23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debu-debu di Bangku Sekolah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
April 21, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

SAYA sempat ragu untuk menuliskan pikiran, perasaan dan pandangan saya terhadap situasi sekolah dan pendidikan saat ini, terutama sekolah menengah, baik menengan pertama (SMP) maupun menengah atas (SMA). Saya khawatir akan menimbulkan reaksi dan ketersinggungan dari sejumlah pihak.

Namun, tuntutan intelektual membuat saya tak bisa berdiam diri saja menyaksikan dinamika sekolah menengah saat ini. Setidaknya di kota saya tinggal di Singaraja. Namun rasanya, setelah diamati, kecenderungan tersebut hampir terjadi di sekolah-sekolah di semua wilayah urban.

Kebetulan saya pun memiliki seorang anak remaja yang sedang bersekolah di salah satu sekolah menengah atas. Apalagi saya juga diberikan kepercayaan sebagai sekretaris komite sekolah di SMA itu. Jadi, saya akan berpandangan sebagai orang dalam dengan rasa memiliki. Bukan orang luar yang skeptis dengan segala intrik, tudingan apalagi kebencian.

Kita mulai dari debu hitam kasus asusila di kalangan remaja sekolah. Meskipun menjadi heboh karena video mesum yang terlepas ke media sosial, sejujurnya dapat diyakini, itu hanyalah secuil puncak gunung es yang muncul ke permukaan. Fenomena itu pun masih disebabkan karena berbagai faktor pencetus. Aspek keluarga yang permisif, lingkungan yang kurang peduli, kemudahan akses media dan informasi, pengaruh public figure yang kuat serta kepribadian remaja yang rentan.

Tunggu dulu, jangan-jangan sistem di sekolah pun telah memberi kontribusi. Murid-murid sekolah menengah yang menerapkan sistem full day, rata-rata sudah berangkat dari rumah sejak jam 6 pagi. Kembali ke rumah sekitar jam 4 sore.

Di luar itu mereka masih sering mendapat tugas kerja kelompok, bahkan di hari Sabtu dan Minggu. Dengan alasan untuk kerja kelompok tugas sekolah tersebut, mereka lebih mudah mendapat izin dari orang tua untuk pergi keluar rumah.

Timbul pertanyaan merisaukan, betulkah mereka keluar rumah hanya untuk kerja kelompok tugas sekolah?

Sebagai seorang dokter praktek, sudah cukup banyak saya merawat siswa sekolah yang jatuh sakit karena kelelahan. Di samping itu, dari diskusi dengan sejumlah orang tua siswa, anak-anak bahkan sudah tak sempat lagi mengurus kerapian kamar tidur mereka. Alih-alih sempat membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Tujuan pendidikan, tidak hanya mencetak anak-anak kita menjadi cerdas, namun juga bertanggung jawab dan beretika.     

Debu yang lain adalah gaya siswa sekolah yang semakin konsumtif. Untuk hanya perayaan kelulusan, saat ini mereka menuntut penyelanggaraan wisuda mewah. Jubah dan toga, riasan salon, buket bunga, gaun sepanjang tiga meter, sepatu boot artis, fotografer pribadi dan seterusnya. Bukankah kelulusan sekolah menengah hanya sebuah fase yang begitu biasa dan tembok beton tantangan berdiri menjulang di hadapan mereka?

Kalaulah betul ada segelintir siswa dan orang tua yang menuntut pelaksanaan seremonial tersebut, haruskah sebagian besar anak dan orang tua kalah dan mengikuti kemauan yang segelintir itu?

Selain pihak sekolah, pemangku kewenangan seperti dinas pendidikan pun perlu mengeluarkan aturan demi sekolah kembali pada misi mulianya. Berfokus pada penyelenggaraan proses belajar mengajar terbaik dan efisiensi segala macam pengeluaran yang tak bersifat perinsip. Meski era telah berubah, nilai-nilai seharusnya jangan sampai terdegradasi.

Masih terang ingatan saya, duduk bersila di lantai aula hanya mengenakan baju batik sekolah, saat dulu mengikuti acara perpisahan sekolah. Dan kami semua sudah cukup merasa senang. Pun para guru yang akan kami tinggalkan.

Demikian pula berbagai seremonial lain seperti perayaan ulang tahun sekolah. Merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah demi menampilkan hiburan spektakuler, bukanlah hal yang bijaksana. Banyak pilihan kegiatan yang kaya nilai dan moral. Berbagi ke panti asihan, tanam pohon, bersih-bersih sampah plastik hingga lomba inovasi maupun kesenian dan olah raga.

Terlalu banyak hal sederhana namun kaya nilai yang dapat dilakukan, jika dibandingkan dengan kegiatan konsumtif berlebih yang tak jarang juga memancing keributan. Apakah dengan pilihan-pilihan tersebut, kemudian sekolah harus takut karena akan dicap jadul atau ketinggalan zaman?

Menurut saya, itu kekhawatiran berlebihan. Justru saat ini, sekolah yang berani mengambil sikap dan langkah demikian justru dapat menjadi pelopor mengembalikan marwah sekolah sebagai pusat pendidikan berkualitas dan bermartabat.

Ini momentum yang tepat. Karena saya meyakini, sesungguhnya demikianlah sebagian besar ide dan pemikiran para siswa dan orang tua. Atau jika tidak segera bersikap, semua pemikiran akan terkontaminasi menjadi konsumtif karena risih dan takut dibilang ketinggalan zaman.

Debu lain yang tak kalah mengotori adalah, masih ada  tradisi buruk senioritas yang berisiko mencederai siswa yang lebih junior. Sekolah bukanlah institusi militer yang memerlukan pendekatan militeristik. Perploncoan sudah ditekankan lebih banyak pada penggojlokan intelektualitas. Dari alasan sederhana, karena kelak mereka harus menjadi masyarakat intelektual.

Demikian juga, gelagat pembentukan kelompok-kelompok di luar organisasi sesuai aturan seperti OSIS, pramuka, PMR, kelompok ilmiah atau kelompok peduli Aids, sebaiknya tidak diberikan ruang jika tidak memiliki visi dan misi yang selaras dengan visi dan misi sekolah. Organisasi semacam itu dapat menjadi kekuatan yang bukan tidak mungkin menjadi duri dalam daging dalam lingkungan sekolah.

Jajaran guru, organisasi resmi sekolah, komite sekolah dan pemangku kebijakan yang menaungi sekolah wajib bahu-membahu dan bergandengan tangan mengembalikan karakter sekolah yang cerdas dan intelek. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Besakih dan Medsos
Belajar dari Komeng
Pinjam Dulu Seratus!
Kita Semua Adalah Politisi
Nama-nama Orang Indonesia : Kreatifitas Atau Anu?
Tags: guruPendidikansekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membincangkan Rudolf Bonnet pada Program Library Talk di Museum Arma Ubud

Next Post

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co