12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Wellness & Culture Tourism” di Den Bukit: “Nyegara-Gunung”

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 21, 2024
in Esai
“Wellness & Culture Tourism” di Den Bukit: “Nyegara-Gunung”

Kawasan pantai bali uatara | Foto: Yahya Umar

BULELENG atau yang dikenal dengan juga sebutan Den Bukit adalah kabupaten di Bali Utara yang menjadi tempat saya dilahirkan. Den berarti utara, sehingga den bukit berarti wilayah yang ada di bagian utara bukit.

Kabupaten dengan wilayah sebesar 136.588 hektar dan terbagi menjadi 9 kecamatan, 129 desa, 19 kelurahan, 550 dusun/banjar dan 58 lingkungan serta 170 desa adat (Dinas Pekerjaaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, 2024).  Namun kali ini kita tidak akan mengulik geografisnya di atas kertas, kita akan membahas Den Bukit dalam bidang kesehatan dan juga budayanya.

Den Bukit dari sudut Sejarah dan Budaya

Den bukit sangatlah erat dengan sejarah seperti pohon Buleleng/jagung gembal/sorgum dan sejarah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Dalam Babad Buleleng disebutkan bahwa beliau adalah putra dari raja di Klungkung, Dalem Segening dan Ni Luh Pasek, yang dikirim ke Buleleng bersama pengawalnya dengan bekal pusaka legendaris bernama Ki Tunjung Tutur dan Ki Bayu Semang.  Pusaka Ki Tunjung Tutur ini berupa tombak dan disimpan di Puri Ageng Blahbatuh, sedangkan Ki Bayu Semang yang berupa keris disimpan di Puri Gede Buleleng dan Desa Adat Buleleng.

Pada tahun 1660, kerajaan Buleleng terbentuk dan dibawah Anglurah Panji Sakti kerajaan berjalan aman dan sejahtera, bahkan bisa melakukan ekspansi ke Balmbangan dan pasuruan. Milliter beliau dikenal dengan sebutan Taruna Goak. Bahkan hingga saat ini tradisi megoak-goakan masih dilestarikan di desa Panji. Laskar yang dibentuk beliau juga terdiri multietnis seperti Hindu, Islam, Cina, dan lain-lain. Bahkan saat ini masih erat di desa Pegayaman adalah salah satu cikal bakal dari penduduk Blambangan.

Dari uraian di atas, menarik untuk mengemas sejarah Den Bukit menjadi daya Tarik wisatawan. Penelitian tahun 2017 oleh Dinas Pariwisata Buleleng menunjukkan 55,30% wisatawan tertarik dengan wisata budaya lokal dan sejarah, Adapun tempat-tempat potensial tersebut seperti: Gedong Kirtya, Makam Jaya Prana, Pura Pulaki, Vihara Banjar, Pura Madwe Karang, Museum Buleleng; Gde Manik.  Selain itu tradisi unik di Buleleng seperti nyakan diwang, megoak-goakan, dan lain-lain.

Ada yang menarik tentang Buleleng berupa warisan budaya tak benda (WBTB) seperti Tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Sangsit untuk mengucapkan syukur kepada dewi kesuburan; Lukisan Wayang Kaca di Desa Nagasepaha yang muncul sejak tahun 1927; dan Tradisi megoak goakan di Desa Panji yang dipentaskan menjelang hari Raya Nyepi.

Wellness Tourism di Den Bukit

Berbicara tentang kesehatan, banyak orang hanya memikirkan dari sudut pandang fisiknya. Padahal sehat adalah tentang fisik, psikis, sosial, dan spiritual dari klien secara holistik. Buleleng sendiri dengan karakteristik wisatawan yang datang paling banyak dengan usia 21-35 tahun (37,45%); 36-45 (30,40%); dan 46-55 tahun (15%) maka kita bisa petakan membuat program-program berupa wellness tourism seperti olahraga di alam dan  Spiritual healing. Area Lovina dan Pemuteran menjadi fokus karena kunjungan paling besar area tersebut. Namun jangan lupakan area pegunungan seperti di Munduk, Gobleg, Panca

sari ketiga tempat itu menjadi primadona baru dengan pemandangan alamnya. Sehingga Den Bukit sebenarnya memiliki keuntungan dibadingkan daerah lain yaitu konsep Nyegara Gunung-nyayang tidak dimiliki oleh tempat lain. Olahraga di alam seperti di Air Terjun Munduk, Air Panas Banjar, Air Terjun Gitgit bisa dikemas untuk sport bahkan healing karena dapat menyegarkan badan dan psikis.

Dengan adanya area spiritual, maka Buleleng bisa kita kembangkan konsep melukat/water pure healing di area seperti Pua Tirta Sudhamala, Pura Segara Taman Beji Ponjok Batu,  Pura Yeh Ketipat, Pura Sakti di Pejarakan, Pura Taman Beji di Pancasari, Pura Bulakan Solas di Desa Bulian, dan tempat lainnya.

Jangan lupa aspek kesehatan adalah hal yang mahal dan bisa kita deteksi dengan melakukan medical check up (MCU) oleh tim medis yang professional. Para stakeholder bisa saling bahu membahu seperti yang dilakukan oleh tim medis RSU Kertha Usada dan Klinik Utama Teratai Dharma Medika. MCU ini bisa dilakukan tempat mereka menginap, sehingga mereka bisa sehat secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual.

Teknik yang bisa gunakan untuk menarik wisatawan ke Buleleng yaitu dengan pendekatan dengan agen-agen di Buleleng maupun di Bali serta para senator maupun influencer. Selain itu keterlibatan tim hotel sangatlah penting sehingga wisatawan terjaring dari semua lini.

Oh ya, keterlibatan dan reward ke desa adat amatlah penting, karena nanti ini yang akan menjadi marketing tersendiri. Aman dan nyaman mereka di Buleleng maka akan semakin meningkat kunjungan wisatawan.  Bangga untuk Bulelengku, dirgahayu ke-420 tahun Den Bukit. Salam. [T]

BACA artikel lain dari penulis dr. Putu Sukedana

Tags: bulelengdenbukitPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Selat Punya Kantor Baru, Pj Bupati Buleleng Ingin Kinerja Perbekel dan Perangkatnya Makin Meningkat

Next Post

Hakim Adalah Manusia Biasa

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Hakim Adalah Manusia Biasa

Hakim Adalah Manusia Biasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co