2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
April 19, 2024
in Esai
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Ida Pedanda Made Sidemen

TAK banyak penyair dalam lanskap sastra Jawa Kuno atau Bali yang menuturkan sejarah kehidupannya. Alih-alih menceritakan perjalanan hidup, para sastrawan itu juga seringkali menggunakan nama pena sehingga kehidupan pribadinya nyaris tak terlacak. Kalau pun harus menceritakan perasaan, pengalaman, dan pengetahuan pribadi, mereka biasanya melakukan sublimasi dengan menciptakan tokoh baru atau memainkan tokoh-tokoh yang sudah ada melalui proses penggubahan. Intinya, sebisa mungkin pengarang tidak “narsis” dalam karyanya.

Berbeda dari sejumlah kecenderungan di atas, Ida Padanda Made Sidemen membuat dokumentasi tentang kisah hidupnya dalam Geguritan Salampah Laku. Melalui karya sastra tersebut, kita dapat mengetahui bahwa di balik figur legendaris seorang Ida Padanda Made Sidemen, ia sesungguhnya adalah manusia biasa yang tak bisa lepas sepenuhnya dari suka-duka putaran jantra kehidupan.

Sesekali memandang Ida Padanda Made Sidemen sebagai manusia biasa yang terdiri atas darah, daging, pikiran, perasaan, dan jiwa menjadi penting agar figurnya tidak terlalu jauh dari keseharian. Apresiasi berlebihan tak jarang menjadikan seorang figur disangka tokoh mitologis yang tak pernah menapak tanah dan selalu mampu menyelesaikan persoalan dengan sempurna. Padahal, kecenderungan itu secara tidak langsung akan membuat tokoh yang bersangkutan kehilangan dimensi kemanusiaannya.

Geguritan Salampah Laku agaknya diniatkan oleh Ida Padanda Made Sidemen untuk menunjukkan sisi kemanusiaannya itu. Ia sebagai seorang manusia juga mengalami tantangan dan masalah dalam membina kehidupan rumah tangganya. Menikah dengan cara kawin lari atau lumayati wong kanyaka pada umur dua puluh tujuh tahun tidak lantas membuatnya bersama sang istri langsung sukses mengayuh perahu kehidupan. Meskipun taruhan seseorang yang menikah dengan cara kawin lari adalah kemurnian cinta, istri Ida Padanda Made Sidemen walaka ternyata tidak secara serta merta bisa meninggalkan pola kehidupan masa mudanya.

Sang istri selalu ingat jasa-jasa orang tuanya yang belum sempat dibalasnya secara tuntas. Ia juga berharap suatu saat jika kembali menitis sebagai manusia, dirinya akan kembali ke Sanur untuk melanjutkan bakti kepada kedua orang tuanya. Pilihan untuk menikahi Ida Padanda Made Sidemen ketika masih muda menyebabkan Ia merasa sebagai seorang anak perempuan yang nista karena selalu mengikuti kesenangan. Ia lupa pada hutang cinta kasih yang telah dilimpahkan oleh orang tuanya sejak kecil hingga dewasa.

Bagaimanakah sikap Ida Padanda Made Sidemen menanggapi keluh kesah istrinya yang sedang berada di puncak kesedihan? Geguritan Salampah Laku merekam respon Ida Padanda Made Sidemen yang berusaha meneguhkan dan meneduhkan batin istrinya dengan ungkapan sebagai berikut.

Duh Ratu Denda mas mirah, sampun ida walangati, manyacad lacur pawakan, katiba ring wong kasesi, idepang kula keli, basa gegawane lebur, nganutang teken genah, tan hana papa pinanggih, nama luhur, wong tan lepas dening parab.  

Terjemahannya, “wahai engkau dinda emas permataku, janganlah engkau berkecil hati, menghina diri sendiri, berjodoh dengan orang sengsara, andaikan diri seperti orang biasa, kebiasaan sebelumnya lebur, sesuaikan dengan tempat, tak akan ada dosa yang ditemui, nama luhur, manusia tidak akan pernah lepas dari predikat”.

Pesan Ida Padanda Made Sidemen kepada istrinya di atas pada intinya berpusat pada frase nglebur basa gegawan “melebur kebiasaan lama”. Ungkapan itu dapat dimaknai sebagai kemampuan adaptasi diri yang cepat untuk menghadapi berbagai keadaan.

Pendeta yang menyatu dengan keabadian pada umur 126 tahun ini mengartikulasi pentingnya kemampuan adaptasi diri atau melebur kebiasaan lama bagi seseorang yang baru menikah tersebut dengan ungkapan anutang teken genah “sesuaikan dengan ruang”. Jaminan bagi seseorang yang mampu melakukan adaptasi diri dengan cepat itu menurut Ida Padanda Made Sidemen adalah tan hana papa pinanggih, nama luhur “terbebas dari noda atau dosa perbuatan dan nama yang baik”.

Itulah pesan Ida Padanda Made Sidemen kepada istrinya, termasuk juga kepada kita semua yang ingin belajar tentang cara menghadapi berbagai masalah rumah tangga dalam lautan kehidupan. Di satu titik, seseorang memang mesti bersiap dan berani melebur kebiasaan lama demi memberikan kesempatan pada kebiasaan baru bertumbuh. Gugurnya daun tua dari suatu pohon, tidak berarti ia membenci ranting. Justru, lepasnya daun tua itu memberikan kesuburan bagi akar dan memberikan kesempatan kepada daun baru tumbuh.

Dalam konteks ini, bukan hanya sang istri yang harus melebur kebiasaan lamanya, tetapi pada saat yang bersamaan juga sang suami dan keluarganya. Kebiasaan yang dimaksud bisa jadi mulai dari cara berpikir, berbicara, sampai berperilaku. Bukankah seseorang yang baru menikah sering diberi ucapan selamat menempuh hidup baru?

Konsep nglebur basa gegawan tentu tidak saja penting bagi proses adaptasi seseorang yang baru menikah. Akan tetapi, jauh lebih dalam daripada itu, kemampuan adaptasi ini penting bagi seseorang untuk siap menghadapi tantangan dan perubahan kehidupan di tahun-tahun yang akan datang. Jangankan menghadapi kehidupan, orang yang ingin mencapai kebebasan penuh di penghujung waktu hidup di dunia juga harus berani nglebur basa gegawan, bahkan agama sekalipun! [T]

  • BACA artikel lain tentang IDA PEDANDA MADE SIDEMEN
  • BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Catatan Harian Sugi Lanus: Gunung Agung Meletus dan ‘Pangéling-Éling’ Ida Pĕdanda Madé Sidĕmĕn
JARAYU-TANTRA | Catatan Kecil dari Percakapan Prof Hooykaas dengan Pedanda Made Sidemen
Bhagavad Gita Versi Jawa Kuno, Guru Made Menaka & Ida Pedanda Made Sidemen (1)
Tags: Ida Pedanda Made Sidemenkawikawi wikupenyair baliPutu Eka Guna Yasasastrawan baliwiku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan

Next Post

Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co