26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Chusmeru by Chusmeru
January 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENJADI mahasiswa di perguruan tinggi ternama tentu merupakan suatu kebanggaan. Begitulah yang dirasakan Andika ketika diterima kuliah di salah satu universitas di Purwokerto, Jawa Tengah. Kotanya sejuk, berada di lereng Gunung Slamet.

Berbeda dengan kota asalnya Jakarta, Andika merasa lebih nyaman tinggal di Purwokerto. Masyarakatnya ramah, kotanya aman. Harga kebutuhan sehari-hari jauh lebih murah dibanding Jakarta. Warung makan di seputaran kampus harganya sangat ramah di kantong mahasiswa.

Andika kost tak jauh dari kampus tempatnya menuntut ilmu. Rumah kostnya tidak terlalu mewah, namun terbilang bagus, bersih, dan tentu saja murah. Teman-teman kostnya dari berbagai daerah di Indonesia. Tentu saja ini membuat Andika banyak belajar tentang kebiasaan dan budaya daerah lain.

Beruntung di tempat kost Andika ada kakak tingkat di jurusan yang sama, Bagas Rafi. Dia berasal dari Garut. Darinya Andika banyak mendapat cerita tentang perkuliahan di jurusan komunikasi yang katanya menyenangkan. Mata kuliahnya banyak yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Dosen-dosennya juga asyik saat berada di kelas.

Kampus tempat Andika memang tak semegah kampus-kampus di Jakarta. Namun suasana kampus sungguh nyaman. Meskipun banyak bangunan ruang kuliah yang tampak kuno, tetapi fasilitas perkuliahan cukup memadai. Semua ruangan memiliki AC. Tempat parkir kendaraan juga luas.

Tidak seperti kampus di kota besar yang gersang, kampus Andika terasa sejuk. Taman kampus ada di setiap fakultas. Pohon-pohon besar dan rimbun dibiarkan tumbuh, menambah kesejukan. Meski jika dalam kondisi sepi, atau perkuliahan di malam hari, pohon-pohon besar itu sempat membuat Andika merasa merinding juga.

***

Matahari sudah condong ke barat. Andika bersiap untuk kuliah di hari Kamis sore ini. Kali ini dia semangat berangkat ke kampus. Mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya merupakan salah satu yang disukainya. Apalagi pengajarnya Pak Kusmedi. Dosen yang santai dan sering bercanda, membuat suasana perkuliahan menjadi hidup.

Lima belas menit sebelum perkuliahan dimulai, Andika sudah berada di ruang 13 sesuai jadwal kuliah. Suasana di luar yang terasa sedikit panas membuatnya bergegas masuk kelas untuk mendapatkan sentuhan dingin AC. Beberapa teman kuliahnya juga sudah di ruangan. Terlihat Fandi bersandar di sudut kelas bagian belakang sambil sesekali menguap.

“Ngantuk banget aku… semalam nonton Liga Inggris,” kata Fandi saat merasa diperhatikan Andika. Matanya agak sedikit sayu. Fandi penggemar berat klub sepak bola Manchester United.

Ruang 13 yang berada di lantai 2, AC-nya memang sejuk. Apalagi Fandi menyetelnya di angka 23 derajat. Berada di arah timur area kampus, ruang 13 akan terasa panas di sore hari. Wajar jika mahasiswa menutup gorden di jendela agar pancaran sinar matahari tidak menembus ke dalam kelas.

Tepat pukul 15.30 WIB Pak Kusmedi membuka pintu kelas, dan menutupnya kembali. Seperti biasa, ia menyapa mahasiswa dengan senyumnya. Dikeluarkan laptop dari tas punggungnya. Kuliah segera dimulai dengan tayangan power point di latar tembok ruangan.

Kuliah baru berjalan sepuluh menit ketika tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka sendiri. Padahal tidak tampak ada angin yang berhembus dari luar kelas. Semua mahasiswa terperangah kaget. Tak terkecuali Pak Kusmedi. Sejenak ia memandangi pintu kelas, kemudian tersenyum sambil berbicara.

“Silakan duduk kalau mau ikut kuliah,” ucapnya sambil menunjuk beberapa kursi yang masih belum terisi mahasiswa.

Seketika mahasiswa saling pandang. Pak Kusmedi tersenyum kepada para mahasiswa.

“Ada yang mau ikutan kuliah… Nggak apa ya.. Nggak ganggu kok…,” kata Pak Kusmedi dengan tenang.

Di kalangan dosen dan mahasiswa, Pak Kusmedi memang dikenal sebagai dosen yang dianggap mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Bahkan ada yang memanggil Pak Kusmedi dengan sebutan Mbah Kus.

Mahasiswa kembali saling pandang. Semua mata memandang ke deretan kursi kosong di ruang kelas. Tidak tampak sosok seperti yang dimaksud Pak Kusmedi. Semua kursi kosong tak ada yang menempatinya.

Situasi perkuliahan mulai mencekam ketika bau harum tercium di ruangan kelas. Ada mahasiswa yang mencoba mengendus, ada pula yang menutup hidung dengan telapak tangannya.

“Bau bunga melati,” bisik Windya kepada Rani, teman duduk sebelahnya.

“Ada hantu yang ikutan kuliah. Sekarang kan malam Jumat Kliwon,“ jawab Rani sambil menunjukkan raut muka ketakutan.

Hari Kamis Wage atau menjelang malam Jumat Kliwon dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai malam yang keramat dan menyeramkan. Hantu, setan, dan segala makhluk halus akan berkeliaran di malam Jumat Kliwon.

Andika merasa penasaran. Benarkah ada makhluk tak kasat mata yang ikut hadir dalam perkuliahan? Perlahan ia keluarkan ponselnya. Ia arahkan kamera ponsel ke deretan kursi kosong. Betapa kaget Andika ketika melihat hasil jepretan kamera ponselnya. Ada sosok bayangan putih duduk di kursi paling depan. Ia coba zoom gambar itu. Bayangan putih itu seorang perempuan. Rambutnya panjang terurai. Sorot matanya tajam, menatap ke arah kamera ponsel Andika. Hampir saja ponsel Andika terjatuh karena kaget dan ketakutan.

Tidak ingin merasa tercekam sendirian, Andika membagikan foto itu ke WA grup teman-teman peserta kuliah. Serempak semua temannya memberi tanggapan emoticon ketakutan. Bulu kuduk mereka seketika berdiri, merinding. Bau harum di dalam kelas semakin terasa. Anehnya, Pak Kusmedi seperti tidak merasakan keanehan di kelas. Ia tetap mengajar dengan santainya.

Menjelang azan maghrib Pak Kusmedi mengakhiri kuliahnya. Mahasiswa tidak segera bergegas meninggalkan ruangan. Mereka masih penasaran dengan sosok yang hadir dalam kuliah seperti hasil jepretan kamera ponsel Andika. Setelah Pak Kusmedi keluar ruang kelas, mahasiswa mengamati kursi kosong di mana sosok perempuan berambut panjang itu duduk. Namun tak satu pun yang dapat melihatnya.

Saat semua mahasiswa tak habis pikir dengan suasana perkuliahan, tiba-tiba pintu kelas kembali terbuka sendiri. Mereka semua terkejut. Sebersit angin bertiup menuju ke arah pintu. Berbarengan dengan itu, harum bunga melati di dalam kelas perlahan hilang.

***

Kembali ke tempat kost, Andika masih diliputi suasana mencekam. Ketika membayangkan sosok perempuan di kelas, bulu kuduk Andika kembali berdiri. Tak ingin merasa tercekam berkepanjangan, Andika segera menghapus foto hantu perempuan yang ikut kuliah itu dari ponselnya.

Diceritakannya pengalaman mencekam kuliah tadi kepada Bagas Rafi. Bukannya terkejut, Bagas justru tertawa ngakak mendengar cerita Andika.

“Ha..ha..ha… Ruang 13 memang begitu…,” kata Bagas.

“Begitu bagaimana?” tanya Andika.

“Serem..! Apalagi kalau kuliah di malam Jumat Kliwon,” jawab Bagas.

Lalu Bagas pun berkisah tentang kuliah di ruang 13.

Ternyata kejadian mencekam di ruang 13 bukan hanya dialami mahasiswa seangkatan Andika. Mahasiswa kakak dan adik angkatan juga pernah mengalaminya. Juga bukan hanya pada perkuliahan pak Kusmedi. Saat kuliah oleh dosen yang lain juga pernah terjadi peristiwa serupa.

Menurut penuturan Bagas, sosok hantu perempuan yang ikut kuliah di ruang 13 juga terjadi ketika kuliah Retorika oleh Bu Mita Setiani. Saat itu mahasiswa mendapat tugas untuk praktikum berpidato di depan kelas.

Bagas melihat dengan jelas, saat Yunita tampil berpidato di depan kelas; ada sosok perempuan berambut panjang berdiri di sebelahnya. Bagas berkali-kali menggosok-gosok matanya untuk meyakinkan bahwa yang dilihatnya bukanlah ilusi atau bayangan. Sosok perempuan itu berdiri diam dengan tatapan mata yang kosong.

Bagas mencolek Andreas, teman duduk sebelahnya, untuk menanyakan apakah ia melihat perempuan yang berdiri di samping Yunita. Tetapi Andreas mengaku tak melihat siapa pun selain Yunita yang sedang berpidato. Bagas pun menoleh ke belakang, bertanya kepada Fajrul. Sama seperti Andreas, Fajrul juga tidak melihat sosok perempuan berambut panjang, selain Yunita yang berhijab hitam.

“Terus, bagaimana?” Andika tak sabar, memotong cerita Bagas.

“Ya sudah…, semua ketakutan. Tapi tak seorang pun yang melihat, kecuali aku,” jawab Bagas sambil tersenyum membayangkan peristiwa dulu.

Andika tidak lagi bertanya kepada Bagas. Rasa mencekam masih dirasakan. Sepanjang hidupnya belum pernah menemui kejadian mistis seperti di ruang 13. Kota Purwokerto yang sejuk ternyata menyimpan aura yang mencekam. [T][Bersambung]

(Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata)

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Next Post

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co