24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali

Angga Wijaya by Angga Wijaya
April 30, 2023
in Feature
Di Sanur, Belajar Bangkit dari Lansia Bali

Kegiatan lansia yang tergabung dalam “Semeton Segara” di Pantai Sanur, Denpasar. | Foto: Dokumentasi Wayan Sukarma

LELAKI TUA ITU TAMPAK BERSEMANGAT menunjukkan ponsel pintarnya. Di layar terlihat foto dirinya bersama teman-temannya sesama lansia. Mereka tersenyum menghadap kamera, berjemur usai mandi di Pantai Sanur yang terletak di Kota Denpasar, Bali.

Wayan Sukarma, nama lelaki itu, adalah dosen pascasarjana sebuah universitas swasta terkenal di Denpasar. Tahun ini ia berusia 65 dan akan memasuki masa pensiun. Waktu banyak ia habiskan dengan mengunjungi pantai. Berendam, berjemur dan bercengkrama menjadi kebiasaan sejak beberapa bulan terakhir. Di sana, ia bertemu dengan para lansia yang juga punya kegemaran sama. Mereka akhirnya berteman. Dari pertemuan itu, Sukarma mendapatkan banyak cerita tentang kehidupan lansia di Bali.

“Beberapa dari mereka dulunya pejabat. Anak-cucu mereka sudah mandiri. Ada rasa kesepian dalam diri mereka. Perasaan itu berkurang saat kami rutin bertemu di pantai, seperti mendapatkan keluarga baru,” katanya.

Ada 15 lansia setiap pagi datang ke Pantai Sanur. Sukarma enggan menggunakan istilah komunitas. Ia lebih suka jika kegiatan rutin para lansia itu bersifat tidak mengikat dan mengalir. Ia lebih suka menyebutnya “Semeton Segara”, atau saudara yang bertemu di pantai.

“Ada saja yang membawa makanan dari rumah untuk dibagikan kepada lansia lain. Menarik saya lihat, soal kebutuhan lansia untuk berinteraksi dengan lansia lain. Bisa jadi di rumahnya mereka tidak mendapatkan itu,” jelas Sukarma,

Ia mulai rutin ke pantai atas saran dokter ketika setahun lalu ia mengalami cedera saat jatuh dari sepeda motor. Sejak rutin berendam dan berjemur di pantai, Sukarma merasakan perubahan yang signifikan pada kesehatannya.

“Bisa jadi secara psikologis karena saya sering tertawa bersama lansia lain seperti ada beban yang terlepas. Tentu juga karena air laut dan sinar matahari memberi manfaat bagi kesehatan kami,” kata pendidik dan penulis ini.


Pandemi

Apa yang dilakukan Sukarma dan teman-teman lansia-nya sebuah kebangkitan, mengingat selama Pandemi Covid-19 membuat warga tidak bisa keluar rumah. Jangankan ke pantai, untuk jalan di luar rumah saja tidak bisa karena saat itu diberlakukan pembatasan.

Nyoman Wirata (70) punya cerita berbeda. Saat Pandemi berlangsung, ia mencoba untuk tetap aktif berkarya. Wirata adalah pelukis yang juga penyair kenamaan di Bali.

“Walau Pandemi, saya tetap berkarya, baik melukis dan menulis. Perbedaannya, hanya pembatasan kegiatan warga masyarakat. Warga disarankan tidak bepergiaan jika tidak ada urusan mendesak. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bahkan dilakukan beberapa kali,” ujarnya.

Tak boleh keluar dan di rumah saja,  Wirata mengaku takut juga, mengingat ia punya keluarga, jikalau terpapar Covid-19. Upacara adat di kampung halaman juga tak diadakan sementara bahkan hingga dua tahun lamanya.

“Ada kerinduan bertemu kerabat yang syukurnya kini ada telepon pintar sehingga masih bisa berkomunikasi dengan mereka,” kenang Wirata

Protokol kesehatan saat pandemi tak pernah ia langgar. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun tak pernah absen ia lakukan.

 “Istri dan kedua anak saya selalu mengawasi, mereka khawatir jika saya sakit. Syukurlah semua bisa terlewati dengan baik, saya tetap dianugerahi kesehatan,” sebut Wirata.

Masa pensiun yang identik dengan rasa kesepian, post power syndrome dan perasaan hampa yang biasa menghinggapi manula pada umumnya tidak dirasakan Wirata.

Sang istri, Alit S. Rini juga seorang penyair dan mantan wartawati sebuah koran besar di Bali. Mereka menjadi teman diskusi yang intens dan saling melengkapi, juga memahami dunia kreatif masing-masing.

“Kami bersyukur bisa saling mengerti satu sama lain. Mungkin karena sesama pekerja seni, jadi waktu kami gunakan untuk berkarya dan membaca buku. Sesekali kami berjalan-jalan ke pantai untuk melepas penat,” ujar Wirata.

Ia menyarankan para lansia  untuk berkegiatan. Jika tidak di bidang seni bisa di bidang lainnya, semisal berkebun.

Hal tersebut, katanya, akan membuat lansia lebih sehat baik fisik maupun mental. Ia mengaku setiap hari juga menyempatkan waktu untuk berkebun di rumahnya.

“Itu memberi saya kesegaran baru, jika misalnya merasa jenuh dengan rutinitas melukis maupun menulis,” tukas pensiunan guru seni rupa tersebut.

Apa yang dilakukan Wirata dan Sukarma memang berlainan, tetapi sebenarnya punya benang merah yang sama. Lansia butuh wadah untuk aktualisasi diri. Semangat positif ini perlu terus dibangun dan didukung sebagai bentuk kolaborasi lansia dalam mengisi usia senja mereka.

Bangkit Bersama

Lansia di Bali memberi kita pelajaran untuk bangkit dari situasi sulit. Mereka adalah generasi tua yang penuh semangat. Sukarma misalnya, paham betul bahwa laut sesuai falsafah hidup manusia Bali adalah tempat akhir. Saat kematian tiba, jenazah akan di-aben atau dikremasi dan abu jenazah akan dilarung ke laut. Oleh Sukarma, kegiatan lansia di Pantai Sanur itu sering ia dokumentasikan dalam bentuk video pendek dan diunggah ke media sosial. Latar belakang musik yang pilih adalah gamelan, musik tradisional Bali khusus untuk upacara Ngaben atau perabuan.

“Bagi orang yang tidak mengerti akan menganggap aneh, padahal memang begitu adanya, mereka yang hidup pasti akan mati. Bagi kami masyarakat Bali, semua akan berakhir di laut,” tukasnya.

Kesadaran akan kematian, imbuhnya, membuat ia dan teman-temannya justru memberi vitamin jiwa untuk mengisi hari tua dengan hal-hal bermanfaat. Ada yang membuat yayasan sosial atau mengkoordinir kegiatan amal misalnya memberi bantuan pada siswa-siswi kurang mampu di Bali.

“Semua itu membuat kami bisa bersyukur atas rahmat yang diberikan Tuhan selain kesempatan untuk saling berbagi kepada sesama lansia. Kami saling menguatkan satu sama lain,” pungkas Sukarma

Selain rajin ke pantai, ia juga rutin membaca terutama buku-buku filsafat yang ia gandrungi sejak lama, Buku-buku itu ia beli dari toko buku online yang banyak ada di media sosial.

“Teman di media sosial saya banyak pedagang buku. Saat memesan buku, saya minta mereka untuk mengirim memakai JNE karena waktu pengiriman yang cepat dan aman. JNE sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia sehingga saya yakin akan kualitasnya,” ujar Sukarma.

Mandi di pantai, melukis, menulis puisi, dan membaca buku merupakan semangat yang diajarkan Wayan Sukarma, Nyoman Wirata, dan para lansia di Bali. Ini inspirasi bagi banyak orang, tak hanya kaum lansia, untuk bersemangat dan bangkit bersama, berkarya dengan riang-gembira. [T]

Jika Ingin Tahu Kehidupan Orang Bali, Masuklah ke Rumahnya – Dan, Itu Dilakukan Jokowi
Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri
Muda Berbagi: Urun Daya Anak Muda Bali Utara Hadapi Corona
Tags: balilansiaPantai Sanur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Next Post

Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails
Next Post
Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Mbah Klunthung dan Dua Bibit Kelengkeng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co