23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bergerak Bersama Harapan: Kami Tidak Pandai tapi Berani – Catatan PKM di Desa Bengkala

Ni Kadek Putri Santiadi by Ni Kadek Putri Santiadi
July 7, 2024
in Khas
Bergerak Bersama Harapan: Kami Tidak Pandai tapi Berani – Catatan PKM di Desa Bengkala

Tim Sahara (Sahabat Aksara) Undiksha

“Desa Bengkala itu desa yang punya komunitas warga tuli dan bisu, di sana ada warga yang belum bisa membaca. Jadi aku ingin mengajarkan mereka membaca, kamu mau ikut?” kata temanku.

Kala itu hanya perbincangan kecil yang membuat rasa penasaran menggebu. Meskipun aku berasal dari Buleleng, namun pengetahuan tentang daerah ini tidak begitu banyak. Akhirnya aku memutuskan untuk menelusuri lebih jauh sebelum menerima tawaran temanku.

Mencatat setiap bagian yang perlu diperbaiki, dari sistem pendidikan hingga sosial. Mencari tahu dari mereka yang lebih lama berada disini, hampir semua mengenal desa Bengkala sebagai tempat yang unik.

“Aku akan pikirkan,” kataku setelah beberapa hari. Aku tahu kegiatan ini berpengaruh baik untuk kehidupan mereka, namun ada tugas yang harus lebih dahulu diselesaikan. Hanya dengan pilihan menerima atau menolak, tapi ini sulit.

Temanku, Desy Antari yang menjadi penggagas pengabdian meyakinkan bahwa kegiatan ini bukan perihal pandai tapi harapan. “Sudah aku susun tim ini, hanya saja dari Pendidikan Bahasa Indonesia belum ada,” begitu ia membujukku.

Jika aku menolak maka ada kesempatan yang hilang, bahkan kesempatan untuk belajar bahasa isyarat pun tidak akan terpenuhi. Kalian tahu? Aku tertarik belajar bahasa isyarat sejak menonton film “Widya Jemari Jiwaku Menari” dari KKKS Kota Denpasar. Maka tentu saja setelah beberapa hari merenungkan pilihan, aku menerima tawaran temanku. Kalau kata pepatah, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Pertemuan pun terjadi. Sebagai orang terakhir yang bergabung dalam kegiatan ini, aku merasa canggung dan ragu untuk menyapa mereka di online grup. Sejenak terlintas hanya aku yang berbeda fakultas dari mereka. Tentu mereka  menyambutku dengan baik.

Beberapa hari kemudian, kami pun mulai berdiskusi terkait pengajuan proposal pengabdian. Setiap Universitas pasti tidak asing dengan keberadaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), begitu juga dengan Universitas Pendidikan Ganesha. Ya, kami berniat untuk mengajukan ide ini pada Simbelmawa untuk memperoleh pendanaan.

Dalam kegiatan ini, kami akan berupaya untuk menurunkan angka tuna aksara pada warga kolok (tuli dan bisu) di Desa Bengkala. Melalui diskusi dengan Ibu Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd sebagai dosen pendamping, kami menyelesaikan proposal dengan baik.

Meskipun beberapa perbaikan terjadi karena tulisan belum fokus pada permasalahan. Bertemu dari hari ke hari hingga pagi berganti petang, dan sampai pada penyusunan terakhir. Kami memutuskan menggunakan judul “Pelatihan Kartu Aksara (Aksi Saling Rangkul) Berbasis 3D dalam Menurunkan Angka Tuna Aksara Warga Kolok Sekaa Teruna-teruni Desa Bengkala” dengan ini proposal dinyatakan selesai dan dapat diajukan. Kami yakin perjalanan ini bagian dari proses.

Bulan pun berganti, rasa ragu mulai tercipta kembali. Namun kabar dari Desy Antari selaku ketua PKM-PM ini menggetarkan hati. Bersyukur dengan rasa lelah yang telah mendapat balasan. Kami lolos pendanaan dan memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan ide secara nyata dalam bentuk proyek pengabdian masyarakat.

Dalam pengumuman itu tertera nama-nama kami, Luh Desy Antari, Ni Putu Sri Wahyu Dewi, dan Gede Oditya Aresta dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Ni Kadek Putri Santiadi dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Ida Bagus Kade Sudika Puja dari Teknologi Pendidikan.

Perjalanan belum selesai, kami datang ke Desa Bengkala dan mengajak sekaa teruna-teruni untuk bergerak dalam pengentasan tuna aksara pada warga kolok (tuli dan bisu). Terdapat 35 warga kolok dari rentang 15-50 Tahun yang belum mengenal aksara, tentu bukan hal yang wajar.

“Yang ada di Desa Bengkala ini warga kolok yang tidak bisa baca, padahal kita tahu kan kalau Singaraja kota pendidikan,” kata Desy Antari sejak pelatihan berjalan.

Momen pelatihan sekaa teruna-teruni dan warga kolok | Foto oleh: Oditya Aresta

Program ini mendapatkan respon positif dari perangkat desa setempat, sekaa teruna-teruni, dan warga kolok (tuli-bisu) di Desa Bengkala. Mereka antusias memberikan pelatihan membaca permulaan kepada warga kolok, dengan sedikit canda tawa membuat situasi terasa hangat. Bagi kami lolos proposal PKM-PM menjadi semangat tersendiri dan ajang untuk bergerak membantu pemerintah desa. Tentu harapannya kedatangan kami membawa pengaruh positif untuk mereka.

Kami melaksanakan pengabdian selama 4 bulan di Desa Bengkala dengan tiga tahap, yaitu pelatihan, pendampingan, dan SiBaLok (Kompetensi Baca Kolok). Selain itu, kami juga membuat media berupa kartu baca Aksara (Aksi saling rangkul) yang membantu sekaa teruna-teruni di Desa Bengkala dalam pengentasan tuna aksara.

Mengapa kartu Aksara? Sesuai dengan singkatannya, yaitu Aksara (Aksi saling rangkul). Kami ingin semua warga di Desa Bengkala saling merangkul dan bertumbuh bersama membangun desa yang lebih baik, dari sistem pendidikan hingga sosial. Kartu Aksara akan membantu warga kolok dalam proses mengenal huruf, mengeja, menggabungkan, dan membaca kalimat utuh.

Langkah selanjutnya, kami akan melahirkan komunitas aksara dengan beranggotakan sekaa teruna-teruni Desa Bengkala. Kami yakin adanya kelompok ini membawa pengaruh positif untuk warga kolok yang tuna aksara. Mari bersama tim Sahara (Sahabat Aksara) Undiksha dan sekaa teruna-teruni bergerak untuk pengentasan Tuna Aksara di Desa Bengkala!

Segala informasi dan kegiatan bisa dilihat pada instagram @sahara.undiksha. [T]

Mengenal Bahasa Isyarat “Kata Kolok” dalam Lingkup Kesehatan Individu dan Pengobatan di Desa Bengkala
Zaman Berkembang, Sekaa Janger Kolok dari Desa Bengkala Tetap Eksis
Ketika Gadis Kolok Bengkala Menari Puspa Arum Bengkala, Semangat dan Penuh Ekspresi
Tags: bahasa kolokDesa BengkalaPendidikanUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Next Post

Surakarta dan Dolanan Anak, Oleh-Oleh Budaya yang Berharga

Ni Kadek Putri Santiadi

Ni Kadek Putri Santiadi

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Surakarta dan Dolanan Anak, Oleh-Oleh Budaya yang Berharga

Surakarta dan Dolanan Anak, Oleh-Oleh Budaya yang Berharga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co