27 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
November 23, 2024
in Dongeng
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri

Ilustrasi: Suar Adnyana

DI sebuah hutan hiduplah Jangkrik Kalung bersama serangga lainnya. Mereka tinggal tidak berjauhan. Di hutan itu tidak kekurangan persediaan makanan. Kehidupan mereka begitu makmur. 

Suatu hari Jangkrik Kalung keluar dari lubangnya untuk mencari makanan. Jangkrik Kalung merasa lapar karena semalam hujan lebat sehingga dia belum sempat mencari makanan.

Jangkrik Kalung terkenal dengan julukan serangga yang angkuh. Dia selalu menganggap remeh serangga yang lain.

Dengan bulunya yang mengkilat kehitaman, Jangkrik Kalung berjalan dengan angkuhnya. Kepalanya digerakkan ke kiri dan ke kanan, ingin menunjukkan kepada serangga lain bahwa  dia mempunyai kalung kuning keemasan yang melingkar di lehernya. Bulunya sekali-kali digesek-gesekkan. Giginya dibuka lebar-lebar. Seolah-olah dia adalah serangga yang terkuat.

‘’Mau ke mana Jangkrik Kalung?’’ tanya Ulat Bulu.

Jangkrik Kalung mengabaikan pertanyaan Ulat Bulu.

‘’Jangkrik Kalung, kamu tampak hebat,’’ puji Ulat Bulu. ‘’Kalung itu membuat kamu semakin gagah dan berwibawa.” Ulat Bulu Kembali memuji.

‘’Tidak ada serangga yang seberuntung aku. Aku punya kalung. Buluku hitam mengkilat. Aku bisa mengeluarkan bunyi nyaring hanya dengan menggesek-gesek buluku.’’ Jangkrik Kalung berkata dengan percaya diri.

Ulat Bulu diam mendengarkan.

‘’Getaran bunyi buluku memecah kesunyian. Ketika aku ngering, aku tampak gagah seperti petarung yang siap menyerang,’’ imbuhnya.

‘’Itulah kelebihanmu, Jangkrik Kalung. Aku sangat bersedih tidak mempunyai kelebihan  seperti kamu. Suaraku tidak senyaring suaramu,’’ kata Balang Undis tertunduk lesu.  ‘’Banyak yang mengejekku karena  suaraku yang jelek.’’

Mendengar pujian Balang Undis, Jangkrik Kalung semakin percaya diri. Percakapan antara Jangkrik Kalung, Ulat Bulu, dan Balang Undis didengar oleh Semut Api.

‘’Kamu serangga yang hampir sempurna, Jangkrik Kalung. Namaku  Semut Api tetapi aku tidak mempunyai kemampuan seperti kamu. Aku sama sekali tidak bangga  pada diriku,’’  puji  Semut Api.

Dengan pujian-pujian seperti itu, Jangkrik Kalung semakin besar kepala. Dia mulai menggetarkan bulunya dengan sekuatnya sehingga mengeluarkan bunyi nyaring. Mulutnya dibuka dengan lebar. Dia ingin menunjukkan giginya yang kuat kepada yang lain.

Jangkrik Kalung mengajak Ulat Bulu, Balang Undis, dan Semut Api berkeliling untuk menantang serangga yang lain. Jangkrik Kalung ingin mengetahui apakah serangga yang lain mempunyai kelebihan seperti dirinya.

Setelah berjalan beberapa lama, mereka bertemu dengan sepasang laron. Jangkrik Kalung bertanya kepada laron tersebut.

‘’Laron, kamu merupakan serangga lemah. Sayap yang kamu punya hanya sementara. Setelah sayapmu lepas dari tubuhmu, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu serangga yang lemah,” ejek Jangkrik Kalung.

Mendengar hinaan itu Laron tertunduk malu dan tidak menghiraukan hinaan tersebut. Ulat Bulu, Balang Undis, dan Semut Api menasehati  Jangkrik Kalung agar tidak menghina Laron. Nasehat tersebut tidak dituruti oleh Jangkrik Kalung. Jangkrik Kalung malah sebaliknya menantang  Ulat Bulu, Balang Undis, dan Semut Api.

‘’Kalau kamu berani, lawan aku.’’ teriak Jangkrik Kalung.

Ulat Bulu, Balang Undis, dan Semut Api tidak menaggapi tantangan tersebut tetapi jangkrik Kalung  berusaha memancing emosi Ulat Bulu, Balang Undis, dan Semut Api. Namun mereka tidak terpancing.

Merasa tantangannya diacuhkan, Jangkrik Kalung semakin emosi. Suasana menjadi riuh. Mendengar ada keributan, Kali Sasoan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kali Sasoan terbang rendah dan mencari sumber keributan.

‘’Hai, Jangkrik Kalung. Kamu terus membuat keonaran. Kamu selalu merendahkan serangga yang lainnya. Hei, Jangkrik Kalung. Jangan Kamu sombong!’’ Kali Sasoan bersuara lantang.

Mendengar perkataan Kali Sasoan, Jangkrik Kalung sangat emosi dan menantang Kali Sasoan untuk berkelahi. Kali Sasoan tidak terpancing oleh tantangan Jangkrik Kalung.

Jangkrik Kalung semakin marah karena Kali Sasoan tidak menaggapi tantangannya. Dia mulai menghina Kali Sasoan, dengan mengatakan Kali Sasoan serangga yang tidak bernyali.

Mendengar tantangan Jangkrik Kalung, Kali Sasoan berkata pelan. ‘’Aku mau menerima tantanganmu. Apabila kamu kalah dalam pertarungan, kamu akan aku jadikan inang bagi telurku. Tubuhmu akan aku simpan di sarangku. Setelah telurku menetas anak-anakku akan memakan tubuhmu. Dan apabila aku kalah. Kau boleh memakan tubuhku.  

Keduanya telah sepakat. Pertarungan dimulai. Keduanya saling serang. Kali Sasoan dengan kelincahan terbangnya berusaha untuk mengalahkan Jangkrik kalung. Jangkrik Kalung dengan sigap memutar tubuhnya dan balik menyerang Kali Sasoan.  

Kali Sasoan mempunyai keunggulan karena dapat menyerang dari atas sedangkan Jangkrik Kalung hanya bisa menyerang dari bawah. Kelemahan Jangkrik Kalung tidak disia-siakan oleh Kali Sasoan. Dengan satu sambaran, kaki Jangkrik Kalung dapat dipatahkan.

Kali Sasoan menggigit leher jangkrik kalung dan menerbangkannya untuk dibawa ke sarangnya. Sejak saat itulah Kali Sasoan menjadikan jangkrik sebagai inang bagi telur Kali Sasoan. [T]

KLIK untuk BACA dongeng lainnya

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran
Kacangdari dan I Lantangidung
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Asal-Asul Nama Desa Adat Lantangidung, Kecamatan Sukawati, Gianyar
Kupa, Seekor Kupu-kupu Pemarah
Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanah Kawin | Cerpen Sonhaji Abdullah

Next Post

Ketika Gianyar Kawinkan Gelar Jegeg Bagus Bali 2024, Tetap Semangat Menjaga Warisan Hidup

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Gianyar Kawinkan Gelar Jegeg Bagus Bali 2024, Tetap Semangat Menjaga Warisan Hidup

Ketika Gianyar Kawinkan Gelar Jegeg Bagus Bali 2024, Tetap Semangat Menjaga Warisan Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co