5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kosongkan Gelas: Sebuah Refleksi Perjalanan Belajar di Perhotelan hingga Dilemanya

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 5, 2024
in Esai
Kosongkan Gelas: Sebuah Refleksi Perjalanan Belajar di Perhotelan hingga Dilemanya

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

SEPERTI biasa, jam 9 saya sudah standby di tempat praktik di sebuah hotel di kawasan Ubud. Bekerja di tempat seperti ini membuat saya belajar arti sebuah kedisiplinan, sapa-senyum-salam, saling menghargai, grooming/penampilan, dan bertanggung jawab.

Wacana di atas tidak hanya sekadar berada di atas kertas. Mulai dari bagian gapura hingga bagian lebih dalam kita belajar profesionalisme. Di bagian depan, misalnya, bagian security, dengan profesional biasanya ramah saat melakukan pemeriksaan suhu dengan thermometer gun serta mengarahkan ke tempat yang akan kita tuju. Tak lupa, ia juga akan cek barang bawaan kita untuk menjaga keamanan.

Sering saya berada di depan mesin absen sidik jari. Berbagai tipe karyawan sangat rajin berjalan ke mesin absen dengan tak tergopoh-gopoh. Ada juga yang datang berlarian, untung saja lantai tak semulus paha personel JKT 48. Hehe. Namun, yang begini hanya hitungan jari dan hebatnya tidak ada yang terlambat.

Dari pengamatan ini saya implementasikan di tim medis kami. Doktrinnya sederhana, yakni tidak memaklumi istilah terlambat kecuali force majeure. Pilihannya ada dua, yaitu on time atau before time. Di dunia medis, setiap keterlambatan 10 menit berakibat satu orang akan mati. Jika terjadi kondisi darurat seperti tersumbatnya jalan napas atau serangan jantung maka tindakan cepat dan tepat adalah suatu keharusan.

Saya sering bercanda kepada pasien. Hei, tahukah kalian, apa yang lebih sensitif ketimbang cewek? (maaf ya cewek-cewek). Ya, itu adalah otak. 5 menit saja tanpa oksigen maka sel-sel di dalamnya sudah irreversible/tidak bisa kembali seperti semula.

Jadi, kalau cewek semisal ngambek masih bisa kita rayu dengan bunga, amplop buat ke salon, atau paket mandi susu, dan lain-lain. Tapi otak berbeda, organ ini tak kenal kompromi apalagi disogok seperti birokrasi di negeri ini (maaf, maksudnya oknum, birokrasi yang jujur dan profesional juga banyak).

Saya ingat dahulu di bagian bius, guru-guru dan senior mengajarkan ketika akan memasang endotracheal tube (semacam pipa yang dimasukkan melewati mulut hingga trakea untuk menjamin lapangnya jalan napas sehingga pemberian bantuan napas bisa dilakukan dengan baik) di meja operasi atau di ruang darurat, maka dilakukan pemberian napas cadangan selama 5 menit dahulu.

Sehingga, ketika team medis memasukkan pipa tadi, cadangan oksigen di otak masih ada. Sering senior menyarankan menahan napas saat memasukkan pipa itu. Tujuannya ketika kita sudah tak kuat menahan napas, maka kemungkinan begitu pula yang terjadi dengan pasien kita. Itulah seninya kedokteran. Seru kan? Hehe.

Pandangan saya beralih ke bagian front office, di sana saya selalu disambut bidadari dan arjuna yang senyum begitu tulus dengan tangan namaste di dada. Terkadang saya jahil, saya dekati personel di sana, ternyata benar, selain tampan dan cantik, mereka juga sangat wangi. Jangan tanya kemampuan bahasa asing mereka, cas cus cas cus. Ya, penampilan indah dan skill yang high sangat penting sebagai kesan pertama.

Dari sini setiap rapat atau evaluasi selalu menggunakan bahasa Inggris. Awalnya banyak yang mengeluh, tapi saya tahu rumus kereta. Gaya dorong akan sangat besar dibutuhkan saat akan berjalan. Tantangannya memang besar di awal. Namun perhatikan saat kereta sudah meluncur, gaya yang diperlukan tentu tak sebesar di awal tadi. Terima kasih ya guru-guru Fisika saya sedari SMP-SMA .

Apakah teman-teman tahu akan jagung hibrida? Yak, ini adalah salah satu jagung inovasi yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930-an. Namun tampaknya baru diterima lebih 20 tahun kemudian. Produk atau ide menonjol yang kemudian menjadi terkenal itu disebut difusi. Bruce Ryan dan Neal Gross, keduanya menganalisis difusi jagung hibrida tahun 1930-an.

Ada juga dengan produk iPod yang diluncurkan tahun 2001 dan mencapai puncak penjualan di tahun 2008 sekitar 55 juta. Wow, kok kita bahas tentang ekonomi ya? Begitulah alam, perpustakaan terbesar. Kita bisa belajar dari alam dan apa yang sudah terjadi.

Beralih kemudian ke bagian cullinary. Di sini saya mendapati staff begitu disiplin membersihkan meja dan kursi, gelas-gelas dan piring, hingga mengangkat galon untuk air minum karyawan lainnya. Saya ingat kata senior SMA yang jadi general manager/GM di sebuah hotel, “Back side must be same as front side’“.

Tapi terkadang, saya berpikir apa sih yang kita dapatkan dari sebuah hasil kerja keras? Uang? Istri yang cantik? Mobil? Pristise? Oh, ternyata jawabannya simpel, hasil dari sebuah kerja keras adalah “kerja keras”. Bingung? Coba tarik napas dan bayangkan lalu cermati leader yang ada di dekat teman-teman

Dilema

Sebagai tim medis di periode pandemi ini tentu begitu banyak tantangannya. Teman-teman di perhotelan sedang ditempa begitu besar cobaan. Ya, pariwisata adalah urat nadi perekonomian Bali. Tak terhitung karyawan dirumahkan, tak terhitung villa, hotel, restoran, bahkan hotel “ambruk”.

Tak jarang saya kedatangan ibu-ibu yang menangis setelah bertengkar dengan suaminya karena beban utang menumpuk namun pendapatan jauh berkurang. Kala itu matanya terlihat lebam dan memegang perut. Setelah diperiksa ternyata kecurigaan maag. Setelah melihat mata suaminya, tampaknya ada sesuatu yang tak beres.

Saya minta suaminya keluar sejenak. Lalu saya tanya apakah ada problem sebelumnya di rumah? Ternyata benar, mereka sehabis bertengkar dan menyebabkan ibu ini mengalami maag. Akhirnya kami suntik dan berikan minum.

Obatnya kami siapkan, lalu suaminya kami berikan kesempatan untuk memberikan kepada istrinya. Saya berikan kesempatan mereka mengorek-orek masa indah mereka saat pacaran. Di sinilah cinta, kesetiaan, perjuangan diuji. Apakah hanya terpikat dengan elok tubuhnya, atau berjalan beriringan di masa pandemi.

Lima belas menit saya berikan waktu mereka berdua. Syukurlah, mereka bisa saling merangkul dan saling minta maaf. Mungkin obat lambung saya bekerja 8-12 jam, namun perhatian dan memaafkan akan menjadi “obat” yang sangat ampuh—yang bertahan lebih lama dibanding obat buatan pabrik itu.

Tapi, saya lebih sedih lagi saat terpaksa memberikan keputusan untuk isolasi mandiri atau karantina kepada mereka. Dilema. Duh, anak mereka makan apa? Apalagi beberapa manajemen membuat keputusan untuk melakukan pemeriksaan lab yang tak tepat sasaran, tak tepat timing sehingga menimbulkan luka baru. Sehingga saya rasa mereka perlu mendapatkan pendampingan sehingga uang tak “terbakar” percuma di suasana yang serba sulit ini.

Namun, di masa-masa sulit seperti pandemi lalu, agaknya saya harus berterima kasih kepada seluruh desa adat dan pecalang di Bali. Kita masih ingat, di bulan Maret-April 2020, Bali begitu dipuji di kancah nasional karena kekompakannya menjaga masyarakat dari pandemi. Pun demikian saat di tengah PPKM darurat, peran dari desa adat, pecalang, para sulinggih, sangatlah vital sehingga kita perlu rangkul beliau-beliau itu.

Terima kasih bapak/ibu yang tengah berjuang bersama, terima kasih teman-teman di perhotelan. Semoga cobaan dan penderitaan itu menjadi pelajaran bersama dan Bali lebih siap lagi ke depannya.

Di perhotelan saya belajar tentang hospitality dan perencanaan untuk membuat klien puas. Terima kasih teman-teman di perhotelan. Salam dan rahayu.[T]

BACA artikel lain dari penulis dr. Putu Sukedana

Tags: kedokteranperhotelan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Sekilas tentang Musik Klasik, Mereka yang Terbaik di Piano Klasik, serta Pentingnya Pendidikan Musik

Next Post

Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails
Next Post
Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co