23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang

Rehan Naza by Rehan Naza
November 11, 2023
in Puisi
Puisi-Puisi Rehan Naza | Peristiwa Singkat untuk Ingatan Panjang

Rehan Naza

PERISTIWA SINGKAT UNTUK INGATAN PANJANG

/i/
Kita membakar diri kita sendiri.
Merah dan meyala. Seperti lampu persimpangan.
Sayangnya bukan untuk berhenti. Kita sama-sama
Tidak bisa kembali.

Kita merusak raga kita di tepi jalan.
Dengan sisa padestrian dan beberapa tenda
Kaki lima. Kita tancapkan sisa-sisa peristiwa
Pada lambung atau ulu hati kita.

/ii/
Hitam aspal belum juga mengering. Namun nama
Kita tergambar di atasnya. Raga kita terlukis
Dengan serpihan kapur atau saksi
Mata. Siapa yang tega

/iii/
Jalan raya merupakan tempat berdosa.
Juga untuk berdoa. Namun tak pernah mencoba
Bunuh diri.

2023

SETELAH HURUF U

Hari ini, ibu mengajariku bagaimana cara
Membuat puisi dengan baik dan benar.

Pertama-tama, ibu menyuruhku
Membentuk garis lurus dan setengah
Lingkaran di atasnya. Kata ibu,
Itu adalah teknik awal membuat puisi:

“tapi ini huruf ‘p’ , bu.”

Ibu hanya menghela nafas panjang
Sepanjang garis lurus yang telah
Kubentuk di telapak tanganku.

Lalu ibu menyuruhku untuk jalan
Ke depan lalu berputar kembali.
Kata ibu, tujuan
Tidak harus selalu berada di depan:

Kuturuti perkataan ibu sebelum
Tiba-tiba ia menghilang. Ibu tak lagi
Mengajariku cara membuat puisi

Kulanjutkan puisiku tanpa ibu, tanpa isi.

2023

KAMERA MASA KECIL

1. Img_1043.jpg
Anak-anak menggambar
Sesuatu di kertas mereka:

Pelangi hitam dan matahari
Di ujung kepala.

Awan warna-warni
Sepanjang lengan serta doa

Anak-anak menggambar
Sesuatu di kertas: aku.

2. Img¬_1228.jpg
Sebelum menjadi kacau,
Sempat kujaga agar ia tidak pecah.

Kudekap dan menjadi
Semakin dekat dengan kepala.

Meski kita tahu, ia akan
Pecah dan tak terbaca.

2023

GAMBAR YANG BERBICARA

1. Img_7155.jpg
Seekor burung di atas kabel
Komunikasi yang tak pernah
Mendekatkankan kita.

2. Img_142330.jpg
Keran kamar mandi itu
Terbalut kain hitam mengeluarkan
Cairan. Tetes demi tetes.

Saling mengisi kekosongan
Bersama sesuatu di balik
Kelopak kita.

2023

TAK SENGAJA TEREKAM

1. Img_041201.jpg
Seperangkat alat masak
Tergelatak di atas tungku

Dan api telah berpindah
Menuju tidak pada tempatnya.

2. Img_1749.jpg
Sepasang ayunan kosong
Bergerak perlahan.

Memanggil masa kecil kita
Untuk kembali dipangkuannya.

3. Img_0734.jpg
Dedaunan hijau gugur
Berserakan di atas tanah.
Tanpa angin yang menerpa
Tiada tangan yang menempa.

2023

KAMERA MASA KECIL 2

Img_1026.jpg
Anak-anak belajar
Mewarnai masa depan.

Kertas gambar kosong
Penuh coretan dan goresan

Hitam dan abu-abu
Tapi sejenak hampir terang.

Img_3139.jpg
Anak-anak menempel senyum
Pada bayangan lantai tak basah
Dan menjadi kita di masa lalu.

2023

24 JAM UNTUK KEPALA

Kepalaku telah dipenuhi
Susunan waktu. Hingga

Suatu esok, aku pergi
Ke sebuah toko jam dan
Membeli sebuah jam
Untuk diriku sendiri.

Namun, beberapa orang
Menempelkan mulutnya
Pada telingaku.

Mengatakan aku gila.

Aku hanya ingin sebuah
Jam untuk diriku sendiri,
Dan beberapa orang punya
Dua puluh empat yang lain.

2023

WAKTU PINTU DEPAN

Ini sudah hampir satu pekan. Masih belum keluar.
Silakan masuk saja. Aku meminjam di pekarangan.
Masih belum datang? Lampunya menyala
Setiap pukul tiga.

Tempati saja yang ada jendelanya
Sudah terbuka. Masih dalam untuknya waktu
Berduka ada baju di vas bunga. Itu tanda tanda amarah.

Kunci sudah ditelan seseorang. Aku meniru gaya
Berpakaian suku pedalaman. Tidak ada jalan.
Kita sedang mencari apa? Pintu depan. Kita masih
Punya pintu belakang. Namun tidak dengan

Jalan keluar.

2023

MUSIM SELAMAT TINGGAL

Kita beri nama selamat tinggal:

Persimpangan kemarau dan air mata
Jalan panjang dua cuaca
Tanpa tanda

Pergi atau berhenti
Sama-sama tak sama lagi.

2023

LUPA JALAN

Aku harap. Aku terlupa jalan
Pulang menuju beranda dan

Kata-kata menjadi pintu
Dimana kunci telah membawa

Tubuhmu. Lebih sering
Menantang masa lalu
Di punggungmu.

2023

  • KLIK baca puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Arif Billah | Sepanjang Pantai Aku Mengumpat
Puisi-puisi Rusdy Ulu | Keruh, Gelisah, Propaganda
Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Anggaran Perubahan Daerah
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Bau Kita Garam dan Darah Yang Sama
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gelar Pahlawan Nasional untuk Ida Dewa Agung Jambe yang Gugur pada Perang Puputan Klungkung

Next Post

Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana

Rehan Naza

Rehan Naza

Lahir di Surabaya tahun 2002. Aktif bergiat di komunitas rabo sore. Saat ini sedang menyelesaikan studi sastra indonesia di universitas negeri surabaya. Beberapa puisinya telah terbit di media lokal. Buku puisinya yang akan terbit berjudul “siklus”.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana

Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co