23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang

Rehan Naza by Rehan Naza
November 11, 2023
in Puisi
Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang

Rehan Naza

PERISTIWA SINGKAT UNTUK INGATAN PANJANG

/i/
Kita membakar diri kita sendiri.
Merah dan meyala. Seperti lampu persimpangan.
Sayangnya bukan untuk berhenti. Kita sama-sama
Tidak bisa kembali.

Kita merusak raga kita di tepi jalan.
Dengan sisa padestrian dan beberapa tenda
Kaki lima. Kita tancapkan sisa-sisa peristiwa
Pada lambung atau ulu hati kita.

/ii/
Hitam aspal belum juga mengering. Namun nama
Kita tergambar di atasnya. Raga kita terlukis
Dengan serpihan kapur atau saksi
Mata. Siapa yang tega

/iii/
Jalan raya merupakan tempat berdosa.
Juga untuk berdoa. Namun tak pernah mencoba
Bunuh diri.

2023

SETELAH HURUF U

Hari ini, ibu mengajariku bagaimana cara
Membuat puisi dengan baik dan benar.

Pertama-tama, ibu menyuruhku
Membentuk garis lurus dan setengah
Lingkaran di atasnya. Kata ibu,
Itu adalah teknik awal membuat puisi:

“tapi ini huruf ‘p’ , bu.”

Ibu hanya menghela nafas panjang
Sepanjang garis lurus yang telah
Kubentuk di telapak tanganku.

Lalu ibu menyuruhku untuk jalan
Ke depan lalu berputar kembali.
Kata ibu, tujuan
Tidak harus selalu berada di depan:

Kuturuti perkataan ibu sebelum
Tiba-tiba ia menghilang. Ibu tak lagi
Mengajariku cara membuat puisi

Kulanjutkan puisiku tanpa ibu, tanpa isi.

2023

KAMERA MASA KECIL

1. Img_1043.jpg
Anak-anak menggambar
Sesuatu di kertas mereka:

Pelangi hitam dan matahari
Di ujung kepala.

Awan warna-warni
Sepanjang lengan serta doa

Anak-anak menggambar
Sesuatu di kertas: aku.

2. Img¬_1228.jpg
Sebelum menjadi kacau,
Sempat kujaga agar ia tidak pecah.

Kudekap dan menjadi
Semakin dekat dengan kepala.

Meski kita tahu, ia akan
Pecah dan tak terbaca.

2023

GAMBAR YANG BERBICARA

1. Img_7155.jpg
Seekor burung di atas kabel
Komunikasi yang tak pernah
Mendekatkankan kita.

2. Img_142330.jpg
Keran kamar mandi itu
Terbalut kain hitam mengeluarkan
Cairan. Tetes demi tetes.

Saling mengisi kekosongan
Bersama sesuatu di balik
Kelopak kita.

2023

TAK SENGAJA TEREKAM

1. Img_041201.jpg
Seperangkat alat masak
Tergelatak di atas tungku

Dan api telah berpindah
Menuju tidak pada tempatnya.

2. Img_1749.jpg
Sepasang ayunan kosong
Bergerak perlahan.

Memanggil masa kecil kita
Untuk kembali dipangkuannya.

3. Img_0734.jpg
Dedaunan hijau gugur
Berserakan di atas tanah.
Tanpa angin yang menerpa
Tiada tangan yang menempa.

2023

KAMERA MASA KECIL 2

Img_1026.jpg
Anak-anak belajar
Mewarnai masa depan.

Kertas gambar kosong
Penuh coretan dan goresan

Hitam dan abu-abu
Tapi sejenak hampir terang.

Img_3139.jpg
Anak-anak menempel senyum
Pada bayangan lantai tak basah
Dan menjadi kita di masa lalu.

2023

24 JAM UNTUK KEPALA

Kepalaku telah dipenuhi
Susunan waktu. Hingga

Suatu esok, aku pergi
Ke sebuah toko jam dan
Membeli sebuah jam
Untuk diriku sendiri.

Namun, beberapa orang
Menempelkan mulutnya
Pada telingaku.

Mengatakan aku gila.

Aku hanya ingin sebuah
Jam untuk diriku sendiri,
Dan beberapa orang punya
Dua puluh empat yang lain.

2023

WAKTU PINTU DEPAN

Ini sudah hampir satu pekan. Masih belum keluar.
Silakan masuk saja. Aku meminjam di pekarangan.
Masih belum datang? Lampunya menyala
Setiap pukul tiga.

Tempati saja yang ada jendelanya
Sudah terbuka. Masih dalam untuknya waktu
Berduka ada baju di vas bunga. Itu tanda tanda amarah.

Kunci sudah ditelan seseorang. Aku meniru gaya
Berpakaian suku pedalaman. Tidak ada jalan.
Kita sedang mencari apa? Pintu depan. Kita masih
Punya pintu belakang. Namun tidak dengan

Jalan keluar.

2023

MUSIM SELAMAT TINGGAL

Kita beri nama selamat tinggal:

Persimpangan kemarau dan air mata
Jalan panjang dua cuaca
Tanpa tanda

Pergi atau berhenti
Sama-sama tak sama lagi.

2023

LUPA JALAN

Aku harap. Aku terlupa jalan
Pulang menuju beranda dan

Kata-kata menjadi pintu
Dimana kunci telah membawa

Tubuhmu. Lebih sering
Menantang masa lalu
Di punggungmu.

2023

  • KLIK baca puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Arif Billah | Sepanjang Pantai Aku Mengumpat
Puisi-puisi Rusdy Ulu | Keruh, Gelisah, Propaganda
Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Anggaran Perubahan Daerah
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Bau Kita Garam dan Darah Yang Sama
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung

Next Post

Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana

Rehan Naza

Rehan Naza

Lahir di Surabaya tahun 2002. Aktif bergiat di komunitas rabo sore. Saat ini sedang menyelesaikan studi sastra indonesia di universitas negeri surabaya. Beberapa puisinya telah terbit di media lokal. Buku puisinya yang akan terbit berjudul “siklus”.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana

Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co