2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“GGH Stroberi, Nikmat, Manis, dan Ah…!” – Ditunggu GGH Durian Bestala dan Mangga Depaha

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 2, 2018
in Esai

Foto: Eka Prasetya

 

MALAM itu, dramawan Putu Satria Kusuma menulis status di Facebook. “Ditemani GGH rasa strawbery dan alunan Beethoven dari Youtube. Malam ini tak sengaja nemu poster di tahun 2013 menyeretku menghitung langkahku di teater. Cinta dan kegilaan jadi satu. Sepertinya sudah 30 tahun lebih aku disini.”

Status itu membuat saya penasaran. Saya hanya fokus pada empat kata pertama. “Ditemani GGH rasa strawberry”. Sumpah, ini benar-benar membuat saya penasaran.

Sebagai seseorang yang mengaku-ngaku sebagai penikmat arak beras Gwan-Gwan Hoo (GGH), bagaimana bisa saya tidak tahu kini GGH punya varian rasa. Sungguh memalukan! Saya hanya tahu GGH punya satu rasa saja. Rasa arak beras.

Sejak menjadi seorang alkoholik, saya sebenarnya sangat pemilih. Saya fanatik pada minuman tertentu dan merk tertentu. Biasanya saya mengkonsumsi wiski dari keluarga Jhony Walker. Wiski favorit saya justru bukan dari varian Jhony Walker dengan berbagai label warna itu. Melainkan Chivas Regal 12.

Selama bertahun-tahun, GGH nyaris tidak pernah saya teguk. Apalagi partner mabuk saya, yang namanya Robin Van Jangkrik itu, selalu menolak diajak menenggak GGH. “Efek mabuknya jelek,” begitu dalihnya.

Saya akhirnya mulai berkenalan dengan GGH dua tahun lalu. Ketika putri saya lahir. Membeli susu formula jauh lebih mendesak ketimbang beli wiski impor. Demi susu anak, saya mengalah, dan beralih menikmati minuman beralkohol lokal, arak beras GGH yang legendaris itu.

Pertama kali menyesap GGH, saya tidak bisa menikmatinya. Entah karena tak terbiasa, atau karena terlanjur terdoktrin mikol lokal tak senikmat mikol impor. Saat itu, saya terpaksa “ngarit”. Ngarak (minum arak) campur sprite. Rasa dan aroma manis sprite, bisa membuat lidah saya nyaman.

Tapi, saya merasa ngarit kurang nendang. Saya putuskan meminum GGH tanpa campuran sprite. Setelah meneguknya, saya mengucapkan “huaaah”. Karena memang ada rasa yang cukup menggangu ketika sampai di tenggorokan. Orang Bali menyebutnya “pengah”.

Biar begitu, saya tetap lanjutkan. Keinginan menikmati minuman beralkohol sudah tidak bisa dibendung lagi. Sloki kedua GGH tanpa campuran, mulai terasa nikmat. Sloki ketiga semakin nikmat. Sloki keempat tambah nikmat. Dan akhirnya saya ketagihan meminum GGH.

Seminggu kemudian saya kembali membeli sebotol GGH. Kali ini saya mulai memperhatikan kemasannya. Wadahnya sederhana. Dikemas dalam botol bir kemasan 650 ml dengan label warna putih sebagai penanda. Ada segel warna kuning dan tutup botol warna kuning pula. Seperti tutup botol kecap.

Saya buka tutupnya, saya nikmati aromanya. Aromanya boleh juga. Ada aroma manis di sana. Saya mulai sloki pertama, sloki kedua, dan sloki-sloki selanjutnya. Nikmat betul. Saya benar-benar dibuat jatuh cinta dengan GGH. Saya terhanyut menikmati GGH label putih. Tidak sedikit pun terpikir ada GGH lain.

Minggu demi minggu, saya selalu membeli GGH. Di kost pun, saya selalu sedia minimal sebotol GGH. Sesekali diselingi dengan Arak Bali tanpa merk, bila isi dompet membuat saya meringis.

Hingga beberapa hari lalu, Putu Satria mengejutkan saya dengan statusnya di Facebook. Sungguh mati saya jadi penasaran. Saya akhirnya bertemu dengan Putu beberapa hari lalu dan menanyakan lebih detail soal GGH rasa stroberi ini. Katanya dia membeli di toko GGH yang ada di Jalan Surapati Singaraja. Selama ini saya memang tidak pernah beli GGH di sana. Hanya beli di toko kecil dekat rumah.

Siang itu juga saya bergegas ke toko GGH, membeli sebotol GGH rasa stroberi. Sampai rumah, saya letakkan di freezer biar cepat dingin. Biar malamnya segera bisa saya nikmati.

Waktu yang dinanti akhirnya datang juga. Saya bergegas mengeluarkan botol GGH dari dalam freezer. Saya pandangi botolnya. Saya perhatikan setiap detilnya. GGH rasa stroberi ini dikemas dalam label yang dominan dengan warna merah. Termasuk segelnya. Botolnya terlihat lebih jernih.

Segera saya buka botolnya. Saya nikmati aromanya. Ah, aromanya benar-benar nikmat. Manis, harum, wangi, ada aroma stroberi, pokoknya nikmat.

Segera saya tuangkan pada sloki. Warnanya benar-benar jernih, dan ada sedikit warna merah. Saya mulai menyesap, menikmati rasanya. Ada rasa segar, rasa manis, duh benar-benar nikmat.

Segera saya angkat sloki pertama dan sungguh-sungguh nikmat. Rasanya segar, ada rasa manis, ada aroma stroberi yang terasa di dalam mulut. Tidak ada lagi rasa “huaaah”, seperti varian kuning. Tergantikan dengan rasa “ah…” yang nikmat.

GGH varian stroberi jauh lebih nikmat dan lebih ringan dari saudaranya yang berlabel putih. Meski lebih ringan, rasa nendang-nya tetap terjaga. Kalau dalam keluarga Jhony Walker, GGH dengan label putih itu ibaratnya Red Label, sedangkan GGH stroberi seperti Black Label.

GGH stroberi sangat layak dicoba. Harganya juga tidak mahal-mahal amat. GGH label kuning dibanderol Rp 75 ribu, sementara GGH stroberi dijual Rp 87 ribu.

Sebagai sebuah mikol lokal, produksi Buleleng, saya sangat bangga GGH bisa memadukan diri dengan buah lokal seperti stroberi yang banyak tumbuh di Desa Pancasari. Siapa tahu nanti GGH bisa memadukan diri dengan buah lokal lain. Sehingga muncul varian-varian baru. Seperti GGH anggur hasil perpaduan dengan Anggur Banjar, GGH mangga hasil perpaduan dengan Mangga Depaha, atau GGH Durian hasil kolaborasi dengan Durian Bestala.

GGH stroberi sungguh membuka mata. Ternyata aroma stroberi bisa dipadukan dengan arak, minuman beralkohol khas Bali. Ternyata aroma stroberi bukan hanya ada pada Fiesta. (T)

Tags: arakbuahbulelengminuman beralkoholSingaraja
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Demokrasi, Kebebasan Berpendapat, dan Saracen

Next Post

Rakornas KMHDI 2017: Berperang, Ayo Berperang, tapi Siapa Musuh Kita?

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post

Rakornas KMHDI 2017: Berperang, Ayo Berperang, tapi Siapa Musuh Kita?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co