24 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Zaman Berkembang, Sekaa Janger Kolok dari Desa Bengkala Tetap Eksis

Komang Mery Sundari Widiani by Komang Mery Sundari Widiani
March 30, 2023
in Esai
Zaman Berkembang, Sekaa Janger Kolok dari Desa Bengkala Tetap Eksis

Janger Kolok dari Desa Bengkala | Foto: tangkap layar youtube BPNB Bali

MASYARAKAT LUAS MENGENAL Bali dengan seni budaya yang  mempesona. Sentuhan nilai estetika yang luar biasa mentransmisikan seni budaya Bali itu hingga ke seluruh  dunia.

Ketika kita berbicara tentang  kebudayaan, kita menemukan berbagai produk budaya, mulai dari seni musik, patung, lukisan, dan yang paling fenomenal adalah seni tari.

Tarian merupakan salah satu dari sekian banyak ragam seni budaya yang dinikmati masyarakat Bali dan masyarakat dunia. Seni tari adalah cara orang Bali untuk mengekspresikan kreativitas, ekspresi emosional, dan ide. Seni tari dalam wujudnya didukung oleh harmonisasi gerak dan instrument berupa musik atau gamelan.

Di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, terdapat komunitas warga terlahir tuli dan bisu. Mereka menghasilkan tarian lain yang disebut janger kolok. Dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan menjadi janger bisu.

Desa Bengkala terletak di bagian utara Bali, tepatnya di wilayah Kecamatan Kubutambahan. Sesuatu yang tidak biasa telah terjadi di desa ini. Puluhan warganya menderita tuli bisu sejak lahir atau yang biasa di sebut kolok.

Di Desa Bengkala ini jumlah orang kolok mencapai 43 jiwa yang tersebar di 14 dadia (semacam kelompok keluarga besar). Hal ini menunjukkan bahwa seluruh warga Desa Bengkala berkerabat dengan warga kolok. Kekeluargaan ini membantu terciptanya interaksi yang harmonis antara warga biasa dengan warga kolok di Desa Bengkala. Warga kolok di Desa Bengkala umumnya tidak mengalami diskriminasi.

Munculnya janger kolok ini berkat tangan terampil salah seorang penduduk asli desa Bengkala. Janger kolok ini didirikan pada tahun 1969. Berdirinya janger kolok ini unik. Tarian janger adalah tarian yang diiringi nyanyian. Namun, dalam tarian janger kolok ini yang dinyanyikan tidak sama dengan nyanyian  janger biasanya, hanya bahasa isyarat yang di gunakan dalam janger ini.

Keterbatasan yang mereka miliki tidak lantas membuat mereka lemah. Mereka mendobrak batas normalitas untuk menciptakan  seni. Apalagi seni tari yang notabennya adalah seni yang menggunakan suara musik untuk membuat penari lebih bersemangat. Janger kolok bersikeras menuangkan ekspresi kreatif mereka dalam kesenian tari.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa pertunjukan tari janger ini memiliki aura keterpaksaan batin. Namun kembali lagi pada hakikat seni itu sendiri, seni tidak  bisa dibendung. Seni adalah emosi yang bisa meledak dan melanggar aturan yang biasa.

Janger kolok memecah keheningan pada situasi tarian janger selama ini yang dikenal dengan perpaduan gerak dan nyanyian. Komunitas janger kolok di Desa Bengkala secara logika tentu sulit untuk dipahami, namun realitas  luar biasa mereka hadirkan bagi para pencinta seni dan seniman itu sendiri.

Janger kolok hadir membawa warna baru dan unik dalam sejarah seni budaya Bali. Secara umum, mungkin para tuli dan bisu ini ingin menunjukkan eksistensinya.

Memikul beban melestarikan warisan budaya sebagai masyarakat yang bijak bukanlah tugas mudah yang membutuhkan cinta, ketulusan dan pengorbanan. Sejak awal berdirinya, janger kolok masih ada dan memberikan hiburan bagi masyarakat.

Meningkatnya eksistensi ini tercermin dari antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan tarian ini. Janger kolok yang dulunya hanya terdapat di wilayah Desa Bengkala, kini menyebar hingga ke daerah lain di Bali.

Perkembangan janger kolok ini mendapat berbagai macam apresiasi, dan apresiasi ini terlihat dari banyaknya tawaran pentas di luar desa Bengkala. Salah satu pentas panggung janger kolok adalah di Art Centre Bali dalam Pesta Kesenian Bali tahun 2002.

Undangan lain yang mereka terima juga datang dari hotel-hotel besar di Bali. Perkembangan dunia seni dan tekhnologi modern yang pesat saat ini tidak menyebabkan mereka tenggelam. Mereka tidak memiliki rasa putus asa untuk bekerja di tengah gempuran zaman sekarang. Janger kolok terus mengalir di kalangan masyarakat modern. Janger kolok terus memberikan hiburan dengan nuansa yang berbeda dan unik.

Budaya tari memperoleh warna dan pengalaman baru dari warga kolok Desa Bengkala. Dengan kreatifitas yang luar biasa mereka menciptakan komunitas tari janger kolok. Keterbatasan mereka bukanlah halangan, tetapi insentif untuk menonjolkan diri dalam pekerjaan mereka. Janger kolok ini membawa citra positif bagi perkembangan seni dan mengajarkan pada dunia bahwa seni adalah milik semua orang.

Keberadaan janger kolok membuktikan bahwa masyarakat selalu menghargai seniman kreatif. Para penikmat seni dan masyarakat memiliki pendapat yang berbeda tentang arti seni dan kehidupan, karena arti seni adalah membersihkan debu jiwa. [T]

Ketika Gadis Kolok Bengkala Menari Puspa Arum Bengkala, Semangat dan Penuh Ekspresi
Awalnya, Lagu Janger Digubah dari Nyanyi Riang Pengalu Garam di Bali Utara
Sisi Nakal Janger Menyali: “Ade Roko?”, “Ade!”, Lalu Penabuh pun Merokok Bersama
Tags: bulelengDesa Bengkaladisabelitasjangerjanger kolok
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

3 Berita Baik dari Buleleng Barat, Setelah Ribut-ribut Nyepi di Sumberklampok

Next Post

Teknodigital | Catatan Pengantar Buku Cerpen “Penari” Karya DN Sarjana

Komang Mery Sundari Widiani

Komang Mery Sundari Widiani

Lahir di Desa Bengkala, Buleleng. Kini mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

by Pande Susan
July 24, 2026
0
Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

Read moreDetails

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

Read moreDetails

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

Read moreDetails

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

Read moreDetails

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
0
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

Read moreDetails

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
0
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

Read moreDetails

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails
Next Post
Teknodigital | Catatan Pengantar Buku Cerpen “Penari” Karya DN Sarjana

Teknodigital | Catatan Pengantar Buku Cerpen “Penari” Karya DN Sarjana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung
Gaya

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

by tatkala
July 24, 2026
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis
Khas

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.
Ulas Rupa

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

by Angga Wijaya
July 24, 2026
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali
Khas

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu
Ulas Rupa

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

by Hartanto
July 24, 2026
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Panggung

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co