3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Gadis Kolok Bengkala Menari Puspa Arum Bengkala, Semangat dan Penuh Ekspresi

tatkala by tatkala
September 14, 2021
in Pertanian
Ketika Gadis Kolok Bengkala Menari Puspa Arum Bengkala, Semangat dan Penuh Ekspresi

Gadis-gadis kecil dari Desa Bengkala menari di Bale Banjar Desa Bengkala, Selasa, 14 September 2021, berkaitan dengan pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Dua gadis belia difabel (kolok/tuli-bisu) dari Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, menari sebagaimana layaknya anak-anak normal. Semangat dan penuh ekspresi. Mereka menarikan tari penyambutan khas Desa Bengkala, yakni Tari Puspa Arum Bengkala.

Terdapat enam anak menarikan tarian itu. Dua anak kolok dan empat anak normal. Mereka semuanya anak-anak dari Desa Bengkala. Anak-anak itu menari di Bale Banjar Desa Bengkala, Selasa, 14 September 2021, berkaitan dengan pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Tentu saja anak-anak difabel itu melewati proses latihan yang panjang sampai akhirnya mereka bisa menunjukkan kemampuan mereka menari di atas panggung.

“Pembinaan Tari Puspa Arum ini dilakukan melalui beberapa tahapan, seperti membuat jadwal pelatihan tari maupun tata rias, memberikan pelatihan teknik tari, menyusun struktur pertunjukan, menjadwalkan pelatihan tata rias dan melakukan uji coba hasil pelatihan, evaluasi, dan refleksi,” kata Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. Ida Ayu Trisnawati,SST.,M.Si.

Dalam pengabdian itu, Ayu Trisnawati didampingi anggotanya, yakni Sulistyani,S.Kar., M.Si.dan Gede Basuyoga Prabhawita, S.Sn.,M.Sn.

Ayu Trisnawati mengatakan, Tari Puspa Arum Bengkala yang dibawakan merupakan identitas masyarakat kolok  Bengkala yang diciptakannya pada 2018 dalam Forum Layanan IPTEK bagi Masyarakat (FLIPMAS). Program ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina yang salah satunya penciptaan Tari Puspa Arum Bengkala.

“Tari ini berfungsi sebagai tari menyambutan kepada orang yang datang ke Desa Bengkala yang menggambarkan bunga harum berasal dari Desa Bengkala,” paparnya.

Penari berfoto bersama pembina

Hasil dari kegiatan ini, yakni terwujudnya enam penari Puspa Arum Bengkala, yang terdiri dari dua orang penari difabel dan empat anak normal dari Desa Bengkala. Pelatihan merias diri ini diberikan, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri secara mandiri jika pentas. Pelatihan tata rian diberikan oleh Sulistyani dan Pendokumentasian ditangani oleh Basuyoga.

“Kami juga mendokumentasikan dalam bentuk video yang diuploud di youtube kemudian dipublikasikan. Dengan begitu, Desa Bengkala tak hanya terkenal dengan Janger Kolok Bengkala, tetapi juga memiliki Tari Baris Bebila, Tari Jalak Anguci yang semua penarinya kolok, serta memiliki Tari Puspa Arum Bengkala yang terbaru,” paparnya.

Tari Baris Bebila, Tari Jalak Anguci dan Tari Puspa Arum Bengkala merupakan hasil ciptaannya. Sementara pelatihan tata rias dasar tari diberikan, berawal dari mengenalkan alat dan bahan tata rias. Itu dilaksanakan di sela-sela istirahat menari terutama setelah selesai latihan. Berbagai jenis alat dan tata rias dipraktekkan dalam keseharian maupun ketika menari. Mulai dari membersihkan muka, memakai dasar bedak sampai siap untuk merias.

Penari dilatih merias wajah untuk membentuk karakter wajah supaya lebih menarik ketika menari. Lalu rias alis membentuk alis sesuai karakter tarian yang dipentaskan, rias bibir membentuk bibir dan pemilihan warna agar mendukung pementasan, rias rambut melatih metata rambut supaya rapi dan sesuai dengan karakter tarian yang dipentaskan.

Anak-anak juga dilatih merias diri

Untuk mewujudkan semua itu, Dosen Tari ISI Denpasar ini memaparkan, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan ini adalah bahasa isyarat, kemampuan menari sangat kurang, dan pembatasan kegiatan akibat pandemi. “Kami mencari penerjemah untuk bisa berkomunikasi dengan mereka. Kami juga menerapkan model pelatihan terbalik. Jika pada umumnya penari mengikuti penabuh, nah khusus penari difabel ini penabuh mengikuti gerak penari. Kami juga menggunakan model pelatihan Dalam Jaringan (Daring) dengan video,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, teknik tari dilakukan secara imitasi, penari kolok menirukan langsung apa yang dilakukan oleh pelatih. Teknik yang dipakai agar pelatihan efektif harus lebih khusus karena itu memakai sasaran penarinya adalah masyarakat kolok. “Kami berharap egiatan ini berdampak bagi pemerdayaan kelompok masyarakat difabel/kolok di desa Bengkala, khususnya dalam bidang menari. Untuk jangka panjang, kami berharap kegiatan ini mampu menjadi salah satu potensi yang terus dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” harapnya. [T][*/Rls]

Tags: balibulelengDesa BengkalaISI Denpasarseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Kertiyasa | Kesetiaan Membuat Gula Juruh dari Dusun Butiyang

Next Post

“Selem-selem Buah Boni”, Eh, Bisa Tingkatkan Imun di Masa Pandemi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
“Selem-selem Buah Boni”, Eh, Bisa Tingkatkan Imun di Masa Pandemi

“Selem-selem Buah Boni”, Eh, Bisa Tingkatkan Imun di Masa Pandemi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co