2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 28, 2024
in Esai
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   

Penulis di Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan

DESA Adat Kedonganan adalah batas utara Gumi Delod Ceking. Selain sebagai Desa Adat, Kedonganan juga merupakan Desa Dinas tersendiri dari pemekaran Desa Tuban sejak Reformasi bergulir, 1998. Luasnya tidak lebih dari 1 km2 menurut Bandesa, I  Wayan Sutarja. Istimewanya, Kedonganan memiliki dua laut yang disebut Pasih Kauh ‘Laut Barat’ dan Pasih Kangin ‘Laut Timur’.

Pasih Kauh adalah Samudera Indonesia tempat kafe-kafe berjejer menyambut pengunjung/para penggemar kuliner bersantap siang atau makan malam. yang riuh ombak dan om bersama mbak. Berbeda dengan Pasih Kangin Kedonganan adalah suung dengan prapat yang masih rapat. Berdekatan dengan Pasih Kangin ini berdiri SMA Negeri 2 Kuta (2005) saat Bupati Badung, Anak Agung Gde Agung bersama Wakil Bupati, Drs. I Ketut Sudikerta. Tempatnya relatif sepi sehingga disebut suung.

Tempat ini pada awalnya  adalah bagian dari rawa-rawa dan dijadikan tempat pembuangan sampah. Atas inisiatif tokoh Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., tanah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ini diklaim sebagai milik Desa Adat Kedonganan lalu diusulkan menjadi tempat pembangunan  SMA. Sebagai gantinya, Desa Adat Kedonganan mendapat pengganti di Pasih Kauh Kedonganan. Di Pasih Kauh, Desa Adat Kedonganan membangun pusat bisnis kuliner dengan mendirikan kafe-kafe yang dikelola kelompok masyarakat adat selaras dengan Pariwisata Berbasis Masyarakat.

Bagi Desa Adat Kedonganan, keberadaan SMA Negeri 2 Kuta yang berdiri di atas gundukan sampah, ibarat memetik berkah di balik sampah. Bila sampah dalam bahasa Bali disebut luu, dengan berdiri SMA, luu itu ibarat pupuk yang menghasilkan buah yang luih. Bila sampah juga disebut mis, mis itu telah diolah menjadi mas berkat sekolah yang berdiri di sini.  Sekolah sebagai tempat pembibitan benih-benih muda memerlukan keseriusan menangani seperti yang ditunjukkan penggagasnya. Sebagai tokoh visioner, I Ketut Madra sudah berkontribusi positif terhadap lembaga pendidikan di Desa Adat Kedongan. Secara tidak langsung, Generasi Emas 2045 juga sudah disiapkan dari sini. Tugas siswa untuk belajar sungguh-sunguh dan tugas guru menjaga integritas menghamba kepada sang anak pada era Merdeka Belajar.  

Ketua Komite : I Made Wena (paling kiri), Plt. Kepala SMAN 2 Kuta : I Nyoman Tingkat (tengah), Prabawa (paling kanan) | Foto: Nyoman Tingkat

 Selain berdiri SMA Negeri 2 Kuta, di jalur menuju Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan terdapat anjungan yang menarik melalui akses jembatan bambu ramah lingkungan. Anjungan Prapat Pasih Kangin disebut Ecomangrove Ulam Sari  Kedonganan ini di bawah pengawasan  UPTD Tahura Ngurah Rai yang dibuka mulai pk. 08.00 – 17.00 Wita. Anjunganan ini dibangun  menjelang G-20, November 2022.  Anjungan Prapat Pasih Kangin ini terletak di Jalan Pura Dalem Kedonganan  sekitar 50 meter sebelah Selatan Kuburan berdekatan dengan Pura Dalem Kedonganan dan SMA Negeri 2 Kuta. Anjungan ini sangat menarik bin eksotik dan dikelola oleh kelompok  nelayan setempat.

Pertama, jembatan sepanjang kurang lebih 500 meter ini dilengkapi lampu penerang, wifi dan fasilitas foto boot. Tersembunyi dalam sepi hening berlatar jukung para nelayan. Bila pasang naik, jembatan bambu ini cocok juga untuk tempat memancing, sekadar refreshing dengan udara segar alami. Okey juga sebagai tempat prawedding yang inspiratif susah diintip.

Kedua, Anjungan Prapat ini tanpa karcis masuk. Di pintu masuk hanya ada kotak donasi seikhlasnya dan  satu warung kecil yang menyediakan makanan, minuman, dan camilan termasuk rokok. Penjaga warung sekaligus pemegang kunci gembok untuk bisa mengakses kawasan  melalui jembatan bambu ke tengah prapat yang asri dan alami. Kesempatan itu saya gunakan untuk menjelajah bersama Putu Prabawa dari Disdikpora Bali, pada Sabtu, 21 September 2024, sebelum kegiatan pendampingan Literasi dan Numerasi dari Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Bali di SMA Negeri 2 Kuta.

Ketiga, di kawasan ini pula tradisi mabuug-buugan digelar saban Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi), sekitar bulan Maret.  Sebagai sebuah tradisi, mabuug-buugan sudah ada sejak dulu, tetapi sempat vakum. Kemudian dibangkitkan kembali, ketika Bandesa dijabat oleh I Wayan Merta (2018 -2023), seorang akademisi di Poltekpar Bali. Selain bermaksud melestarikan adat dan budaya, tradisi ini juga bisa mengundang wisatawan berdatangan dan membuka lapangan kerja bagi krama Desa Adat Kedonganan.

Keempat, Anjungan Prapat ini juga menarik sebagai tempat wisata edukasi seperti tertera di pintu masuk, dengan jasa layanan antara lain Mangrove Education, Mangrove Tour/Photography (wisata Mangrove/Fotografi), Turtle Island (Pulau Kura-Kura) dan Stand Up Paddle (Selancar dayung). SMA Negeri 2 Kuta sebagai sekolah terdekat tentu dapat memanfaatkan wahana ini secara optimal untuk pembelajaran  Biologi, Geografi, dan lingkungan hidup, misalnya. Selama ini,  sejumlah mahasiswa/siswa Mapala sudah memanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran mencintai alam. Jika mereka menjelajah sampai batas jembatan, di ujung jembatan bambu, dapat menyaksikan jukung-jukung nelayan yang parkir di sela-sela prapat. Sungguh indah sebagai spot foto berbasis alam perpaduan laut dan rawa.

Sebelum Jalan By Pass Ngurah Rai dibuka awal 1980-an, Pasih Kangin Kedonganan adalah jalur “serbi” yang oleh teman dari Banjar Mumbul Bualu menyebutnya sebagai tongos di leke-lekene “jalur yang sulit dijangkau, terisolasi”. Setelah By Pass Ngurah Rai dibuka, Desa Adat Kedonganan dan desa-desa lain sepanjang By Pass Ngurah Rai makin bersolek menjadi incaran orang datang. Ibarat gadis cantik, banyak lelaki ingin melamar. Bujuk rayu pun ditebar. Ada yang serius, ada pula yang sekadar iseng.  Begitu pula nasib jalur Pasih Kangin Kedonganan. Perlu arif bijaksana menyikapi agar tidak jatuh di pelukan lelaki jalang seperti kata Chairil Anwar, “Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang terbuang”.

Dua laut yang dimiliki Desa Adat Kedonganan, berbeda dengan Desa Adat Kampial, satu-satunya Desa Adat di Gumi Delod Ceking tanpa laut. Namun keduanya disatukan dengan keberadaan Pura Penataran. Kedua desa adat ini sama-sama memiliki Pura Penataran. Pura Penataran Desa Adat Kedonganan berdekatan dengan Pasih Kangin. Posisi SMA Negeri 2 Kuta  diapit oleh Pura Penataran di sebelah Barat dan Pura Dalem Kedonganan di sebelah Timur.  Jika Pujawali Pura Penataran di Kedonganan jatuh pada Redite Wage Kuningan setiap 6 bulan berdasarkan pawukon, Puja Wali di Pura Penataran Kampial jatuh pada Tilem Sasih kelima, setahun sekali. Jika Penataran diartikan sebagai tempat pembinaan mental spiritual, kedua Desa Adat ini sesungguhnya adalah tempat perguruan sekala niskala. Layak berguru ke sini. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
Di Puncak Tegeh Kepah  
Tags: Desa Adat KedongananGumi Delod CekingKutakuta selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Next Post

Murid, Kaca Mata Tambahan Guru dalam Asesmen Pembelajaran

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Murid, Kaca Mata Tambahan Guru dalam Asesmen Pembelajaran

Murid, Kaca Mata Tambahan Guru dalam Asesmen Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co