2 Kuta Selatan ini diniatkan untuk ikut menjaga warisan leluhur Bali melalui belajar dengan kesungguhan, kesadaran, dan keyakinanan agar menjadi terpelajar. Siswa terpelajar adalah siswa yang belajar dengan menyenangkan ibarat bermain surfing di atas ombak berbuih putih lalu menyelam dengan tenang di kedalaman samudera ilmu pengetahuan untuk mendapatkan mutiara kehidupan. Mutiara yang menyinari dunia sepanjang masa, ibarat matahari tiada pilih kasih. Laksana bulan di malam hari yang memancarkan sinar kelembutan. Hanya dengan demikian, taksu ilmu pengetahuan akan diraih melalui pemujaan Sang Hyang Dewi Saraswati secara tulus bersungguh-sungguh.

Pemaknaan Tari “Sisya Natya Jnani” seperti itu selaras dengan pendekatan belajar deef learning (pembelajaran mendalam) yang berlangsung menyenangkan (joyful learning), bermakna (meaning ful learning) dan berkesadaran (mindfull learning) seperti digagas Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. Secara implisit gagasan itu diterjemahan dengan Tari Maskot di SMA Negeri 2 Kuta Selatan.

Dalam Bahasa Bali, menari disebut masolah, nyolahang raga. Hidup pada hakikatnya adalah belajar masolah. Masolah memenuhi minimal 4 syarat wiraga (bahasa tubuh), wirasa (ekspresi wajah dan gerakan), wirama (mengikuti iringan musik gamelan), dan wirupa (pendalaman karakter).

Pencipta Tari “Sisya Natya Jnani”  adalah I Komang Adi Pranta, S.Pd., M.Sn. seniman muda asal Banjar Apuan Singapadu Gianyar, alumni Pascasarjana ISI Denpasar konsentrasi Penciptaan Seni Pertunjukan. Pengalaman Adi Pranata menjadi koreografer di berbagai Lembaga Pendidikan di Bali dan Nasional, memudahkannya  menggarap tari maskot ini.

Sejak saya minta menerjemahkan visi, motto dan logo sekolah, enam bulan sebelum HUT V (Februari 2024), ia menyanggupi berproses setelah Pesta Kesenian Bali ke-46, yaitu pertengahan Juli 2024. Dalam waktu relatiF singkat, ia merampungkan Tari dan Tabuh yang ditata oleh I Wayan Pradnya Pitala, S.Sn. dari Banjar Peken Bualu.

Sebagai penata tabuh, I Wayan Pradnya Pitala adalah cucu seorang seniman tabuh dari Banjar Peken Bualu. Almarhum kumpinya I Nyoman Soklat (Pan Macring) adalah guru alam seni kerawitan  bagi almarhum ayah saya, I Ketut Sepir yang belajar di Balai Banjar Pantigiri Kutuh. Mereka dari dua desa berbeda juga terlibat aktif nyungsung Sekaa Unen.       

I Wayan Macring dan I Nyoman Soklat nyusung Sekaa Unen Jaba Bualu sedangkan ayah saya  nyungsung Sekaa Unen Banjar Pantigiri Kutuh. Kedua Sekaa Unen ini biasa bertemu dan saling bantu saat ngaturang ayah masolah ketika pujawali  di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung, Desa Adat Kutuh.  Begitulah, saat pementasan perdana Tari Sisya Natya Jnani saya hanyut dalam renungan pasawitran pembelajar berkesadaran seni di tengah keterbatasan tetapi dengan semangat menyala.

I Komang Adi Pranata (kanan) dan I Nyoman Tingkat (kiri) sedang malukat di Jaba Pura Taman Mumbul dipimpin Jro Mangku Gabriliawan | Foto : Eca

Saya bersyukur merasakan aura berkesenian di Toska bergetar berkat jejak leluhur yang berhasil saya lacak.   .  

Baik penata tari dengan penata kostum Manubada Art maupun penata tabuh dengan penata gerong sebelumnya juga  berkolaborasi dalam pementasan cak kontemporer Magegobog SMA Negeri 1 Kuta Selatan (2017) dan saat lomba Bleganjur antar SMA di Puspem Badung (2016). Cak magegobog pentas di Art Center dalam ajang Bali Nawa Natya mendapat sambutan meriah dan apresiasi positif dari Prof I Made Bandem.

Sementara itu, Bleganjur SMAN 1 Kuta Selatan berhasil meraih juara 1 di Kabupaten Badung  mengalahkan SMKN 5 Denpasar dan SMKN 3 Gianyar yang nota bena sekolah seni. Sengaja saya singgung proses kreatif keduanya di SMAN 1 Kuta Selatan tempat tugas saya sebelum ke Toska. Sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih bahwa proses di Toska terhubung juga dengan Osaka (sebutan SMAN 1 Kuta Selatan). Toska juga pernah nebeng belajar di Osaka selama 6 bulan, ketika Gedung sedang dibangun.

Kembali ke Tari Sisya Natya Jnani. Secara keseluruhan  tari ini berelasi dengan logo dan moto sekolah Wiweka Jaya Sadhu. Hanya siswa terpelajar yang bisa beradaptasi dengan keadaan (nyolahang raga) dapat memenangkan persaingan secara arif bijaksana. Seiring dengan itu, tari ini juga merepresentasikan visi sekolah, “Menjadi komunitas pembelajar yang berkecerdasan, berbudaya, dan berdaya saing”.

I Komang Adi Pranata bersama I Wayan Pradnya Pitala, S.Sn. berhasil menerjemahkan visi dan moto sekolah dengan gerakan lincah penari muda penuh energi. Kelincahan itu cepat mengubah gerakan seiring irama gamelan. Selain  mewakili semangat anak muda untuk meraih cita-cita dengan menuntut ilmu, kelincahan juga merepresentasikan kemampuan beradaptasi dengan cepat menyesuaikan  keadaan sekitar.

Orang bijak mengatakan, “Keberhasilan ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar”.  

Selain itu, gerakan tangan penari sedang menulis menggambarkan literasi tiada henti. Sementara itu, suara gamelan tetap mengalun diiringi suara gerong dengan syair pemujaan kepada Dewi Saraswati. Penata tabuh Pradnya Pitala berhasil menggarap seni tabuh dan menggabungkan dengan gerong dan syair yang makin memertegas makna irama gerakan tari.

“Om mahapuja mahateja rasmi dewi,
Listu ayu ngulangunin kadi candra masunar,
ngawe jenar ring ratri,
siddha ngurip jagad jagaditha,

Listu ayu wedanane,
Ariwusma lila cita,
paliwara, madya ramping pamulune,
ngawe jenar maring jagat, lontar wina genitri,
angawe ring tangan, Sang Hyang Aji Saraswati

Sida mangguh jenar aguru ring jagad,
sastra aji anggen sesuluh luih

Manunggal padu rasa aneng paguronan,
lila cita ngawe jenar

Om Hyang Dewi luwih suci,
mangurip sastra aji, ngawe ayu jagad, ne patut katulad
Om Hyang Dewi Listu Ayu ngawe jenar ring jagad.

Teks gerong yang mengiringi Tari “Sisya Natya Jnani” menjadi pemerlain sekaligus pemanis bagi tari maskot SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Menjadi pemerlain dalam arti kehadirannya tidak terikat langsung dengan penyinden gerong karena juga dikuasai oleh penabuh. Tanpa ada penyinden, syair-syair gerong dapat dinyanyikan oleh penabuh. Namun, selayaknya ada perempuan penyinden gerong karena menjadi pemanis di tabuh sekaligus memercantik sekaa gong di bawah kuasa laki-laki  walaupun, Sekaa Gong Toska juga ada perempuan.

Sementara, semua penarinya adalah perempuan. Tarian yang tidak bias gender, emansipasi sesuai cita-cita Kartini.

Terima kasih kepada pencipta tari, penata tabuh, dan pembina yang selalu siaga. Terima kasih kepada para penabuh dan penyinden. Terima kasih kepada para panitia. Terima kasih kepada Jro Mangku Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul.  Terima kasih kepada leluhur yang menunjukkan jalan persahabatan buat anak cucu melestarikan seni budaya Bali.  Mahasuksma buat semua. Moga Hyang Dewi Saraswati selalu menuntun dalam aliran air ilmu pengetahuan. Senantiasa  Makalangan muncrat mumbul sebagaimana tersurat dalam teks kidung Turun Tirtha. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Toska Belajar Seru Bersama Mahasiswa Filipina   
Program Gelis Diksi Toska, Usaha Merawat Pohon Literasi
Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Tags: seni tariSMAN 2 Kuta Selatantari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Shorts Up 2025: Film Pendek, Talenta Muda, dan Akses yang Merata

Next Post

Bali, Label dan Ogoh-ogoh

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Bali, Label dan Ogoh-ogoh

Bali, Label dan Ogoh-ogoh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co