22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Kembali Fragmentari “Krtaning Panarajon”: Berani Berbeda Demi Makna Tanpa Meninggalkan Jati Diri

I Putu Ardiyasa by I Putu Ardiyasa
June 21, 2023
in Ulas Pentas
Mengenang Kembali Fragmentari “Krtaning Panarajon”: Berani Berbeda Demi Makna Tanpa Meninggalkan Jati Diri

Salah satu adegan dalam fragmentari Krtaning Panarajon | Foto: Dok. Ardiyasa

TEPAT SATU BULAN karya Krtaning Panerajon sudah berlalu. Memorinya masih jelas teringat sampai saat ini.

Krtaning Panerajon adalah Fragmentari Kolosal Duta Kecamatan Kintamani untuk memeriahkan pawai HUT ke-819 Kota Bangli, pada 21 Mei 2023 di depan Alun-alun Kota Bangli.

Sebulan sudah berlalu. Saya ingat. Penari meliukkan tubuhnya, penabuh memainkan gamelannya, tim properti atau bahkan ibu-ibu penyedia kopi dan nasi yang sibuk sambil menonton. Tak luput dari perhatian bagaimana para pejabat berdiri menghidupkan layar kamera saat adegan tajen dimulai.

Kenangan yang tidak luput dari ingatan, ya proses latihannya. Latihan di tempat dingin, tentu menantang, tapi menjadi hangat karena bisa menikmati bakso hangat di sela-sela latihan di tengah suhu dingin dan kabut tebal  Kintamani. Saya menikmatinya bersama Pak Camat sembari bercerita. Begini ceritanya;

Berkarya Berani Berbeda

Kintamani selalu dikenal dengan tokoh Jaya Pangus, bahkan kisahnya sudah menghiasi panggung-panggung besar yang mendunia. seakan kisah ini menjadi ikon Kintamani, dan Kabupaten Bangli secara umum.

Apakah tidak ada peradaban yang lain? Jelas ada.

Kisah Kumpi Mrdaya yang membangun Pasanggrahan di Bukit Cintamani yang dibantu oleh 3 orang biksu bernama Siwa Kang Sita, Siwa Nirmala dan Siwa Pradnya.  Sumber ceritanya adalah Prasasti Sukawana A1, sebuah prasasti yang terkenal di kalangan peneliti Balai Arkeologi ataupun para peneliti kajian Bali.

Saya melihat bahwa jauh sebelum Jaya Pangus Berjaya, sudah ada sosok Kumpi Mrdaya yang membuat peradaban bersama biksu yang diyakini itu orang Cina.

Sambil menyeruput kuah bakso, dengan lugas saya mengatakan bahwa kisah Kumpi Mrdaya dalam garapan ini memang berbeda, menjadi antitesi tentang Jaya Pangus, tetapi melalui karya ini semakin meneguhkan jati diri Kintamani dengan peradaban tinggi terutama pada bidang pertanian dan perniagaan. Melalui kisah inipun kita dapat mengetahui peran Ratu Daha Tua.

Menurut Jro Mangku Sabaraka dalam wawancara saya di kediamannya (Sukawana), Ratu Daha Tua dipuja (sekarang) di Pura Pucak Penulisan sebagai simbolisasi sakti pemberi kesuburan.

Jro Mangku Sabaraka juga megatakan bahwa Bukit Panarajon ini dikelilingi oleh sumber air yang tersebar di desa-desa di bawahnya, di barat ada Pahbina di Desa Catur, utara ada sumber air Kutuh dan Julah, di timur ada ada sumber air besar di Desa Les, di selatan ada di Desa Kuum. (14 April 2023).

Akhirnya peradaban besar itu dvisualisasikan kedalam garapan besar yang digarap oleh 11 orang seniman asli Kintamani.

Bahkan penari, penabuh, tata proerti dan kostumnya adalah sumber daya Kintamani. Ini adalah langkah yang tentu berbeda dari pola sebelumnya, namun perbedaan pola ini saya yakin menghasilkan karya yang tidak sekedar berbeda.

Hal ini dibuktikan dengan kemasan visual karya yang eskloratif, dan kreatif dengan memanfaatkan kekuatan garap parade yang bertumpu pada kedinamisan sebuah karya, kekuatan musikalitas dengan karakter maskulinitas sebagai identitas kesenian Kintamani yang khas.

Mengulik Lebih Dalam Demi Makna

Sejenak saya berhenti menyeruput kuah bakso, karena penting untuk disampaikan  bahwa:

Pertama, Kintamani memiliki sumber daya kesenian yang unggul.  Jika keunggulan itu diberdayagunakan dengan tepat, maka akan menghasilkan karya yang berkualitas. Bukti nyatanya tentu karya Krtaning Panerajon ini sebagai tanda bahwa Kintamani memiliki ekosistem berkesenian yang terus tumbuh dan bergerak maju.

Para seniman penggarap Krtating Panerajon sedang berpose | Foto: Dok Ardiyasa

Karya ini digarap dengan upaya menyampaikan pesan peradaban kesenian di Kintamani melahirkan senman-seniman muda yang memberikan sentuhan inovasi (kebaharuan)  bahwa Pegunungan Kintamani khususnya di Sukawana memiliki peradaban sebagai pusat kehidupan dengan sumber-sumber mata airnya dan perniagaan dengan pasar Singa Mandawanya.

Kedua, khazanah peradaban Bali Kuno yang ada di Kintamani itu harus diaktualisasikan ke dalam berbagai media, salah satunya seni pertunjukan. Karena, masyarakat umum, khususnya generasi muda  membutuhkan sentuhan dan pendekatan yang berbeda, membicarakan konteks sejarah dengan peradaban tinggi perlu disederhanakan.

Seperti  garapan Krtaning, melalui proses berkesenian, penari, penabuh dan emua tim yang terlibat akan mengetahui langsung ceirta dalam garapannya, termasuk pemaknaan di dalamnya.

Bagi saya, melalui pertunjuan Krtating Panerajon ini. pasti akan lahir karya-karya lain yang tidak hanya bertumpu pada satu isah yang popular saja, tetapi akan lahir karya-karya dengan latar kisah identitas kedaerahan yang kaya dengan makna.

Tanpa Meninggalkan Jati Diri

Menurut Maria Tri Sulistiani (2016) karya yang berkualitas itu akan hadir apabila dikerjakan dengan tulus dari hati. Sedangkan Sal Murgiyanto (2015) menyebutkan bahwa mencipta itu adalah berani berbeda demi makna, tanpa meningkalkan jati diri.

Saya sepakat dengan kedua pendapat itu, bahwa karya Krtaning Panerajon dengan setulus hari digarap dan dipersembahkan untuk masyarakat Kintamani. Tidak hanya dari sisi ceritanya, jati diri kesenian Kintamani yang maskulin ditonjolkan dalam garapan-garapan tari dan musikalnya.

Konsep rerejangan dan bebarisan adalah identias yang menjadi nafas kepenariannya, sedangkan gong gede adalah nafas musikalnya. Kisahnya dikemas sedemikian rupa dengan pendekatan Kawi Dalang yang berusaha untuk membuat kemasan estetika, namun jika dalam prosesnya terdapat kesamaan penamaan, itu sepenuhnya adalah kawi carita.

Saat latihan tiba, saya selalu ingin melihat perkembangan kesenian identitas yang menjadi embrio itu tumbuh ke dalam kesenian modern yang kami sepakati sebagai fragmentari. Bahkan perjalanan Buleleng-Kintamani yang saya lalui setiap latihan pun tidak pernah menyurutkan semangat.

Jati diri sebagai warga Kintamanipun selalu membakar api semangat untuk menunjukkan kisah-kisah besar peradaban Kintamani, Untuk menunjukan bahwa ekositem kesenian Kintamani layak untuk diperhitungkan.

Terkahir, ada hal penting yang ingin saya sampaikan, namun bakso yang saya santap ternyata sudah habis, tak mantap kalau bercerita di Kintamani itu tanpa sesuatu yang hangat-hangat. Jadi saya lanjutkan ceritanya di lain waktu.

Terimakasih. Wayang kembali masuk ke keropak. Tancep Kayonan. [T]

Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal
Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya
Drama Gong Sancaya Era Baru, Mewangi Kini dan Nanti
Tags: cintamani mmalHUT Kota Banglikesenian baliKintamaniseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah dari Novel “Sukreni Gadis Bali” dalam Drama Gong Duta Gianyar

Next Post

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]

I Putu Ardiyasa

I Putu Ardiyasa

Dalang, Dosen STAHN Mpu Kuturan

Related Posts

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

by Asmaran Dani
September 4, 2026
0
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

Read moreDetails

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co