24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
December 27, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan 9,5 juta – 14,3 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024 nanti. Selain itu, ditarget 1,25 miliar perjalanan dengan 1,5 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Akankah target tersebut tercapai?

Melihat indikator kunjungan wisman pada tahun 2023 tampaknya target tahun 2024 dapat terealisasi. Kunjungan wisman tahun 2023 ditarget 8,5 juta, dan telah melampaui target dengan capaian 9,49 juta wisatawan. Padahal Indonesia baru saja keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Harapan lain akan tercapainya target wisman di tahun 2024 adalah rencana kebijakan bebas visa. Sandiaga Uno berencana mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi 20 negara, yang meliputi Australia, China, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lain.

Sejumlah negara yang mendapat bebas visa memang potensial menyumbang wisman. Selain itu, 20 negara tersebut juga memiliki karakteristik yang mendukung ekosistem pariwisata Tanah Air. Negara-negara Eropa, misalnya memiliki lama tinggal (length of stay) yang tinggi. Sedangkan wisatawan dari negara-negara Timur Tengah memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi di suatu destinasi.

Target 9,5 juta – 14,3 juta wiswan dapat tercapai tentunya dengan beberapa catatan. Salah satunya adalah tidak terjadi krisis ekonomi global yang membuat wisatawan menunda perjalanan. Selain itu juga krisis politik yang terjadi pada negara bebas visa tersebut. Perang maupun gejolak politik dalam negeri negara-negara tersebut dapat menghambat pergerakan wisatawan antarnegara.

Tantangan

Pariwisata adalah industri jasa yang sangat dinamis. Jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan dapat tercapai, bisa juga mengalami kegagalan. Sejumlah tantangan menghadang pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2024. Tantangan bisa datang dari Indonesia sebagai tuan rumah (host) maupun dari wisatawan yang berkunjung.

Tantangan pertama berkaitan dengan infrastruktur pendukung pariwisata, baik aksesibilitas maupun amenitas pariwisata. Aksesibilitas wisata hanya bernilai baik pada destinasi wisata unggulan. Sedangkan destinasi wisata pendukung di berbagai daerah masih mengalami keterbatasan.

Amenitas wisata juga belum sepenuhnya dapat memuaskan wisatawan. Masih banyak destinasi wisata yang mengabaikan kebutuhan dan pelayanan kepada wisatawan. Hal-hal sepele terkait amenitas masih sering dijumpai, seperti tempat parkir yang kurang memadai, toilet di destinasi yang jorok, maupun tempat sampah yang belum tersedia pada tempat-tempat strategis.

Tantangan kedua berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Target kunjungan wisman yang tinggi perlu dibarengi dengan kualitas SDM pariwisata yang berstandar internasional. Jangan sampai terjadi keluhan wisman yang bersumber dari pelayanan yang tidak profesional. Menparekraf perlu melakukan program pemberdayaan SDM pariwisata di semua lini agar memiliki keterampilan pelayanan berstandar internasional.

Ketiga, tantangan akan berhadapan dengan konsep pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Masih banyak destinasi wisata yang mengklaim diri berkualitas dan berkelanjutan, namun hanya sebatas wacana. Buktinya, acap ditemukan destinasi yang mengejar jumlah kunjungan tanpa memberi batasan, sehingga terjadi overtourism. Begitu pula masih banyak dijumpai destinasi wisata yang tidak ramah lingkungan, bahkan mengancam jiwa wisatawan.

Tantangan berikutnya berhubungan dengan perilaku wisatawan di suatu destinasi. Tidak semua wisatawan berperilaku baik ketika mengunjungi destinasi wisata. Tidak sedikit yang melakukan pelecehan dan pelanggaran norma sosial dan budaya di destinasi. Begitu pula dengan vandalisme terhadap objek dan daya tarik wisata. Penertiban perilaku wisatawan dengan demikian menjadi agenda penting bagi industri pariwisata Indonesia.

Tren 2024

Profil wisatawan tahun 2024 sepertinya tidak akan berubah secara signifikan dari tahun sebelumnya. Pasar wisata masih didominasi kelompok milenial dan Z. Mereka adalah kelompok wisatawan yang sangat tergantung pada informasi wisata secara digital.

Tren wisata 2024 akan lebih ditengarai oleh perilaku wisatawan yang baru. Mengutip situs online Travel Agent (OTA) Booking.com sebagaimana dikutip Kompas.com (31 Oktober 2023), ada beberapa tren baru perilaku wisatawan.

Destinasi wisata yang sejuk dan dingin menjadi incaran wisatawan. Pilihan akomodasi akan disesuaikan dengan fasilitas yang dekat dengan air maupun kolam renang. Hal ini berkaitan dengan suhu dan cuaca yang belakangan ini cenderung panas.

Kuliner menjadi salah satu motif perjalanan wisata di tahun 2024. Destinasi wisata yang dekat dengan pusat kuliner lebih disukai. Eksplorasi wisatawan terhadap beragam kuliner daerah akan menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Perilaku wisatawan dalam merencanakan perjalanan mengalami perubahan. Berwisata secara spontan menjadi alternatif berwisata. Wisatawan lebih menyukai perjalanan yang fleksibel dan penuh kejutan. Dalam memilih transportasi maupun akomodasi, wisatawan akan mengambil keputusan secara last minute deals. Terutama yang berkaitan dengan harga dan promosi moda transportasi dan akomodasi.

Tahun 2024 pelaku industri pariwisata perlu berbenah diri untuk menawarkan produk wisatanya. Lingkungan yang bersih, berkelanjutan, dan estetis menjadi pilihan wisatawan. Keinginan untuk merasa seperti di rumah sendiri menuntut tersedianya ruang hijau dan fasilitas yang ramah lingkungan di sektor pariwisata.

Pinterest Predicts mengungkapkan, generasi milenial dan Z mewarnai tren slowcation dalam perjalanan di tahun 2024. Slowcation adalah perjalanan wisata secara santai dengan orientasi “mengejar tidur yang berharga”. Oleh karenanya wisatawan cenderung memilih destinasi yang tenang dan tidak padat pengunjung.

Destinasi populer yang penuh pengunjung tidak diminati wisatawan slowcation. Mereka lebih memilih destinasi yang dapat untuk bersantai lebih lama. Indonesia banyak memiliki pilihan destinasi slowcation, seperti Ubud di Bali, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru di Jawa Timur, Yogyakarta, serta Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Destinasi tersebut menawarkan pemandangan alam yang sejuk serta kehidupan sosial budaya yang orisinal.

Optimisme tetap perlu digenggam para pelaku wisata di tahun 2024. Tren berwisata dapat menjadi acuan dalam menjual produk dan pelayanan. Selebihnya, semua pemangku kepentingan harus siap menjadi tuan rumah yang baik bagi jutaan wisatawan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: komunikasiPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Seni di Bali Utara: Refleksi, Membaca Potensi, Membidik Posisi Terbaik

Next Post

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co