23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 21, 2024
in Esai
Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

Pura Gunung Payung

PURA Gunung Payung di Gumi Delod Ceking, tepatnya terletak di Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pura ini berstatus sebagai Pura Dang Kahyangan terletak di  batas Timur Desa Adat Kutuh, sedangkan batas Baratnya adalah  Pura Batu Pageh. Keduanya berstatus sebagai Pura Dang Kahyangan yang dipercaya sebagai pura tempat persinggahan Dang Hyang Nirartha dalam dharma yatranya di Gumi Delod Ceking.

Dalam buku sejarah Pura-Pura di Bali karya I Ketut Subandi, Pura Gunung Payung disebut Pura Bukit Tedung. Penamaan ini terkait dengan dharma yatra Dang Hyang Nirartha di Gumi Delod Ceking. Konon dalam pengembaraan-Nya, setiba di Gunung Payung, Beliau kehausan tiada air di atas batu karang yang kering kerontang. Maka ditancapkanlah tangkai payung dan keajaiban tiba-tiba muncul mengeluarkan air sebagai pelepas dahaga.

Krama Desa Adat Kutuh menyebut tempat sumber air yang keluar dari bebatuan itu  disebut kubung, ’danau karst’. Kini kubung itu disakralkan sebagai sumber tirta yang tidak pernah kering walaupun musim kemarau sekali pun. Menurut penuturan I Wayan Kitra, anak seorang pemangku Pura Gunung Payung, menyebutkan, pernah warga nunas tirta ketika terjadi masalah keributan antarpemuda desa bertetangga, tirtanya keruh ‘puek’, tidak seperti biasanya, bening. Fenomena ini dapat ditafsirkan sebagai respon alam Spiritual terhadap disharmoni yang terjadi di sekitarnya.

Dalam sejarahnya, upacara besar dengan Caru Panca Kelud pernah dilaksanakan di Pura Gunung Payung pada 1984 saat Purnama Sasih Kadasa, ketika Bandesa Adat Kutuh dijabat oleh I Ketut Subrata. Sejak itu, Pujawali Pura Gunung Payung dilaksanakan pada Purnama Sasih Kadasa padahal menurut Awig-Awig Desa Adat Kutuh Pujawali Pura Gunung Payung jatuh pada Purnama Sasih Kaulu. Sejak 2005, Pujawali dikembalikan ke Purnama Sasih Kaulu, saat Bandesa Adat Kutuh dijabat oleh I Wayan Litra  (almarhum).

Pada 2008 penataan dilakukan secara besar-besaran, mengikuti konsep trimandala : Utama Mandala, Madya Mandala, Nista Mandala. Saat penataan itu, sejumlah bangunan penunjang didirikan termasuk Bale Gong dan Bale Kulkul.

Sebelumnya, sekitar 1997 didirikan Padmasana atas petunjuk Ida Pedanda dari Geria Taman Sanur. Setelah penataan selesai, dilaksanakan upacara besar pada 2012 dan sejak itu, Pura Dang Kahyangan Gunung Payung mendapat bantuan dana Upacara Pujawali dari APBD Pemerintah Kabupaten Badung, saat Bupati Badung dijabat Anak Agung Gde Agung, S.H.

Sampai 2024,  dua kali musibah menimpa Pura Gunung Payung, pada 2013  setahun setelah karya besar itu, Bale Papelik roboh diterjang badai dan 2023  Meru Tumpang Tiga Pura Gunung Payung  terbakar dengan dugaan sumber api berasal dari api dupa setelah sembahyang.

 Di dalam Awig-Awig Desa Adat Kutuh, disebutkan Pura Gunung Payung termasuk Pura Pangibeh sisi timur, sedang sisi Baratnya adalah Pura Batu Pageh yang juga disungsung oleh Desa Adat Ungasan. Pura Pangibeh di Utara adalah Pura Melang Kaja dan Pangibeh Selatannya adalah Pura Penyarikan. Di Tenggara Desa Adat Kutuh terdapat Pura Pangibeh Melang Kelod, sedangkan di Timur Lautnya Pura Bangbang Beji, dengan pusatnya di Pura Pengubengan.

Di Barat Laut Desa terdapat Pura Pangibeh Dauh Margi.  Keberadaan Pura Pangibeh Desa Adat Kutuh ibarat padma buana yang mengelilingi Desa Adat Kutuh tak ubahnya benteng pertahanan penjaga sekala niskala Desa Adat Kutuh.

Selain memiliki Pura Pengibeh, Desa Adat Kutuh tentu saja memiliki Pura Kahyangan Tiga  (Pura Puseh, Pura Desa, Pura Dalem,dan Pura Praja Pati di Ulu Setra), Pura Toyo Ning serta Pura Segara. Jika Desa Adat Kampial memiliki Pura Penataran dan sejumlah Pura Ibu Tapa sebagai ciri pemerlainnya, Desa Adat Kutuh memiliki Pura Pengibeh dan Pura Pengubengan sebagai ciri pemerlain. Hal ini unik karena konsep  Pura Pengibeh ini  tidak ditemukan di desa adat Delod Ceking lainnya.

Begitu juga Pura Pengubengan, di Gumi Delod Ceking hanya ada di Desa Adat Kutuh. Mirip dengan Desa Adat Kampial dengan Pura Penataran dan Kutuh dengan Pura Pengubengan mengingatkan saya pada keberadaan Pura Besakih yang memiliki Pura Penataran Agung dan Pura Pengubengan. Boleh jadi kedua desa adat itu mendekatkan diri dengan Besakih melalui mendirikan penyawangan  Pura Penataran dan Pura Pengubengan tempo doeloe ketika akses dan transportasi masih sulit.

Kembali ke Pura Gunung Payung sebagai Pura Dang Kahyangan. Walaupun secara geografi kewilayahan berada di Desa Adat Kutuh, tetapi penyungsung pangarep-nya  juga dari Desa Adat Kampial, Desa Adat Bualu, dan Desa Adat Peminge.  Ada dua tugas dari Desa Adat Kampial yaitu  ngaturang banten sesayut menjelang usai rangkaian Puja Wali yang jatuh setiap Purnama Kaulu dan ngaturang tabuh rah. Itu  dilakoni Desa Adat Kampial secara konvensional turun – temurun dari dulu hingga kini.

Desa Adat Bualu  biasanya ngaturang ayah masolah dari sekaa unen Jaba berupa Rangda dan Barong, sedangkan Desa Adat Peminge ngaturang ayah masolah dari sekaa unen Banjar Sawangan. Yang unik dari Sekaa Unen Sawangan, selain menampilkan Barong dan Rangda, juga diiringi  Tari Telek. Perlu juga  dicatat, Sekaa Unen  dari luar Desa Adat Kutuh, jika ngaturang ayah masolah serangkaian Pujawali selalu dimulai dari Sekaa Unen Banjar Pantigiri Kutuh sebagai tuan rumah yang berupa Rangda, Ratu Ayu Manik Sari dengan iringan Tari Legong.

Sebagai mana pujawali pada umumnya, puja wali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung  merepresentasikan menyatunya semangat ritual dan spiritual yang  selalu ditunggu-tunggu krama Desa Adat Kutuh karena selain melaksanakan persembahyangan mereka juga mendapat tontonan gratis di Madya Mandala yang luas dari sekaa unen yang ngaturang sesolahan. Munculnya festival-festival seni di berbagai Kawasan wisata kini juga terinspirasi dari semangat ngayah yang berlangsung di Pura dengan konsep persembahan kepada Hyang Widhi dengan segala manifestasinya.

Keberadaan sekaa unen di desa adat itu membuktikan bahwa Pura Gunung Payung (dan Pura pada umumnya) adalah lembaga pendidikan senyata-nayatanya dalam rangka mendidik dan mengajarkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada krama panyungsung-nya. sebagaimana Lembaga Pendidikan modern mengajarkannya.

Dalam konteks keberagamaan, bukan hanya di Pura  tempat mengaktualisasikan ajaran tatwa, susila, upacara melainkan juga di setiap jejak langkah kehidupan karena beragama adalah laku hidup dalam keseharian. Pura dan tempat suci pada umumnya adalah tempat penguatan dalam mengembangkan tatwa, Susila, upacara. Jika Pendidikan pada hakikatnya mendidik diri sendiri, maka Pura pada hakikatnya meru sarira dalam diri. Menempuh Pendidikan keluar untuk meningkatkan kualitas diri, begitu juga melakukan dharma yatra keluar juga untuk meningkatkan kualitas diri  terhubung dengan Sang Maha Kawi. Begitulah, Dang Hyang Niratha meningkatkan kualitas pencapaian hingga moksa di Pura Uluwatu. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Tags: Desa Adat KampialDesa Adat PecatuGumi Delod CekingNusa DuaPura Gunung Payung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku yang Mengawali Cinta

Next Post

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co