23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
February 20, 2025
in Esai
Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

Lontar koleksi Grya Prabhu, Denkayu. Foto: Dok. Pribadi

BBB yang saya maksud adalah Bulan Bahasa Bali. Setiap tahun, tepat dari awal hingga akhir bulan Februari dilaksanakan acara tersebut. Acara yang dilaksanakan dari tingkat desa adat, kabupaten hingga provinsi itu, diharapkan dapat memupuk bahasa Bali di tengah era modernisasi saat ini. Namun, apakah ‘pemupukannya’ sudah tepat? Atau sekadar tuai saja?

Menyambung dari pertanyaan tersebut, banyak lomba yang dilaksanakan. Di tingkat desa adat, diwajibkan untuk melaksanakan beberapa lomba. Seperti ngwacen lontar, masatua bali, sambrama wacana, pidarta, nyurat aksara bali, dan beberapa lomba tambahan sesuai dengan kreativitas masing-masing desa adat. Dari sekian banyak lomba yang dilaksanakan saya mencoba untuk menyoroti satu cabang lomba, yakni ngwacen lontar.

Ngwacen lontar merupakan perlombaan membaca lontar yang tentu menggunakan aksara bali. Perlombaan ini biasanya diikuti oleh peserta yang masuk dalam kategori remaja atau daa teruna/i yang berumur kisaran 13-25 tahun. Namun tahun 2025 kategori untuk perlombaan tersebut diubah menjadi kategori SMA/K. Teknis perlombaan ini akan dimulai dari tingkat desa adat. Di tingkat desa adat mereka akan bersaing dengan peserta perwakilan masing-masing banjar adat. Setelah berlomba, siapa pun yang mendapatkan juara 1 di desa adat akan berangkat mewakili desa adatnya berlomba di tingkat kabupaten.

Di tingkat kabupaten mereka akan bersaing dengan seluruh duta desa adat, di kabupaten yang bersangkutan. Setelah mendapatkan juara 1 di kabupaten, peserta yang bersangkutan akan kembali berlomba di tingkat provinsi. Perjuangan panjang mereka akan berakhir di tingkat provinsi sebagai duta dari masing-masing kabupaten/kota di Bali. Selain teknis lomba hal yang penting menjadi sorotan adalah materi yang akan dibaca oleh peserta.

Lontar sebagai media uji dari semua peserta memiliki beragam jenis. Di tingkat desa adat mereka mendapatkan materi satua Bali. Tentunya materi ini cukup untuk pemula, karena satua Bali menggunakan bahasa Bali yang dominan dapat dipahami oleh peserta. Namun di tingkat kabupaten mereka biasanya akan mendapatkan materi yang lebih sulit. Seperti lomba ngwacen lontar di Kabupaten Badung. Para peserta yang berjumlah lebih dari 15 orang tersebut diuji dengan lontar berjenis Tutur.

Tutur merupakan salah satu klasifikasi lontar yang didalamnya membahas mengenai beragam aspek kehidupan. Dalam menarasikan isinya, tutur  lebih cenderung menggunakan bahasa Kawi-Bali, atau bahasa Jawa Kuno. Sehingga dengan kriteria peserta yang masih SMA cukup menyulitkan mereka saat membaca. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mereka mengenai bahasa kawi-bali.

Hal serupa tidak hanya terjadi di tingkat kabupaten, bahkan saat saya menjadi pembina di desa adat, beberapa peserta sangat minim yang mengetahui aksara Bali. Padahal, aksara Bali adalah modal utama membaca lontar. Sehingga walaupun diberikan lontar satua Bali mereka tetap ditempuh kesulitan. Setelah ditelaah perlahan ternyata mereka masih sulit menulis bahkan membaca aksara Bali. Hal ini disebabkan karena mereka jarang menggunakan bahkan memelajari aksara Bali. Mereka akan membaca apabila guru mereka di sekolah memberikan materi mengenai aksara. Namun  itupun hanya bertahan beberapa pertemuan di kelas. Setelahnya mereka akan melupakan aksara Bali.

Pemikiran generasi muda mengenai pentingnya memelajari aksara Bali harus di pupuk sejak dini. Di Bali, pulau yang dilandasi dengan nilai religius dari agama hindu, mempergunakan aksara Bali, hampir pada setiap aspek kehidupan. Umpana tatkala suatu bangunan selesai digarap, maka salah satu piranti uparengga yang digunakan dalam upacara melaspas adalah ulap-ulap.

Ulap-ulap dibuat menggunakan secarik kain dan ditulis aksara modre sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Selain itu, tatkala ajal telah tiba masyarakat Hindu Bali akan mempergunakan kain putih sepanjang kurang lebih 1-2 meter yang disebut dengan kajang. Kajang pun dituliskan aksara Bali berjenis Modre. Dua hal tersebut hanya contoh kecil dari manfaat dan fungsi aksara Bali di masyarakat Hindu Bali.

Namun, bagi generasi muda aksara Bali memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya. Saat menyemai pengetahuan dari SD hingga SMA/K jika masih berada di Bali, maka mereka akan tetap bertemu dengan aksara Bali, termasuk bahasa dan sastranya. Tentu jika memiliki pengetahuan menulis dan membaca aksara Bali yang cukup akan memermudah mereka dalam mengikuti materi yang diberikan. Selain itu hidup di lingkungan keluarga, membuatnya mau tidak mau harus membantu adik atau saudara sepupu disaat mendapatkan tugas mengenai aksara Bali. Jika kita tidak tau sama sekali mengenai aksara Bali, wajarkah?

Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan sebulan penuh merupakan suatu langkah yang amat baik dari Pemerintah Provinsi Bali. Mereka mengajak kita sebagai generasi dan krama Bali untuk menoleh kebelakang, bahwasannya setiap pengetahuan yang dititipkan oleh para leluhur sangat baik digunakan sebagai penuntun kehidupan.

Ungkapan ateken sastra sangat baik untuk digaungkan. Selain ngwacen lontar satua-satua bali seperti Cupak Grantang, Ketimun Mas, Sigir Jlema Tuah Asibak dan satua bali lainnya menyimpan kasanah moral yang baik bagi anak-anak, sehingga lomba masatua Bali diikuti oleh krama PKK.

Kemampuan berbahasa Bali yang baik perlu dijaga dan terus dipelajari, sehingga lomba sambrama wacana diperuntukkan bagi mereka para lelaki yang akan pertama kali menjadi pemimpin di lingkungan keluarga. Kemampuan menulis aksara Bali dengan baik sesuai dengan uger-uger pasang aksara Bali pun amat penting. Maka lomba nyurat lontar, dan nyurat aksara Bali di kertas diperuntukkan bagi siswa SMP dan SD. Selain lomba yang bersifat tradisional, jenis lomba inovasi pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali setiap tahun selalu bervariasi dilaksanakan.

Namun, apakah cukup hanya sebulan untuk menghargai ibu dalam bentuk bahasa? Kasih seorang ibu kepada anaknya sepanjang hanyat, sama seperti kesetiaan pertiwi kepada alam semesta beserta isinya. kesetiaan ibu dalam bentuk bahasa pun begitu mulia kepada para penuturnya. Ia memberikan identias yang dikenal dan memiliki kekhasan pada setiap bahasa ibu yang ada. Sudah selayaknya bahasa Bali sebagai bahasa ibu masyarakat Pulau Bali terus dihargai. Setidaknya ia digunakan di lingkungan keluarga.

Pembelajaran mengenai aksara Bali sebagai simbol dari bunyi bahasa Bali pun selayaknya terus dipelajari. Bukan sebulan, dua bulan atau pada hari kamis saja, tetapi dua belas bulan. Agar bulan Bahasa Bali tidak hanya sekedar menjadi formalitas belaka. Aliran yang berhulu di Februari semoga terus mengalir ke bulan seterusnya. Yang kita inginkan adalah rutinitas bukan sekedar formalitas. [T]

Penulis: IGP Weda Adi Wangsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Anak Muda yang Semangat dan Percaya Diri dalam Lomba Ngwacén Lontar Bulan Bahasa Bali
Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan
Ada Lontar “Tamba” Hingga “Panulak Leak” — Konservasi Lontar di Kedisan dan Suter Kintamani
Konservasi Lontar I Nengah Werden di Jembrana: 10 Ikat Lontar Rusak dari 24 Cakep Lontar yang Ada
Ida Padanda Wayahan dari Griya Jumpung Kerambitan Setia Merawat Lontar Meski Secara Sederhana
Lontar Tutur Aji Mas Ganda Purantaka Petak  tentang Tujuan Hidup Kemoksan, Ditemukan di Griya Sakti Nyalian-Klungkung
Meisya Ariasthi Juara Nyurat Aksara — Inilah Para Juara Bulan Bahasa Bali di Buleleng …
Tags: aksara baliBulan Bahasa Balilontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Like Father, Not Like Son

Next Post

“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co