25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kosongkan Gelas: Sebuah Refleksi Perjalanan Belajar di Perhotelan hingga Dilemanya

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 5, 2024
in Esai
Kosongkan Gelas: Sebuah Refleksi Perjalanan Belajar di Perhotelan hingga Dilemanya

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

SEPERTI biasa, jam 9 saya sudah standby di tempat praktik di sebuah hotel di kawasan Ubud. Bekerja di tempat seperti ini membuat saya belajar arti sebuah kedisiplinan, sapa-senyum-salam, saling menghargai, grooming/penampilan, dan bertanggung jawab.

Wacana di atas tidak hanya sekadar berada di atas kertas. Mulai dari bagian gapura hingga bagian lebih dalam kita belajar profesionalisme. Di bagian depan, misalnya, bagian security, dengan profesional biasanya ramah saat melakukan pemeriksaan suhu dengan thermometer gun serta mengarahkan ke tempat yang akan kita tuju. Tak lupa, ia juga akan cek barang bawaan kita untuk menjaga keamanan.

Sering saya berada di depan mesin absen sidik jari. Berbagai tipe karyawan sangat rajin berjalan ke mesin absen dengan tak tergopoh-gopoh. Ada juga yang datang berlarian, untung saja lantai tak semulus paha personel JKT 48. Hehe. Namun, yang begini hanya hitungan jari dan hebatnya tidak ada yang terlambat.

Dari pengamatan ini saya implementasikan di tim medis kami. Doktrinnya sederhana, yakni tidak memaklumi istilah terlambat kecuali force majeure. Pilihannya ada dua, yaitu on time atau before time. Di dunia medis, setiap keterlambatan 10 menit berakibat satu orang akan mati. Jika terjadi kondisi darurat seperti tersumbatnya jalan napas atau serangan jantung maka tindakan cepat dan tepat adalah suatu keharusan.

Saya sering bercanda kepada pasien. Hei, tahukah kalian, apa yang lebih sensitif ketimbang cewek? (maaf ya cewek-cewek). Ya, itu adalah otak. 5 menit saja tanpa oksigen maka sel-sel di dalamnya sudah irreversible/tidak bisa kembali seperti semula.

Jadi, kalau cewek semisal ngambek masih bisa kita rayu dengan bunga, amplop buat ke salon, atau paket mandi susu, dan lain-lain. Tapi otak berbeda, organ ini tak kenal kompromi apalagi disogok seperti birokrasi di negeri ini (maaf, maksudnya oknum, birokrasi yang jujur dan profesional juga banyak).

Saya ingat dahulu di bagian bius, guru-guru dan senior mengajarkan ketika akan memasang endotracheal tube (semacam pipa yang dimasukkan melewati mulut hingga trakea untuk menjamin lapangnya jalan napas sehingga pemberian bantuan napas bisa dilakukan dengan baik) di meja operasi atau di ruang darurat, maka dilakukan pemberian napas cadangan selama 5 menit dahulu.

Sehingga, ketika team medis memasukkan pipa tadi, cadangan oksigen di otak masih ada. Sering senior menyarankan menahan napas saat memasukkan pipa itu. Tujuannya ketika kita sudah tak kuat menahan napas, maka kemungkinan begitu pula yang terjadi dengan pasien kita. Itulah seninya kedokteran. Seru kan? Hehe.

Pandangan saya beralih ke bagian front office, di sana saya selalu disambut bidadari dan arjuna yang senyum begitu tulus dengan tangan namaste di dada. Terkadang saya jahil, saya dekati personel di sana, ternyata benar, selain tampan dan cantik, mereka juga sangat wangi. Jangan tanya kemampuan bahasa asing mereka, cas cus cas cus. Ya, penampilan indah dan skill yang high sangat penting sebagai kesan pertama.

Dari sini setiap rapat atau evaluasi selalu menggunakan bahasa Inggris. Awalnya banyak yang mengeluh, tapi saya tahu rumus kereta. Gaya dorong akan sangat besar dibutuhkan saat akan berjalan. Tantangannya memang besar di awal. Namun perhatikan saat kereta sudah meluncur, gaya yang diperlukan tentu tak sebesar di awal tadi. Terima kasih ya guru-guru Fisika saya sedari SMP-SMA .

Apakah teman-teman tahu akan jagung hibrida? Yak, ini adalah salah satu jagung inovasi yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930-an. Namun tampaknya baru diterima lebih 20 tahun kemudian. Produk atau ide menonjol yang kemudian menjadi terkenal itu disebut difusi. Bruce Ryan dan Neal Gross, keduanya menganalisis difusi jagung hibrida tahun 1930-an.

Ada juga dengan produk iPod yang diluncurkan tahun 2001 dan mencapai puncak penjualan di tahun 2008 sekitar 55 juta. Wow, kok kita bahas tentang ekonomi ya? Begitulah alam, perpustakaan terbesar. Kita bisa belajar dari alam dan apa yang sudah terjadi.

Beralih kemudian ke bagian cullinary. Di sini saya mendapati staff begitu disiplin membersihkan meja dan kursi, gelas-gelas dan piring, hingga mengangkat galon untuk air minum karyawan lainnya. Saya ingat kata senior SMA yang jadi general manager/GM di sebuah hotel, “Back side must be same as front side’“.

Tapi terkadang, saya berpikir apa sih yang kita dapatkan dari sebuah hasil kerja keras? Uang? Istri yang cantik? Mobil? Pristise? Oh, ternyata jawabannya simpel, hasil dari sebuah kerja keras adalah “kerja keras”. Bingung? Coba tarik napas dan bayangkan lalu cermati leader yang ada di dekat teman-teman

Dilema

Sebagai tim medis di periode pandemi ini tentu begitu banyak tantangannya. Teman-teman di perhotelan sedang ditempa begitu besar cobaan. Ya, pariwisata adalah urat nadi perekonomian Bali. Tak terhitung karyawan dirumahkan, tak terhitung villa, hotel, restoran, bahkan hotel “ambruk”.

Tak jarang saya kedatangan ibu-ibu yang menangis setelah bertengkar dengan suaminya karena beban utang menumpuk namun pendapatan jauh berkurang. Kala itu matanya terlihat lebam dan memegang perut. Setelah diperiksa ternyata kecurigaan maag. Setelah melihat mata suaminya, tampaknya ada sesuatu yang tak beres.

Saya minta suaminya keluar sejenak. Lalu saya tanya apakah ada problem sebelumnya di rumah? Ternyata benar, mereka sehabis bertengkar dan menyebabkan ibu ini mengalami maag. Akhirnya kami suntik dan berikan minum.

Obatnya kami siapkan, lalu suaminya kami berikan kesempatan untuk memberikan kepada istrinya. Saya berikan kesempatan mereka mengorek-orek masa indah mereka saat pacaran. Di sinilah cinta, kesetiaan, perjuangan diuji. Apakah hanya terpikat dengan elok tubuhnya, atau berjalan beriringan di masa pandemi.

Lima belas menit saya berikan waktu mereka berdua. Syukurlah, mereka bisa saling merangkul dan saling minta maaf. Mungkin obat lambung saya bekerja 8-12 jam, namun perhatian dan memaafkan akan menjadi “obat” yang sangat ampuh—yang bertahan lebih lama dibanding obat buatan pabrik itu.

Tapi, saya lebih sedih lagi saat terpaksa memberikan keputusan untuk isolasi mandiri atau karantina kepada mereka. Dilema. Duh, anak mereka makan apa? Apalagi beberapa manajemen membuat keputusan untuk melakukan pemeriksaan lab yang tak tepat sasaran, tak tepat timing sehingga menimbulkan luka baru. Sehingga saya rasa mereka perlu mendapatkan pendampingan sehingga uang tak “terbakar” percuma di suasana yang serba sulit ini.

Namun, di masa-masa sulit seperti pandemi lalu, agaknya saya harus berterima kasih kepada seluruh desa adat dan pecalang di Bali. Kita masih ingat, di bulan Maret-April 2020, Bali begitu dipuji di kancah nasional karena kekompakannya menjaga masyarakat dari pandemi. Pun demikian saat di tengah PPKM darurat, peran dari desa adat, pecalang, para sulinggih, sangatlah vital sehingga kita perlu rangkul beliau-beliau itu.

Terima kasih bapak/ibu yang tengah berjuang bersama, terima kasih teman-teman di perhotelan. Semoga cobaan dan penderitaan itu menjadi pelajaran bersama dan Bali lebih siap lagi ke depannya.

Di perhotelan saya belajar tentang hospitality dan perencanaan untuk membuat klien puas. Terima kasih teman-teman di perhotelan. Salam dan rahayu.[T]

BACA artikel lain dari penulis dr. Putu Sukedana

Tags: kedokteranperhotelan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Sekilas tentang Musik Klasik, Mereka yang Terbaik di Piano Klasik, serta Pentingnya Pendidikan Musik

Next Post

Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co