27 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Hari Pendidikan Nasional

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
May 2, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SETIAP TANGGAL 2 Mei, kita memperingati hari yang sangat penting dan memiliki nilai sejarah yang tinggi, yaitu Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak lepas dari perjuangan Bapak Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara, yang merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ia lahir dari keluarga ningrat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di STOVIA, sebuah sekolah kedokteran pada jaman Hindia Belanda.  Tapi ia gagal menjadi dokter karena sakit dan akhirnya menjadi wartawan.

Ki Hadjar Dewantara dikenal berani menentang kebijakan pemerintahan Hindia Belanda yang hanya membolehkan anak-anak keturunan Belanda dan kaum priyayi yang bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Ia sangat perdulinya dengan pendidikan di Indonesia, Ki Hadjar mendirikan Lembaga Pendidikan Taman Siswa (National Onderwijs Institut Taman siswa). Saat Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Mentri Pendidikan.

Karena jasa-jasa dan perjuangan Ki Hadjar dalam pendidikan, maka hari lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Atau disngkat dengan Hardiknas.

Peringatan Hardiknas adalah momen sangat penting sebagai sebuah refleksi bagi kita, betapa pentingnya pendidikan bagi bangsa dan negara.

Dalam UUD 45 ditegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen  dengan maksud menciptakan rasa keadilan dalam pendidikan di masyarakat.

Dengan anggaran dan perhatian pemerintah yang sangat besar terhadap dunia pendidikan itu, tapi justru kita sering mendengar semacam keluhan dan masyarakat bahwa pendidikan itu sangat mahal.

Bahkan penulis sendiripun merasakan seperti itu. Saya sampai berpikir kalau saya bersekolah pada jaman sekarang bisa dipastikan tidak mungkin bisa sekolah di Fakultas Kedokteran, apalagi sampai menjadi  dokter spesialis, mengingat kondisi orang tua saya hanya seorang guru dan ibu yang hanya tamat SLTP dan sebagai ibu rumah tangga. Apalagi saudara saya banyak.

Sehingga tidak berlebihan dikatakan oleh masyarakat bahwa pendidikan hanya dimiliki dan dinikmati oleh orang yang mampu dan orang kaya. Sementara orang yang kurang mampu, yang punya cita-cita tinggi namun tak bisa sekolah, cita-citanya akan tetap menjadi cita-cita saja tanpa pernah terwujud.

Sementara sekolah yang ada, khususnya sekolah kejuruan dan perguruan tinggi terus berlomba-lomba untuk mendapatkan siswa sebanyak-banyaknya, tapi tidak dibarengi dengan lapangan pekerjaan yang ada, sehingga sekolah pada akhirnya akan banyak menghasilkan pengangguran intlektual yang semakin meningkat.

Saya masih ingat pesan orang tua, “Hanya dengan belajar kamu bisa mengubah nasib!“ Pesan ini selalu saya pakai sebagai pedoman hidup, betapa pentingnya arti pendidikan itu untuk kehidupan kita.

Mahalnya pendidikan dan susahnya lapangan pekerjaan setelah seseorang menamatkan sekolah, menjadi masalah bersama kita saat ini. Dalam dunia pendidikan masih banyak perlu pembenahan-pembenahan, salah satunya adalah budaya membaca dan menulis yang merupakan bagian penting dalam pendidikan.

Berdasarkan survey yang dilakukan PISA (Program For International Student Asessment) yang dirilis Organization Foe Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2019, tingkat literasi Indonesia menempati posisi 62 dari 70 negara di dunia yang menjadi target survey.

Memajukan dunia pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan dunia literasi. Sehingga pengembangan literasi penting dilakukan oleh semua kalangan, sehingga ke depannya membaca dan menulis menjadi sebuah budaya yang menyenangkan bukan membosankan.

Kemampuan anak-anak berkreasi, berinovasi dalam bertekhnologi sebenarnya tidak kalah dengan orang dari luar. Karya -karya ilmiah atau riset anak-anak kita banyak yang menjadi juara, tidak saja di nasional tapi di dunia internasional.

Ini sangat membanggakan bagi kita semua. Namun setelah itu, implementasi pascakarya ilmiah atau riset dari anak-anak kita yang sudah menjadi juara itu, tersimpan lebih dari 80% di almari atau laci-laci.

Penghargaan terhadap hasil karya inovasi dan riset yang sudah dihasilkan oleh anak-anak kita, tidak cukup berupa ucapan selamat atau bonus semata, tapi bagaimana mewujudkan hasil riset itu menjadi karya nyata yang pasti sangat bermanfaat untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara tentunya.

Salah satu selogan Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, yang sangat terkenal “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangunkarso, Tut Wuri Handayani“. Yang arinya, jadilah tauladan ketika kita di depan, ketika di tengah tetap memberi semangat dan bimbingan, dan kita memberi dorongan ketika kita di belakang.

Selain itu, ada pernyataan Ki Hadjar Dewantara yang juga sangat penting yaitu, “Dimana pun kamu berada itulah sekolahmu, dan ketemu sama siapa pun, itulah gurumu“.  Pernyataan itu memiliki makna bahwa kita tidak pernah berhenti belajar, belajar seumur hidup .

Doa kita semua semoga Hari Pendidikan ini menjadi spirit untuk kita semua untuk sama-sama peduli terhadap dunia pendidikan. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pendidikan dan Medan Pertarungan Politik
Sepotong Catatan untuk Pendidikan Indonesia | Sebuah Refleksi Hari Pendidikan, 2 Mei 2022
Pendidikan Anak Terbaik di Masa Pandemi
Tags: Hari Pendidikan NasionalKi Hadjar DewantaraPendidikanpendidikan karakter
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Baca, Baca Pesta, di Taman Baca Kesiman

Next Post

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
0
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

Read moreDetails

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

Read moreDetails

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

Read moreDetails

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

by Pande Susan
July 24, 2026
0
Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

Read moreDetails

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

Read moreDetails

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

Read moreDetails

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

Read moreDetails

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
0
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

Read moreDetails

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
0
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

Read moreDetails
Next Post
Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa
Esai

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 27, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co