25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Jaswanto by Jaswanto
January 7, 2024
in Khas
Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Peserta Bali Wildlife Camp 2024 sedang melakukan praktik lapangan | Foto: Jaswanto

PAGI menjelang siang itu, Desa Pedawa sedang diselimuti mendung, nyaris tak ada celah sinar matahari untuk menerobosnya. Tanahnya, jalanannya, rerumputan, dan pohon-pohon cengkeh dan arennya basah oleh guyuran hujan awal tahun.

Di bawah mendung yang semakin menebal, di seberang pura tua, di sebuah lapangan berumput hijau, berdiri tenda warna-warni dengan berbagai ukuran. Tenda-tenda itu tampak layu dan menggigil di tengah udara Pedawa yang sejuk dan agak berangin.

Sedangkan di bawah bangunan tanpa pintu dan berdinding anyaman bambu sederhana itu—seperti sebuah aula—orang-orang duduk di kursi plastik berwarna merah dan bergerombol dengan satu orang menjadi pusat perhatian.

Mereka, orang-orang yang bergerombol itu, tidak sedang arisan, musyawarah, apalagi bergosip; tapi sedang melangsungkan kegiatan bertajuk “Bali Wildlife Camp 2024”—pendidikan dan latihan dasar tentang konservasi kehidupan liar di Bali.

Beberapa tenda peserta Bali Wildlife Camp 2024 / Foto: Jaswanto

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PROFAUNA (Protection of Forest and Fauna) Bali yang bekerja sama dengan PROFAUNA Indonesia Foundation, Kayoman Pedawa, dan Yayasan Penyu Indonesia. Acara yang diselenggarakan untuk generasi muda yang ingin belajar tentang konservasi satwa liar ini, diadakan pada tanggal 6-7 Januari 2024 di  Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Menurut pendiri PROFAUNA, Rosek Nursahid, Pedawa sangat tepat dijadikan lokasi pelatihan tersebut karena, selain terdapat komunitas pemerhati lingkungan seperti Kayoman, desa tua ini juga dinilai memiliki lingkungan yang mendukung. “Ada vegetasi, ada satwa liar,” ujarnya, Sabtu (6/1/2024) siang.

Sejauh ini, ekosistem atau lingkungan Desa Pedawa memang masih bisa dibilang “sehat”. Selain memiliki hutan dan mata air yang masih terjaga, orang-orang Pedawa juga sudah memiliki kesadaraan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan. Hal tersebut pada akhirnya juga berdampak pada keberlangsungan hidup satwa liar di sana.

Bali Wildlife Camp 2024 di Pedawa, sebagaimana dituturkan Rosek, merupakan kegiatan PROFAUNA yang pertama. Artinya, selama ini PROFAUNA hanya melakukan training-training biasa di berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, atau di Maluku. Menjadikan Bali sebagai tempat pertama, menurut Rosek, karena Bali memiliki sejarah kelam tentang eksploitasi penyu untuk dikonsumsi.

“Ada dua hal yang kami inginkan atas terselenggaranya kegiatan ini. Pertama, memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mendapatkan pengetahuan praktis dari praktisi tentang bagaimana konservasi kehidupan liar. Kedua, kami juga ingin mengangkat dan meningkatkan eksistensi Kayoman Pedawa,” terang Rosek, di tengah suara guyuran hujan.   

Apa yang dikatakan Rosek memang benar. Pemateri dalam acara ini semuanya adalah praktisi di bidang konservasi kehidupan liar yang diambil dari PROFAUNA Indonesia Foundation dan Yayasan Penyu Indonesia (YPI). Pantas saja, 26 enam peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia—Sulawesi, Bali, Jawa, Sumatera, dan lainnya—itu tampak senang dan serius mendengarkan setiap materi yang disampaikan para praktisi.

Suasana forum Bali Wildlife Camp 2024 / Foto: Jaswanto

Setidaknya ada enam materi yang disampaikan, yakni konservasi dan hukum perlindungan satwa liar, dendrology dan praktek herbarium, sensus satwa liar, bird watching, konservasi penyu, dan outdoor games. Selain itu, masyarakat adat yang diwakili Kayoman Pedawa juga berbagi pengalaman mereka dalam melestarikan mata air dan hutan desa.

Seorang peserta dari Belitung, Muhammad Bawim, mengaku rela jauh-jauh ke Pedawa demi untuk belajar mengenai alam, satwa, dan vegetasi yang tidak ia ketahui—yang nantinya pengetahuan tersebut dapat disalurkan kepada teman-temannya di daerah yang belum mendapat kesempatan untuk mengikuti acara tersebut.

“Di tempat saya masih banyak orang yang tidak tahu mengenai konservasi lingkungan. Jadi, saya ingin apa yang saya dapatkan dari sini, bisa saya sampaikan kepada teman-teman di sana,” harapnya.  

Dengan banyaknya orang luar daerah yang mengunjungi Pedawa, menurut Putu Yuli Supriyandana, selaku ketua Kayoman Pedawa, secara tidak langsung, kegiatan seperti ini dapat mempromosikan potensi Desa Pedawa. “Dan ini juga menjadi pembelajaran ke depan bagi kami, Kayoman, bahwa menyelenggarakan kegiatan itu tidak harus formal,” ujarnya.

Menurut Yuli, acara ini sudah dipersiapkan dua minggu sebelumnya oleh pihak PROFAUNA. Persiapan tersebut dilakukan salah satunya adalah untuk memastikan kondisi lokasi kemah dan tempat-tempat yang akan dijadikan sebagai titik pengamatan burung dan tumbuh-tumbuhan yang termasuk tanaman konservasi.

Laboratorium Alam

Sebelum kegiatan berlangsung, selama dua minggu, bersama Kayoman, PROFAUNA telah melakukan pengamatan burung di sekitar hutan Pedawa terlebih dahulu. Dari hasil amatan tersebut, pihak PROFAUNA mengatakan setidaknya ada enambelas burung yang berhasil diamati, yakni burung crukcuk (brebah), bondol jawa.

Juga kacamata (jenis pleci), tekukur, walik kembang, meninting besar, sepah kecil, cabe jawa, cinenen kelabu, prenjak jawa, cekakak sungai, bondol peking, burung punai (mitos), madu srigati, perking kumbang, dan elang hitam.

Peserta Bali Wildlife Camp 2024 sedang melakukan praktik lapangan / Foto: Jaswanto

Namun, mereka percaya setidaknya ada 30 jenis burung yang ada di Pedawa. Menurut data yang mereka berikan, untuk burung jalak dan celalongan sudah tidak ada. Kemungkinan pindah tempat karena habitatnya sudah tidak menyediakan makanan.

Selain burung, di Pedawa juga masih ada kijang, luwak, trenggiling, landak, tupai (besar dan kecil), monyet ekor panjang, macan akar, rase, beluk, dan ayam hutan merah.

Mengenai hal tersebut, menurut Rosek, Pedawa dapat dijadikan laboratorium alam yang sangat berguna bagi dunia pendidikan, misalnya. “Sehingga mahasiswa dapat melakukan riset tentang satwa, vegetasi. Saya kira potensinya [Pedawa] sangat luar biasa,” jelasnya.

Mengenai sumber mata air atau ekosistem lingkungan secara umum di Pedawa, menurut Putu Yuli, cukup baik karena didukung oleh kesadaran masyarakat yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, sebagaimana telah disinggung di awal, juga berdampak pada satwa liar di Pedawa.

“Satwa-satwa yang sudah lama tidak terlihat di Pedawa, terutama burung, sudah mulai bermunculan kembali, seperti anis merah salah satunya,” terang Yuli. Tentu ini adalah kabar yang menggembirakan. Semoga, ini juga terjadi di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia.[T]

BACA artikel lain tentang DESA PEDAWA di sini

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa
Pedawa: Kebahagiaan Adalah Kekeluargaan
Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa
Tags: balibulelengDesa PedawaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Next Post

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co