23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali

Angga Wijaya by Angga Wijaya
April 30, 2023
in Feature
Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali

Kegiatan lansia yang tergabung dalam “Semeton Segara” di Pantai Sanur, Denpasar. | Foto: Dokumentasi Wayan Sukarma

LELAKI TUA ITU TAMPAK BERSEMANGAT menunjukkan ponsel pintarnya. Di layar terlihat foto dirinya bersama teman-temannya sesama lansia. Mereka tersenyum menghadap kamera, berjemur usai mandi di Pantai Sanur yang terletak di Kota Denpasar, Bali.

Wayan Sukarma, nama lelaki itu, adalah dosen pascasarjana sebuah universitas swasta terkenal di Denpasar. Tahun ini ia berusia 65 dan akan memasuki masa pensiun. Waktu banyak ia habiskan dengan mengunjungi pantai. Berendam, berjemur dan bercengkrama menjadi kebiasaan sejak beberapa bulan terakhir. Di sana, ia bertemu dengan para lansia yang juga punya kegemaran sama. Mereka akhirnya berteman. Dari pertemuan itu, Sukarma mendapatkan banyak cerita tentang kehidupan lansia di Bali.

“Beberapa dari mereka dulunya pejabat. Anak-cucu mereka sudah mandiri. Ada rasa kesepian dalam diri mereka. Perasaan itu berkurang saat kami rutin bertemu di pantai, seperti mendapatkan keluarga baru,” katanya.

Ada 15 lansia setiap pagi datang ke Pantai Sanur. Sukarma enggan menggunakan istilah komunitas. Ia lebih suka jika kegiatan rutin para lansia itu bersifat tidak mengikat dan mengalir. Ia lebih suka menyebutnya “Semeton Segara”, atau saudara yang bertemu di pantai.

“Ada saja yang membawa makanan dari rumah untuk dibagikan kepada lansia lain. Menarik saya lihat, soal kebutuhan lansia untuk berinteraksi dengan lansia lain. Bisa jadi di rumahnya mereka tidak mendapatkan itu,” jelas Sukarma,

Ia mulai rutin ke pantai atas saran dokter ketika setahun lalu ia mengalami cedera saat jatuh dari sepeda motor. Sejak rutin berendam dan berjemur di pantai, Sukarma merasakan perubahan yang signifikan pada kesehatannya.

“Bisa jadi secara psikologis karena saya sering tertawa bersama lansia lain seperti ada beban yang terlepas. Tentu juga karena air laut dan sinar matahari memberi manfaat bagi kesehatan kami,” kata pendidik dan penulis ini.


Pandemi

Apa yang dilakukan Sukarma dan teman-teman lansia-nya sebuah kebangkitan, mengingat selama Pandemi Covid-19 membuat warga tidak bisa keluar rumah. Jangankan ke pantai, untuk jalan di luar rumah saja tidak bisa karena saat itu diberlakukan pembatasan.

Nyoman Wirata (70) punya cerita berbeda. Saat Pandemi berlangsung, ia mencoba untuk tetap aktif berkarya. Wirata adalah pelukis yang juga penyair kenamaan di Bali.

“Walau Pandemi, saya tetap berkarya, baik melukis dan menulis. Perbedaannya, hanya pembatasan kegiatan warga masyarakat. Warga disarankan tidak bepergiaan jika tidak ada urusan mendesak. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bahkan dilakukan beberapa kali,” ujarnya.

Tak boleh keluar dan di rumah saja,  Wirata mengaku takut juga, mengingat ia punya keluarga, jikalau terpapar Covid-19. Upacara adat di kampung halaman juga tak diadakan sementara bahkan hingga dua tahun lamanya.

“Ada kerinduan bertemu kerabat yang syukurnya kini ada telepon pintar sehingga masih bisa berkomunikasi dengan mereka,” kenang Wirata

Protokol kesehatan saat pandemi tak pernah ia langgar. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun tak pernah absen ia lakukan.

 “Istri dan kedua anak saya selalu mengawasi, mereka khawatir jika saya sakit. Syukurlah semua bisa terlewati dengan baik, saya tetap dianugerahi kesehatan,” sebut Wirata.

Masa pensiun yang identik dengan rasa kesepian, post power syndrome dan perasaan hampa yang biasa menghinggapi manula pada umumnya tidak dirasakan Wirata.

Sang istri, Alit S. Rini juga seorang penyair dan mantan wartawati sebuah koran besar di Bali. Mereka menjadi teman diskusi yang intens dan saling melengkapi, juga memahami dunia kreatif masing-masing.

“Kami bersyukur bisa saling mengerti satu sama lain. Mungkin karena sesama pekerja seni, jadi waktu kami gunakan untuk berkarya dan membaca buku. Sesekali kami berjalan-jalan ke pantai untuk melepas penat,” ujar Wirata.

Ia menyarankan para lansia  untuk berkegiatan. Jika tidak di bidang seni bisa di bidang lainnya, semisal berkebun.

Hal tersebut, katanya, akan membuat lansia lebih sehat baik fisik maupun mental. Ia mengaku setiap hari juga menyempatkan waktu untuk berkebun di rumahnya.

“Itu memberi saya kesegaran baru, jika misalnya merasa jenuh dengan rutinitas melukis maupun menulis,” tukas pensiunan guru seni rupa tersebut.

Apa yang dilakukan Wirata dan Sukarma memang berlainan, tetapi sebenarnya punya benang merah yang sama. Lansia butuh wadah untuk aktualisasi diri. Semangat positif ini perlu terus dibangun dan didukung sebagai bentuk kolaborasi lansia dalam mengisi usia senja mereka.

Bangkit Bersama

Lansia di Bali memberi kita pelajaran untuk bangkit dari situasi sulit. Mereka adalah generasi tua yang penuh semangat. Sukarma misalnya, paham betul bahwa laut sesuai falsafah hidup manusia Bali adalah tempat akhir. Saat kematian tiba, jenazah akan di-aben atau dikremasi dan abu jenazah akan dilarung ke laut. Oleh Sukarma, kegiatan lansia di Pantai Sanur itu sering ia dokumentasikan dalam bentuk video pendek dan diunggah ke media sosial. Latar belakang musik yang pilih adalah gamelan, musik tradisional Bali khusus untuk upacara Ngaben atau perabuan.

“Bagi orang yang tidak mengerti akan menganggap aneh, padahal memang begitu adanya, mereka yang hidup pasti akan mati. Bagi kami masyarakat Bali, semua akan berakhir di laut,” tukasnya.

Kesadaran akan kematian, imbuhnya, membuat ia dan teman-temannya justru memberi vitamin jiwa untuk mengisi hari tua dengan hal-hal bermanfaat. Ada yang membuat yayasan sosial atau mengkoordinir kegiatan amal misalnya memberi bantuan pada siswa-siswi kurang mampu di Bali.

“Semua itu membuat kami bisa bersyukur atas rahmat yang diberikan Tuhan selain kesempatan untuk saling berbagi kepada sesama lansia. Kami saling menguatkan satu sama lain,” pungkas Sukarma

Selain rajin ke pantai, ia juga rutin membaca terutama buku-buku filsafat yang ia gandrungi sejak lama, Buku-buku itu ia beli dari toko buku online yang banyak ada di media sosial.

“Teman di media sosial saya banyak pedagang buku. Saat memesan buku, saya minta mereka untuk mengirim memakai JNE karena waktu pengiriman yang cepat dan aman. JNE sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia sehingga saya yakin akan kualitasnya,” ujar Sukarma.

Mandi di pantai, melukis, menulis puisi, dan membaca buku merupakan semangat yang diajarkan Wayan Sukarma, Nyoman Wirata, dan para lansia di Bali. Ini inspirasi bagi banyak orang, tak hanya kaum lansia, untuk bersemangat dan bangkit bersama, berkarya dengan riang-gembira. [T]

Jika Ingin Tahu Kehidupan Orang Bali, Masuklah ke Rumahnya – Dan, Itu Dilakukan Jokowi
Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri
Muda Berbagi: Urun Daya Anak Muda Bali Utara Hadapi Corona
Tags: balilansiaPantai Sanur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Next Post

Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails
Next Post
Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co