22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“GGH Stroberi, Nikmat, Manis, dan Ah…!” – Ditunggu GGH Durian Bestala dan Mangga Depaha

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 2, 2018
in Esai

Foto: Eka Prasetya

 

MALAM itu, dramawan Putu Satria Kusuma menulis status di Facebook. “Ditemani GGH rasa strawbery dan alunan Beethoven dari Youtube. Malam ini tak sengaja nemu poster di tahun 2013 menyeretku menghitung langkahku di teater. Cinta dan kegilaan jadi satu. Sepertinya sudah 30 tahun lebih aku disini.”

Status itu membuat saya penasaran. Saya hanya fokus pada empat kata pertama. “Ditemani GGH rasa strawberry”. Sumpah, ini benar-benar membuat saya penasaran.

Sebagai seseorang yang mengaku-ngaku sebagai penikmat arak beras Gwan-Gwan Hoo (GGH), bagaimana bisa saya tidak tahu kini GGH punya varian rasa. Sungguh memalukan! Saya hanya tahu GGH punya satu rasa saja. Rasa arak beras.

Sejak menjadi seorang alkoholik, saya sebenarnya sangat pemilih. Saya fanatik pada minuman tertentu dan merk tertentu. Biasanya saya mengkonsumsi wiski dari keluarga Jhony Walker. Wiski favorit saya justru bukan dari varian Jhony Walker dengan berbagai label warna itu. Melainkan Chivas Regal 12.

Selama bertahun-tahun, GGH nyaris tidak pernah saya teguk. Apalagi partner mabuk saya, yang namanya Robin Van Jangkrik itu, selalu menolak diajak menenggak GGH. “Efek mabuknya jelek,” begitu dalihnya.

Saya akhirnya mulai berkenalan dengan GGH dua tahun lalu. Ketika putri saya lahir. Membeli susu formula jauh lebih mendesak ketimbang beli wiski impor. Demi susu anak, saya mengalah, dan beralih menikmati minuman beralkohol lokal, arak beras GGH yang legendaris itu.

Pertama kali menyesap GGH, saya tidak bisa menikmatinya. Entah karena tak terbiasa, atau karena terlanjur terdoktrin mikol lokal tak senikmat mikol impor. Saat itu, saya terpaksa “ngarit”. Ngarak (minum arak) campur sprite. Rasa dan aroma manis sprite, bisa membuat lidah saya nyaman.

Tapi, saya merasa ngarit kurang nendang. Saya putuskan meminum GGH tanpa campuran sprite. Setelah meneguknya, saya mengucapkan “huaaah”. Karena memang ada rasa yang cukup menggangu ketika sampai di tenggorokan. Orang Bali menyebutnya “pengah”.

Biar begitu, saya tetap lanjutkan. Keinginan menikmati minuman beralkohol sudah tidak bisa dibendung lagi. Sloki kedua GGH tanpa campuran, mulai terasa nikmat. Sloki ketiga semakin nikmat. Sloki keempat tambah nikmat. Dan akhirnya saya ketagihan meminum GGH.

Seminggu kemudian saya kembali membeli sebotol GGH. Kali ini saya mulai memperhatikan kemasannya. Wadahnya sederhana. Dikemas dalam botol bir kemasan 650 ml dengan label warna putih sebagai penanda. Ada segel warna kuning dan tutup botol warna kuning pula. Seperti tutup botol kecap.

Saya buka tutupnya, saya nikmati aromanya. Aromanya boleh juga. Ada aroma manis di sana. Saya mulai sloki pertama, sloki kedua, dan sloki-sloki selanjutnya. Nikmat betul. Saya benar-benar dibuat jatuh cinta dengan GGH. Saya terhanyut menikmati GGH label putih. Tidak sedikit pun terpikir ada GGH lain.

Minggu demi minggu, saya selalu membeli GGH. Di kost pun, saya selalu sedia minimal sebotol GGH. Sesekali diselingi dengan Arak Bali tanpa merk, bila isi dompet membuat saya meringis.

Hingga beberapa hari lalu, Putu Satria mengejutkan saya dengan statusnya di Facebook. Sungguh mati saya jadi penasaran. Saya akhirnya bertemu dengan Putu beberapa hari lalu dan menanyakan lebih detail soal GGH rasa stroberi ini. Katanya dia membeli di toko GGH yang ada di Jalan Surapati Singaraja. Selama ini saya memang tidak pernah beli GGH di sana. Hanya beli di toko kecil dekat rumah.

Siang itu juga saya bergegas ke toko GGH, membeli sebotol GGH rasa stroberi. Sampai rumah, saya letakkan di freezer biar cepat dingin. Biar malamnya segera bisa saya nikmati.

Waktu yang dinanti akhirnya datang juga. Saya bergegas mengeluarkan botol GGH dari dalam freezer. Saya pandangi botolnya. Saya perhatikan setiap detilnya. GGH rasa stroberi ini dikemas dalam label yang dominan dengan warna merah. Termasuk segelnya. Botolnya terlihat lebih jernih.

Segera saya buka botolnya. Saya nikmati aromanya. Ah, aromanya benar-benar nikmat. Manis, harum, wangi, ada aroma stroberi, pokoknya nikmat.

Segera saya tuangkan pada sloki. Warnanya benar-benar jernih, dan ada sedikit warna merah. Saya mulai menyesap, menikmati rasanya. Ada rasa segar, rasa manis, duh benar-benar nikmat.

Segera saya angkat sloki pertama dan sungguh-sungguh nikmat. Rasanya segar, ada rasa manis, ada aroma stroberi yang terasa di dalam mulut. Tidak ada lagi rasa “huaaah”, seperti varian kuning. Tergantikan dengan rasa “ah…” yang nikmat.

GGH varian stroberi jauh lebih nikmat dan lebih ringan dari saudaranya yang berlabel putih. Meski lebih ringan, rasa nendang-nya tetap terjaga. Kalau dalam keluarga Jhony Walker, GGH dengan label putih itu ibaratnya Red Label, sedangkan GGH stroberi seperti Black Label.

GGH stroberi sangat layak dicoba. Harganya juga tidak mahal-mahal amat. GGH label kuning dibanderol Rp 75 ribu, sementara GGH stroberi dijual Rp 87 ribu.

Sebagai sebuah mikol lokal, produksi Buleleng, saya sangat bangga GGH bisa memadukan diri dengan buah lokal seperti stroberi yang banyak tumbuh di Desa Pancasari. Siapa tahu nanti GGH bisa memadukan diri dengan buah lokal lain. Sehingga muncul varian-varian baru. Seperti GGH anggur hasil perpaduan dengan Anggur Banjar, GGH mangga hasil perpaduan dengan Mangga Depaha, atau GGH Durian hasil kolaborasi dengan Durian Bestala.

GGH stroberi sungguh membuka mata. Ternyata aroma stroberi bisa dipadukan dengan arak, minuman beralkohol khas Bali. Ternyata aroma stroberi bukan hanya ada pada Fiesta. (T)

Tags: arakbuahbulelengminuman beralkoholSingaraja
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Demokrasi, Kebebasan Berpendapat, dan Saracen

Next Post

Rakornas KMHDI 2017: Berperang, Ayo Berperang, tapi Siapa Musuh Kita?

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post

Rakornas KMHDI 2017: Berperang, Ayo Berperang, tapi Siapa Musuh Kita?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co