26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan

Putu Ayu Aprilia Aryani by Putu Ayu Aprilia Aryani
November 13, 2023
in Tualang
Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan

Air Terjun Tembok Barak | Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

SORE ITU langit begitu cerah, angin bertiup sepoi-sepoi. Aku duduk di teras rumah sambil sesekali mengecek handphone—ada beberapa pesan masuk yang perlu aku baca. Hari itu aku dan kedua temanku hendak healing tipis-tipis, melepas penat kami setelah lima hari ke belakang disibukkan dengan perkuliahan dan tugas-tugas menumpuk dengan deadline yang mepet.

Notifikasi pesan masuk muncul dilayar handpone-ku. Seketika senyum sumringah muncul di bibirku ketika membaca pesan tersebut. Ternyata kedua temanku sudah sampai di depan gang rumahku.

Aku mengambil tas lalu bergegas menghidupkan motor, kemudian mengendarainya keluar rumah untuk menemui kedua temanku yang sudah menunggu di ujung gang. Setelah bertemu, kami berangkat ke tempat healing yang telah kami tentukan. Benar. Air Terjun Tembok Barak, ialah tempat wisata yang akan kami tuju.

Air Terjun Tembok Barak merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Buleleng. Destinasi wisata ini berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Singaraja dan berlokasi di Gang Cengkeh, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Nama air terjun ini mengacu pada ciri khas keindahannya, yakni diapit oleh tebing kemerahan. “Tembok” berarti tebing atau batu; dan “Barak” berarti merah.

Perjalanan yang kami tempuh ke Air Terjun Tembok Barak kira-kira sekitar 25 menit, dengan jarak sekitar 14 Kilometer. Sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, mata kami disuguhkan dengan pemandangan perkotaan Kota Singaraja, yang sore itu cukup ramai pengendara, baik motor maupun mobil. Setelah memasuki daerah Sambangan, kami mulai mencari Gang Cengkeh tersebut.

Perjalanan menyusuri jalan setapak menuju Air Terjun Tembok Barak / Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

Sesampainya di Gang Cengkeh, kami melanjutkan perjalanan menelusuri jalanan gang yang lumayan sempit dan hanya muat dua motor saja. Kami terus mengendarai motor, menelusuri jalanan gang tersebut, hingga sampailah di pos pembayaran tiket.

Tiket masuk ke air tejun ini terbilang cukup ramah di kantong, dengan biaya sebesar 10 ribu rupiah untuk pengunjung lokal dan 20 ribu rupiah untuk pengunjung manca negara. Wisata ini cocok untuk dijadikan destinasi akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman.

Setelah membayar tiket masuk, penjaga pos mengarahkan kami untuk mengikuti jalan lurus tersebut. Untuk menuju area parkir air terjun ini, kami harus melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh hamparan persawahan.

Belum sampai di air terjun, kami sudah disuguhkan dengan keindahan hamparan sawah nan hijau. Tetapi kami terus melanjutkan perjalanan, karena tujuan utama kami adalah Air Terjun Tembok Barak.

Sesampainya di area parkir, kami pun memarkirkan motor masing-masing. Suara arus sungai di bawah sana sudah terdengar, kami merasa bersemangat untuk lekas bertemu dengan indahnya Air Terjun Tembok Barak.

***

Untuk menuju air terjun itu, kami harus menuruni tangga yang agak curam. Namun tenang saja, tangga tersebut sudah dilengkapi dengan pegangan di sisi kanannya. Kami mulai menuruni tangga tersebut dengan hati-hati.

Sesampainya di tangga terakhir, kami kaget. Ternyata tangga tersebut tidak sepenuhnya mengantarkan kami ke tepian sungai. Kami harus melanjutkan perjalanan dengan menelusuri jalan setapak yang lumayan curam tanpa tangga. Walaupun demikian, kami tetap bersemangat karena suara deru air terjun sudah terdengar sangat jelas.

Sepanjang perjalanan menuruni jalan yang curam itu, di sisi kiri dan kanan jalan dikelilingi oleh pepohonan rindang, khas jalanan menuju air terjun. Hingga pada akhirnya kami pun sampai di pinggir sungai.

Untuk menuju Air Terjun Tembok Barak, kami masih harus menelusuri pinggir sungai menuju ke arah hulu. Setelah menempuh jalanan yang lumayan curam dan tentunnya rasa lelah yang kami rasakan, semua itu sirna setelah sesampainya kami di air terjun.

Mata kami dimanjakan dengan pesona Air Terjun Tembok Barak yang memiliki tinggi sekitar 8 Meter dengan diapit oleh tebing kemerahannya. Sungguh pesona alam yang sangat eksotis.

Sesampainya di air terjun, kami duduk di bebatuan yang terdapat di aliran sungai di bawah air terjun sambil melepas penat. Suasana air terjun hari itu cukup sepi pengunjung. Selain kami, hanya terdapat 2 pengunjung lainnya. Setelah puas menyaksikan keindahan air terjun dan sekitarnya, kami mulai bermain air di sana sambil mengambil beberapa foto.

***

Salah satu yang menjadi tujuan para pengunjung ke Air Terjun Tembok Barak adalah karena keunikan tebingnya yang berwarna kemerahan. Tebing kemerahan inilah yang menjadi ciri khas Air Terjun Tembok Barak dan sering dijadikan ikon untuk spot foto kece oleh para pengunjung.

Berpose di area Air Terjun Tembok Barak / Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

Namun sayang, dengan potensi keindahan alam air terjun yang eksotis itu, di area Air Terjun Tembok Barak masih belum tersedia fasilitas umum seperti toilet untuk para pengunjungnya. Selain itu, di sekitar air tejun juga masih belum terdapat warung-warung yang menyediakan snack atau cemilan ringan bagi para pengunjung.

Di sana hanya terdapat satu warung saja, yakni di pos pembayaran tiket. Untuk itu, apabila hendak menikmati pemandangan air terjun sambil menyantap cemilan, para pengunjung disarankan membawa cemilan dari rumah atau membeli di warung dekat pos pembayaran tiket.

Setelah puas berfoto dan menikmati panorama air terjun yang begitu eksotis itu, kami bertiga bersiap untuk kembali pulang ke rumah masing-masing—karena hari sudah hampir menjelang petang. Kami begitu puas dengan healing kami hari ini. Anggap saja untuk melepas penat karena kesibukan perkuliahan kami sebagai mahasiswa.

Air Terjun Tembok Barak menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang hendak healing tipis-tipis namun tidak terlalu menguras kantong. Suatu saat ketika ada waktu luang lagi, kami bertiga berencana untuk kembali ke air terjun ini— menikmati kembali menikmati panorama alam nan indah itu.[T]

Di Labuan Bajo Saya Menjalankan Tugas, Jalan-jalan, Belajar, dan Sembahyang
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan
Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Tags: balibulelengSingarajawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wellness Tourism di Bali: Pewacakan, Mandi Kembang, hingga Minum Loloh Digemari Figur Publik Dunia

Next Post

Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Putu Ayu Aprilia Aryani

Putu Ayu Aprilia Aryani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi. Pencinta kucing yang percaya bahwa setiap interaksi, baik dengan manusia maupun hewan, memiliki cerita dan makna tersendiri.

Related Posts

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails
Next Post
Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co