24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prodi Ilmu Komunikasi di Era Disrupsi

Edi Santoso by Edi Santoso
September 23, 2024
in Esai
Prodi Ilmu Komunikasi di Era Disrupsi

Pengajar di Prodi Ilmu komunikasi Unsoed | Foto: IST

SELAMA dua dekade terakhir, program studi (prodi) Ilmu Komunikasi menjadi salah satu yang paling diminati calon mahasiswa. Prodi ini pun tumbuh pesat bak cendawan di musim hujan, sampai pemerintah kini menerapkan moratorium. Di banyak PTS, Komunikasi bahkan telah menjadi fakultas yang mapan.

Sejak reformasi, dunia media memang menemukan bentuknya. Industri media cetak dan elektronik yang tumbuh pesat membutuhkan SDM berlatarbelakang Ilmu Komunikasi. Industri periklanan dan public relations—yang membutuhkan SDM serupa, pun tumbuh pesat. Pada awal 2000-an, mulai muncul tren digitalisasi dan perkembangan internet, yang semakin meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap program studi yang menawarkan peluang di dunia komunikasi digital, media sosial, pemasaran digital, dan content creation.

Namun kehadiran internet, di sisi lain, membawa kegoncangan (disrupsi) di banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satu program studi yang merasakan dampak signifikan dari era ini adalah Ilmu Komunikasi. Perubahan yang terjadi di dunia komunikasi dan teknologi memaksa perguruan tinggi, khususnya program studi Ilmu Komunikasi, untuk beradaptasi secara cepat. Setidaknya, ada beberapa tantangan teoritik dan praktis yang dihadapi prodi Ilmu Komunikasi di era ini:

Pertama, perubahan dalam teori media dan komunikasi. Teknologi digital, seperti media sosial dan berbagai platform komunikasi berbasis internet lain telah mengubah secara radikal cara orang berkomunikasi. Teori-teori komunikasi klasik, seperti teori agenda-setting, teori spiral of silence, atau teori two-step flow, perlu dikaji ulang atau diperbarui untuk menyesuaikan dengan dinamika baru ini. Misalnya, dalam era digital, individu lebih sering menjadi produsen informasi (user-generated content), yang membuat peran media sebagai satu-satunya “penjaga gerbang” informasi semakin berkurang. Teori gatekeeping atau pengaruh media massa harus mempertimbangkan bahwa masyarakat kini dapat langsung berpartisipasi dalam produksi dan distribusi konten, mengurangi monopoli media tradisional.

Kedua, fragmentasi audiens. Disrupsi digital menjadikan audiens semakin tersegmentasi dan tersebar di berbagai platform digital. Teori komunikasi massa yang sebelumnya berfokus pada komunikasi satu arah (one-to-many) perlu menyesuaikan diri dengan pola komunikasi yang kini lebih interaktif, personal, dan tersebar di berbagai platform. Hal ini menantang prodi Ilmu Komunikasi untuk memahami dan mengajarkan tentang cara menjangkau audiens yang lebih terfragmentasi, serta menggunakan berbagai media dan platform komunikasi yang baru.

Ketiga, transformasi komunikasi organisasi dan bisnis. Dalam konteks komunikasi korporat atau bisnis, perubahan pola komunikasi yang didorong oleh disrupsi teknologi menuntut perubahan dalam teori dan pendekatan komunikasi organisasi. Komunikasi internal dan eksternal sekarang banyak terjadi melalui saluran digital seperti Slack, Zoom, atau media sosial, yang mempengaruhi dinamika kerja, budaya organisasi, serta cara penyampaian pesan kepada publik.

Keempat, fenomen post-truth. Era disrupsi juga ditandai dengan munculnya fenomena “post-truth,” di mana kebenaran objektif sering kali tersisih oleh emosi dan kepercayaan pribadi. Teori komunikasi yang berhubungan dengan penyebaran informasi, etika media, dan kepercayaan publik perlu disesuaikan dengan kenyataan baru ini. Tantangan teoritisnya adalah bagaimana mengembangkan pendekatan yang bisa membantu memahami dan mengatasi penyebaran informasi palsu (hoaks), disinformasi, serta misinformasi dalam lingkungan media digital yang serba cepat.

Kelima, isu privasi dan keamanan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi, persoalan privasi dan keamanan data menjadi isu krusial dalam komunikasi digital. Teori komunikasi yang berkaitan dengan relasi antara privasi, data, dan penggunaan informasi pribadi di berbagai platform digital perlu dikembangkan lebih lanjut. Ini mengharuskan prodi Ilmu Komunikasi untuk lebih mengintegrasikan kajian etika komunikasi, keamanan digital, serta regulasi teknologi dalam kurikulumnya.

Keenam, kompleksitas komunikasi antarbudaya. Globalisasi yang diperkuat oleh teknologi digital membuat komunikasi antarbudaya menjadi semakin kompleks. Teori-teori yang sebelumnya mempelajari komunikasi antarbudaya dalam konteks fisik perlu diperluas untuk memasukkan dimensi virtual atau digital. Komunikasi kini tidak hanya terjadi antarnegara, tetapi juga antar individu dengan latar belakang budaya yang berbeda melalui platform digital, yang menuntut pendekatan baru dalam mempelajari interaksi sosial lintas budaya di dunia maya.

Ketujuh, peran artificial intelligence dan algoritma. Di era disrupsi, peran algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning dalam memediasi komunikasi semakin besar. Algoritma mengatur apa yang dilihat orang di media sosial, platform berita, atau bahkan mesin pencari. Ilmu Komunikasi perlu memperbarui teori-teori tentang mediasi teknologi dan efek algoritma terhadap preferensi, opini, serta perilaku audiens. Hal ini mencakup studi tentang bias algoritmik, filter bubble, dan echo chamber yang berpotensi memengaruhi dinamika komunikasi dan demokrasi.

Kedelapan, perubahan dalam teori dan praktik jurnalisme. Cara orang untuk memproduksi berita berubah signifikan di era digital. Perkembangan citizen journalism dan penggunaan algoritma untuk mendistribusikan berita melalui media sosial atau aplikasi, menantang teori jurnalisme konvensional. Peran wartawan dan media tradisional dalam membentuk opini publik perlu dikaji ulang, karena masyarakat kini bisa langsung mengakses atau memproduksi berita sendiri.

Di tengah percepatan perubahan media dan teknologi, tantangan terbesar prodi Ilmu Komunikasi adalah bagaimana menyiapkan kurikulum yang responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian komunikasi juga harus berkembang, menggunakan metode baru untuk meneliti perilaku digital dan komunikasi melalui berbagai platform yang dinamis, seperti analisis big data dan digital ethnography.

Kurikulum Ilmu Komunikasi harus dapat mengintegrasikan pendekatan-pendekatan lama dengan perkembangan baru dalam teknologi dan media digital, serta melahirkan teori-teori yang relevan untuk memahami lanskap komunikasi yang terus berubah di era disrupsi.

Inilah sekilas tantangan bagi prodi Ilmu Komunikasi, termasuk Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang pada 23 september 2024 ini genap berusia 26 tahun. Harapan besar para calon mahasiswa, mahasiswa, dan segenap stakeholders pada prodi ini harus dijawab dengan Langkah nyata dan strategis. Saatnya berubah dan berbenah untuk terus menjadi relevan. Dirgahayu Prodi Ilmu Komunikasi Unsoed! [T]

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikomunikasiPendidikanPerguruan TinggiUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sistem Pewarisan Tanah  Masyarakat Bali, Suatu Pandangan, Menyongsong Masa Depan

Next Post

Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Edi Santoso

Edi Santoso

Dr. Edi Santoso, M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co