6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
February 20, 2025
in Esai
Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

Lontar koleksi Grya Prabhu, Denkayu. Foto: Dok. Pribadi

BBB yang saya maksud adalah Bulan Bahasa Bali. Setiap tahun, tepat dari awal hingga akhir bulan Februari dilaksanakan acara tersebut. Acara yang dilaksanakan dari tingkat desa adat, kabupaten hingga provinsi itu, diharapkan dapat memupuk bahasa Bali di tengah era modernisasi saat ini. Namun, apakah ‘pemupukannya’ sudah tepat? Atau sekadar tuai saja?

Menyambung dari pertanyaan tersebut, banyak lomba yang dilaksanakan. Di tingkat desa adat, diwajibkan untuk melaksanakan beberapa lomba. Seperti ngwacen lontar, masatua bali, sambrama wacana, pidarta, nyurat aksara bali, dan beberapa lomba tambahan sesuai dengan kreativitas masing-masing desa adat. Dari sekian banyak lomba yang dilaksanakan saya mencoba untuk menyoroti satu cabang lomba, yakni ngwacen lontar.

Ngwacen lontar merupakan perlombaan membaca lontar yang tentu menggunakan aksara bali. Perlombaan ini biasanya diikuti oleh peserta yang masuk dalam kategori remaja atau daa teruna/i yang berumur kisaran 13-25 tahun. Namun tahun 2025 kategori untuk perlombaan tersebut diubah menjadi kategori SMA/K. Teknis perlombaan ini akan dimulai dari tingkat desa adat. Di tingkat desa adat mereka akan bersaing dengan peserta perwakilan masing-masing banjar adat. Setelah berlomba, siapa pun yang mendapatkan juara 1 di desa adat akan berangkat mewakili desa adatnya berlomba di tingkat kabupaten.

Di tingkat kabupaten mereka akan bersaing dengan seluruh duta desa adat, di kabupaten yang bersangkutan. Setelah mendapatkan juara 1 di kabupaten, peserta yang bersangkutan akan kembali berlomba di tingkat provinsi. Perjuangan panjang mereka akan berakhir di tingkat provinsi sebagai duta dari masing-masing kabupaten/kota di Bali. Selain teknis lomba hal yang penting menjadi sorotan adalah materi yang akan dibaca oleh peserta.

Lontar sebagai media uji dari semua peserta memiliki beragam jenis. Di tingkat desa adat mereka mendapatkan materi satua Bali. Tentunya materi ini cukup untuk pemula, karena satua Bali menggunakan bahasa Bali yang dominan dapat dipahami oleh peserta. Namun di tingkat kabupaten mereka biasanya akan mendapatkan materi yang lebih sulit. Seperti lomba ngwacen lontar di Kabupaten Badung. Para peserta yang berjumlah lebih dari 15 orang tersebut diuji dengan lontar berjenis Tutur.

Tutur merupakan salah satu klasifikasi lontar yang didalamnya membahas mengenai beragam aspek kehidupan. Dalam menarasikan isinya, tutur  lebih cenderung menggunakan bahasa Kawi-Bali, atau bahasa Jawa Kuno. Sehingga dengan kriteria peserta yang masih SMA cukup menyulitkan mereka saat membaca. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mereka mengenai bahasa kawi-bali.

Hal serupa tidak hanya terjadi di tingkat kabupaten, bahkan saat saya menjadi pembina di desa adat, beberapa peserta sangat minim yang mengetahui aksara Bali. Padahal, aksara Bali adalah modal utama membaca lontar. Sehingga walaupun diberikan lontar satua Bali mereka tetap ditempuh kesulitan. Setelah ditelaah perlahan ternyata mereka masih sulit menulis bahkan membaca aksara Bali. Hal ini disebabkan karena mereka jarang menggunakan bahkan memelajari aksara Bali. Mereka akan membaca apabila guru mereka di sekolah memberikan materi mengenai aksara. Namun  itupun hanya bertahan beberapa pertemuan di kelas. Setelahnya mereka akan melupakan aksara Bali.

Pemikiran generasi muda mengenai pentingnya memelajari aksara Bali harus di pupuk sejak dini. Di Bali, pulau yang dilandasi dengan nilai religius dari agama hindu, mempergunakan aksara Bali, hampir pada setiap aspek kehidupan. Umpana tatkala suatu bangunan selesai digarap, maka salah satu piranti uparengga yang digunakan dalam upacara melaspas adalah ulap-ulap.

Ulap-ulap dibuat menggunakan secarik kain dan ditulis aksara modre sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Selain itu, tatkala ajal telah tiba masyarakat Hindu Bali akan mempergunakan kain putih sepanjang kurang lebih 1-2 meter yang disebut dengan kajang. Kajang pun dituliskan aksara Bali berjenis Modre. Dua hal tersebut hanya contoh kecil dari manfaat dan fungsi aksara Bali di masyarakat Hindu Bali.

Namun, bagi generasi muda aksara Bali memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya. Saat menyemai pengetahuan dari SD hingga SMA/K jika masih berada di Bali, maka mereka akan tetap bertemu dengan aksara Bali, termasuk bahasa dan sastranya. Tentu jika memiliki pengetahuan menulis dan membaca aksara Bali yang cukup akan memermudah mereka dalam mengikuti materi yang diberikan. Selain itu hidup di lingkungan keluarga, membuatnya mau tidak mau harus membantu adik atau saudara sepupu disaat mendapatkan tugas mengenai aksara Bali. Jika kita tidak tau sama sekali mengenai aksara Bali, wajarkah?

Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan sebulan penuh merupakan suatu langkah yang amat baik dari Pemerintah Provinsi Bali. Mereka mengajak kita sebagai generasi dan krama Bali untuk menoleh kebelakang, bahwasannya setiap pengetahuan yang dititipkan oleh para leluhur sangat baik digunakan sebagai penuntun kehidupan.

Ungkapan ateken sastra sangat baik untuk digaungkan. Selain ngwacen lontar satua-satua bali seperti Cupak Grantang, Ketimun Mas, Sigir Jlema Tuah Asibak dan satua bali lainnya menyimpan kasanah moral yang baik bagi anak-anak, sehingga lomba masatua Bali diikuti oleh krama PKK.

Kemampuan berbahasa Bali yang baik perlu dijaga dan terus dipelajari, sehingga lomba sambrama wacana diperuntukkan bagi mereka para lelaki yang akan pertama kali menjadi pemimpin di lingkungan keluarga. Kemampuan menulis aksara Bali dengan baik sesuai dengan uger-uger pasang aksara Bali pun amat penting. Maka lomba nyurat lontar, dan nyurat aksara Bali di kertas diperuntukkan bagi siswa SMP dan SD. Selain lomba yang bersifat tradisional, jenis lomba inovasi pengembangan bahasa, aksara, dan sastra Bali setiap tahun selalu bervariasi dilaksanakan.

Namun, apakah cukup hanya sebulan untuk menghargai ibu dalam bentuk bahasa? Kasih seorang ibu kepada anaknya sepanjang hanyat, sama seperti kesetiaan pertiwi kepada alam semesta beserta isinya. kesetiaan ibu dalam bentuk bahasa pun begitu mulia kepada para penuturnya. Ia memberikan identias yang dikenal dan memiliki kekhasan pada setiap bahasa ibu yang ada. Sudah selayaknya bahasa Bali sebagai bahasa ibu masyarakat Pulau Bali terus dihargai. Setidaknya ia digunakan di lingkungan keluarga.

Pembelajaran mengenai aksara Bali sebagai simbol dari bunyi bahasa Bali pun selayaknya terus dipelajari. Bukan sebulan, dua bulan atau pada hari kamis saja, tetapi dua belas bulan. Agar bulan Bahasa Bali tidak hanya sekedar menjadi formalitas belaka. Aliran yang berhulu di Februari semoga terus mengalir ke bulan seterusnya. Yang kita inginkan adalah rutinitas bukan sekedar formalitas. [T]

Penulis: IGP Weda Adi Wangsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Anak Muda yang Semangat dan Percaya Diri dalam Lomba Ngwacén Lontar Bulan Bahasa Bali
Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan
Ada Lontar “Tamba” Hingga “Panulak Leak” — Konservasi Lontar di Kedisan dan Suter Kintamani
Konservasi Lontar I Nengah Werden di Jembrana: 10 Ikat Lontar Rusak dari 24 Cakep Lontar yang Ada
Ida Padanda Wayahan dari Griya Jumpung Kerambitan Setia Merawat Lontar Meski Secara Sederhana
Lontar Tutur Aji Mas Ganda Purantaka Petak  tentang Tujuan Hidup Kemoksan, Ditemukan di Griya Sakti Nyalian-Klungkung
Meisya Ariasthi Juara Nyurat Aksara — Inilah Para Juara Bulan Bahasa Bali di Buleleng …
Tags: aksara baliBulan Bahasa Balilontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Like Father, Not Like Son

Next Post

“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co