15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Syeftyan Afat by Syeftyan Afat
March 6, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Syeftyan Afat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

: umbu landu paranggi

tubuhku mencatat dingin
dengan huruf-huruf kabur
di halaman kulit tipis gembur.

bubuhkan sepenggal kalimat
sebagai penanda pengembaraan
telah kita dapati beribu kisah;
kelahiran, tragedi & kematian
juga pertemuan & perpisahan

tentang seorang musafir
yang berhasil meletakkan dingin
pada dada yang asing.

masih tersisa beribu misteri
dibiarkannya mengaga
di luar pintu terbuka
diuratkannya sunyi
melilit leher & kepala

tubuhku mencatat dingin
& mantra-mantra tak lebih berharga
dari sekadar rasa tenang
sejenak saja, hangat pergumulan
mengeriapi suasana

sempatkan mengembara
sebab kesedihan tak akan sirna
maka catatlah segala peristiwa
menjadi dingin yang mengawetkan
sebuah nyala.

lamat-lamat kudengar suara
“sunyi bekerjalah kau
bagi nyawaku risau”

Damparalit, 2024-2025.

Ketika Januari Tiba

gerimis jatuh tipis
melubangi sepi
ada doa yang melingkar diam
menjemput yang utuh
dan yang tak utuh

kenangan terjaga dalam ia
seperti api kecil menolak padam
di jantung badai
jarum jam patah
sebelum angka dua belas
dan rindu atau dendam
tak pernah benar-benar tuntas

barangkali tersisa
nafas pengembara
melarungkan jejak
pada sengketa
dititipkan malam
pada ceruk ingatan

damparalit, 2025-2026.

Variasi Lain
Adam di Firdaus

Telah kutinggalkan taman yang sepi itu.
Firdaus hanya mitos bagi orang-orang
yang takut kotor & basah oleh keringat.

Di sini, di tanah asing berkarat,
aku harus mendefinisikan ulang
setiap buah dan setiap larangan.
Tak ada ular, tak ada godaan.

Hanya diriku sendiri yang menjadi hakim
atas kegagalan dan keindahan yang dicipta.
Dosa telah menjadi kawan akrab,
sebab tanpanya, aku tak bisa dewasa.
Aku telah bebas, dan demikianlah

Kebebasan mengundang banyak kesepian

damparalit, 2025

Catatan: Adam di Firdaus adalah judul puisi karya Subagyo Sastrowardoyo.

Menduga Nasib

kita tak pernah benar-benar
membaca garis tangan, Shava
kita hanya menduga takdir
dengan gagap & seringkali mangkir

sekadar merangkai mitos
dari petuah para leluhur

mengapa kita harus mencari pertanda
di gelap malam, ketika bintang-bintang
hanya patung beku? nasib, seperti sungai,
tak pernah mau kembali ke hulunya.
ia hanya mengalir, membawa ranting kering,
membiarkan kita menjadi perahu kecil
tak punya dayung.

sebab semua ramalan adalah dusta
yang melenakan. yang nyata,
hanyalah tubuh (dan ruh)
berdiri di sini, sekarang,
membawa sekantung penuh doa,
membiarkan segala tanya
dan memilih untuk tetap menyala
berjaga dalam ngungun yang sama

lalu kemudian
lamat-lamat kita dengar
badai di luar jendela
terus memanggil nama kita.

2025

Tak Ada Duka di Beranda

di atas tikar pandan, tempat sepi bercakap,
lampu minyak gantung telah merelakan renyah
bukan nyala, tapi bara yang menyimpan sejarah.
tanah basah menguarkan aroma petaka
tapi, tak ada tangis jatuh dari atap beranda.

sebab segala yang datang adalah penjaga pintu,
gerbang pagi yang tak pernah meminta sandi;
hanya sedia menerima setiap debu di kening waktu.
dan burung-burung, mereka tak pernah bertanya
mengapa harus pulang ke dahan yang sama.

kau lihat? di cangkir gerabah itu, kopi sisa
masih memanggul pahit yang tak ia keluhkan.
seorang lelaki tahu, air matanya takkan mengubah
peta garis tangan atau arah angin yang ditanam
sejak mula, di ladang yang benar telah terbuka

maka, biar saja doa itu sunyi senantiasa
tak ada duka, sebab duka pun telah usai
sebagai kabut yang lenyap sebelum fajar.
beranda ini bukan palagan, tapi altar
tempat kita hanya bertukar pandang
dengan Yang Akbar.

2025.

Maka Kelak Pada Akhirnya

akan ada sunyi
yang menyelubungi batu-batu
suara burung hanya tinggal gema
dari sayap yang menerbangkanmu
tanpa arah

tubuhmu hanyalah riak di permukaan air
pecah lalu hilang, lalu sirna
namun bayangannya masih
berusaha menyentuh dasar

dan barangkali seisi dunia
tak lebih dari sekeping kaca buram
yang memantulkan wajah kita
sebelum benar-benar lenyap
ke dalam cahaya tak bermakna
mudah sirna, mudah sekali sirna

2025

Penulis: Syeftyan Afat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Next Post

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Syeftyan Afat

Syeftyan Afat

Lahir dan besar di Pacitan. Pernah aktif di Komunitas Literasi Soko Pena Attarmasie. Salah satu puisinya masuk nominasi sayembara cipta puisi nasional Festival Sastra Yogyakarta 2025. Puisi-puisinya dimuat di beberapa media, antara lain Kompas, Jawa Pos, Bacapetra, Basabasi, Harian Rakyat Sultra, Kurungbuka dan lain-lain. Dapat dikunjungi di instagram @syeftyanafat_

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co