24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Konsep “Volunteer Tourism (Voluntourism)”: Korelasi Perjalanan Wisata dan Pekerjaan Sukarela Berbasis Pengabdian Masyarakat

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
May 6, 2024
in Esai
Mengenal Konsep “Volunteer Tourism (Voluntourism)”: Korelasi Perjalanan Wisata dan Pekerjaan Sukarela Berbasis Pengabdian Masyarakat

Foto: Komang Deviana

PENGABDIAN Masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah Volunteering, adalah aktivitas sosial (sukarela) di mana seseorang secara sadar memilih untuk memberikan waktu, tenaga, atau keterampilan mereka untuk membantu orang lain atau mendukung suatu tujuan tanpa mengharapkan imbalan finansial atau materi lainnya sebagai imbalan. Ini bisa melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja di suatu lembaga, membantu di sekolah atau rumah sakit, menyumbangkan waktu untuk proyek-proyek lingkungan, hingga membantu dalam acara-acara komunitas atau masyarakat.

Volunteering memiliki makna dan nilai yang mendalam. Ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mereka yang menerima bantuan, tetapi juga memberikan kepuasan dan rasa pemenuhan bagi para sukarelawan. Aktivitas sukarela sering kali menjadi cara untuk terlibat secara aktif dalam masyarakat, memperluas jaringan sosial, dan mengembangkan keterampilan baru.

Beberapa aktivitas Volunteering dapat berlangsung dalam berbagai bidang, diantaranya:

  1. Volunteering di Bidang Sosial: Meliputi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti anak-anak, lansia, atau mereka yang berkebutuhan khusus.
  2. Volunteering di Bidang Kesehatan: Termasuk menjadi relawan di rumah sakit, pusat kesehatan, atau menyediakan layanan kesehatan masyarakat.
  3. Volunteering di Bidang Pendidikan: Meliputi bantuan tenaga di sekolah-sekolah, mengajar bahasa, atau menyediakan fasilitas belajar mengajar.
  4. Volunteering di Bidang Lingkungan: Meliputi kegiatan konservasi alam, membersihkan pantai, atau memperbaiki lingkungan hidup.

Beberapa tahun terakhir, banyak sekali berbagai Organisasi Kepemudaan, Komunitas, Non Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir menawarkan program Volunteering untuk pemuda tanah air, salah satu yang paling populer adalah Volunteer Tourism (Voluntourism). “Voluntourism” adalah istilah yang menggabungkan kata “volunteer” (sukarelawan) dan “tourism” (pariwisata).

Konsep ini merujuk pada kegiatan di mana individu melakukan pekerjaan sukarela sambil bepergian atau berlibur ke destinasi tertentu. Konsep Voluntourism menggabungkan kegiatan wisata dengan pekerjaan sukarela, memberikan peluang bagi orang-orang untuk berkontribusi pada proyek-proyek sosial atau lingkungan sambil menjelajahi wisata daerah.

Atau definisi lainnya, Voluntourism merupakan suatu konsep pemberdayaan dan pengembangan pariwisata berbasis pengabdian masyarakat, yang didalamnya terdapat unsur keterlibatan pengunjung atau wisatawan untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan pariwisata dengan mengkorelasikan kemampuan (skill) serta jiwa sosial (volunteer) yang dimiliki agar dapat diimplementasikan di suatu daerah yang dikunjungi.

Peserta sering memilih untuk menghabiskan waktu mereka di lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan, seperti desa-desa terpencil atau wilayah-wilayah yang memerlukan keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan. Mulai dari upaya branding destinasi wisata, diskusi potensi wisata, sosialisasi UMKM, hingga berbagai kegiatan lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Meskipun tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kepada komunitas yang membutuhkan, konsep ini juga telah menimbulkan berbagai perdebatan terkait dampaknya. Di satu sisi, voluntourism dapat memberikan manfaat nyata kepada komunitas yang menerima bantuan. Misalnya, sukarelawan bisa membantu membangun infrastruktur, memberikan bantuan medis, atau mendukung pendidikan lokal. Selain itu, pengalaman ini juga dapat membuka wawasan bagi sukarelawan, memperluas pemahaman mereka tentang dunia, dan mempromosikan pemahaman lintas budaya.

Bukan hanya Voluntourism, kegiatan serupa seperti Volunteering and trip, Social Volunteering, dan berbagai aktivitas sosial serupa lainnya tidak jarang mendapatkan kritik karena beberapa proyek atau program kerja yang dijalankan tidak memiliki dampak jangka panjang (sustainable) yang signifikan.

Pada umumnya, kegiatan Volunteering, Voluntrip, Voluntourism, hanya berlangsung satu sampai dua minggu lamanya, dan tidak semua penyelenggara dapat memberikan solusi yang berkelanjutan atas masalah yang dihadapi oleh komunitas setempat. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa sebagian besar biaya yang dibayarkan oleh sukarelawan untuk mengelola program, tidak sepenuhnya menguntungkan komunitas atau masyarakat yang mereka layani.

Maka dari itu, untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, penting bagi para penyelenggara Event Volunteering atau pengabdian masyarakat dan peserta untuk beroperasi dengan transparansi, tanggung jawab, serta kesadaran akan dampak sosial mereka. Hal ini meliputi kerja sama yang erat dengan komunitas lokal, penekanan pada proyek-proyek atau program kerja yang berkelanjutan, serta pemahaman yang jelas tentang peran sukarelawan dalam konteks yang lebih luas.

Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat program voluntourism yang kurang memiliki dampak dan lebih fokus pada keuntungan pribadi atau pengalaman pelaku voluntourism, daripada memberikan manfaat positif bagi komunitas atau lokasi yang dikunjungi. Selain itu, ada juga isu etika yang perlu dipertimbangkan dalam voluntourism. Misalnya, ada kekhawatiran bahwa voluntourism dapat menjadi bentuk “pencitraan diri” bagi sukarelawan, di mana mereka memanfaatkan kesulitan orang lain untuk meningkatkan citra mereka sendiri.

Selain itu, terkadang voluntourism bisa menyebabkan ketidaksesuaian budaya atau bahkan merusak lingkungan, terutama jika tidak dilakukan dengan penuh pertimbangan terhadap kebutuhan dan norma lokal. Penting bagi individu yang tertarik untuk terlibat dalam voluntourism untuk memilih program dengan hati-hati, memastikan bahwa program tersebut benar-benar memberikan manfaat entah bersifat berkelanjutan atau belum berkelanjutan bagi komunitas yang dikunjungi, dan menghormati kebutuhan serta norma budaya setempat.

Dengan pendekatan yang tepat, voluntourism dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Karena pada dasarnya, voluntourism adalah fenomena yang kompleks, dengan potensi untuk memberikan manfaat yang besar bagi komunitas yang membutuhkan bantuan dan untuk sukarelawan yang terlibat. Namun, untuk memaksimalkan dampak positifnya, penting untuk menghadapi tantangan etis dan struktural yang mendasarinya.

Dengan pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab, voluntourism dapat menjadi alat yang efektif dalam mempromosikan pertukaran budaya, pemahaman lintas budaya, dan pembangunan yang berkelanjutan. [T]

Penulis: Ni Komang Deviana
Editor: Adnyana Ole

Pantai Segara Wilis, Pasir Hitam yang Lembut dan Langit Penuh Warna
Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira
Bukit Ser, Tempat Terbaik untuk Menenangkan Diri
Tags: PariwisatatourismVolunteer Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayo Daftar Kemah Menulis Haul Buya Ahmad Syafii Maarif di Sunrise Land Lombok

Next Post

Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co