24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Awalnya, Lagu Janger Digubah dari Nyanyi Riang Pengalu Garam di Bali Utara

tatkala by tatkala
November 13, 2022
in Budaya
Awalnya, Lagu Janger Digubah dari Nyanyi Riang Pengalu Garam di Bali Utara

Ibu Swasthi Bandem, istri dari Prof. Bandem, saat memberi arahan dalam acara Kriyaloka (workshop) Janger Melampahan yang merupakan rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-42, di Taman Budaya, Denpasar, Jumat 6 Maret 2020.

Bayangkanlah sebuah pemandangan yang indah:

Sejumlah laki-laki dan perempuan pengalu atau pedagang di pesisir Buleleng, Bali utara, berjalan di tepi pantai atau di jalan-jalan kecil berliku di sebuah desa, di kiri-kanan adalah rerimbun pohon yang sejuk dan segar.

Yang laki-laki memanggul keranjang, yang perempuan menyunggi kerangjang juga. Di dalam keranjang terdapat bahan makanan seperti garam, rempah atau bumbu-bumbuan, hasil bumi, dan lain-lain. Kadang mereka bergerak menggiring kuda untuk mengangkut barang ke pasar.

Sungguh indah. Yang membuat suasana itu makin indah, para pengalu atau pedagang itu bernyanyi riang sepanjang jalan. Lagu-lagu yang sederhana, tentang kisah hidup mereka, hubungan pemuda dan pemudi, juga kecintaan mereka terhadap lingkungan. Lagu-lagu yang dinyaikan oleh para pengalu atau pedagang itulah yang kemudian ditata oleh para seniman di Bali Utara untuk dijadikan gending-gending janger yang kita saksikan sekarang.

Pemandangan itulah yang dilihat oleh I Made Kredek (1906-1979), seorang maestro arja dari Singapadu, Gianyar, yang kerap mengadakan pementasan ke Bali Utara. Saat itu Made Kredek tentu sedang muda-mudanya, mungkin sekitar tahun 1920-an.

Apa yang disaksikan oleh I Made Kredek itu diceritakan kembali oleh anaknya, Prof Dr I Made Bandem,  yang kini kita kenal sebagai maestro seni yang juga guru besar bidang Etnomusikologi Prof Dr I Made Bandem

“I Made Kredek mendengar lagu-lagu Janger dinyanyikan oleh para pengalu atau pedagang yang menjajakan bahan makanan seperti garam dan bumbu-bumbuan, menggiring kudanya ke pasar, sambil bernyanyi, lagu-lagu itu kemudian ditata menjadi gending janger yang kita saksikan sekarang ini,” kata Prof. Bandem saat menjadi narasumber dalam acara Kriyaloka (workshop) Janger Melampahan yang merupakan rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-42, di Taman Budaya, Denpasar, Jumat 6 Maret 2020.

Pada tahun 1920-an banyak berkembang tari Janger di daerah Badung (kini Kota Denpasar) seperti di Abiantimbul, Banjar Kedaton, Banjar Bengkel, Desa Sanur dan Desa Penatih. Sedangkan di daerah Gianyar dikenal adanya Janger di Desa Peliatan, Ubud dan Singapadu. Sedangkan di kawasan Bali Utara (Kabupaten Buleleng) terkenal dengan Janger Menyali.

“Dulu di Buleleng punya gaya Janger tersendiri, Denpasar apa lagi, dimana-mana ada Janger yang memiliki pilihan gaya dan gending yang berbeda-beda. Tetapi, sekarang yang paling banyak berkembang gaya Singapadu,  Peliatan, dan Kedaton,” ucap seniman yang pernah menjabat sebagai Ketua STSI Denpasar dan Rektor ISI Yogyakarta itu

Namun sekarang ini, kata Bandem, kesannya janger itu ada penyeragaman dari sisi pilihan gaya tari maupun gending-gending Janger yang dibawakan. “Dan saya merindukan gaya tari dan gending Janger Klasik yang dulunya begitu beragam dan khas dari sejumlah daerah di Pulau Dewata,” katanya.

Menurutnya, janger merupakan salah satu tari pergaulan muda dan mudi khas Bali yang dipadukan dengan menyanyikan  lagu-lagu rakyat. Janger diperkirakan muncul pada awal abad ke-20 di Bali Utara dan kemudian berkembang cepat ke Bali tengah dan selatan.

Bahkan, lanjut Bandem, kini ada fenomena saling menggunakan gending satu daerah dengan dengan yang lain sehingga kesenian Janger terkesan monoton. “Pementasan Janger di beberapa tempat, seringkali juga kurang memenuhi pakem dari Janger Klasik, tetapi malah meloncat pada Janger gaya kontemporer, dengan menggabungkan musik-musik Barat dan musik Indonesia,” ucapnya.

_____

Prof. Bandem saat menjadi narasumber dalam acara Kriyaloka (workshop) Janger Melampahan yang merupakan rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-42, di Taman Budaya, Denpasar, Jumat 6 Maret 2020.


Prof Bandem mengkhawatirkan jika kondisi penyeragaman terus berlarut dan pakem-pakem Janger Klasik ditinggalkan, maka generasi muda Bali akan kehilangan landasan untuk melestarikan kesenian Janger. “Oleh karena itu, kriyaloka ini penting supaya kita memiliki landasan yang kokoh untuk memajukan Janger Klasik di era modern,” kata seniman peraih Lencana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia pada 2015 itu.

Melalui kriyaloka (workshop) tersebut, sekaligus untuk menyepakati pakem-pakem dari Janger Klasik. Ini yang perlu disepakati bersama karena bagaimanapun juga pementasan Janger Klasik dalam pementasan Pesta Kesenian Bali tetap harus menunjukkan keragaman dan kekhasan masing-masing kabupaten.

Dalam kesempatan itu, seniman yang telah menerbitkan lebih dari 170 karya ilmiah bidang seni dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menjelaskan sejumlah pakem Janger Melampahan yakni dimulai dari Gending Pategak (lagu pembukaan dari sebuah pertunjukan Janger) dan Gending Pangaksama (lagu ungkapan selamat datang dan lagu memperkenalkan Janger itu dari mana asalnya).

Kemudian ada Pepeson Kecak, yakni sebanyak 12 orang Kecak memiliki tari yang disebut tari ngugal (papeson), dilanjutkan dengan Pepeson Janger dengan keindahan penampilannya dari posisi berderet dan seterusnya.

Prof Bandem mengemukakan, mengenai ide, tema, dan isi dari sebuah Janger Melampahan bersumber dari cerita seperti Kidung Sejarah (Mahabharata, Ramayana; Kidung Roman (Panji, Sampik Ing Tay, Sri Tanjung; Kidung Magis (Calonarang, Basur, Japatuan, dan Balian Batur).

Selain menjelaskan berbagai materi sejarah hingga pakem-pakem Janger Klasik, Prof Bandem dengan didampingi Suasthi Bandem, juga langsung mengajak para peserta “workshop” mempraktikkan gerak tari dan menyanyikan gending-gending Janger, sembari dilakukan diskusi mengenai tantangan yang masih dihadapi peserta untuk persiapan garapan dalam ajang Pesta Kesenian Bali ke-42 yang dimulai 13 Juni mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani saat membuka acara berharap dengan dilaksanakannya kriyaloka tersebut agar duta kabupaten/kota yang akan tampil di PKB lebih maksimal.

“Pakem-pakemnya bisa diketahui, sekaligus menyamakan persepsi bagaimana Janger Melampahan, yang di dalamnya mencakup tembang, tari dan gamelan. Apalagi menari Janger itu memang memerlukan strategi tersendiri, karena menari sambil bernyanyi,” ucapnya.

Dengan mengangkat kembali seni-seni klasik, Sulastriani berharap generasi milenial bisa melestarikan nilai budaya Bali, khususnya di ranah seni Janger Melampahan. “Akan sulit melestarikan, kalau tidak mengetahui dan memiliki teknik yang benar,” ujarnya.

Diapun mengingatkan supaya tema PKB ke-42 yakni “Atma Kerti, Penyujian Jiwa Paripurna” jangan sekadar dicantolkan saja di akhir dalam garapan Janger Melampahan. “Tetapi harus bercerita dari awal, bisa mengambil lelampahan (lakon) dari kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah,” katanya. [T] [*]

Tags: balibali utarabulelengjangerseni pertunjukan
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Galeri Zen1, Dibuka 7 Maret 2020 – Mencapai Karya, Melampaui Pikiran

Next Post

Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails
Next Post
Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit

Bali Puisi Musik: Yang Kecil di Bumi Dibesarkan di Langit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co