25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menebak Aroma Sihir Janda Jirah

Royyan Julian by Royyan Julian
September 4, 2024
in Esai
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

AKU curiga, ketika menulis sejarah rempah, Jack Turner ditemani segelas susu kambing bertabur bubuk kayu manis di atas meja kerjanya. Jangan-jangan eksotisme rempah tidak semata-mata menyebabkan lidah terbuai. Bahkan, mengkhayalkan komoditas panas itu saja sudah mampu menghanyutkan pikiran sehingga ia lupa menyelipkan bab khusus “Rempah dan Sihir” ke dalam karyanya.

Tentu, keteledoran tersebut hanya disadari pembaca-ada-maunya sepertiku. Mestinya, melalui babon Turner tentang rempah, aku bakal mudah mendapatkan seluruh ‘barang’ di ‘daftar belanjaanku’ dalam sekejap. Faktanya, dengan ufuk pengetahuan amat terbatas, aku cuma bisa menebak-nebak, kira-kira ramuan apa saja yang dipakai Calon Arang ketika menunaikan aktivitas magi.

Sebenarnya, kurangnya informasi tersebut bukan salah Turner. Bukan pula kesilapan para penulis kisah Janda Jirah yang karyanya dialihbahasakan I Made Suastika. Dalam Calon Arang tradisi Bali yang kubaca, kuyakin komposisi rempah bukan masalah prioritas. Naskah-naskah tersebut barangkali dianggit dengan tujuan memberi petuah bahwa kebenaran akan digdaya melawan kebatilan. Atau malah dengan motif lebih ‘receh’ seperti yang didaku Gora Pratoda di akhir geguritan bahwa ia berlaga sastrawan untuk menghibur hati yang pilu.

Hanya saja, dengan etos keisengan yang rendah hati lantaran jemu bertani, sebenarnya Gora punya waktu senggang dengan memberi sentuhan detail sebagaimana Raja Solomon yang pasti sibuk mengurusi imperium Israel, tapi tak lupa menyebut rempah untuk menyanjung sang mempelai dalam kidungnya nan agung:

Taman tertutup engkau, Saudariku, Pengantinku, kebun terkunci, mata air termeterai. Tunas-tunasmu adalah kebun delima dengan buah-buah lezat, pacar dengan narwastu; narwastu dan kuma-kuma, buluh wangi dan kayu manis, bersama segala jenis pohon menyan; mur dan gaharu, dengan segala rempah terbaik.

Tapi, buat apa kepoin perkara yang tak memiliki faedah praktis di zaman pragmatis seperti saat ini? Untuk apa, misalnya, menerka-nerka bumbu hidangan yang tersaji di meja makan Calon Arang? Masalahnya, Janda Jirah itu telanjur jadi ikon ibu setan. Padahal, ketika dianggap sakti, bisa jadi kesaktiannya bersumber dari faktor eksternal macam herbal. Walhasil, kita perlu bersyak wasangka, predikat ‘sihir’ yang dilekatkan pada Calon Arang atau kosakata sihir di seluruh dunia telah mengalami degradasi semantis yang amoral.

Katakanlah witch, ternyata secara harfiah berarti perempuan petani sekaligus tabib dan dukun beranak. Makna kata itu menjadi peyoratif akibat perburuan penyihir di Eropa masa transisi antara zaman Kegelapan dengan era kapitalisme awal. Kau bisa membaca risalah Silvia Federici ihwal perburuan penyihir di Benua Biru abad 14 hingga 16 dan akan mendapati bahwa tragedi itu lebih banyak mendera perempuan ketimbang lelaki.

Sistem ekonomi yang berubah dan pemagaran lahan komunal oleh tuan tanah menyebabkan perempuan tua yang berstatus janda kehilangan nafkah sebagai petani. Tapi, potensi subversif kaum tersebut merupakan efek sosial yang menempatkan mereka pada kedudukan terhormat sebagai dukun dan bidan. Itulah mengapa pencemaran nama baik mereka dilancarkan dengan membelokkan arti ‘sihir’ itu sendiri.

Hampir mirip sengketa tanah pada peristiwa perburuan penyihir di Eropa, prosa lirik Toety Herati menafsir konflik antara Janda Jirah dengan Airlangga dipicu persoalan teritori meski naskah Calon Arang sendiri tak secara blak-blakan (untuk tidak berkata tidak sama sekali) menyinggung hal itu. Naskah Calon Arang cuma menyebut bahwa wilayah kekuasaan sang janda adalah daerah pinggiran bernama Dusun Jirah. Toety membacanya sebagai gesekan pusat dan pinggir, antara yang ingin menguasai dengan yang hendak ditaklukkan.

Sayang, baik Toety Herati, Pramoedya Ananta Toer, maupun Cok Sawitri tidak mengeksplorasi peran Calon Arang sebagai dokter dalam karya mereka. Andaikata memang seorang ahli pengobatan, barangkali tenaga kita akan banyak dialokasikan untuk menjelajah khazanah herbal dan rempah dalam kepustakan medis Calon Arang.

Di luar dunia kasat, diplomasinya dengan jagat supranatural tentu akan menambah perbendaharaan rempah Ni Rangda untuk didokumentasikan. Kesaktian Calon Arang, dengan demikian, bisa kita interpretasi sebagai kolaborasi antara herbal Bali dengan laku liturgis sang janda.

Misal, kita boleh menduga Calon Arang memakai cengkih dalam praktik spiritual untuk menangkal energi negatif yang datang dari utusan Airlangga ketika menyerang pekarangannya. Bunga lawang bisa jadi digunakan pada ritual untuk menambah daya magis saat Ni Rangda mendaras lipyakara di waktu magrib.

Pinang dan jahe dikonsumsi sebagai ‘camilan’ tradisional (karena belum ada Bigbabol) serta bahan penyembuhan. Sementara itu, ia membakar menyan ketika melaksanakan upacara memanggil Batari Bagawati di kuburan untuk memohon anugerah agar penduduk dilanda wabah.

Teluh memang melanda dan penduduk jatuh menderita: demam, bengkak, perut kembung, borok, lumpuh, diare. Mestinya, dengan kunyit, lada, jintan, adas, kapulaga, serai, daun sirih, bawang putih, pala, kencur, dan temulawak, mereka bisa mengatasi penyakit-penyakit tersebut. Namun, waktu itu juga sedang terjadi krisis obat-obatan sehingga penyakit paling remeh pun dapat menggiring orang ke rahang maut.

Tapi, menilik rempah dalam kisah Calon Arang tidak melulu berurusan dengan perkara serius macam ‘reputasi sang janda’ atau ‘kemelut kemanusiaan akibat pagebluk’. Kecuali kau menganggap seks sebagai bisnis serius. Dan mungkin, kenyataannya memang begitu. Sebab, bagi laki-laki, ketahanan di ranjang berelasi kembar dengan harga diri. Jika status keperkasaan suami ditentukan oleh seberapa tahan lama meladeni istri di ranjang, agaknya Baheula memenuhi syarat pria perkasa.

Baheula, lelaki itu, adalah murid Empu Baradah yang menikahi putri tunggal Calon Arang, Ratna Manjali. Tak sama dengan prosa Calon Arang, dalam geguritan, Gora menarasikan cumbu rayu sang pengantin baru dengan penuh gelora, berbunga-bunga, berlarat-larat. Konon, demonstrasi berahi itu berlangsung sembilan hari berturut-turut. Meski diselingi ritual puja Dewa dan praktik yoga, relasi erotis tersebut merupakan versi banal dari empat puluh malam pengantin Serat Centhini yang harus dijalani pasangan Syekh Amongraga dan Tambangraras dalam ‘kuliah filsafat kebatinan’ demi penyatuan mistik melalui senggama.

Itulah mengapa, kita tak perlu sungkan meminta resep keindahan malam pengantin kepada Beheula tentang rempah afrodisiak mustajab yang membuatnya tugur dalam cinta lebih dari satu pekan. Jahe, kayu manis, kapulaga, safron, lada hitam, cengkih, dan vanili merupakan rempah afrodisiak yang lazim diketahui.

Tapi, wewangian yang diruapkan boreh dari bubuk cendana, beras, kunyit, dan temu putih juga turut berperan untuk merangsang pasangan ke balik kelambu. Lulur ini akan dilabur pada tubuh Manjali di hari ketiga pascamenstruasi ketika berahi bangkit pada waktu-waktu ovulasi. Kita juga bayangkan, sebelum hari pernikahan, untuk memperkuat organ kewanitaan, Manjali mengonsumsi manjakani agar suaminya manja.

Demikianlah reka kita atas kemungkinan rempah dalam kisah Calon Arang. Esai ini cuma ‘judul’ dari sebuah topik yang perlu—jika memang perlu—digali. Temuan atas penggalian tersebut pada akhirnya tidak semata-mata akan membawa pada wawasan tentang kekayaan fungsi dan manfaat rempah dalam ragam aktivitas manusia. Penjelajahan tersebut juga akan semakin memperkuat keyakinan tentang relasi erat antara perempuan, alam, dan spiritualitas.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024
Rempah Paling Queer: Sebuah Pertanyaan yang Masih Menggantung
Menggali Khazanah Rempah dalam Lontar Bali: Usadha, Gandha, dan Boga
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Upaya Perempuan Mempercantik Diri: Lontar, Rempah, dan Konstruksi Patriarki
Tags: Calonarangjalur rempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Melepaskan dan Memaafkan

Next Post

Rempah Paling Cong!

Royyan Julian

Royyan Julian

Menulis prosa dan puisi.

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Rempah Paling Cong!

Rempah Paling Cong!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co