23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Awalnya, Lagu Janger Digubah dari Nyanyi Riang Pengalu Garam di Bali Utara

tatkala by tatkala
November 13, 2022
in Budaya
Awalnya, Lagu Janger Digubah dari Nyanyi Riang Pengalu Garam di Bali Utara

Ibu Swasthi Bandem, istri dari Prof. Bandem, saat memberi arahan dalam acara Kriyaloka (workshop) Janger Melampahan yang merupakan rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-42, di Taman Budaya, Denpasar, Jumat 6 Maret 2020.

Bayangkanlah sebuah pemandangan yang indah:

Sejumlah laki-laki dan perempuan pengalu atau pedagang di pesisir Buleleng, Bali utara, berjalan di tepi pantai atau di jalan-jalan kecil berliku di sebuah desa, di kiri-kanan adalah rerimbun pohon yang sejuk dan segar.

Yang laki-laki memanggul keranjang, yang perempuan menyunggi kerangjang juga. Di dalam keranjang terdapat bahan makanan seperti garam, rempah atau bumbu-bumbuan, hasil bumi, dan lain-lain. Kadang mereka bergerak menggiring kuda untuk mengangkut barang ke pasar.

Sungguh indah. Yang membuat suasana itu makin indah, para pengalu atau pedagang itu bernyanyi riang sepanjang jalan. Lagu-lagu yang sederhana, tentang kisah hidup mereka, hubungan pemuda dan pemudi, juga kecintaan mereka terhadap lingkungan. Lagu-lagu yang dinyaikan oleh para pengalu atau pedagang itulah yang kemudian ditata oleh para seniman di Bali Utara untuk dijadikan gending-gending janger yang kita saksikan sekarang.

Pemandangan itulah yang dilihat oleh I Made Kredek (1906-1979), seorang maestro arja dari Singapadu, Gianyar, yang kerap mengadakan pementasan ke Bali Utara. Saat itu Made Kredek tentu sedang muda-mudanya, mungkin sekitar tahun 1920-an.

Apa yang disaksikan oleh I Made Kredek itu diceritakan kembali oleh anaknya, Prof Dr I Made Bandem,  yang kini kita kenal sebagai maestro seni yang juga guru besar bidang Etnomusikologi Prof Dr I Made Bandem

“I Made Kredek mendengar lagu-lagu Janger dinyanyikan oleh para pengalu atau pedagang yang menjajakan bahan makanan seperti garam dan bumbu-bumbuan, menggiring kudanya ke pasar, sambil bernyanyi, lagu-lagu itu kemudian ditata menjadi gending janger yang kita saksikan sekarang ini,” kata Prof. Bandem saat menjadi narasumber dalam acara Kriyaloka (workshop) Janger Melampahan yang merupakan rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-42, di Taman Budaya, Denpasar, Jumat 6 Maret 2020.

Pada tahun 1920-an banyak berkembang tari Janger di daerah Badung (kini Kota Denpasar) seperti di Abiantimbul, Banjar Kedaton, Banjar Bengkel, Desa Sanur dan Desa Penatih. Sedangkan di daerah Gianyar dikenal adanya Janger di Desa Peliatan, Ubud dan Singapadu. Sedangkan di kawasan Bali Utara (Kabupaten Buleleng) terkenal dengan Janger Menyali.

“Dulu di Buleleng punya gaya Janger tersendiri, Denpasar apa lagi, dimana-mana ada Janger yang memiliki pilihan gaya dan gending yang berbeda-beda. Tetapi, sekarang yang paling banyak berkembang gaya Singapadu,  Peliatan, dan Kedaton,” ucap seniman yang pernah menjabat sebagai Ketua STSI Denpasar dan Rektor ISI Yogyakarta itu

Namun sekarang ini, kata Bandem, kesannya janger itu ada penyeragaman dari sisi pilihan gaya tari maupun gending-gending Janger yang dibawakan. “Dan saya merindukan gaya tari dan gending Janger Klasik yang dulunya begitu beragam dan khas dari sejumlah daerah di Pulau Dewata,” katanya.

Menurutnya, janger merupakan salah satu tari pergaulan muda dan mudi khas Bali yang dipadukan dengan menyanyikan  lagu-lagu rakyat. Janger diperkirakan muncul pada awal abad ke-20 di Bali Utara dan kemudian berkembang cepat ke Bali tengah dan selatan.

Bahkan, lanjut Bandem, kini ada fenomena saling menggunakan gending satu daerah dengan dengan yang lain sehingga kesenian Janger terkesan monoton. “Pementasan Janger di beberapa tempat, seringkali juga kurang memenuhi pakem dari Janger Klasik, tetapi malah meloncat pada Janger gaya kontemporer, dengan menggabungkan musik-musik Barat dan musik Indonesia,” ucapnya.

_____

Prof. Bandem saat menjadi narasumber dalam acara Kriyaloka (workshop) Janger Melampahan yang merupakan rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-42, di Taman Budaya, Denpasar, Jumat 6 Maret 2020.


Prof Bandem mengkhawatirkan jika kondisi penyeragaman terus berlarut dan pakem-pakem Janger Klasik ditinggalkan, maka generasi muda Bali akan kehilangan landasan untuk melestarikan kesenian Janger. “Oleh karena itu, kriyaloka ini penting supaya kita memiliki landasan yang kokoh untuk memajukan Janger Klasik di era modern,” kata seniman peraih Lencana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia pada 2015 itu.

Melalui kriyaloka (workshop) tersebut, sekaligus untuk menyepakati pakem-pakem dari Janger Klasik. Ini yang perlu disepakati bersama karena bagaimanapun juga pementasan Janger Klasik dalam pementasan Pesta Kesenian Bali tetap harus menunjukkan keragaman dan kekhasan masing-masing kabupaten.

Dalam kesempatan itu, seniman yang telah menerbitkan lebih dari 170 karya ilmiah bidang seni dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menjelaskan sejumlah pakem Janger Melampahan yakni dimulai dari Gending Pategak (lagu pembukaan dari sebuah pertunjukan Janger) dan Gending Pangaksama (lagu ungkapan selamat datang dan lagu memperkenalkan Janger itu dari mana asalnya).

Kemudian ada Pepeson Kecak, yakni sebanyak 12 orang Kecak memiliki tari yang disebut tari ngugal (papeson), dilanjutkan dengan Pepeson Janger dengan keindahan penampilannya dari posisi berderet dan seterusnya.

Prof Bandem mengemukakan, mengenai ide, tema, dan isi dari sebuah Janger Melampahan bersumber dari cerita seperti Kidung Sejarah (Mahabharata, Ramayana; Kidung Roman (Panji, Sampik Ing Tay, Sri Tanjung; Kidung Magis (Calonarang, Basur, Japatuan, dan Balian Batur).

Selain menjelaskan berbagai materi sejarah hingga pakem-pakem Janger Klasik, Prof Bandem dengan didampingi Suasthi Bandem, juga langsung mengajak para peserta “workshop” mempraktikkan gerak tari dan menyanyikan gending-gending Janger, sembari dilakukan diskusi mengenai tantangan yang masih dihadapi peserta untuk persiapan garapan dalam ajang Pesta Kesenian Bali ke-42 yang dimulai 13 Juni mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani saat membuka acara berharap dengan dilaksanakannya kriyaloka tersebut agar duta kabupaten/kota yang akan tampil di PKB lebih maksimal.

“Pakem-pakemnya bisa diketahui, sekaligus menyamakan persepsi bagaimana Janger Melampahan, yang di dalamnya mencakup tembang, tari dan gamelan. Apalagi menari Janger itu memang memerlukan strategi tersendiri, karena menari sambil bernyanyi,” ucapnya.

Dengan mengangkat kembali seni-seni klasik, Sulastriani berharap generasi milenial bisa melestarikan nilai budaya Bali, khususnya di ranah seni Janger Melampahan. “Akan sulit melestarikan, kalau tidak mengetahui dan memiliki teknik yang benar,” ujarnya.

Diapun mengingatkan supaya tema PKB ke-42 yakni “Atma Kerti, Penyujian Jiwa Paripurna” jangan sekadar dicantolkan saja di akhir dalam garapan Janger Melampahan. “Tetapi harus bercerita dari awal, bisa mengambil lelampahan (lakon) dari kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah,” katanya. [T] [*]

Tags: balibali utarabulelengjangerseni pertunjukan
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Galeri Zen1, Dibuka 7 Maret 2020 – Mencapai Karya, Melampaui Pikiran

Next Post

Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit

Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co