24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
December 27, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan 9,5 juta – 14,3 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024 nanti. Selain itu, ditarget 1,25 miliar perjalanan dengan 1,5 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Akankah target tersebut tercapai?

Melihat indikator kunjungan wisman pada tahun 2023 tampaknya target tahun 2024 dapat terealisasi. Kunjungan wisman tahun 2023 ditarget 8,5 juta, dan telah melampaui target dengan capaian 9,49 juta wisatawan. Padahal Indonesia baru saja keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Harapan lain akan tercapainya target wisman di tahun 2024 adalah rencana kebijakan bebas visa. Sandiaga Uno berencana mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi 20 negara, yang meliputi Australia, China, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lain.

Sejumlah negara yang mendapat bebas visa memang potensial menyumbang wisman. Selain itu, 20 negara tersebut juga memiliki karakteristik yang mendukung ekosistem pariwisata Tanah Air. Negara-negara Eropa, misalnya memiliki lama tinggal (length of stay) yang tinggi. Sedangkan wisatawan dari negara-negara Timur Tengah memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi di suatu destinasi.

Target 9,5 juta – 14,3 juta wiswan dapat tercapai tentunya dengan beberapa catatan. Salah satunya adalah tidak terjadi krisis ekonomi global yang membuat wisatawan menunda perjalanan. Selain itu juga krisis politik yang terjadi pada negara bebas visa tersebut. Perang maupun gejolak politik dalam negeri negara-negara tersebut dapat menghambat pergerakan wisatawan antarnegara.

Tantangan

Pariwisata adalah industri jasa yang sangat dinamis. Jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan dapat tercapai, bisa juga mengalami kegagalan. Sejumlah tantangan menghadang pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2024. Tantangan bisa datang dari Indonesia sebagai tuan rumah (host) maupun dari wisatawan yang berkunjung.

Tantangan pertama berkaitan dengan infrastruktur pendukung pariwisata, baik aksesibilitas maupun amenitas pariwisata. Aksesibilitas wisata hanya bernilai baik pada destinasi wisata unggulan. Sedangkan destinasi wisata pendukung di berbagai daerah masih mengalami keterbatasan.

Amenitas wisata juga belum sepenuhnya dapat memuaskan wisatawan. Masih banyak destinasi wisata yang mengabaikan kebutuhan dan pelayanan kepada wisatawan. Hal-hal sepele terkait amenitas masih sering dijumpai, seperti tempat parkir yang kurang memadai, toilet di destinasi yang jorok, maupun tempat sampah yang belum tersedia pada tempat-tempat strategis.

Tantangan kedua berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Target kunjungan wisman yang tinggi perlu dibarengi dengan kualitas SDM pariwisata yang berstandar internasional. Jangan sampai terjadi keluhan wisman yang bersumber dari pelayanan yang tidak profesional. Menparekraf perlu melakukan program pemberdayaan SDM pariwisata di semua lini agar memiliki keterampilan pelayanan berstandar internasional.

Ketiga, tantangan akan berhadapan dengan konsep pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Masih banyak destinasi wisata yang mengklaim diri berkualitas dan berkelanjutan, namun hanya sebatas wacana. Buktinya, acap ditemukan destinasi yang mengejar jumlah kunjungan tanpa memberi batasan, sehingga terjadi overtourism. Begitu pula masih banyak dijumpai destinasi wisata yang tidak ramah lingkungan, bahkan mengancam jiwa wisatawan.

Tantangan berikutnya berhubungan dengan perilaku wisatawan di suatu destinasi. Tidak semua wisatawan berperilaku baik ketika mengunjungi destinasi wisata. Tidak sedikit yang melakukan pelecehan dan pelanggaran norma sosial dan budaya di destinasi. Begitu pula dengan vandalisme terhadap objek dan daya tarik wisata. Penertiban perilaku wisatawan dengan demikian menjadi agenda penting bagi industri pariwisata Indonesia.

Tren 2024

Profil wisatawan tahun 2024 sepertinya tidak akan berubah secara signifikan dari tahun sebelumnya. Pasar wisata masih didominasi kelompok milenial dan Z. Mereka adalah kelompok wisatawan yang sangat tergantung pada informasi wisata secara digital.

Tren wisata 2024 akan lebih ditengarai oleh perilaku wisatawan yang baru. Mengutip situs online Travel Agent (OTA) Booking.com sebagaimana dikutip Kompas.com (31 Oktober 2023), ada beberapa tren baru perilaku wisatawan.

Destinasi wisata yang sejuk dan dingin menjadi incaran wisatawan. Pilihan akomodasi akan disesuaikan dengan fasilitas yang dekat dengan air maupun kolam renang. Hal ini berkaitan dengan suhu dan cuaca yang belakangan ini cenderung panas.

Kuliner menjadi salah satu motif perjalanan wisata di tahun 2024. Destinasi wisata yang dekat dengan pusat kuliner lebih disukai. Eksplorasi wisatawan terhadap beragam kuliner daerah akan menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Perilaku wisatawan dalam merencanakan perjalanan mengalami perubahan. Berwisata secara spontan menjadi alternatif berwisata. Wisatawan lebih menyukai perjalanan yang fleksibel dan penuh kejutan. Dalam memilih transportasi maupun akomodasi, wisatawan akan mengambil keputusan secara last minute deals. Terutama yang berkaitan dengan harga dan promosi moda transportasi dan akomodasi.

Tahun 2024 pelaku industri pariwisata perlu berbenah diri untuk menawarkan produk wisatanya. Lingkungan yang bersih, berkelanjutan, dan estetis menjadi pilihan wisatawan. Keinginan untuk merasa seperti di rumah sendiri menuntut tersedianya ruang hijau dan fasilitas yang ramah lingkungan di sektor pariwisata.

Pinterest Predicts mengungkapkan, generasi milenial dan Z mewarnai tren slowcation dalam perjalanan di tahun 2024. Slowcation adalah perjalanan wisata secara santai dengan orientasi “mengejar tidur yang berharga”. Oleh karenanya wisatawan cenderung memilih destinasi yang tenang dan tidak padat pengunjung.

Destinasi populer yang penuh pengunjung tidak diminati wisatawan slowcation. Mereka lebih memilih destinasi yang dapat untuk bersantai lebih lama. Indonesia banyak memiliki pilihan destinasi slowcation, seperti Ubud di Bali, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru di Jawa Timur, Yogyakarta, serta Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Destinasi tersebut menawarkan pemandangan alam yang sejuk serta kehidupan sosial budaya yang orisinal.

Optimisme tetap perlu digenggam para pelaku wisata di tahun 2024. Tren berwisata dapat menjadi acuan dalam menjual produk dan pelayanan. Selebihnya, semua pemangku kepentingan harus siap menjadi tuan rumah yang baik bagi jutaan wisatawan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: komunikasiPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Seni di Bali Utara: Refleksi, Membaca Potensi, Membidik Posisi Terbaik

Next Post

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co