7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yuk ke Buleleng: Wisata Alam Murah Meriah, Malam Bisa Nikmati GGH

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 2, 2018
in Tualang

Menunggu Senja di Desa Selat/ Foto: Joy Sastrawijaya

BERPROFESI sebagai jurnalis, membuat saya harus berkunjung ke banyak tempat untuk menunaikan kewajiban termasuk berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di Buleleng. Jadi saya sedikit lebih tahu ke mana harus pergi untuk menghabiskan libur panjang di Buleleng.

Anggap saja perjalanan berlibur dimulai dari pagi hari, dari arah Denpasar menuju Buleleng. Desa pertama yang kita temukan adalah Desa Pancasari yang berbatasan dengan Tabanan. Karena masih pagi, mari kita sarapan jaje laklak dulu. Dimana?

Jawabnya  di “DJADJA LAKLAK”.  Tempatnya gampang dicari, di pinggir jalan dekat dengan Pos Polisi Pancasari. Warung ini buka dari jam enam pagi hingga jam sebelas siang. Jangan khwatir dengan harga, dijamin tidak bikin kantong kita langsung menipis. Rp.10.000 untuk sarapan laklak dan kopi atau teh hangat, cukuplah.

Selesai sarapan, masih di sekitar Pancasari, kita harus ke mana lagi ya? Ada baiknya kita menuju perkebunan storwbery yang banyak ada di sekitar Danau Buyan. Kita bisa petik langsung strowbery di kebun petani. Berapa harganya? Siapkan uang Rp. 30.000 untuk satu kilo strawberry petik langsung. Jangan lupa berswafoto ya.

Djadja Laklak di Pancasari/ Foto: FB/They Renggo Laulikers

Waktu belum terlalu siang, belum saatnya untuk makan siang. Kita lanjutkkan perjalanan berwisata kita. Tapi harus ke mana lagi ya? Yuks tancap gas menuju Desa Wanagiri, menuju tempat yang kekinian, tempat kita berswafoto dengan latar belakang danau. Kita bisa foto di ayunan, sarang burung, dan di helicopter. Harga tiket masuknya Rp.10.000 per orang. Masih di Desa Wanagiri, kita bisa berkunjung ke Air Terjun Cinta atau Air Terjun Banyumala. Harga tiketnya juga sama Rp. 10.000 per orang.

Jika sudah banyak mengabadikan foto di tempat yang kekinian, hari pasti sudah siang dan saatnya untuk makan siang. Pilihan tempat makan siang, masih bisa di pilih di sekitaran Desa Wanagiri agar rasa lapar tetap terjaga. Makanan apa ya?

Kita masih berada di daerah yang dingin, jadi ada baiknya kita bakan bakso yang hangat. Pilihan tempatnya di sepanjang jalan Wanagari. Di tepi jalan banyak terdapat tempat makan berupa sekapat dengan latar belakang danau buyan. Atau bisa juga di simpang Wanagiri-Pancasari (bojog-bojogan), kita bisa menikmati makan siang berupa sate dan bakso dengan ditemani monyet (bojog) yang selalu ramah menemani makan siang kita. Cukup dengan Rp. 25.000 kita sudah puas untuk menu makan siang yang nikmat.

Sebelum lanjut turun kota Singaraja, mari kita hitung dulu, uang yang sudah kita habiskan di Pancasari dan Wanagiri. Laklak Rp. 10.000 + petik strowberi Rp.30.000 + tempat kekinian Rp. 10.000 + makan siang Rp. 25.000 = Rp. 75.000. Ya baru tujuh puluh lima ribu uang yang kita habiskan setengah hari di Buleleng.

Berswafoto di atas danau di Wanagiri

Makan siang sudah berlalu, mari lanjutkan perjalanan menuju kota singaraja melalui Desa Gitgit. Mungkin banyak yang sudah tahu jika di Desa Gitgit banyak terdapat air terjun. Jika mau mampir di air terjun ada tiga air terjun yang bisa di kunjungi di antaranya Air Terjun Campuhan, Twin Waterfall, dan Air Terjut Gitgit. Tiket masuknya Rp. 10.000/orang, silahkan ditentukan pilihan air terjun mana yang akan di kunjungi.

Jika tiga air terjun di Gitgit ini dilewati, janganlah melewati Air Terjun Jembong di Desa Ambengan. Di Desa Ambengan ada air terjun dan kolam renang. Air Terjun Jembong yang telah ditata oleh kelompok sadar wisata. Di Air Terjun Jembong, selain menikmati keindahan air terjun, kita langsung bisa berendam. Bisa berendam di air terjun atau bisa di kolam renang yang baru saja selesai dibuat. Air yang digunakan di kolam renang memanfaatkan air dari Air Terjun Jembong. Dijamin menyegarkan. Habiskanlah waktu untuk bersantai di kolam renang, sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi Buleleng. Oh ya hampir lupa menyampaikan harga tiket masuk. Harga tiket masuk Rp. 5.000.

Jika sudah berendam, mata pasti ngantuk, saatnya untuk menuju tempat beristirahat. Pilihan tempatnya, jika kalian punya teman di Buleleng mampirlah di sana untuk istirahat ataupun bermalam, jadi cukup murah kan? Kalau tidak punya teman di Buleleng, pesanlah tempat menginap dengan aplikasi perjalanan di smartphone anda. Kenapa lewat aplikasi perjalanan di smartphone? Ya. Pasti lebih mudah dan lebih murah. Diskonnya gede. Kisaran Rp. 150.000 – Rp. 300.000 (jika tidak kehabisan kamar) Hehehe…. Selamat beristirahat jangan lupa untuk hidupkan alarm sebelum senja.

Saat senja, kita pasti ingin menikmati matahari terbenam, jangan harap bisa dapatkan sunset yang indah seperti di Tanah Lot, Tabanan. Maka dari itu, disarankan sebelum senja kita harus bergegas pergi ke Desa Selat menuju Rumah Makan TB “TEPI BUKIT”. Dari TB kita bisa menikmati sunset, yang kita lihat dari perbukitan. Harga makanan di sini pun cukup murah, Rp.50.000 bisalah untuk berdua (jika kita bepergian dengan pasangan).

Terus kalau malam di Buleleng kita ke mana?

Nah, kalau malam sepertinya harus menyiapkan uang yang agak banyak, tempat yang dikunjungi sedikit lebih berkelas. Wisata malam tempat yang paling saya sarankan ya pastilah Ke Krisna Fantastik Land. Banyak wahana yang disiapkan dari biang lala, roda gila, lampion dll, yang pasti banyak lah. Jika mau yang murah, silahkan datang ke pantai penimbangan, untuk sekedar makan jagung bakar dan jus buah. Murah meriahlah.

Bagi anda alcoholic, silahkan pergi ke pasar banyuasri carilah penjual GGH arak beras kas Buleleng harganya Rp. 75.000 perbotol, dijamin malam anda sangat menyenangkan. Untuk menikmati GGH bisa dicampur daun mint, lemon dan minuman bersoda, dijamin rasanya takkan terlupakan.

Kalau lapar ditengah malam, jangan khawatir banyak penjual nasi kuning di seputaran kota Singaraja, bisa juga menikmati rawon pangi yang ada di tengah Pasar Anyar  yang selalu buka di tengah malam.

Nah, Selamat Menikmati Malam Di Buleleng…

Esok pagi sebelum matahari terbit, kita harus sudah bangun, mari kita pergi ke Lovina untuk menonton lumba-lumba di tengah laut. Tinggal datang langsung, atau bisa dipesan sehari sebelumnya. Menonton lumba-lumba yang ada ditengah laut akan menjadi sensasi yang menyenangkan. Lumba-lumba ini akan selalu muncul di lovina setiap pagi. Biayanya Rp. 100.000/orang. Jika mau tawar-menawar mungkin bisa dapat harga yang lebih murah.

Selain menonton lumba-lumba, kita bisa lah untuk sekedar snorkeling di pantai lovina, masih lah ada terumbu karang yang bisa kita nikmati keindahannya, walau tetap lebih indah terumbu karang yang ada di Pulau Menjangan, Pemuteran dan Penuktukan untuk di Buleleng.

Selesai bermain air diLlovina, pasti akan lapar, nah. Saatnya kita mencoba menu khas Buleleng, seperti syobak, serapah, dan belayag. Dimana harus mencarinya? Dagang syobak banyak kita temui di Buleleng. harganya pun bervariasi dari Rp.10.000 hingga Rp.25.000. Untuk serapah, setahu saya, dagang yang masih menjualnya ya cuma di warungnya Pak Kacuak di Jalan Gajah Mada, Banjar Jawa, Singaraja. Syobak dan serapah merupakan olah daging babi.

Terus, belayag nyarinya di mana? Jika terlalu siang, kita tidak akan menemukan dagang blayag di tengah pasar tradisional. Tapi tenang jika agak siang, masih ada yang menjual blayag dan blayagnya lebih keren, blayag beras hitam. Cukup datang ke Rumah Makan Sehat di jalan Gajah Mada. Tenang walau namanya agak seram, harga masih bersahabat dengan isi dompet kesayangan kita.

Selepas menikmati makanan khas Buleleng, perjalanan mari kita lanjutkan, kini ke arah barat buleleng, di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Saatnya berkunjung ke Air Panas Banjar. Mari berileksasi dengan kehangatan air panas alami. Jangan ragu-ragu untuk mandi dan berendam. Biarkan seluruh urat-urat kita melentur sejenak. Harga tiket masuk Rp. 10.000/orang. Bayar murah untuk berendam sepuasnya.

Jika lapar tenang saja, di depan areal parkir Air Panas Banjar, ada satu rumah makan yang menyajikan olahan ikan laut “ATM MINI”. Sekali lagi untuk harga jangan khawatir, semuanya harga yang sangat bersahabat. Dijamin puas, puas makannya puas harganya.

Pemandangan di Bukit Kursi, Pemuteran./Foto: Canestra Adi Putra

Nah ini sedikit informasi buat yang ingin berlibur ke Buleleng. Bisa ditotalkan sendiri berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk menikmati liburan yang menyenangkan di Buleleng. Ini baru sebagian kecil tempat wisata yang saya sampaikan. Masih banyak tempat yang bisa kita kunjungi, untuk bisa mendapatkan semua siapakan waktu berlibur yang panjang setidaknya tiga sampai lima hari di Buleleng.

Secara umum tambahan tempat wisata yang bisa dikunjungi dari Kecamatan Tejakula, ada rumah pohon di Desa Les, snorkeling di Desa Penuktukan.  Di Kecamatan Kubutambahan ada kolam renang Air Sanih dan Air Terjun Carat. Di Kecamatan Sawan, ada Air Terjun Fiji di Lemukih, Air Terjun Sekumpul, Pura Dalem Segara Madu dan Pura Beji Sangsit. Di Kecamatan Buleleng ada penetasan penyu di Pantai Penimbangan. Di Kecamatan Banjar berkunjunglah ke Bali Aga (Sidatapa, Cempaga, Pedawa, Tigawasa). Di Kecamatan Sukasada ada juga Air Terjun Aling-aling. Di Kecamatan Gerokgak ada Desa Pemuteran, Bukit Kursi, Pulau Putih dan Pulau Menjangan.

Masih enggan ke Buleleng? (T)

Tags: alambalibulelengPariwisata
Share30999TweetSendShareSend
Previous Post

Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

Next Post

Mari Salahkan Andy Dufresne – Tentang Kaburnya 4 Napi Asing di LP Kerobokan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post

Mari Salahkan Andy Dufresne – Tentang Kaburnya 4 Napi Asing di LP Kerobokan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co