5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kosongkan Gelas: Sebuah Refleksi Perjalanan Belajar di Perhotelan hingga Dilemanya

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 5, 2024
in Esai
Kosongkan Gelas: Sebuah Refleksi Perjalanan Belajar di Perhotelan hingga Dilemanya

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

SEPERTI biasa, jam 9 saya sudah standby di tempat praktik di sebuah hotel di kawasan Ubud. Bekerja di tempat seperti ini membuat saya belajar arti sebuah kedisiplinan, sapa-senyum-salam, saling menghargai, grooming/penampilan, dan bertanggung jawab.

Wacana di atas tidak hanya sekadar berada di atas kertas. Mulai dari bagian gapura hingga bagian lebih dalam kita belajar profesionalisme. Di bagian depan, misalnya, bagian security, dengan profesional biasanya ramah saat melakukan pemeriksaan suhu dengan thermometer gun serta mengarahkan ke tempat yang akan kita tuju. Tak lupa, ia juga akan cek barang bawaan kita untuk menjaga keamanan.

Sering saya berada di depan mesin absen sidik jari. Berbagai tipe karyawan sangat rajin berjalan ke mesin absen dengan tak tergopoh-gopoh. Ada juga yang datang berlarian, untung saja lantai tak semulus paha personel JKT 48. Hehe. Namun, yang begini hanya hitungan jari dan hebatnya tidak ada yang terlambat.

Dari pengamatan ini saya implementasikan di tim medis kami. Doktrinnya sederhana, yakni tidak memaklumi istilah terlambat kecuali force majeure. Pilihannya ada dua, yaitu on time atau before time. Di dunia medis, setiap keterlambatan 10 menit berakibat satu orang akan mati. Jika terjadi kondisi darurat seperti tersumbatnya jalan napas atau serangan jantung maka tindakan cepat dan tepat adalah suatu keharusan.

Saya sering bercanda kepada pasien. Hei, tahukah kalian, apa yang lebih sensitif ketimbang cewek? (maaf ya cewek-cewek). Ya, itu adalah otak. 5 menit saja tanpa oksigen maka sel-sel di dalamnya sudah irreversible/tidak bisa kembali seperti semula.

Jadi, kalau cewek semisal ngambek masih bisa kita rayu dengan bunga, amplop buat ke salon, atau paket mandi susu, dan lain-lain. Tapi otak berbeda, organ ini tak kenal kompromi apalagi disogok seperti birokrasi di negeri ini (maaf, maksudnya oknum, birokrasi yang jujur dan profesional juga banyak).

Saya ingat dahulu di bagian bius, guru-guru dan senior mengajarkan ketika akan memasang endotracheal tube (semacam pipa yang dimasukkan melewati mulut hingga trakea untuk menjamin lapangnya jalan napas sehingga pemberian bantuan napas bisa dilakukan dengan baik) di meja operasi atau di ruang darurat, maka dilakukan pemberian napas cadangan selama 5 menit dahulu.

Sehingga, ketika team medis memasukkan pipa tadi, cadangan oksigen di otak masih ada. Sering senior menyarankan menahan napas saat memasukkan pipa itu. Tujuannya ketika kita sudah tak kuat menahan napas, maka kemungkinan begitu pula yang terjadi dengan pasien kita. Itulah seninya kedokteran. Seru kan? Hehe.

Pandangan saya beralih ke bagian front office, di sana saya selalu disambut bidadari dan arjuna yang senyum begitu tulus dengan tangan namaste di dada. Terkadang saya jahil, saya dekati personel di sana, ternyata benar, selain tampan dan cantik, mereka juga sangat wangi. Jangan tanya kemampuan bahasa asing mereka, cas cus cas cus. Ya, penampilan indah dan skill yang high sangat penting sebagai kesan pertama.

Dari sini setiap rapat atau evaluasi selalu menggunakan bahasa Inggris. Awalnya banyak yang mengeluh, tapi saya tahu rumus kereta. Gaya dorong akan sangat besar dibutuhkan saat akan berjalan. Tantangannya memang besar di awal. Namun perhatikan saat kereta sudah meluncur, gaya yang diperlukan tentu tak sebesar di awal tadi. Terima kasih ya guru-guru Fisika saya sedari SMP-SMA .

Apakah teman-teman tahu akan jagung hibrida? Yak, ini adalah salah satu jagung inovasi yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930-an. Namun tampaknya baru diterima lebih 20 tahun kemudian. Produk atau ide menonjol yang kemudian menjadi terkenal itu disebut difusi. Bruce Ryan dan Neal Gross, keduanya menganalisis difusi jagung hibrida tahun 1930-an.

Ada juga dengan produk iPod yang diluncurkan tahun 2001 dan mencapai puncak penjualan di tahun 2008 sekitar 55 juta. Wow, kok kita bahas tentang ekonomi ya? Begitulah alam, perpustakaan terbesar. Kita bisa belajar dari alam dan apa yang sudah terjadi.

Beralih kemudian ke bagian cullinary. Di sini saya mendapati staff begitu disiplin membersihkan meja dan kursi, gelas-gelas dan piring, hingga mengangkat galon untuk air minum karyawan lainnya. Saya ingat kata senior SMA yang jadi general manager/GM di sebuah hotel, “Back side must be same as front side’“.

Tapi terkadang, saya berpikir apa sih yang kita dapatkan dari sebuah hasil kerja keras? Uang? Istri yang cantik? Mobil? Pristise? Oh, ternyata jawabannya simpel, hasil dari sebuah kerja keras adalah “kerja keras”. Bingung? Coba tarik napas dan bayangkan lalu cermati leader yang ada di dekat teman-teman

Dilema

Sebagai tim medis di periode pandemi ini tentu begitu banyak tantangannya. Teman-teman di perhotelan sedang ditempa begitu besar cobaan. Ya, pariwisata adalah urat nadi perekonomian Bali. Tak terhitung karyawan dirumahkan, tak terhitung villa, hotel, restoran, bahkan hotel “ambruk”.

Tak jarang saya kedatangan ibu-ibu yang menangis setelah bertengkar dengan suaminya karena beban utang menumpuk namun pendapatan jauh berkurang. Kala itu matanya terlihat lebam dan memegang perut. Setelah diperiksa ternyata kecurigaan maag. Setelah melihat mata suaminya, tampaknya ada sesuatu yang tak beres.

Saya minta suaminya keluar sejenak. Lalu saya tanya apakah ada problem sebelumnya di rumah? Ternyata benar, mereka sehabis bertengkar dan menyebabkan ibu ini mengalami maag. Akhirnya kami suntik dan berikan minum.

Obatnya kami siapkan, lalu suaminya kami berikan kesempatan untuk memberikan kepada istrinya. Saya berikan kesempatan mereka mengorek-orek masa indah mereka saat pacaran. Di sinilah cinta, kesetiaan, perjuangan diuji. Apakah hanya terpikat dengan elok tubuhnya, atau berjalan beriringan di masa pandemi.

Lima belas menit saya berikan waktu mereka berdua. Syukurlah, mereka bisa saling merangkul dan saling minta maaf. Mungkin obat lambung saya bekerja 8-12 jam, namun perhatian dan memaafkan akan menjadi “obat” yang sangat ampuh—yang bertahan lebih lama dibanding obat buatan pabrik itu.

Tapi, saya lebih sedih lagi saat terpaksa memberikan keputusan untuk isolasi mandiri atau karantina kepada mereka. Dilema. Duh, anak mereka makan apa? Apalagi beberapa manajemen membuat keputusan untuk melakukan pemeriksaan lab yang tak tepat sasaran, tak tepat timing sehingga menimbulkan luka baru. Sehingga saya rasa mereka perlu mendapatkan pendampingan sehingga uang tak “terbakar” percuma di suasana yang serba sulit ini.

Namun, di masa-masa sulit seperti pandemi lalu, agaknya saya harus berterima kasih kepada seluruh desa adat dan pecalang di Bali. Kita masih ingat, di bulan Maret-April 2020, Bali begitu dipuji di kancah nasional karena kekompakannya menjaga masyarakat dari pandemi. Pun demikian saat di tengah PPKM darurat, peran dari desa adat, pecalang, para sulinggih, sangatlah vital sehingga kita perlu rangkul beliau-beliau itu.

Terima kasih bapak/ibu yang tengah berjuang bersama, terima kasih teman-teman di perhotelan. Semoga cobaan dan penderitaan itu menjadi pelajaran bersama dan Bali lebih siap lagi ke depannya.

Di perhotelan saya belajar tentang hospitality dan perencanaan untuk membuat klien puas. Terima kasih teman-teman di perhotelan. Salam dan rahayu.[T]

BACA artikel lain dari penulis dr. Putu Sukedana

Tags: kedokteranperhotelan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Sekilas tentang Musik Klasik, Mereka yang Terbaik di Piano Klasik, serta Pentingnya Pendidikan Musik

Next Post

Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

Bob Marley: Antara Reggae, Rastafari, dan Hak Asasi Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co