23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Mekar Smansa Singaraja by Mekar Smansa Singaraja
October 27, 2023
in Khas
Mengulik Stoisisme Bersama Henry Manampiring

Henry Manampiring (kanan)

PENGETAHUAN akan selalu berkembang, panca indra manusia akan terus menerima informasi, tetapi pikiran manusia yang menetukan akan ditindaklanjuti seperti apa informasi tersebut. Apabila pikiran dapat kita taklukan maka segala informasi bisa bermanfaat, sebaliknya apabila pikiran yang menaklukan seseorang maka segala kehancuran akan kita alami.

“Rasionalitas manusia seperti meteran. Jika meteran meleset maka akan ada banyak masalah pada bangunannya,” ujar Henry Manampiring, penulis buku Filosofi Teras, pada agenda bedah buku pada ajang Singaraja Literary Festival, 30 September 2023, di kawasan Gedong Kirtya Singaraja.

Manampiring bicara tentang bukunya yang berjudul Filosofi Teras utamanya membahas tentang stoisisme, yaitu kebahagiaan berasal dari dalam diri yang bisa kita kendalikan.

Di hari yang cerah dengan antusias penonton yang menonjol, namun juga tidak menggebu, Henry Manampiring menjabarkan sedikit perihal ilmu yang ia dapat dari berkarir sebagai penulis. Ilmu stoisisme pada khususnya telah ia bahas  secara lengkap pada buku Filosofi Teras. Ketika mendengarnya pembahasan secara langsung semakin membuka dan mengulik logika kita.

Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh pendengar workshop tersebut, diantaranya adalah bagaimana cara kita dapat mengendalikan emosi agar mencapai kedamaian dalam diri? Ada 4 hal yang disebutkan oleh Henry Manampiring, yaitu melatih mindfulness, berdialog dengan diri sendiri, menganalogikan rasionalitas manusia seperti meteran, dan orang berilmu stoisisme adalah orang yang non-judgmental.

Jawaban tersebut mengarah pada ilmu Yunani Kuno yang dikenal dengan nama stoic atau stoisisme. Singkatnya, apabila kita mengaplikasikan ilmu tersebut maka kita akan hidup jauh lebih tenang, meskipun kita berada di dunia yang ribut dan padat aktivitas.

.

Sebagai manusia yang hidup dan dibesarkan oleh stigma masyarakat, terkadang kita melupakan jati diri kita, melupakan kekuasaan jiwa kita yang seharusnya mengontrol badan kasar kita. Sehingga, rasa cemas, marah, khawatir, curiga, dan lain sebagainya turut menghampiri pikiran kita dan mengurung diri kita pada lingkup emosi negatif.

Apabila kita mampu mengontrol emosi kita, dimana hal ini dapat dilatih dengan hal-hal yang telah disebutkan oleh Henry Manampiring pada kalimat sebelumnya, maka apapun situasinya kita akan tetap berdiri tegap, tidak melambung ke atas ataupun terjun ke bawah, tetapi berada di tengah- tengah dan seimbang.

Ilmu stoisisme mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, tidak berekspetasi, dan tidak mengejar kebahagiaan. Dimana hal ini bertolak belakang dengan kepercayaan yang akhir-akhir ini tengah ramai diperbincangkan masyarakat, yaitu manifesting ataupun law of attraction.

Gagasan utama dari manifestasi dan juga law of attraction atau yang juga disebut LOA, adalah manusia dan alam semesta terhubung melalui hukum tarik-menarik. Apabila frekuensi kita rendah, yaitu cenderung berpikiran negatif maka yang akan datang kepada kita adalah yang yang buruk juga, dan sebaliknya.

Hal ini menumbuhkan kepercayaan dalam kehidupan sosial masyarakat bahwa kita bisa mendapatkan segala hal yang kita inginkan asalkan kita yakin bahwa itu adalah hal yang mudah digapai dan memposisikan diri kita seolah-olah sudah berada dan sedang melaksanakan kehidupan yang kita dambakan.

Misalnya, kita ingin hidup sejahtera, maka kita akan memvisualisasikan diri kita memiliki rumah yang besar dan tidak kekurangan secara finansial, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita akan berusaha untuk tidak merasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kita inginkan, karena kita sedang menyesuaikan frekuensi diri kita agar dapat menarik frekuensi kehidupan yang kita dambakan.

Namun ternyata, seperti yang dikatakan oleh Henry Manampiring, bahwa sejak dulu beliau tak mengimplementasikan ilmu manifestasi dan LOA ini dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalani hidup yang tenang, beliau percaya bahwa mengikuti alur takdir yang diberikan Sang Pencipta adalah jalan yang terbaik. Manifestasi mendatangkan ekspetasi, dan ekspetasi apabila tidak dalam ukuran yang tepat juga akan mendatangkan rasa cemas yang bisa menjadi sumber ketidaktenangan dalam kehidupan.

Serta, ia juga menyatakan bahwa manusia itu bukan bos yang bisa meminta kepada alam semesta untuk mengabulkan ini dan itu demi kesenangan manusia itu sendiri. Tuhan tahu apa yang setiap individu butuhkan, dan itu dapat berbeda satu sama lain, oleh karenanya lebih baik kita percaya kepada takdir Tuhan agar tidak membohongi dan mengecewakan diri sendiri.

“Manusia itu adaptif dan rasional,” ujar Henry Manampiring sambil tersenyum hangat menatap para audiensnya kala itu.

Kita pasti saja akan melewati hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak sesuai dengan apa yang telah kita manifestasikan. Tapi kita sebagai manusia diciptakan untuk mampu beradaptasi dan segala hal yang kita lalui dapat masuk ke akal logika kita.

Ilmu stoisisme tidak bisa kita pahami hanya melalui satu buku bacaan saja, melainkan kita perlu mengekspansi pengetahuan kita tentang ilmu tersebut melalui berbagai sumber. Serta ilmu stoisisme apabila tidak dipahami dengan tepat juga bisa mendatangkan kekacauan, sehingga tetaplah menjadi manusia yang teliti, menganalisa, dan rasional dalam menerima setiap informasi. [T]

  • Penulis : Adna Kineta, Jurnalistik Mekar Smansa Singaraja
  • Liputan ini diselenggarakan atas kerjasama Jurnalistik Mekar SMAN 1 Singaraja, Komunitas Mahima dan tatkala.co pada ajang Singaraja Literary Festival, 29 September – 1 Oktober 2023
Singaraja Sebagai Destinasi Pariwisata Sastra
Lomba Baca Puisi Sebagai Sarana Literasi Remaja Masa Kini
Tags: filsafatSingaraja Literary FestivalSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Baca Puisi Sebagai Sarana Literasi Remaja Masa Kini

Next Post

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Mekar Smansa Singaraja

Mekar Smansa Singaraja

Media Kreativitas Remaja SMA Negeri 1 Singaraja, yang dikenal dengan nama MEKAR, merupakan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Singaraja di bidang jurnalistik. Sampai saat ini ekstra tersebut berfokus pada bidang penulisan populer dan juga kegiatan jurnalistik, meliputi wawancara dan juga pembuatan artikel berita.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Komunikasi dan Nasionalisme dalam Bingkai Sumpah Pemuda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co