13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
March 31, 2024
in Khas
Kadis Kebudayaan Buleleng Lakukan Ritual Guru Piduka di Tiga Tempat Suci: Haru dan Khusyuk  

Ritual guru piduka di Banjar paketan Singaraja | Foto: Ist

SEHARIAN, dari pagi hingga sore hari, Minggu, 31 Maret 2024, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Nyoman Wisandika, mendatangi tiga tempat suci di Buleleng untuk melakukan ritual guru piduka. Ritual ini digelar sebagai bentuk permohonan maaf secara niskala terkait kisruh yang terjadi saat pentas gong kebyar mebarung pada acara penutupan Malam Perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Sabtu malam, 30 Maret 2024.

Tiga tempat suci itu adalah Pura Pengaruman, di Banjar Paketan, Kelurahan Paket Agung Singaraja, dan Pura Desa serta Merajan Griya Gede di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan. Kadisbud Nyoman Wisandika datang bersama sejumlah staf Dinas Kebudayaan. Suasana khusyuk sekaligus hangat pun tercipta pada saat ritual. Secara sekala, Kadisbud Wisandika berkali-kali minta maaf atas kejadian pada Sabtu malam itu, yang disambut dengan baik oleh sekaa gong, baik di Banjar Paketan Singaraja maupun di Desa Jagaraga.

Sebagaimana ditulis sebelumnya, Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma dari Desa Jagaraga dan Sekaa Gong Legendaris Eka Wakya dari Banjar Paketan Singaraja batal menyelesaikan pentasnya pada malam penutupan HUT Kota Singaraja karena ada sedikit kisruh tentang pengaturan acara. Sejumlah anggota sekaa dan penari mengungkapkan kekecewaan mereka, baik di lapangan maupun di media sosial.

Wisandika sendiri pada malam itu sudah minta maaf atas peristiwa itu. Namun secara niskala ia mewakili panitia merasa perlu juga untuk memohon maaf melalui ritual guru piduka gong kebyar itu memang sesuatu yang sakral dan suci. Pada perayaan HUT Kota Singaraja, Wisandika selaku Kadis Kebudayaan memang masuk sebagai panitia tetap yang membidangi pementasan kesenian daerah.   

Suasana Haru dan Khusyuk

Pertama-tama, Wisandika menuju Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja. Ritual guru piduka di Pura itu berlangsung haru sekaligus khusyuk. Ada penari legendaris dan penglingsir mengalami trance. Kesedihan tergambar lewat para penglingsir yang menjadi perantara taksu gong di Kelurahan Banjar Paketan.

Perlu diketahui, Pura Pengaruman di Banjar Paketan merupakan taksu dari kesenian. Ida Batara Dewa Ayu Mas Mangelo sebagai taksu tari dan Ida Batara Bagus Marincing sebagai taksu tabuh. Ketika akan pentas, sekee gong kebyar Eka Wakya akan melakukan ritual untuk memohon doa restu agar penampilan mereka dilancarkan.

Ritual guru piduka di Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja | Foto: Ist

Koordinator Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya Gede Arya Septiawan mengatakan, untuk membawa pusaka itu keluar tentu ada prosesi yang dilakukan oleh para sekaa dan tidak sembarangan. Ada gong keramat yang turut dibawa untuk pentas.

“Ada gong tua yang disakralkan. Upaya kami untuk mementaskan gong itu tidak sembarangan. Ada upacaranya. Kami mulai dari pagi, nguningang, gladi dan lainnya. Prosesnya panjang. Yang keramat itu gong gantung, reong, bungan gangsa tersimpan di gedong simpen. Di stanakan di Pura Pengaruman,” katanya.

Dengan digelarnya ritual guru piduka di Pura Pengaruman, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan para seniman yang tergabung dalam sekaa gong itu bisa legowo.

Di Desa Jagaraga

Di Desa Jagaraga, Wisandika bersama sejumlah staf melakukan ritual guru piduka di dua tempat, yakni di Pura Desa dan Merajan Griya Gede Jagaraga. Seperti juga di Banjar Paketan, sekaa gong legandaris juga ikut bersembahyang dan secara khusyuk mengikuti ritual guru piduka itu. Salah satu tokoh gong kebyar Desa Jagaraga, Pak Kranca juga ikut menemani Kadisbud Wisandika.

Suasana di Pura Desa dan di Merajan Griya Gede juga berlangsung khusyuk. Anggota sekaa dan para penglingsir di Desa Jagaraga melakukan persembahyangan dengan tertib dan lancar.

Ritual guru piduka di Pura Desa Jagaraga | Foto: ist

Wisandika, di hadapan anggota sekaa, kembali meminta maaf atas peristiwa yang membuat anggota sekaa merasa tak nyaman pada malam penutupan perayaan HUT Kota Singaraja. Wisandika mengatakan peristiwa itu akan dievaluasi, dan nantinya pentas kesenian tradisional, seperti sekaa yang akan ikut Pesta Kesenian Bali akan dibuatkan tempat khusus.

“Pada prinsipnya pemerintah menempatkan kesenian adiluhung kita di tempat yang terhormat,” kata Wisandika di hadapan anggota sekaa.

Apa kata Pj Bupati Ketut Lihadnyana?

Pj Bupati Lihadnyana telah memberi penjelasan kepada sejumlah wartawan dan penjelasan Pj Bupati ini juga divideokan dan disebarkan di media sosial. Lihadnyana mengatakan, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi.

“Tetapi kita juga perlu menyampaikan, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten buleleng, untuk menghormati dan untuk memberikan ruang para seniman kita, para musisi kita, tampil pada suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak lain,” kata Lihadnyana.

Intinya, kata Lihadnyana, komitmen itu tidak hanya hari ini. Ia juga memberikan prioritas seniman, musisi di Buleleng. di bidang seni budaya.

“Kita sudah menyadri itu, rasa bangga itu karena kita memiliki maestro yang sangat luar biasa. Sehingga kebijakan saya saat rapat awal, bahwa prioritaskan seni budaya, para musisi Kabupaten Buleleng. Itu kebijakan yang kita ambil, sehingga tim kreatif menyusun rundown,” katanya.

Setelah itu, kata Lihadnyana, rundown itu dikomunikasikan juga kepada para pengisi acara.

“Panitia dan tim kreatif sudah komunikasi itu. kemarin kita sudah mengambil langkah-langkah berkoordinasi dengan sekaa, baik itu di Baanjar Paketan maupun Jagaraga. Kita memang harus menyadari, sebagus apapun rencana itu pasti ada kendalanya. Tak ada gading yang tidak retak,” ujarnya.

Ritual guru piduka di Merajan Griya Gede di Desa Jagaraga | Foto: Ist

Terkait masalah pada Sabtu malam itu, kata Lihadnyana, pihaknya sudah koordinasi dan sudah langsung ditindaklanjuti.

“Kita sangat menghormati nilai budaya adi luhung dengan keberadaan sekaa gong yang juga sarananya mungkin sudah ratusan tahun. Kami hormati betul aplagi itu disakralkan. Kami minta maaf atas kejadian itu. Saya pribadi juga minta maaf. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Saya tahu semuanya sudah bekerja keras. Ini jadi satu dasar untuk bahan evaluasi ke depan,” kata Lihadnyana.

Lihadnyana mengatakan, ia juga sudah mendengarkan juga masukan-masukan dari seniman tradisi itu, sehingga ke depan jika ada acara seperti ini akan dibuatkan ruang khusus. tapi dengan catatan semuanya dari Buleleng.

“Saya sependapat dengan usulan para seniman itu. Seniman kan berbeda dengan kita. Tidak bisa dicampur-campur, apalagi ini gong legendaris yang punya taksu. Ke depan kita perbaiki. Ini pertama dan terakhir terjadi seperti ini. Ini bahan evaluasi buat kami untuk even selanjutnya,” kata Lihadnyana. [T][Ado]

Editor: Made Adnyana Ole

BACA JUGA:

Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja
Padepokan Seni Dwi Mekar Raih Juara Pertama Lomba Baleganjur HUT Kota Singaraja
Fragmentari Bianglala Denbukit, Tentang Keberagaman dan Kebanggaan yang Dibalut Sejarah Kota Singaraja
Tags: Banjar PaketanbulelengDesa Jagaragagong kebyarHUT Kota Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sesuatu yang Setengah

Next Post

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co