6 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival HAM Bali: Mengkritisi Pembangunan yang Menimbulkan Konflik Ruang

tatkala by tatkala
December 12, 2023
in Khas
Festival HAM Bali: Mengkritisi Pembangunan yang Menimbulkan Konflik Ruang

Puncak acara Festival HAM Bali | Foto: Ist

DAMPAK lingkungan atas nama pembangunan dan konflik lahan menjadi fokus diskusi Kumpul Warga: Mempertahankan Hak dan Ruang Hidup dalam puncak Festival Hak Asasi Manusia (HAM) Bali akhir pekan ini.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari HAM sedunia ini ditutup dengan diskusi publik, pertunjukan seni, dan pameran karya oleh sejumlah komunitas pada puncak Hari HAM di Taman Baca Kesiman, Denpasar, Minggu (10/12/2023).

Sebelum kegiatan penutupan dilaksanakan, gabungan beberapa komunitas terlebih dahulu melakukan aksi damai dan kampanye publik di Lapangan Puputan Renon, pada Minggu (3/12/2023) lalu. Sejumlah isu pelanggaran HAM seperti akses disabilitas, kekerasan perempuan, dan kelompok rentan dan marjinal disampaikan saat itu.

Ya, festival tersebut dihelat swadaya oleh belasan lembaga dan komunitas di Bali yang bergerak di berbagai bidang seperti perlindungan masyarakat adat, pelestarian lingkungan, pendampingan hukum, pemberdayaan perempuan, disabilitas, dan lainnya.

Komang Era Patrisya, misalnya. Perempuan Adat Dalem Tamblingan dalam Kumpul Warga itu menceritakan upaya Catur Desa Adat Dalem Tamblingan untuk pengakuan hutan dan Danau Tamblingan, yang mereka sebut sebagai Alas Mertajati, sebagai hutan adat. Saat ini, kawasan tersebut berstatus Taman Wisata Alam (TWA) yang ditetapkan pemerintah; dan menjadikan Alas Mertajati dapat dieksploitasi sumber daya alamnya untuk pariwisata massal.

Era menjelaskan, di hutan Tamblingan terdapat 17 pura. “Bagi kami, masyarakat adat Tamblingan, semua kawasan hutan merupakan tempat suci. Hutan dan danau kami yang masih asri itu tidak bisa dijual,” katanya.

Apalagi ancaman terhadap kelestarian Alas Mertajati telah dirasakan. Dari luar, hutan mungkin terlihat masih asri. Namun menurut Era, di dalam hutan sudah banyak penebangan pohon secara liar. Dan hal ini berdampak pada surutnya mata air di hutan.

“Kami sudah melakukan pemetaan beberapa mata air. Menurut warga lokal, dulu ada beberapa titik air, namun saat ini sudah mulai surut. Alas Merta Jati Tamblingan masuk dalam kawasan cagar alam, dan penyuplai ⅓ air di Bali. Kami menjaga alas ini bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk masyarakat Bali,” tutur perempuan generasi muda Tamblingan itu.

Tak hanya warga di tingkat tapak yang sedang mempertahankan ruang hidupnya. Seniman juga harus bersiasat mengakses hak ruang ekspresinya terutama mengkritisi pembangunan di Bali. Salah satunya Slinat, salah satu seniman mural terkenal di Bali.

“Saya pernah membuat mural terkait banyaknya pohon yang ditebang, dan lain sebagainya. Pernah dibawa pecalang ke banjar, ditanya, mengapa buat mural begitu, sudah mendapatkan izin belum?” katanya, heran.

Salah satu mural yang pernah Slinat bikin—yang berukuran besar—di sekitar kawasan Pasar Badung dan Kumbasari juga pernah berusaha diredam. Di karyanya tersebut ada pesan kritik: “Kemajuan adalah hutan menjadi bangunan.” Mural tersebut pernah ditutup poster dan pot tanaman besar sehingga pesannya menghilang.

I Gusti Agung Made Wardana, ahli hukum lingkungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengingatkan hukum dalam konteks nasional dijadikan sebagai alat represi rezim pemerintahan. Hal ini dilihat dari kasus-kasus perampasan ruang hidup saat warga protes. Misalnya saat warga mempertahankan ruang dari ekspansi industri ekstraktif seperti perkebunan kelapa sawit, tambang, dan proyek pariwisata.

Agung Wardana menjelaskan, untuk konteks Bali, ketika membicarakan tentang konflik ruang dan mempertahankan hak, tidak bisa dilepaskan dari bagaimana cara kerja dan ekspansi industri pariwisata. Apabila dibandingkan corak industri ekstraktif di tambang dan perkebunan, industri pariwisata dinilai memiliki karakteristik yang unik.

“Karena yang dijual bukan komoditas yang diekstrak dari alam secara langsung seperti bahan tambang, atau sawit. Tetapi, yang dijual adalah pengalaman berwisata di luar ruang rutinitas dari wisatawan,” jelasnya.

Sehingga perlu dikaji bagaimana industri pariwisata ini sebagai corak produksi yang dominan, bekerja, melahirkan kontradiksi-kontradiksi, baik kepada masyarakat lokal maupun terhadap lingkungan. Tak ayal, pariwisata bisa memberikan ancaman pada lingkungan dan perampasan hak masyarakat lokal termasuk ruang hidupnya.

Dari rangkuman kasus 2010-2022, Agung mengatakan ada pembungkaman para pembela HAM atau mereka yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya dari ekspansi pembangunan ekonomi, dengan target 204 orang. Sebagian besar menggunakan hukum pidana. Entah karena tuduhan penghinaan, pencurian, dan lainnya.

Made Supriatma, peneliti ISEAS, juga memberi catatan tren kemunduran negara hukum selama 9 tahun terakhir. Ciri-cirinya, mundurnya kebebasan sipil: pelarangan organisasi, mundurnya kebebasan berbicara, berekspresi, dan mengemukakan pendapat serta pemakaian UU ITE secara lebih intensif.

Pernyataan Sikap

Diskusi juga menghadirkan perwakilan warga di sejumlah konflik ruang lain untuk menceritakan pengalaman mereka, seperti di TWA Gunung Batur Bukit Payang di mana petani yang tinggal turun temurun di hutan terancam tergusur oleh pengusaha wisata yang mendapat izin konsesi kawasan hutan, serta perwakilan masyarakat Desa Bugbug Karangasem yang sedang mempertahankan kawasan suci mereka dari pembangunan resort.

Pada akhir diskusi, perwakilan lembaga dan komunitas menyatakan Pernyataan Sikap Bersama Hari HAM Sedunia. Pembacaan secara bergantian dipandu oleh Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Rezky Pratiwi. Bahwa individu memiliki hak atas perlindungan HAM dan kebebasan dasar tanpa diskriminasi, namun di Bali, hak ini dihadapkan pada berbagai rintangan.

Berikut butir pernyataan sikap tersebut:

Pertama, pertumbuhan ekonomi yang eksploitatif telah merubah pandangan atas pentingnya penghormatan dan pemenuhan HAM. Rezim pertumbuhan ekonomi mengubah hak asasi manusia menjadi hal yang dapat dikesampingkan terutama ketika bertentangan dengan kepentingan elit ekonomi dan politik.

Kedua, ekspansi industri pariwisata mengancam ruang hidup masyarakat dan menimbulkan konflik tenurial. Di Kabupaten Buleleng, Masyarakat Adat Dalem Tamblingan sedang berjuang untuk hak pengakuan atas hutan adat mereka agar terlindung dari eksploitasi.

Di Celukan Bawang, PLTU Batubara hingga kini terus meracuni udara, mencemari laut, merugikan masyarakat di pesisir termasuk berdampak serius terhadap kesehatan warga. Di Kabupaten Bangli, petani yang hidup turun temurun di Gunung Batur Bukit Payang terancam penjara dan tanahnya digusur.

Di Kabupaten Karangasem, masyarakat Desa Bugbug juga terancam penjara karena membela kawasan suci dari pembangunan resort. Banyak lagi konflik lainnya yang tidak hanya terjadi di Bali namun juga di Indonesia.

Ketiga, alih fungsi lahan yang masif tidak diiringi oleh tata ruang yang memperhatikan dampak sosial dan lingkungan, memunculkan masalah privatisasi ruang, kemacetan, polusi, dan pengelolaan sampah yang semrawut.

Keempat, imajinasi tentang lapangan pekerjaan yang dibawa industri pariwisata nyatanya masih menyisakan persoalan. Akses pekerjaan yang terbatas dan upah rendah memaksa sebagian masyarakat Bali menjadi pekerja migran dengan minim perlindungan. Sementara pelanggaran hak-hak pekerja terus terjadi dengan penindakan yang lemah.

Kelima, kemunduran demokrasi di Indonesia mengancam suara kritis dan mempersempit gerakan masyarakat sipil. Kemunduran ini dipotret dari minimnya partisipasi masyarakat dalam pembentukan kebijakan publik, serta pengambilan keputusan lainnya termasuk dalam terbitnya izin-izin usaha yang berdampak pada hajat hidup masyarakat. Potret lainnya adalah pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari aparat pemerintah, penegak hukum, hingga ormas.

Keenam, kekerasan dan diskriminasi berbasis gender, rasial, agama dan keyakinan juga masih terjadi dengan lemahnya upaya untuk menanggulanginya. Di Bali situasi ini terus menerus merugikan kelompok marginal dan rentan seperti perempuan, anak, disabilitas, komunitas LGBT, dan mahasiswa papua.

Karena itu, elemen masrakat sipil ini menyatakan, menyerukan solidaritas bersama mendesak negara kembali pada konstitusi dan komitmen pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia untuk memastikan setiap orang dapat hidup dengan bermartabat.

Hentikan segala bentuk perampasan ruang hidup masyarakat serta intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang mempertahankan haknya. Hentikan eksploitasi terhadap pekerja dan wujudkan kondisi perburuhan yang melindungi hak-hak pekerja.

Hentikan penghalang-halangan, intimidasi, dan kekerasan dan pelanggaran lainnya terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi. Hentikan kekerasan seksual berbasis gender, rasial, agama dan keyakinan, serta wujudkan keadilan bagi korban. Wujudkan aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi disabilitas untuk dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan masyarakat.[T][Rls*]

Mendengar Suara Kelompok Marginal dan Rentan di Festival HAM Bali
Tags: balifestivalHAM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata

Next Post

MANUS, a Conscious Journey di Sudakara Art Space: Karya Seni Lima Seniman Lintas Bidang

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails
Next Post
MANUS, a Conscious Journey di Sudakara Art Space: Karya Seni Lima Seniman Lintas Bidang

MANUS, a Conscious Journey di Sudakara Art Space: Karya Seni Lima Seniman Lintas Bidang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co