26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 2, 2024
in Esai
Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Siswa-siswi SMAN 2 Kuta Selatan sedang makan bersama | Foto: Dok. Penulis

SEJAK menempati gedung baru,SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska: Two South Kuta) pada Januari 2020 telah memiliki Program Makan Siang Bersama. Program itu berlangsung selama 2,5 bulan sebelum Pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, yang berakibat pada pembelajaran daring selama hampir 3 tahun. Sebelum menempati gedung baru, SMA Negeri 2 Kuta Selatan meminjam ruang belajar selama 6 bulan di SMA Negeri 1 Kuta Selatan.

Ide saya menginisiasi Program Makan Siang Bersama kala itu adalah untuk membangun kebersamaan. Apa yang saya gagas lima tahun silam, ternyata kini menjadi Program Nasional. Makan Siang Bersama di SMA Negeri 2 Kuta Selatan, kini memasuki babak baru dengan nama Program Masima Krama Toska (Makan Siang Bersama Keluarga Besar SMA Negeri 2 Kuta Selatan).

Program Masima Krama Toska kental dengan kearifan lokal Bali tanpa bermaksud untuk berpikir sempit kedaerahan. Namun, sebaliknya, memperkenalkan kearifan lokal Bali untuk menasional bahkan semakin mengglobal. Secara semantik, masima krama berarti melakukan silaturahmi.

Dalam konteks politik kekinian, seorang politikus masima krama untuk mendapatkan dukungan, biasanya dengan umpan yang menjanjikan walaupun terkesan provokatif bin instan. Ulah aluh, ulah elah.  Singkatnya pragmatis gelis.

Namun, tidak demikian halnya Program Masima Krama Toska di SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Pertama, Program Masima Krama untuk menyukseskan program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dengan program makan siang bergizi. Sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen wajib hukumnya menyukseskan program ini dalam rangka mendidik dan membangun kebiasaan positif di kalangan generasi muda. Ini adalah bagian dari bakti kepada guru wisesa.

Kedua, Program Masima Krama bertujuan mewujudkan sinergi Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang getol dikampanyekan ke sekolah-sekolah.

Di Bali, Program PJAS diinisiasi oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diniatkan untuk memastikan makanan yang dijual di kantin sekolah aman dan bergizi tidak mengandung bahan berbahaya, misalnya borax.

Sementara itu, GSS diinisiasi oleh Direktorat SMA sebagai gerakan bersama diniatkan untuk melaksanakan kampanye Program 5 Sehat: Sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.

Ketiga, mewujudkan kebersamaan dan kesetaraan dalam pilihan menu makanan. Menu tidak mesti mahal asalkan diperlukan oleh tubuh untuk menjaga imun meningkatkan iman. Dengan demikian, belajar menjadi tenang untuk meraih prestasi sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.

Keempat, mendidik para siswa agar tertib waktu untuk makan mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Selama ini, ditengarai banyak siswa yang tidak sarapan sebelum pergi ke sekolah. Alasannya, bermacam-macam: tidak terbiasa, tidak sempat, belum siap makanan di rumah. Dengan adanya Program Masima Krama di Toska, semua alasan itu terjawab.

Kelima, Masima Krama mencakup sarapan pagi (breakfast) dan makan siang (lunch) karena secara umum waktu dari pagi hingga sore disebut siang dan sisanya disebut malam. Ini sesuai dengan hukum Rotasi Bumi yang menyebabkan adanya siang dan malam. Hukum Rwabineda dalam konteks ini terang gelap yang sama temponya.

Dalam konteks Bali, dalam Program Masima Krama Toska terdapat nilai-nilai yang patut dikembangkan dan dilembagakan sebagai habitus. Mulai dari cara memperoleh makanan yang disarankan menurut Pustaka Hindu, adalah makanan yang satwika, yaitu makanan yang diperoleh dengan cara yang baik dan benar.

Makanan yang baik adalah makanan bergizi yang diperlukan tubuh dan tidak mesti mahal. Makanan yang benar adalah makanan yang diperoleh dengan semangat karma yoga (hasil kerja sebagai sarin pagaen, sarin pakaryan, sari kerja, kerja masari).

Dengan demikian, bukan saja makanan itu masuk ke mulut, melainkan juga mengalirkan vibrasi positif ke seluruh bagian tubuh melalui darah. Aliran darah ke seluruh organ tubuh berasal dari saripati makanan yang kita konsumsi yang memengaruhi vibrasi buana alit dan pancarannya terbaca ke luar.

Selain itu, perlu pula diperhatikan etika dengan belajar makan. Tetua sering menasihati untuk “malajah madaar”. Jangan sampai disindir dengan “madaar dogen sing bisa, apa buin magae”, kepada orang makan dan minum berlebihan sampai mabuk, tetapi kerjanya malas.

Etika lain yang perlu diperhatikan dalam Program Masima Krama dan makan pada umumnya dapat dibaca dalam Gaguritan Pati Jlamit (Pupuh Sinom) karya Ida Ketut Sudiasa (Ida Pedanda Gede Ketut Sidemen) dari Gria Kelodan Taman Sari Sanur. Dalam geguritan itu, terdapat etika makan dari mulai, makan, sampai selesai makan.  

Etika mulai makan diawali dengan berdoa yang dalam tradisi Bali dimulai dengan  mengaturkan banten saiban. “…rikala madahar, pang masari amretane, negak masila apang luhung, ada sesapan abedik, Ong maha mrta sapala nama swaha…” (Ketika makan agar bertuah, duduklah bersila dengan baik, ucapkan mantra “Ong maha mrta sapala nama swaha…”).

Kalau tidak didoakan makanan yang kita makan, kita disebut maling. “…yening tusing buka keto, awake kaucap maling” (kalau tidak didoakan, kita dicap maling).

Selanjutnya, posisi saat makan juga perlu diperhatikan. Secara implisit terbaca, saat makan yang utama menghadap ke utara atau ke timur. Ini sesuai dengan kiblat sembahyang umat Hindu pada umumnya. Makan pada hakikatnya adalah memuja dan berterima kasih kepada Dewa Amrtha.

Di dalam Gaguritan Patijlamit juga disebutkan beberapa istilah: makan sambil berdiri disebut nyeret—“…de pesan majalan, jele ento kahadanin, madan nyeret ane keto”. Makan sambil jongkok disebut ngaloglong. Bila makan berdiri disebut nglaler.

Selain itu, disebutkan pula kiblat saat makan. Bila menghadap selatan nidik disebut. Bila menghadap ke barat disebut mamantet. Bila makan mengambil dengan mulut disebut mlokpok, bila makan sambil tidur disebut ngamah. Nasihat tentang makan dalam geguritan ini juga disebut sebagai ritual dengan ungkapan “anggo ngupakara idup”.

Begitu pula selesai makan pun ada etikanya.“Suba suud madaar nasi, buin ingetang, da masehin lima di piringe lad  anggon cening, plih yani buka keto, nundung amrta kahadaning, yan suba suwud madahar, limane sasadang malu, di tlapakan batise dadua. Ento memah, lautang mabaseh jani, to pangancingan amrtha”.

Artinya, setelah selesai makan nasi, harap diingat, jangan mencuci tangan di piring yang dipakai makan, salah kalau itu dilakukan, menolak amrtha disebut, jika sudah selesai makan, tangan dikeringkan di kedua telapak kaki. Setelah itu barulah mencuci tangan di air mengalir, itulah pengunci amrtha.

Dalam konteks Program Masima Krama Toska, etika dalam makanjuga perlu ditanamkan. Sebab makanan yang mengalir ke dalam tubuh akan menjadi sari pikiran (manacika) yang menjadi dasar wacana dalam perkataan (wacika) dan selanjutnya menjadi dasar berbuat (kayika). Ketiganya itu disebut Trikaya Parisudha, sebagai landasan etika paling mendasar dalam ajaran Hindhu.

Selain mengembangkan etika, Program Masima Krama Toska adalah ajang membangun kebersamaan dan saling menyemangati. Nilai sebuah kebersamaan itu sangatlah mahal dalam komunitas belajar di sekolah.[T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Tags: Masima Krama ToskaPendidikanProgram makan siang gratisSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Next Post

Melihat Fatris dari Pinggir

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Melihat Fatris dari Pinggir

Melihat Fatris dari Pinggir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co