5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Stasiun, Lorong, Diam

Eddy Pranata PNP by Eddy Pranata PNP
May 31, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Stasiun, Lorong, Diam

Eddy Pranata PNP

Stasiun

seberapa sering engkau menangis
di stasiun, di bangku ruang tunggu

engkau hendak pergi
ke kota jauh?

meninggalkan orang terkasih
penyair fakir yang tua papa

di bangku ruang tunggu, engkaukah itu
perempuan embun dengan luka
tepat di bawah ulu-hati
melipat sejarah jingga
ke relung jiwa

: “jangan engkau dekati dermaga
kalau tak suka laut dan ombak!”

ia pun telah lama menjauh dari dermaga
ia berkali-kali terdampar di stasiun
di ruang tunggu, sejarah jingga
ia ingin terus pergi
meninggalkan kemunafikan
dan pengkhianatan.

Jaspinka, 12 November 2024

Lorong

aku masuki lorong diri
panjang berliku

samar cahaya
samar suara

serupa labirin
kanan kiri gelap

aku hanya membayangkan
tak ada orang bermuka dua
menghadangku

muka satu pengkhianat
muka dua predator

sialan

aku akan menjauh
sejauh-jauhnya
hingga lorong dalam diri
penuh cahaya
: kearifan, kebaikan.

Jaspinka, 11 November 2024

Diam

hal yang paling ngilu
adalah diam

serupa sembilu

siap mengiris rahang waktu
yang nganga

perempuan embun
yang aku peluk sepanjang jalan
sejauh-jauhnya

bukan perempuan liar
yang berlari dari satu stasiun
ke lain stasiun
tanpa rasa bersalah
memamerkan luka

aku mau
hanya perempuan embun
mengisi ruang waktu
seluruh puisiku
tanpa syarat.

Jaspinka, 10 November 2024

Kamar

di kamar aku bertarung denganmu
sehabis-habis luka
sehabis-habis cinta

kita bertukar sembilu dan imaji
: “sudah berapa jauh langkahmu
hingga ke ujung dermaga, kau
temukan masa lalu jingga!”

di kamar aku nikmati bekas luka
aku tenggak seluruh dukamu
sorot matamu mengerjap
bertimbun-timbun kata-kata
menghimpit jiwa

: “aku mau rumah terbuat dari gugusan
cinta yang menyala!”

engkau menyeretku ke kubangan mimpi yang sakral
di kamar ribuan masa depan dituliskan
dengan sepenuh sembilu dan imaji.

Jaspinka, 7 November 2024

Berperahu— Mengubur Sejarah Jingga

1.
berperahu— membelah-belah selat memeluk mesra usia
: “Ini taggal berapa bulan apa? au, perahu menjauh dengan
bahagia…”
angin mengekalkan rindu hingga ke bukit-bukit
ombak memecah di dinding karang

2.
melihat laut jauh; siluet serupa tubuhmu, dengan bekas luka
tepat di bawa dada
: “kemarilah, menjelma puisi, ‘kan kupeluk kuabadikan!”
siluet itu mendekat, dan au—kekasih: usia yang kian menua…

3.
dan ia wajahnya kian pias– seribu derita mengepung
ia urai segala perih, juga miang dan duri dalam tubuh
: “aku ingin pergi jauh, sejauh-jauhnya menurutkan kata hati!”
tak lagi ada senyum, langit keruh, garis nasib serupa benang kusut
tiada cahaya, hanya sorot mata gelisah, batang usia kian rapuh
perih rindu pada laut kasih, laut yang bergelora sepanjang musim
dan ia telah pergi jauh, menguburkan lipatan-lipatan sejarah jingga.

Jaspinka, 25 September 2024

Andai Ini Pagi Engkau Bertndang ke Rumahku

1.
andai ini pagi engkau bertandang ke rumahku, di halaman mekar mawar
petiklah setangkai untuk kenangan, tapi hati-hati jangan tertusuk duri
: “di waktu lain engkau boleh memetik lagi atau sekadar menghirup
Aromanya agar keharmonisan terjaga— lihatlah langit mendung,
cuaca dingin dan sudah berapa lama kita tidak bersua? semoga engkau
baik-baik saja…”
mawar mekar di halaman, hati jiwa bergetar

2.
petik, petiklah setangkai, dengan hati riang—agar engkau bisa berpikir
putih air putih hati serupa mawar gugur, getar kenangan jingga
: “tangan senja menjulur meraih masa lalu meremasnya dengan sukacita!”
au, petiklah setangkai saja lalu tersenyumlah, ada sesuatu yang perlahan menjalar
ke dalam tubuh; puisi….

3.
beberapa kuncup telah mekar; lihatlah— ada mulai redup dan gugur
garis hidup mawar; menebar pesona dan aroma lalu berserak di tanah
: “serupa sayap yang mengepak hinggap di kesunyian, sepenuh duka!

4.
ada tujuh kuntum mawar di halaman, petik satu atau dua, lalu berkatalah
: “pertemuan dan perpisahan hanya soal waktu”— kita selayaknya bertasbih;
subhanallah dan esok atau lusa mawar gugur, kehilangan warna dan aroma
menikmati rasa sakit hingga nikmat kedamaian, au, keikhlasan.

Jaspinka, 30 September 2024

Tak Ada Tanggal Merah untuk Kami

Tak takut hujan dan panas. Tak takut disalahkan orang. Kami
tegakkan yang benar. Kami singkirkan kecurangan. Tak peduli
kepada mereka yang bersembunyi di dalam baliho. Di balik
bendera partai atau di singgasana kekuasaan.

Darah kami telah hitam. Ini bangsa dengan rakyat majemuk.
Pesolek. Pemabuk. Penipu. Pemalak. Penggarong. Pecundang.
Pengkotbah. Penjilat. Penyihir. Tumpah ruah. Dari kota ke desa.
Dari langit ke laut. Kata-kata. Ambigu. Anyir. Muncrat dari mulut
mereka. Mengurung tanah-tanah gersang. Tumbuh rasa benci di
hamparan tanah. Kami akan merangsek menembus dinding
kebiadaban. Kami akan terus berteriak. Hingga ke batas keheningan.

Ini tubuh menahan tangis. Kalian sihir puisi jadi luka. Jadi segala
yang bernama petaka. Kalian bilang tidak padahal ya. Dan sebaliknya.
Tiada tangan berani menyentuh. Tiada mata berani menatap. Tiada
hati ‘kan jadi api. Musim panas berderak.

Tak ada tanggal merah untuk kami. Tanpa alpa. Tak Sedetik pun tidak
bersama kurcaci. Kami makhluk yang berjalan di atas awan. Kemanusiaan.
Mengawal setulus hati jiwa. Cinta. Kebenaran. Dan puisi yang berapi.
Yang berapi dan bernyawa. Bersayap pelangi.

Jaspinka, 20 September 2024

Penulis: Eddy Pranata PNP
Editor: Adnyana Ole


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Menyesap Manis Perih Hidup
Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi Muhammad Hadriansyah | Hutan Kabut, Kumbang Koksi
Puisi-puisi Novita Dina | Stasiun Kata-kata
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tembakau, Kian Dilarang Kian Memukau

Next Post

Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Eddy Pranata PNP

Eddy Pranata PNP

Founder of Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah, Banyumas Barat. Puisinya disiarkan di Majalah Sastra Horison, koran Jawa Pos, Tempo, dan lain-lain

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co