23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Wellness & Culture Tourism” di Den Bukit: “Nyegara-Gunung”

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 21, 2024
in Esai
“Wellness & Culture Tourism” di Den Bukit: “Nyegara-Gunung”

Kawasan pantai bali uatara | Foto: Yahya Umar

BULELENG atau yang dikenal dengan juga sebutan Den Bukit adalah kabupaten di Bali Utara yang menjadi tempat saya dilahirkan. Den berarti utara, sehingga den bukit berarti wilayah yang ada di bagian utara bukit.

Kabupaten dengan wilayah sebesar 136.588 hektar dan terbagi menjadi 9 kecamatan, 129 desa, 19 kelurahan, 550 dusun/banjar dan 58 lingkungan serta 170 desa adat (Dinas Pekerjaaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, 2024).  Namun kali ini kita tidak akan mengulik geografisnya di atas kertas, kita akan membahas Den Bukit dalam bidang kesehatan dan juga budayanya.

Den Bukit dari sudut Sejarah dan Budaya

Den bukit sangatlah erat dengan sejarah seperti pohon Buleleng/jagung gembal/sorgum dan sejarah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Dalam Babad Buleleng disebutkan bahwa beliau adalah putra dari raja di Klungkung, Dalem Segening dan Ni Luh Pasek, yang dikirim ke Buleleng bersama pengawalnya dengan bekal pusaka legendaris bernama Ki Tunjung Tutur dan Ki Bayu Semang.  Pusaka Ki Tunjung Tutur ini berupa tombak dan disimpan di Puri Ageng Blahbatuh, sedangkan Ki Bayu Semang yang berupa keris disimpan di Puri Gede Buleleng dan Desa Adat Buleleng.

Pada tahun 1660, kerajaan Buleleng terbentuk dan dibawah Anglurah Panji Sakti kerajaan berjalan aman dan sejahtera, bahkan bisa melakukan ekspansi ke Balmbangan dan pasuruan. Milliter beliau dikenal dengan sebutan Taruna Goak. Bahkan hingga saat ini tradisi megoak-goakan masih dilestarikan di desa Panji. Laskar yang dibentuk beliau juga terdiri multietnis seperti Hindu, Islam, Cina, dan lain-lain. Bahkan saat ini masih erat di desa Pegayaman adalah salah satu cikal bakal dari penduduk Blambangan.

Dari uraian di atas, menarik untuk mengemas sejarah Den Bukit menjadi daya Tarik wisatawan. Penelitian tahun 2017 oleh Dinas Pariwisata Buleleng menunjukkan 55,30% wisatawan tertarik dengan wisata budaya lokal dan sejarah, Adapun tempat-tempat potensial tersebut seperti: Gedong Kirtya, Makam Jaya Prana, Pura Pulaki, Vihara Banjar, Pura Madwe Karang, Museum Buleleng; Gde Manik.  Selain itu tradisi unik di Buleleng seperti nyakan diwang, megoak-goakan, dan lain-lain.

Ada yang menarik tentang Buleleng berupa warisan budaya tak benda (WBTB) seperti Tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Sangsit untuk mengucapkan syukur kepada dewi kesuburan; Lukisan Wayang Kaca di Desa Nagasepaha yang muncul sejak tahun 1927; dan Tradisi megoak goakan di Desa Panji yang dipentaskan menjelang hari Raya Nyepi.

Wellness Tourism di Den Bukit

Berbicara tentang kesehatan, banyak orang hanya memikirkan dari sudut pandang fisiknya. Padahal sehat adalah tentang fisik, psikis, sosial, dan spiritual dari klien secara holistik. Buleleng sendiri dengan karakteristik wisatawan yang datang paling banyak dengan usia 21-35 tahun (37,45%); 36-45 (30,40%); dan 46-55 tahun (15%) maka kita bisa petakan membuat program-program berupa wellness tourism seperti olahraga di alam dan  Spiritual healing. Area Lovina dan Pemuteran menjadi fokus karena kunjungan paling besar area tersebut. Namun jangan lupakan area pegunungan seperti di Munduk, Gobleg, Panca

sari ketiga tempat itu menjadi primadona baru dengan pemandangan alamnya. Sehingga Den Bukit sebenarnya memiliki keuntungan dibadingkan daerah lain yaitu konsep Nyegara Gunung-nyayang tidak dimiliki oleh tempat lain. Olahraga di alam seperti di Air Terjun Munduk, Air Panas Banjar, Air Terjun Gitgit bisa dikemas untuk sport bahkan healing karena dapat menyegarkan badan dan psikis.

Dengan adanya area spiritual, maka Buleleng bisa kita kembangkan konsep melukat/water pure healing di area seperti Pua Tirta Sudhamala, Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu,  Pura Yeh Ketipat, Pura Sakti di Pejarakan, Pura Taman Beji di Pancasari, Pura Bulakan Solas di Desa Bulian, dan tempat lainnya.

Jangan lupa aspek kesehatan adalah hal yang mahal dan bisa kita deteksi dengan melakukan medical check up (MCU) oleh tim medis yang professional. Para stakeholder bisa saling bahu membahu seperti yang dilakukan oleh tim medis RSU Kertha Usada dan Klinik Utama Teratai Dharma Medika. MCU ini bisa dilakukan tempat mereka menginap, sehingga mereka bisa sehat secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual.

Teknik yang bisa gunakan untuk menarik wisatawan ke Buleleng yaitu dengan pendekatan dengan agen-agen di Buleleng maupun di Bali serta para senator maupun influencer. Selain itu keterlibatan tim hotel sangatlah penting sehingga wisatawan terjaring dari semua lini.

Oh ya, keterlibatan dan reward ke desa adat amatlah penting, karena nanti ini yang akan menjadi marketing tersendiri. Aman dan nyaman mereka di Buleleng maka akan semakin meningkat kunjungan wisatawan.  Bangga untuk Bulelengku, dirgahayu ke-420 tahun Den Bukit. Salam. [T]

BACA artikel lain dari penulis dr. Putu Sukedana

Tags: bulelengdenbukitPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Selat Punya Kantor Baru, Pj Bupati Buleleng Ingin Kinerja Perbekel dan Perangkatnya Makin Meningkat

Next Post

Hakim Adalah Manusia Biasa

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Hakim Adalah Manusia Biasa

Hakim Adalah Manusia Biasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co